Kesehatan: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
k (←Suntingan Raitokid (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh RianHS)
Tag: Pengembalian Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(Merombak artikel, informasi yang spesifik mengenai kesehatan di Indonesia akan dipindahkan ke artikel kesehatan di Indonesia, pelayanan kesehatan di Indonesia, atau artikel sejenisnya.)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Liegestuetz02 ani fcm.gif|jmpl|250px| [[Push-up]] merupakan salah satu cara menjaga kesehatan]]
{{untuk|[[gampong]] di [[Aceh]]|Kesehatan, Karang Baru, Aceh Tamiang}}
{{untuk|[[gampong]] di [[Aceh]]|Kesehatan, Karang Baru, Aceh Tamiang}}
[[Berkas:Life expectancy in 1800, 1950, and 2015.png|jmpl|Perbandingan angka [[harapan hidup]] dunia pada tahun 1800, 1950, dan 2015.]]
'''Kesehatan''' adalah keadaan sejahtera dari badan, [[jiwa]], dan [[sosial]] yang memungkinkan setiap orang hidup [[produktif]] secara sosial dan [[ekonomis]].<ref>Siti Nafsiah, "Prof. Hembing pemenang the Star of Asia Award: pertama di Asia ketiga di dunia", Gema Insani, 2000, 979915703X, 9789799157034.</ref>
'''Kesehatan''' adalah kondisi [[kesejahteraan]] fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya [[penyakit]] atau kelemahan.<ref>{{Cite book|url=https://apps.who.int/gb/bd/pdf_files/BD_49th-en.pdf|title=Basic Documents|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=2020|publisher=Organisasi Kesehatan Dunia|isbn=978-92-4-000051-3|edition=49|location=Jenewa|pages=1|chapter=Constitution of the World Health Organization|url-status=live}}</ref> Pemahaman tentang kesehatan telah bergeser seiring dengan waktu. Berkembangnya teknologi kesehatan berbasis digital telah memungkinkan setiap orang untuk mempelajari dan menilai diri mereka sendiri, dan berpartisipasi aktif dalam gerakan [[promosi kesehatan]]. Berbagai [[Penentu sosial kesehatan|faktor sosial]] berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, seperti perilaku individu, kondisi sosial, genetik dan biologi, perawatan kesehatan, dan lingkungan fisik.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan, dan persalinan.<ref>Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, "Panduan bantuan hukum di Indonesia: pedoman anda memahami dan menyelesaikan masalah hukum", Yayasan Obor Indonesia, 2006, 9799662761, 9789799662767.</ref>
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara [[kolektif]] untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.<ref name="Kesehatan Masyararat">George Pickett & John J. Hanlon, "Kesehatan Masyararat Administrasi dan praktik", EGC, 9794488054, 9789794488058.</ref>
[[Definisi]] yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para [[koleganya]] yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah [[kombinasi]] pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah [[adaptasi]] [[sukarela]] terhadap perilaku yang [[kondusif]] bagi kesehatan.<ref name="Kesehatan Masyararat"/>
[[Data]] terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat [[jaminan]] kesehatan dari lembaga atau [[perusahaan]] di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek.<ref name="Janji-janji">Rudy S. Pontoh, "Janji-janji dan komitmen SBY-JK: menabur kata, menanti bukti", Gramedia Pustaka Utama, 2004, 9792221026, 9789792221022.</ref>
Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan [[masyarakat]] kecil dan [[pedagang]].<ref name="Janji-janji"/>
Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih [[pelik]], berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.<ref>Sulastomo, "Manajemen kesehatan", Gramedia Pustaka Utama, 2000, 9796559552, 9789796559558.</ref> Mengatasi masalah kesehatan masih menjadi sebuah tantangan serius di Indonesia. Kini setidaknya masih ada triple burden atau tiga masalah kesehatan penting terkait pemberantasan penyakit infeksi, bertambahnya kasus penyakit tidak menular dan kemunculan kembali jenis penyakit yang seharusnya telah berhasil diatasi.


== Definisi ==
Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar [http://promkes.kemkes.go.id/germas GERMAS] atau [[Gerakan masyarakat hidup sehat|Gerakan Masyarakat Hidup Sehat]] dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit menular seperti diare, tuberkulosa hingga demam berdarah dahulu menjadi kasus kesehatan yang banyak ditemui; kini telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyaknya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker dan jantung koroner.
[[Berkas:Uomo Vitruviano.jpg|jmpl|[[Manusia Vitruvian|''Manusia Vitruvian'']] karya [[Leonardo da Vinci]] yang menggambarkan proporsi ideal tubuh manusia.]]
Makna kesehatan telah berkembang dari waktu ke waktu. Dalam perspektif [[model biomedis]], definisi awal kesehatan difokuskan pada kemampuan tubuh untuk berfungsi. Kesehatan dipandang sebagai kondisi tubuh yang berfungsi normal yang dapat terganggu oleh penyakit dari waktu ke waktu.<ref name=":0" />


