Batalyon Zeni Tempur 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Batalyon Zeni Tempur 3 Yudha Wyogrha, disingkat Yon Zipur 3 merupakan batalyon organik dari Kodam III/Siliwangi. Batalyon Zeni ini berawal dari pendirian Batalyon Genie Pionier Divisi I Siliwangi pada tanggal 16 Januari 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada masa perang kemerdekaan laskar-laskar bergerak dan berjuang dengan dilandasi rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup Negara Indonesia, maka teknisi yang tergabung dalam badan-badan perjuangan mengambil alih semua instalasi dan bangunan-bangunan penting dari tangan penjajah untuk digunakan sebagai sumber pendukung perjuangan selanjutnya, pada tingkat Kementrian Pertahanan tanggal 15 Oktober 1945 di bentuk Dinas Genie.

Di daerah Garut Jawa Barat kompi-kompi Genie mulai terbentuk pada tanggal 9 Juni 1946 yang di BP-kan kepada resimen Delapan Devisi I/Siliwangi dan kepada Brigade 4 Devisi 5/Siliwangi, guna menunjang tugas dan perjuangan pada masa itu maka Devisi I/Siliwangi merasa perlu adanya Batalyon genie di Jawa Barat sehingga pada tanggal 15 Januari 1947 dibentuklah Batalyon Genie Pionir di bawah pimpinan Kapten Adam Sasmita yang berkedudukan di Tasikmalaya.

Batalyon Zeni Tempur 3/YW Dam III/Siliwangi dibentuk berdasarkan sejarah tuntutan tugas dan perjuangan pada masa Kemerdekaan. Sejak terbentuknya pada masa perang kemerdekaan, kesatuan Batalyon Genie Pionir tumbuh dan berkembang sampai saat ini menjadi Batalyon Zeni Tempur 3/YW Dam III/Siliwangi. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang berlaku pada setiap saat sehingga dapat tumbuh rasa percaya diri dan mendewasakan Yonzipur 3/YW dalam mengemban tugas-tugas yang di bebankan oleh Komando atas.

AWAL PEMBENTUKAN SATUAN

Dilandasi rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup bangsa para bekas KNIL, PETA, Heiho dan pemuda-pemuda BKR berkumpul di Batujajar untuk membentuk Satuan Genie Pionir Jawa Barat diawali dengan membentuk sekolah Zeni Pionir pada tanggal 2 Nopember 1945 untuk melatih para pemuda yang disiapkan untuk tugas mengikuti Batalyon Infanteri dalam bergerilya mempertahankan kemerdekaan yang telah di Proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang lalu.

Kompi Genie Pionir dibawah pimpinan Bapak Krono Sentono di BP-kan kepada Resimen Delapan Divisi-I Siliwangi, sedangkan didaerah Garut Jawa Barat pada tanggal 9 Juni 1946 dibentuk satu Kompi Genie dibawah pimpinan Kapten Adam Sasmita Atmaja yang di BP-kan Kepada Brigade 4 Devisi-1 Slw. Guna menunjang tugas dan perjuangan pada masa itu maka Devisi-1 Slw merasa perlu adanya Batalyon Genie sehingga pada tanggal 15 Januari 1947 dibentuklah Batalyon Zeni Tempur 3 yang berkedudukan di Tasikmalaya dengan Komandan Batalyon adalah Kapten Adam Sasmita Atmaja sebagai Komandan Batalyon Pertama.

PERKEMBANGAN SATUAN

Sejak dari terbentuknya pada masa perang kemerdekaan, Kesatuan Batalyon Genie Pionir yang terus berkembang sampai saat ini menjadi Batalyon Zeni Tempur 3. Perkembangan tersebut sangatlah dipengaruhi oleh situasi kondisi yang berkembang pada setiap saat dan merupakan pengalaman yang justru dapat menumbuhkan rasa kepercayaan pada diri sendiri dan mampu mendewasakan Batalyon Zeni Tempur 3 Dam III/Slw dalam mengemban tugas yang dibebankan oleh Komando Atas. Adapun Kronologis Perkembangan Batalyon Zeni Tempur 3 Dam III/Slw sbb :

a. 15 Januari 1947 pembentukan Batalyon Zeni Pionir Devisi-1 Slw dengan Komandan Batalyon pertama Kapten Adam Sasmita Atmaja.

b. Pebruari 1948.

