Zukini

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Buah zukini kuning

Zukini (dari bahasa Italia, zucchine (tunggal) atau zucchini (jamak)) adalah sejenis labu kecil yang buahnya dipanen sebelum matang untuk dijadikan sayuran. Sayuran ini merupakan salah satu bentuk budidaya dari Cucurbita pepo. Di Perancis, Inggris, dan negara-negara Benelux sayuran ini lebih populer sebagai courgette (dibaca "kurzet"). Warna luar buahnya bisa kuning serta hijau tua atau muda. Bentuknya biasanya mirip mentimun, meskipun ada pula yang berbentuk bulat atau seperti botol, tergantung kultivarnya.

Sayuran ini relatif baru dikenal di Indonesia (paruh kedua abad ke-20), meskipun populer dalam masakan Eropa. Penggunaan zukini biasanya mirip seperti belustru, gambas (oyong) atau beligo, yaitu disayur dengan kuah encer. Di beberapa tempat, zukini dipotong-potong lalu digoreng. Zukini jarang dimakan secara segar (tanpa diolah).

Selain dari segi nutrisi, manfaat lain dari zucchini bagi kesehatan tubuh belum begitu banyak dipelajari, akan tetapi ada beberapa studi tentang manfaat labu ini terhadap hewan percobaan. Selain itu studi-studi yang telah dilakukan lebih melihat labu secara keseluruhan bukan spesifik hanya zucchini. Sebagai antioksidan, zucchini merupakan sumber yang baik dari mangan, vitamin C, dan vitamin A yang merupakan antioksidan. Selain itu terdapat juga kandungan antioksidan lain seperti lutein dan zeaxanthin. Aktivitas zat antioksidan dalam zucchini termasuk yang stabil, yang terbukti dari hasil studi terhadap keaktifan antioksidan zucchini yang telah dibekukan. Untuk mendapatkan manfaat yang menyeluruh dari antioksidan dalam zucchini maka ada baiknya kita mengkonsumsinya tidak hanya dagingnya saja tetapi juga kulit dan bijinya.

Zucchini mengandung sejumlah vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B6, folat, dan kolin), dan serat pangan yang bermanfaat dalam pengaturan kadar gula darah. Dari hasil penelitian pada hewan percobaan menunjukkan adanya manfaat antiinflamasi di sistem kardiovaskular dan saluran pencernaan, yang berasal dari omega-3 (yang terdapat dalam biji zucchini), senyawa karoten lutein, zeaxanthin, dan beta-karoten, serta senyawa antiinflamasi dari golongan polisakarida yaitu homogalacturonan. Adanya kombinasi antioksidan dan antiinflamasi yang terkandung dalam zucchini sehingga cukup logis dikatakan adanya manfaat bahan makanan ini sebagai antikanker [1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Egg Sandwich diakses pada tanggal 12 April 20120