Pada tahun 1948, [[Organisasi Kesehatan Dunia]] (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai "kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, dan bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan".<ref>{{Cite book|url=https://apps.who.int/iris/handle/10665/37089|title=The First ten years of the World Health Organization|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=1958|publisher=Organisasi Kesehatan Dunia|isbn=9241560142|location=Jenewa|pages=459|quote="''Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity''".}}</ref> Meskipun definisi ini disambut baik oleh beberapa orang dan dipandang inovatif, definisi ini juga dikritik karena tidak jelas, terlalu luas, dan tidak diuraikan dengan terukur.<ref name=":0">{{Cite web|url=http://phprimer.afmc.ca/Part1-TheoryThinkingAboutHealth/ConceptsOfHealthAndIllness/DefinitionsofHealth|title=Definitions of Health|last=|first=|date=|website=AFMC|archive-url=https://web.archive.org/web/20160812145405/http://phprimer.afmc.ca/Part1-TheoryThinkingAboutHealth/ConceptsOfHealthAndIllness/DefinitionsofHealth|archive-date=12 Agustus 2016|access-date=}}</ref> Beberapa ilmuwan mengajukan definisi kesehatan yang lain, misalnya "kondisi yang ditandai dengan integritas anatomi; kemampuan untuk melakukan peran dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat, yang dihargai secara pribadi; kemampuan untuk menghadapi tekanan fisik, biologis, dan sosial; perasaan sejahtera; dan kebebasan dari risiko penyakit dan kematian sebelum waktunya."<ref>{{Cite journal|last=Stokes|first=Joseph|last2=Noren|first2=Jay|last3=Shindell|first3=Sidney|year=1982|title=Definition of terms and concepts applicable to clinical preventive medicine|url=http://link.springer.com/10.1007/BF01324395|journal=Journal of Community Health|language=|volume=8|issue=1|pages=33–41|doi=10.1007/BF01324395|issn=0094-5145|quote="''A state characterized by anatomic integrity; ability to perform personally valued family, work, and community roles; ability to deal with physical, biological and social stress; a feeling of well-being; and freedom from the risk of disease and untimely death''."}}</ref>
== Kesehatan Menurut Undang-Undang ==
Dalam [[Undang-Undang (Indonesia)|Undang-Undang]] yang dimaksud dengan:<ref>"Undang-undang No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan & Undang-undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran", VisiMedia, 9791043604, 9789791043601.</ref>
# Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis.
# Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara, dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah, dan atau masyarakat.
# [[Tenaga]] kesehatan adalah setiap orang yang [[mengabdikan]] diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan, dan atau [[keterampilan]] melalui [[pendidikan]] di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
# [[Sarana]] kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
# Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna
[[Berkas:Asahia.JPG|jmpl|250px|Bila kita sehat kita akan menikmati hidup lebih [[indah]]]]


Seiring waktu, penyakit tidak lagi dipandang sebagai sebuah kondisi, tetapi sebuah proses. Pergeseran sudut pandang ini juga terjadi pada kesehatan. Pada awal 1980-an, WHO mendorong perkembangan gerakan [[promosi kesehatan]]. Gerakan ini memungkinkan orang-orang meningkatkan kendali atas kesehatan mereka dan memperbaiki status kesehatan mereka masing-masing. Untuk mewujudkan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap, sebagaimana definisi WHO tentang kesehatan, seseorang atau sekelompok orang perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan mewujudkan aspirasi, memenuhi kebutuhan, serta mengubah atau mengatasi lingkungannya. Kesehatan dipandang sebagai sumber daya untuk kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup.<ref>{{Cite book|url=https://apps.who.int/iris/handle/10665/107835|title=Health Promotion: A Discussion Document on the Concept and Principles: Summary Report of the Working Group on Concept and Principles of Health Promotion, Copenhagen, 9–13 July 1984|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=1984|publisher=WHO Regional Office for Europe|isbn=|location=Kopenhagen|pages=|quote="''Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and to improve, their health. To reach a state of complete physical, mental and social well-being, an individual or group must be able to identify and to realize aspirations, to satisfy needs, and to change or cope with the environment. Health is, therefore, seen as a resource for everyday life, not the objective of living''."|url-status=live}}</ref> Untuk mewujudkannya, ada beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi, yaitu perdamaian, tempat tinggal, pendidikan, makanan, pendapatan, ekosistem yang stabil, sumber daya berkelanjutan, serta keadilan sosial dan kesetaraan.<ref>{{Cite web|url=https://www.who.int/healthpromotion/conferences/previous/ottawa/en/|title=The Ottawa Charter for Health Promotion|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=|website=WHO|access-date=22 Juni 2020}}</ref>
== Kesehatan tubuh ==
Menurut WHO ([[World Health Organization]]) Kesehatan adalah suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan.