1) Pasukan Genie Pionir hijrah ke Jawa Tenggah mengikuti Batalyon Infanteri dengan berjalan kaki selanjutnya bergerak, dengan Kapal laut mendarat di Rembang, kesemuanya menuju titik kumpul di Cepu.

2) Pasukan Genie Pionir selanjutnya pindah ke Wonosari Solo.

3) Kapten Adam Sasmita Atmaja pindah dan diperbantukan pada Direktorad Genie di Solo dan sebagai pengantinya ditunjuk Kapten Yusup Sumodiharjo sebagai Komandan Batalyon ke II.

c. Tahun 1949.

1) Pasukan Genie Pionir melaksanakan Long Mars kembali ke Jawa Barat.

2) Pimpinan Batalyon diserahterimakan kepada Lettu Sofiandi sebagai Komandan Batalyon ke-3.

3) Lokasi pasukan Genie Pionir antara lain di Buah Dua Sumedang, Banjaran, Purwakarta, Karawang, Cikampek, Soreang, Ciwidey mengikuti Batalyon Infanteri.

4) Di Buah Dua Sumedang diadakan penyusunan kembali Batalyon Genie Pionir Divisi-1 Slw yang pasukannya tersebar untuk mengikuti Batalyon Infanteri. Kapten Hartawan sebagai Komandan Batalyon ke-4.

5) Pemindahan Batalyon Genie Pionir dari Buah Dua ke Bandung dengan kedudukan Staf di Wastu Kencana dan Pasukan di Dayeuhkolot.

d. Tahun 1950.

1) Penggabungan Rombongan Perwira dan Bintara dari Yogyakarta dibawah pimpinan Lettu Kukut dan pembentukan satu depot Genie Pionir Dayeuhkolot.

2) Penambahan pasukan Ex TGP ( Tentara Genie Pelajar ) dibawah pimpinan Lettu Sutjihno yang kemudian sesuai dengan keahliannya masing-masing dibentuk kompi PARK dengan Lettu Sutrisno sebagai Komandan Kompi di dibawah kedudukan dijalan Suropati.

3) Staf Batalyon pindah ke Dayeuhkolot dan pindah lagi ke Komplek KMA ( sekarang Pusenif ) akibat peristiwa APRA.

4) Penyusunan satu Detazemen Genie Pionir di Ciamis.

5) Kedudukan Kompi PARK pindah ke Cimahi.

6) Pengisian 2 Kompi dari S-3 SDS dan pembubaran Kompi Bantuan (Pel. Adul)

7) Pada Juni 1950 Staf Batalyon pindah dari Komplek KMA ke Komplek SJS jalan Aceh dan Pindah lagi ke Jalan Sumatra.

e. Tahun 1952.

1) Sejak 21 Agustus 1951 Komandan Batalyon diwakili Lettu Dandy Kadarsan, karena Kapten Hartawan tugas belajar ke luar Negeri, dan pada tanggal 1 Pebruari 1952 Lettu Dandy Kadarsan ditetapkan sebagai Komandan Batalyon Genie Pionir ke 5.

2) Penggabungan satu Kompi Genie Pionir dibawah pimpinan Lettu Soleh dari Resimen Tujuh dan di tetapkan sebagai Kompi IV berkedudukan di Cililin.

f. Tahun 1953.

1) Perkuatan Detasemen Genie Pionir Ciamis dengan satu Peleton dan menjadi satu Kompi dibawah pimpinan Lettu Kukup sebagai Komandan Kompi.

2) Serah terima Komandan Batalyon dari Lettu Dandy Kadarsan kepada Kapten R.Sudarmaji sebagai Komandan Batalyon ke-6.

g. Tahun 1953. Serah terima Komandan Batalyon dari Kapten R.Sudarmaji kepada Mayor R.P.Ribawanun sebagai Komandan Batalyon ke-7.

h. Tahun 1960.

1) Perubahan Kompi-kompi Batalyon Genie Pionir sebagai berikut :

(a) Kompi I menjadi kompi IV di Dayeuhkolot.

(b) Kompi II menjadi kompi I di Dayeuhkolot.

(c) Kompi III menjadi kompi II di Dayeuhkolot.

(d) Kompi IV menjadi kompi III di Ciamis.

(e) Kompi Park tetap di Cimahi.

(f) Kompi Markas tetap di Bandung.

