Yudit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lukisan Yudit yang sedang mengangkat kepala Holofernes.

Yudit adalah seorang pahlawan perempuan Yahudi.[1] Dalam bahasa Ibrani nama Yudit berarti "Perempuan Yahudi".[2] Ia adalah seorang janda Manasye yang saleh.[2] Prestasinya yang legendaris diceritakan di dalam Kitab Yudit, salah satu kitab apokrifa.[1] Yudit berhasil menyelamatkan Israel dari penghancuran total yang dilakukan oleh tentara Asyur.[2] Dalam kitab ini berisi macam-macam sindiran terhadap era Asyur, Babel, dan Persia.[1] Yudit terkenal dengan ceritanya yang membunuh Holofernes, panglima Asyur.[1] Ketika itu Holofernes yang sedang mabuk berencana untuk memperkosa Yudit di tempat tidur pribadinya setelah makan dan minum sepuasnya di malam hari.[2] Namun demikian, karena mabuk Holofernes pun pingsan.[2] Saat itulah Yudit menarik pedang Holofernes dan menebasnya dua kali, memenggal kepada Holofernes dan kemudian membawa kepalanya keluar dari kamp Asyur.[2] Ia adalah pejuang iman yang gigih.[3] Perjuangannya diwarnai dan didasarkan atas pengalaman religius yang mendalam dan hidupnya dijadikan pujian bagi Allah.[3] Sebagai pejuang ia tidak kehilangan sosok feminin yang lembut, cantik dan anggun.[3] Seluruh pribadinya mencerminkan kelembutan, kecantikan dan keanggunan.[3] Yudit juga seorang sosok ibu yang mandiri dan kreatif dan hal tersebut ditunjukkan dalam kedewasaannya.[3] Ia menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk menghadapi musuh ketika seluruh bangsanya digelisahkan oleh lawan.[3] Bagi Yudit, kekerasan harus dilawan dengan kelembutan.[3] Ada lukisan yang sangat perkasa mengenai Yudit, yang sedang mengangkat tinggi-tinggi kepala Holofernes.[1]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e W.R.F. Browning. 2009, Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hlm. 504.
  2. ^ a b c d e f David Michael Lindsey. 2007, Perempuan & Naga: Penampakan-penampakan Maria. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 35.
  3. ^ a b c d e f g St. Darmawijaya. 2003, Perempuan dalam Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 45.