Gerakan promosi kesehatan memungkinkan kesehatan untuk diajarkan, dipelajari, dan diperkuat. Pemahaman konsep kesehatan sebagai "kemampuan untuk beradaptasi dan mengatur diri sendiri" dan berkembangnya teknologi kesehatan berbasis digital telah membuka pintu bagi setiap orang untuk menilai diri mereka sendiri.<ref>{{Cite journal|last=Jadad|first=Alejandro R.|date=November 2016|year=|title=Creating a pandemic of health: What is the role of digital technologies?|url=http://link.springer.com/10.1057/s41271-016-0016-1|journal=Journal of Public Health Policy|volume=37|issue=S2|pages=260–268|doi=10.1057/s41271-016-0016-1|issn=0197-5897}}</ref> Hal ini juga memungkinkan setiap orang untuk merasa sehat, bahkan ketika mereka memiliki berbagai penyakit kronis atau berada dalam kondisi terminal.<ref>{{Cite web|url=http://harvardpublichealthreview.org/creating-a-pandemic-of-health-opportunities-and-lessons-for-a-university-initiative-at-the-intersection-of-health-equity-and-innovation/|title=Creating a Pandemic of Health: Opportunities and Lessons for a University Initiative at the Intersection of Health, Equity, and Innovation|last=Kotha|first=S.R.|last2=Jadad|first2=A.R.|date=2015|website=Harvard Public Health Review: A Student Publication|language=|access-date=22 Juni 2020|last3=Hu|first3=H.}}</ref><ref>{{Cite journal|last=Jadad|first=A.R.|date=|year=2013|title=On Living a Long, Healthy, and Happy Life, Full of Love, and with no Regrets, until Our Last Breath|url=https://www.karger.com/Article/FullText/357490|journal=Verhaltenstherapie|language=|volume=23|issue=4|pages=287–289|doi=10.1159/000357490|issn=1423-0402}}</ref> Belakangan, istilah "sehat" juga banyak digunakan dalam berbagai konteks organisasi tak hidup yang memengaruhi kepentingan manusia, seperti dalam [[komunitas sehat]], [[kota sehat]], atau [[lingkungan sehat]].
== Kesehatan jiwa ==
[[World Health Organization]] menjabarkan kesehatan mental sebagai "suatu keadaan yang baik di mana seseorang menyadari kemampuannya, dapat menghadapi stres yang normal, dapat bekerja secara produktif dan menyenangkan, dan dapat berkontribusi dalam komunitasnya.".<ref>World Health Organization (2005). Promoting Mental Health: Concepts, Emerging evidence, Practice: A report of the World Health Organization, Department of Mental Health and Substance Abuse in collaboration with the Victorian Health Promotion Foundation and the University of Melbourne. World Health Organization. Geneva.</ref> '''Kesehatan jiwa bukan hanya tak adanya penyakit jiwa''' dan masalah kesehatan jiwa '''bukan''' penyakit jiwa.


== Penentu sosial ==
Penyakit jiwa dijabarkan sebagai 'spektrum dari kognitif, emosi, dan kondisi tingkah laku yang bersinggungan dengan sosial, dan emosi yang baik, dan hidup serta produktivitas masyarakat.' Menderita sakit jiwa adalah serius, sementara atau menetap, dari fungsi jiwa seseorang. Terminologi yang lain meliputi: 'masalah kesehatan jiwa', 'sakit', 'terganggu', 'tak berfungsi' ('mental health problem', 'illness', 'disorder', 'dysfunction'). (Hungerford et al. 2012).
{{main|Penentu sosial kesehatan}}
{{see also|Faktor risiko}}
Secara umum, latar belakang dan konteks kehidupan seseorang sangat memengaruhi status kesehatan dan kualitas hidupnya. Kesehatan tidak hanya dipertahankan dan ditingkatkan melalui kemajuan dan penerapan [[ilmu kesehatan]], tetapi juga melalui gaya hidup oleh suatu individu dan masyarakat sekitarnya. Menurut WHO, [[penentu sosial kesehatan]] adalah kondisi yang dialami seseorang ketika dilahirkan, tumbuh, bekerja, hidup, dan menua, serta serangkaian kekuatan dan sistem yang lebih luas yang membentuk kondisi kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dibentuk oleh distribusi uang, kekuasaan, dan sumber daya di tingkat global, nasional, dan lokal. Kondisi tersebut sangat bertanggung jawab atas kesenjangan kesehatan, baik di dalam suatu negara maupun di antara negara-negara.<ref name=":1">{{Cite web|url=https://www.who.int/social_determinants/en/|title=Social Determinants of Health|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=|website=WHO|access-date=22 Juni 2020}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://www.who.int/social_determinants/sdh_definition/en/|title=About Social Determinants of Health|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=|website=WHO|access-date=23 Juni 2020}}</ref>