2) Serah terima Komandan Batalyon dari Mayor R.P.Ribawanun kepada Mayor Czi Heru Prajitno sebagai Komandan Batalyon ke-8.

i. Tahun 1961. Perubahan Batalyon Genie Pionir menjadi Batalyon Zeni Tempur 3.

j. Tahun 1964. Pengesahan tunggul Batalyon Zeni Tempur 3 “YUDHA WYOGRHA” sesuai keputusan Direktur Zeni Angkatan Darat Nomor : Kep/66/4/1964 tanggal 9 April 1964.

k. Tahun 1965.

1) Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Dari Mayor Czi Heru Prajitno Kepada Mayor Czi Tjuk Suparman sebagai Komandan Batalyon Ke-9.

2) Dalam rangka pembentukan Kopur Linud, Batalyon Zeni Tempur 3 membentuk dan mempersiapkan satu Kompi Zeni Linud.

l. Tahun 1967. Pem-BP-an satu Kompi Zipur kepada Brigade Infanteri 17/Linud.

m. Tahun 1968. Serah terima Komandan Batalyon Dari Mayor Czi Tjuk Suparman kepada Mayor Czi Soewarso sebagai Komandan Batalyon ke-10.

n. Tahun 1969. Serah terima Komandan Batalyon Dari Mayor Czi Soewarso kepada Mayor Czi Gatot Soedewo sebagai Komandan Batalyon ke-11.

o. Tahun 1970. Pemindahan Kompi Zipur Linud menjadi Organik Brigade Infanteri 17/Linud Kostrad.

p. Tahun 1971. Serah terima Komandan Batalyon dari Mayor Czi Gatot Soedewo kepada Mayor Czi Hastjarjo sebagai Komandan Batalyon ke-12.

q. Tahun 1972. Serah Terima Komandan Batalyon dari Mayor Czi Hastjarjo kepada Mayor Czi Djoko Soesilo sebagai Komandan Batalyon ke-13.

r. Tahun 1975.

1) Pengelompokan kembali Batalyon Zeni Tempur 3.

2) Penerimaan Tamtama baru sebanyak 34 orang.

3) Serah Terima Komandan Batalyon dari Letkol Czi Djoko Soesilo kepada Letkol Czi Lili Sobari sebagai Komandan Batalyon ke-14.

4) Pembentukan satu Kompi Zipur Brigif dan pemindahan ke Brigif 15/Kujang II.

s. Tahun 1976.

1) Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Lili Sobari kepada Mayor Czi Suryadi sebagai Komandan Batalyon Ke-15.

2) Pemindahan Markas Yonzipur 3 dari Jalan Sumatra Nomor 47 ke Jalan RE Martadinata nomor 57.

t. Tahun 1978. Serah Terima Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Suryadi Kepada Mayor Czi Sumarno Suradi sebagai Komandan Batalyon ke-16.

u. Tahun 1979. Serah Terima Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Sumarno Suradi kepada Letkol Czi Eddy Yoso Martadipura sebagai Komandan Batalyon ke-17.

v. Tahun 1980.

1) Pemindahan Markas Yonzipur 3 dari Jalan RE Martadinata Nomor 57 ke Kesatrian Dayeuhkolot.

2) Melaksanakan pemantapan Personel.

3) Melaksanakan Latihan Dasar Perorangan Raider (pemantapan) di Puslatpur Kodiklatdam VI/Slw di Ciuyah Rangkas Bitung Banten.

4) Pembangunan Makoyonzipur 3 yang baru di Dayeuhkolot, pembangunan pangkalan Kompi-A di Indramayu dan pangkalan Kompi-C di Ciamis.

w. Tahun 1981.

1) Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Eddy Yoso Martadipura kepada Letkol Czi Soewarso Soero Sandjojo sebagai Komandan Batalyon ke-18.

2) Pemindahan lokasi dua Kompi lapangan masuk pangkalan yang baru Kilap A di Gabuswetan Indramayu dan Kilap-C di Panyingkiran Ciamis.