Faktor-faktor kunci lebih spesifik yang memengaruhi apakah seseorang sehat atau tidak sehat meliputi:<ref>{{Cite web|url=https://www.canada.ca/en/public-health/services/health-promotion/population-health/what-determines-health.html#evidence|title=Social Determinants of Health and Health Inequalities|last=|first=|date=|website=Government of Canada|access-date=22 Juni 2020}}</ref><ref>{{Cite book|url=https://www.phac-aspc.gc.ca/ph-sp/pdf/perspect-eng.pdf|title=A New Perspective on the Health of Canadians: A Working Document|last=Lalonde|first=Marc|date=1981|publisher=Minister of Supply and Services Canada|isbn=0-662-50019-9|location=Ottawa|pages=|url-status=live}}</ref>
Sekitar seperempat dewasa berumur 18 tahun ke atas di [[Amerika Serikat]] didiagnosis memiliki penyakit jiwa. Penyakit jiwa adalah penyebab utama ketidakmampuan di Amerika Serikat, dan [[Kanada]]. Sebagai contoh meliputi, [[schizophrenia]], [[ADHD]], [[major depressive disorder]], [[bipolar disorder]], [[anxiety disorder]], [[post-traumatic stress disorder]] dan [[autis]].<ref>[http://www.nimh.nih.gov/health/publications/the-numbers-count-mental-disorders-in-america/index.shtml The numbers count: Mental disorders in America] retrieved 5 September 2012</ref>
{{col-begin}}
{{col-2}}
* Penghasilan dan [[status sosial]]
* Jaringan [[dukungan sosial]]
* [[Pendidikan]] dan [[literasi]]
* Ketenagakerjaan/kondisi kerja
* [[Lingkungan sosial]]
* [[Lingkungan fisik]]
{{col-2}}
* Praktik kesehatan pribadi dan keterampilan mengatasi masalah
* Perkembangan masa kanak-kanak yang sehat
* Kondisi biologis dan genetik
* Perawatan kesehatan
* [[Gender]]
* [[Budaya]]
{{col-end}}
[[Berkas:Social determinants of health visualization.png|jmpl|upright=1.2|ki|Visualisasi faktor-faktor penentu sosial kesehatan, yang meliputi perilaku individu, kondisi sosial, genetik dan biologi, perawatan kesehatan, dan lingkungan fisik.]]
Semakin banyak penelitian dan laporan yang meneliti keterkaitan antara kesehatan dan berbagai faktor, termasuk gaya hidup, lingkungan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan kebijakan kesehatan. Salah satu kebijakan spesifik yang dibuat banyak negara dalam beberapa tahun terakhir adalah pengenaan pajak terhadap gula. Minuman manis juga mulai dikenakan pajak dan mulai ditargetkan oleh gerakan antiobesitas akibat semakin banyaknya bukti yang menunjukkan hubungan antara minuman bergula tinggi dengan [[kegemukan]].<ref>{{Cite journal|last=Andreyeva|first=Tatiana|last2=Chaloupka|first2=Frank J.|last3=Brownell|first3=Kelly D.|date=Juni 2011|year=|title=Estimating the Potential of Taxes on Sugar-sweetened Beverages to Reduce Consumption and Generate Revenue|url=https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S009174351100123X|journal=Preventive Medicine|volume=52|issue=6|pages=413–416|doi=10.1016/j.ypmed.2011.03.013}}</ref>


Sebuah studi mengungkapkan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesehatan mereka melalui [[latihan fisik]], tidur yang cukup, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menjaga berat badan, dan sarapan dengan rutin.<ref>{{Cite journal|last=Wingard|first=Deborah L.|last2=Berkman|first2=Lisa F.|last3=Brand|first3=Richard J.|date=November 1982|year=|title=A Multivariate Analysis of Health-Related Practices|url=https://academic.oup.com/aje/article-lookup/doi/10.1093/oxfordjournals.aje.a113466|journal=American Journal of Epidemiology|language=|volume=116|issue=5|pages=765–775|doi=10.1093/oxfordjournals.aje.a113466|issn=1476-6256}}</ref> Lingkungan sering disebut sebagai faktor penting yang memengaruhi status kesehatan individu, termasuk [[lingkungan hidup]], [[lingkungan binaan]], dan [[lingkungan sosial]]. Panduan tempat tinggal telah diterbitkan oleh WHO untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal sehingga dapat menyelamatkan jiwa, mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan membantu mengurangi perubahan iklim.<ref>{{Cite web|url=https://www.who.int/publications/i/item/who-housing-and-health-guidelines|title=WHO Housing and health guidelines|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=23 November 2018|website=WHO|access-date=23 Juni 2020}}</ref> penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi lingkungan termasuk lingkungan alam mengarah ke tingkat kepuasan pribadi yang lebih rendah dan tingkat obesitas yang lebih tinggi, terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan keseluruhan yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi, termasuk lingkungan alam, akan menurunkan tingkat kepuasan pribadi dan meningkatkan tingkat obesitas, dan dikaitkan dengan rendahnya kesehatan dan kesejahteraan secara umum.<ref>{{Cite journal|last=Bjork|first=J|last2=Albin|first2=M|last3=Grahn|first3=P|last4=Jacobsson|first4=H|last5=Ardo|first5=J|last6=Wadbro|first6=J|last7=Ostergren|first7=P-O|last8=Skarback|first8=E|date=1 April 2008|year=|title=Recreational values of the natural environment in relation to neighbourhood satisfaction, physical activity, obesity and wellbeing|url=http://jech.bmj.com/cgi/doi/10.1136/jech.2007.062414|journal=Journal of Epidemiology & Community Health|volume=62|issue=4|pages=e2–e2|doi=10.1136/jech.2007.062414|issn=0143-005X}}</ref> Sementara itu, semakin banyak waktu yang dihabiskan di lingkungan alam akan berdampak positif pada kesehatan.<ref>{{Cite journal|last=White|first=Mathew P.|last2=Alcock|first2=Ian|last3=Grellier|first3=James|last4=Wheeler|first4=Benedict W.|last5=Hartig|first5=Terry|last6=Warber|first6=Sara L.|last7=Bone|first7=Angie|last8=Depledge|first8=Michael H.|last9=Fleming|first9=Lora E.|date=Desember 2019|year=|title=Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing|url=http://www.nature.com/articles/s41598-019-44097-3|journal=Scientific Reports|volume=9|issue=1|pages=7730|doi=10.1038/s41598-019-44097-3|issn=2045-2322|pmc=PMC6565732|pmid=31197192}}</ref>
Banyak remaja menderita kesehatan jiwa sebagai akibat dari tekanan lingkungan sosial, dan masalah sosial yang mereka hadapi. Beberapa masalah kesehatan jiwa remaja adalah: [[depresi]], masalah makan ([[eating disorders]]), dan penggunaan [[narkoba]]. Banyak cara untuk mencegah masalah kesehatan jiwa agar tak terjadi seperti komunikasi yang baik dengan anak-anak/remaja anda yang menderita kesehatan jiwa. Juga, bahwa kesehatan jiwa dapat disembuhkan, dan perhatianlah pada tingkah laku anak-anak anda.<ref>{{cite web|url=http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/teen/pages/Mental-Health-and-Teens-Watch-for-Danger-Signs.aspx |title=Mental Health and Teens: Watch for Danger Signs |publisher=HealthyChildren.org |date= |accessdate=2014-03-01}}</ref>


[[Genetik]], atau sifat bawaan dari orang tua, juga berperan dalam menentukan status kesehatan individu dan populasi. Hal ini mencakup kecenderungan terhadap penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, serta kebiasaan dan perilaku yang dikembangkan oleh seseorang akibat gaya hidup keluarga mereka.<ref>{{Cite book|url=https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK19932/|title=Genes, Behavior, and the Social Environment: Moving Beyond the Nature/Nurture Debate|last=Institute of Medicine (US) Committee on Assessing Interactions Among Social, Behavioral, and Genetic Factors in Health|first=|date=2006|publisher=National Academies Press|isbn=|editor-last=Hernandez|editor-first=L.M.|location=Washington DC|pages=|chapter=3. Genetics and Health|editor-last2=Blazer|editor-first2=D.G.|url-status=live}}</ref> Sebagai contoh, genetik dapat memengaruhi cara seseorang mengatasi stres, baik mental, emosional, atau fisik. Misalnya, kegemukan adalah masalah signifikan yang berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk dan menyebabkan stres dalam kehidupan banyak orang.<ref>{{Cite journal|last=Rajan|first=Tm|last2=Menon|first2=V|date=2017|year=|title=Psychiatric disorders and obesity: A review of association studies|url=http://www.jpgmonline.com/text.asp?2017/63/3/182/210065|journal=Journal of Postgraduate Medicine|language=|volume=63|issue=3|pages=182|doi=10.4103/jpgm.JPGM_712_16|issn=0022-3859|pmc=PMC5525483|pmid=28695871}}</ref>
== Tujuan Kesehatan Dalam Segala Aspek ==
Salah satu [[tujuan nasional]] adalah memajukan kesejahteraan bangsa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, [[sandang]], papan, [[pendidikan]], kesehatan, [[lapangan]] kerja, dan ketenteraman hidup.<ref name="Etika">"Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan", EGC, 9794484598, 9789794484593.</ref>
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya [[derajat]] kesehatan yang [[optimal]] berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, [[pemerintah]] dan [[swasta]] bersama-sama.<ref name="Etika"/>
=== Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan ===
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara [[umum]] dan secara [[khusus]].<ref name="Pengantar Kesehatan">"Pengantar Kesehatan Lingkunagan", EGC, 9794487961, 9789794487969.</ref>
Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:<ref name="Pengantar Kesehatan"/>
# Melakukan [[koreksi]] atau [[perbaikan]] terhadap segala bahaya, dan [[ancaman]] pada kesehatan, dan kesejahteraan hidup manusia.
# Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, dan [[kesejahteraan hidup manusia]].
# Melakukan kerja sama, dan menerapkan program [[terpadu]] di antara masyarakat, dan [[institusi]] pemerintah serta [[lembaga]] [[nonpemerintah]] dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit [[menular]].


== Kesehatan global ==
Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia yang di antaranya berupa:.<ref name="Pengantar Kesehatan"/>
{{main|Kesehatan global}}
# Menyediakan air bersih yang cukup, dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Kesehatan global merupakan penelitian dan tindakan kolaboratif lintas negara untuk mempromosikan kesehatan untuk semua.<ref>{{Cite journal|last=Beaglehole|first=Robert|last2=Bonita|first2=Ruth|date=Desember 2010|year=|title=What is global health?|url=https://www.tandfonline.com/doi/full/10.3402/gha.v3i0.5142|journal=Global Health Action|language=|volume=3|issue=1|pages=5142|doi=10.3402/gha.v3i0.5142|issn=1654-9716|pmc=PMC2852240|pmid=20386617}}</ref> Masalah kesehatan yang melampaui batas negara atau memiliki dampak politik dan ekonomi global sering kali ditekankan. Seri ''[[Laporan Kesehatan Dunia]]'' yang diterbitkan oleh WHO berfokus pada masalah kesehatan global, termasuk akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang.<ref>{{Cite web|url=https://www.who.int/whr/en/|title=World Health Report|last=Organisasi Kesehatan Dunia|first=|date=|website=WHO|access-date=22 Juni 2020}}</ref>
# Makanan, dan minuman yang diproduksi dalam [[skala]] besar, dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
# Pencemaran udara akibat sisa pembakaran [[BBM]], [[batubara]], kebakaran [[hutan]], dan [[gas beracun]] yang berbahaya bagi kesehatan, dan makhluk hidup lain, dan menjadi penyebab terjadinya perubahan [[ekosistem]].
# [[Limbah]] cair, dan padat yang berasal dari rumah tangga, [[pertanian]], [[peternakan]], [[industri]], rumah sakit, dan lain-lain.
# [[Kontrol]] terhadap [[arthropoda]] dan [[rodent]] yang menjadi [[vektor]] [[penyakit]] dan cara memutuskan [[rantai]] penularan penyakitnya.
# [[Perumahan]] dan [[bangunan]] yang layak huni, dan memenuhi [[syarat]] kesehatan.
# [[Kebisingan]], [[radiasi]], dan kesehatan kerja.
# [[Survei]] [[sanitasi]] untuk perencanaan, pemantauan, dan [[evaluasi]] [[program]] kesehatan lingkungan.