3). Penerimaan Alber dari Janziad berupa dua Buah Bulldozer, dua buah Scope Loader, dua buah Grader dan satu buah Trailler.

x. Tahun 1983. Tanggal 5 Mei 1983, Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Soewarso Soero Saandjojo kepada Letkol Czi Yamadin Gozali di laksanakan di Dili Timor-Timur sebagai Komandan Batalyon ke-19.

y. Tahun 1984. Tanggal 5 Mei 1984, Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Yamadin Gozali kepada Mayor Czi U. Hatta Djatipermana sebagai Komandan Batalyon ke-20.

z. Tahun 1987. Tanggal 2 Mei 1987, Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol U. Hatta Djatipermana kepada Letkol Czi Djoko Sulahari sebagai Komandan Batalyon ke-21.

aa. Tahun 1989. Tanggal 18 Januari 1989, Serah Terima Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Djoko Sulahari kepada Letkol Czi Muchtar sebagai Komandan Batalyon ke-22.

ab. Tahun 1990. Tanggal 22 September 1990, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Muchtar kepada Letkol Czi Samidjan sebagai Komandan Batalyon ke-23.

ac. Tahun 1992.

1) Menerima OJT dari Tentara Darat Malaysia sebanyak 8 orang.

2) Tanggal 28 Desember 1992, Serah terima jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Samidjan kepada Letkol Czi Ir. Mulhim Asyrof sebagai Komandan Batalyon ke-24.

ad. Tahun 1993.

1) Sejak tanggal 1 Desember 1993 Komandan Batalyon di Wakili Mayor Czi Aryono Tribaskoro karena Letkol Czi Mulhim Asyrof melaksanakan tugas belajar ke Malaysia.

2) Pada tanggal 12 Januari 1994 penyerahan tugas dan tanggung jawab Jabatan Danyonzipur 3 Dam III/Slw kepada Mayor Czi Soeparto S. sebagai Komandan Batalyon ke-25.

ae. Tahun 1995. Tanggal 6 Oktober 1995, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Soeparto S kepada Letkol Czi Bambang Margono sebagai Komandan Batalyon ke-26.

af. Tahun 1997. Tanggal 9 Oktober 1997, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Bambang Margono kepada Letkol Czi Suratmo sebagai Komandan Batalyon ke-27.

ag. Tahun 1998. Tanggal 30 Mei 1998, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Suratmo kepada Mayor Czi Daniel Effendy sebagai Komandan Batalyon ke-28.

ah. Tahun 2000. Tanggal 9 Agustus 2000, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Daniel Effendy kepada Mayor Czi Drs. Zaenal Arifin sebagai Komandan Batalyon ke-29.

ai. Tahun 2002. Tanggal 28 Agustus 2002, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Drs. Zaenal Arifin kepada Mayor Czi Aris Tri Priyanto sebagai Komandan Batalyon ke-30.

aj. Tahun 2003, Pemindahan Lokasi Kompi Lapangan “A” dari Gabus Wetan Indramayu ke Dayeuhkolot Bandung.

ak. Tahun 2004. Tanggal 16 September 2004, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3 dari Letkol Czi Aris Tri Priyanto kepada Letkol Czi Syamsul Bahri sebagai Komandan Batalyon ke-31.

al. Tahun 2006. Tanggal 4 April 2006, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3/YW dari Letkol Czi Syamsul Bahri kepada Letkol Czi I Wayan Aditya, S.IP. sebagai Komandan Batalyon ke-32.

am. Tahun 2007. Tanggal 26 Oktober 2007, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3/YW dari Letkol Czi I Wayan Aditya, S.IP. kepada Letkol Czi Arnold A.P. Ritiauw sebagai Komandan Batalyon ke-33.

an. Tahun 2008 Yonzipur 3/YW merebut juara ke 2 Lomba Binsat seluruh jajaran satuan zeni sehingga mendapat hadiah dari KASAD dengan diberikan kehormatan tugas di luar negri

ao. Tahun 2009. pada tanggal 21 oktober 2009 sampai dengan 21 oktober 2010 137 orang anggota Yonzipur 3/YW tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda XX-G/ Monuc di Kongo

ap. Tahun 2010. Tanggal Februari 2010, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3/YW dari Letkol Czi Arnold A.P. Ritiauw kepada Letkol Czi Fathur Rohman sebagai Komandan Batalyon ke-34. Tanpa dihadiri Danyon lama karena ybs sedang bertugas di Kongo sebagai Dansatgas Konga XX-G/ Monuc

aq. Tahun 2011. Tanggal 01 April 2010, serah terima Jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 3/YW dari Letkol Czi Fathur Rohman kepada Mayor Czi Vincentius Agung Cahya Kurniawan sebagai Komandan Batalyon ke-35.