=== Tujuan Pembangunan Kesehatan ===
Pembangunan Kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, supaya terwujud derajat kesehatan warga masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) yang produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan pasal 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan pasal 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, bahwa kesehatan adalah keadaan yang sehat, baik fisik dan mental maupun spiritual dan sosial, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Dijelaskannya, dalam agenda Nawacita Presiden RI pada skala prioritas yang ke 5, yakni Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia melalui Sektor Kesehatan yang meliputi 3 aspek, yakni Perubahan Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Peningkatan Kepesertaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<ref>https://portal.sukabumikota.go.id/3053/pembangunan-kesehatan-menurut-undang-undang-nomor-25-tahun-2014/</ref>

== Dasar-Dasar Pembangunan Kesehatan ==
Prinsip dasar pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah nilai kebenaran dan normal atau aturan pokok yang bersumber dari filsafat dan budaya bangsa Indonesia sebagai landasan untuk berpikir dan bertindak dalam pembangunan kesehatan. Prinsip dasar tersebut meliputi dasar.

# Perikemanusiaan
# Adil dan merata
# Permbedarayaan dan kemandirian
# Pengutamaan dan manfaat
<ref>https://ugmpress.ugm.ac.id/id/product/kesehatan-kedokteran/prinsip-dasar-pembangunan-kesehatan-bagian-penting-dari-pemikiran-dasar-pembangunan-kesehatan-dari-sistem-kesehatan-nasional</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
{{reflist|30em}}

{{reflist}}


[[Kategori:Kesehatan| ]]
[[Kategori:Kesehatan| ]]

Revisi per 22 Juni 2020 20.34

Perbandingan angka harapan hidup dunia pada tahun 1800, 1950, dan 2015.

Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.[1] Pemahaman tentang kesehatan telah bergeser seiring dengan waktu. Berkembangnya teknologi kesehatan berbasis digital telah memungkinkan setiap orang untuk mempelajari dan menilai diri mereka sendiri, dan berpartisipasi aktif dalam gerakan promosi kesehatan. Berbagai faktor sosial berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, seperti perilaku individu, kondisi sosial, genetik dan biologi, perawatan kesehatan, dan lingkungan fisik.

Definisi

Manusia Vitruvian karya Leonardo da Vinci yang menggambarkan proporsi ideal tubuh manusia.

Makna kesehatan telah berkembang dari waktu ke waktu. Dalam perspektif model biomedis, definisi awal kesehatan difokuskan pada kemampuan tubuh untuk berfungsi. Kesehatan dipandang sebagai kondisi tubuh yang berfungsi normal yang dapat terganggu oleh penyakit dari waktu ke waktu.[2]

Pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai "kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, dan bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan".[3] Meskipun definisi ini disambut baik oleh beberapa orang dan dipandang inovatif, definisi ini juga dikritik karena tidak jelas, terlalu luas, dan tidak diuraikan dengan terukur.[2] Beberapa ilmuwan mengajukan definisi kesehatan yang lain, misalnya "kondisi yang ditandai dengan integritas anatomi; kemampuan untuk melakukan peran dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat, yang dihargai secara pribadi; kemampuan untuk menghadapi tekanan fisik, biologis, dan sosial; perasaan sejahtera; dan kebebasan dari risiko penyakit dan kematian sebelum waktunya."[4]

Seiring waktu, penyakit tidak lagi dipandang sebagai sebuah kondisi, tetapi sebuah proses. Pergeseran sudut pandang ini juga terjadi pada kesehatan. Pada awal 1980-an, WHO mendorong perkembangan gerakan promosi kesehatan. Gerakan ini memungkinkan orang-orang meningkatkan kendali atas kesehatan mereka dan memperbaiki status kesehatan mereka masing-masing. Untuk mewujudkan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap, sebagaimana definisi WHO tentang kesehatan, seseorang atau sekelompok orang perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan mewujudkan aspirasi, memenuhi kebutuhan, serta mengubah atau mengatasi lingkungannya. Kesehatan dipandang sebagai sumber daya untuk kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup.[5] Untuk mewujudkannya, ada beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi, yaitu perdamaian, tempat tinggal, pendidikan, makanan, pendapatan, ekosistem yang stabil, sumber daya berkelanjutan, serta keadilan sosial dan kesetaraan.[6]

Gerakan promosi kesehatan memungkinkan kesehatan untuk diajarkan, dipelajari, dan diperkuat. Pemahaman konsep kesehatan sebagai "kemampuan untuk beradaptasi dan mengatur diri sendiri" dan berkembangnya teknologi kesehatan berbasis digital telah membuka pintu bagi setiap orang untuk menilai diri mereka sendiri.[7] Hal ini juga memungkinkan setiap orang untuk merasa sehat, bahkan ketika mereka memiliki berbagai penyakit kronis atau berada dalam kondisi terminal.[8][9] Belakangan, istilah "sehat" juga banyak digunakan dalam berbagai konteks organisasi tak hidup yang memengaruhi kepentingan manusia, seperti dalam komunitas sehat, kota sehat, atau lingkungan sehat.

Penentu sosial

Secara umum, latar belakang dan konteks kehidupan seseorang sangat memengaruhi status kesehatan dan kualitas hidupnya. Kesehatan tidak hanya dipertahankan dan ditingkatkan melalui kemajuan dan penerapan ilmu kesehatan, tetapi juga melalui gaya hidup oleh suatu individu dan masyarakat sekitarnya. Menurut WHO, penentu sosial kesehatan adalah kondisi yang dialami seseorang ketika dilahirkan, tumbuh, bekerja, hidup, dan menua, serta serangkaian kekuatan dan sistem yang lebih luas yang membentuk kondisi kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dibentuk oleh distribusi uang, kekuasaan, dan sumber daya di tingkat global, nasional, dan lokal. Kondisi tersebut sangat bertanggung jawab atas kesenjangan kesehatan, baik di dalam suatu negara maupun di antara negara-negara.[10][11]

Faktor-faktor kunci lebih spesifik yang memengaruhi apakah seseorang sehat atau tidak sehat meliputi:[12][13]

Visualisasi faktor-faktor penentu sosial kesehatan, yang meliputi perilaku individu, kondisi sosial, genetik dan biologi, perawatan kesehatan, dan lingkungan fisik.

Semakin banyak penelitian dan laporan yang meneliti keterkaitan antara kesehatan dan berbagai faktor, termasuk gaya hidup, lingkungan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan kebijakan kesehatan. Salah satu kebijakan spesifik yang dibuat banyak negara dalam beberapa tahun terakhir adalah pengenaan pajak terhadap gula. Minuman manis juga mulai dikenakan pajak dan mulai ditargetkan oleh gerakan antiobesitas akibat semakin banyaknya bukti yang menunjukkan hubungan antara minuman bergula tinggi dengan kegemukan.[14]

Sebuah studi mengungkapkan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesehatan mereka melalui latihan fisik, tidur yang cukup, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menjaga berat badan, dan sarapan dengan rutin.[15] Lingkungan sering disebut sebagai faktor penting yang memengaruhi status kesehatan individu, termasuk lingkungan hidup, lingkungan binaan, dan lingkungan sosial. Panduan tempat tinggal telah diterbitkan oleh WHO untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal sehingga dapat menyelamatkan jiwa, mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan membantu mengurangi perubahan iklim.[16] penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi lingkungan termasuk lingkungan alam mengarah ke tingkat kepuasan pribadi yang lebih rendah dan tingkat obesitas yang lebih tinggi, terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan keseluruhan yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi, termasuk lingkungan alam, akan menurunkan tingkat kepuasan pribadi dan meningkatkan tingkat obesitas, dan dikaitkan dengan rendahnya kesehatan dan kesejahteraan secara umum.[17] Sementara itu, semakin banyak waktu yang dihabiskan di lingkungan alam akan berdampak positif pada kesehatan.[18]

Genetik, atau sifat bawaan dari orang tua, juga berperan dalam menentukan status kesehatan individu dan populasi. Hal ini mencakup kecenderungan terhadap penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, serta kebiasaan dan perilaku yang dikembangkan oleh seseorang akibat gaya hidup keluarga mereka.[19] Sebagai contoh, genetik dapat memengaruhi cara seseorang mengatasi stres, baik mental, emosional, atau fisik. Misalnya, kegemukan adalah masalah signifikan yang berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk dan menyebabkan stres dalam kehidupan banyak orang.[20]

Kesehatan global

Kesehatan global merupakan penelitian dan tindakan kolaboratif lintas negara untuk mempromosikan kesehatan untuk semua.[21] Masalah kesehatan yang melampaui batas negara atau memiliki dampak politik dan ekonomi global sering kali ditekankan. Seri Laporan Kesehatan Dunia yang diterbitkan oleh WHO berfokus pada masalah kesehatan global, termasuk akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang.[22]

Referensi

  1. ^ Organisasi Kesehatan Dunia (2020). "Constitution of the World Health Organization". Basic Documents (PDF) (edisi ke-49). Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia. hlm. 1. ISBN 978-92-4-000051-3. 
  2. ^ a b "Definitions of Health". AFMC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2016. 
  3. ^ Organisasi Kesehatan Dunia (1958). The First ten years of the World Health Organization. Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia. hlm. 459. ISBN 9241560142. "Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity". 
  4. ^ Stokes, Joseph; Noren, Jay; Shindell, Sidney (1982). "Definition of terms and concepts applicable to clinical preventive medicine". Journal of Community Health. 8 (1): 33–41. doi:10.1007/BF01324395. ISSN 0094-5145. A state characterized by anatomic integrity; ability to perform personally valued family, work, and community roles; ability to deal with physical, biological and social stress; a feeling of well-being; and freedom from the risk of disease and untimely death. 
  5. ^ Organisasi Kesehatan Dunia (1984). Health Promotion: A Discussion Document on the Concept and Principles: Summary Report of the Working Group on Concept and Principles of Health Promotion, Copenhagen, 9–13 July 1984. Kopenhagen: WHO Regional Office for Europe. Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and to improve, their health. To reach a state of complete physical, mental and social well-being, an individual or group must be able to identify and to realize aspirations, to satisfy needs, and to change or cope with the environment. Health is, therefore, seen as a resource for everyday life, not the objective of living. 
  6. ^ Organisasi Kesehatan Dunia. "The Ottawa Charter for Health Promotion". WHO. Diakses tanggal 22 Juni 2020. 
  7. ^ Jadad, Alejandro R. (November 2016). "Creating a pandemic of health: What is the role of digital technologies?". Journal of Public Health Policy. 37 (S2): 260–268. doi:10.1057/s41271-016-0016-1. ISSN 0197-5897. 
  8. ^ Kotha, S.R.; Jadad, A.R.; Hu, H. (2015). "Creating a Pandemic of Health: Opportunities and Lessons for a University Initiative at the Intersection of Health, Equity, and Innovation". Harvard Public Health Review: A Student Publication. Diakses tanggal 22 Juni 2020. 
  9. ^ Jadad, A.R. (2013). "On Living a Long, Healthy, and Happy Life, Full of Love, and with no Regrets, until Our Last Breath". Verhaltenstherapie. 23 (4): 287–289. doi:10.1159/000357490. ISSN 1423-0402. 
  10. ^ Organisasi Kesehatan Dunia. "Social Determinants of Health". WHO. Diakses tanggal 22 Juni 2020. 
  11. ^ Organisasi Kesehatan Dunia. "About Social Determinants of Health". WHO. Diakses tanggal 23 Juni 2020. 
  12. ^ "Social Determinants of Health and Health Inequalities". Government of Canada. Diakses tanggal 22 Juni 2020. 
  13. ^ Lalonde, Marc (1981). A New Perspective on the Health of Canadians: A Working Document (PDF). Ottawa: Minister of Supply and Services Canada. ISBN 0-662-50019-9. 
  14. ^ Andreyeva, Tatiana; Chaloupka, Frank J.; Brownell, Kelly D. (Juni 2011). "Estimating the Potential of Taxes on Sugar-sweetened Beverages to Reduce Consumption and Generate Revenue". Preventive Medicine. 52 (6): 413–416. doi:10.1016/j.ypmed.2011.03.013. 
  15. ^ Wingard, Deborah L.; Berkman, Lisa F.; Brand, Richard J. (November 1982). "A Multivariate Analysis of Health-Related Practices". American Journal of Epidemiology. 116 (5): 765–775. doi:10.1093/oxfordjournals.aje.a113466. ISSN 1476-6256. 
  16. ^ Organisasi Kesehatan Dunia (23 November 2018). "WHO Housing and health guidelines". WHO. Diakses tanggal 23 Juni 2020. 
  17. ^ Bjork, J; Albin, M; Grahn, P; Jacobsson, H; Ardo, J; Wadbro, J; Ostergren, P-O; Skarback, E (1 April 2008). "Recreational values of the natural environment in relation to neighbourhood satisfaction, physical activity, obesity and wellbeing". Journal of Epidemiology & Community Health. 62 (4): e2–e2. doi:10.1136/jech.2007.062414. ISSN 0143-005X. 
  18. ^ White, Mathew P.; Alcock, Ian; Grellier, James; Wheeler, Benedict W.; Hartig, Terry; Warber, Sara L.; Bone, Angie; Depledge, Michael H.; Fleming, Lora E. (Desember 2019). "Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing". Scientific Reports. 9 (1): 7730. doi:10.1038/s41598-019-44097-3. ISSN 2045-2322. PMC 6565732alt=Dapat diakses gratis. PMID 31197192. 
  19. ^ Institute of Medicine (US) Committee on Assessing Interactions Among Social, Behavioral, and Genetic Factors in Health (2006). "3. Genetics and Health". Dalam Hernandez, L.M.; Blazer, D.G. Genes, Behavior, and the Social Environment: Moving Beyond the Nature/Nurture Debate. Washington DC: National Academies Press. 
  20. ^ Rajan, Tm; Menon, V (2017). "Psychiatric disorders and obesity: A review of association studies". Journal of Postgraduate Medicine. 63 (3): 182. doi:10.4103/jpgm.JPGM_712_16. ISSN 0022-3859. PMC 5525483alt=Dapat diakses gratis. PMID 28695871. 
  21. ^ Beaglehole, Robert; Bonita, Ruth (Desember 2010). "What is global health?". Global Health Action. 3 (1): 5142. doi:10.3402/gha.v3i0.5142. ISSN 1654-9716. PMC 2852240alt=Dapat diakses gratis. PMID 20386617. 
  22. ^ Organisasi Kesehatan Dunia. "World Health Report". WHO. Diakses tanggal 22 Juni 2020.