LAMBANG SATUAN DAN PENGERTIANNYA

1. BENTUK

a) Tunggul

1) Tunggul Batalyon Zeni Tempur 3 berbentuk Empat Persegi Panjang terbuat dari bahan beludru dengan berjumbai kuning emas sepanjang sisi/tepinya.

2) Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Tunggul Batalyon Zeni Tempur 3 dengan susunan sebagai berikut : (a) Macan Kumbang. (b) Pita dengan tulisan “YUDHA WYOGRHA”.

3) Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Tunggul Batalyon Zeni Tempur 3 dengan susunan sebagai berikut :

(a) Macan Siliwangi. (b) Padi dan Kapas. (c) Tulisan Siliwangi.

4) Standar (Tiang). Terbuat dari kayu jati dengan Kepala Tiang berupa Burung Garuda terbuat dari Logam kuningan/perunggu.

2. UKURAN

a) Tunggul

1) Panjang : 56 Cm 2) Lebar : 40 Cm

b) Standar (Tiang)

1) Kepala Tiang : 12 Cm 2) Panjang tiang sampai batas kedudukan : 220 Cm kepala tiang 3) Garis Tengah Ø : 6,5 Cm

3. TATA WARNA

a) Tunggul

1) Bagian Muka sebelah Kanan (Macan Kumbang)

(a) Dasar kain Beludru : Merah Tua

(b) Jumbai : Kuning Emas

(c) Strip : Hitam

(d) Gigi dan Kumis : Putih

(e) Lidah : Merah

(f) Tulisan “YUDHA WYOGRHA”  : Hitam

2) Bagian Muka sebelah Kiri (Macan Siliwangi)

(a) Dasar kain Beludru : Hijau Tua

(b) Padi : Kuning Emas

(c) Bunga Kapas : Putih Perak

(d) Daun Kapas : Hijau Muda

(e) Kepala Macan : Kuning Emas

(f) Lidah : Merah

(g) Tulisan “SILIWANGI” : Putih Perak

b) STANDAR (TIANG). Standar (Tiang) terbuat dari kayu jati dipelitur warna sawo matang dengan kepala tiang terbuat dari logam kuningan/perunggu disepuh keemasan.

4. ARTI DAN MAKNA

a) Tunggul

1) Lukisan bagian muka sebelah kanan (Macan Kumbang)

(a) Dasar kain beludru berwarna merah tua mempunyai makna Prajurit Yonzipur 3 yang berani, pantang menyerah dalam membela kebenaran.

(b) Macan Kumbang berwarna hitam mempunyai makna prajurit yang siap mengamankan dan menjaga negara dan bangsa dengan penuh kemantapan, keteguhan, kekebalan, sentosa.

(c) Pita hitam bertuliskan “YUDHA WYOGRHA” mempunyai makna :

YUDHA : Artinya mampu memenangkan pertempuran di daerah depan.

WYOGRHA : Artinya mampu memberikan pelayanan di daerah belakang.

2) Lukisan bagian muka sebelah kiri (Macan Siliwangi)

(a) Dasar kain beludru berwarna hijau tua mempunyai makna menghiaskan kesuburan bumi Indonesia gelanggang tempat Yonzipur 3 Dam III/Slw dilahirkan, tempat berpijak dan dibesarkan akan tetap menjadi pelindung negara dan bangsa sepanjang masa.

(b) Macan Siliwangi berwarna kuning emas mempunyai makna lambang kebesaran Pabu Siliwangi sebagai kiasan kekerasan hati, kebulatan tekad daya capai dalam mengejar cita-cita yang telah diacarakan.

(c) Tulisan Siliwangi mempunyai makna :

SILIH artinya : Saling

WANGI artinya  : Harum

melambangkan negara jaya di Jawa Barat dipujikan (Saling mengharumkan) karena patuh dan setia akan cita-cita sucinya membela kepentingan dan mengutamakan kemajuan, lebih suka akan kehancuran dari pada hidup hilang/tanpa pegangan.

(d) Warna kuning emas rangkaian padi, putih perak bunga kapas dan hijau muda rangkaian daun kapas melambangkan kemakmuran/kesejahteraan rakyat dan negara, yang dijadikan tujuan dan pegangan atas cita-cita prajurit Yonzipur 3 Dam III/Slw dalam melaksanakan tugas yang jujur dan suci.

3) Tata Warna

(a) Bagian muka sebelah kanan (Macan Kumbang)

(1) Merah tua : Berani membela kebenaran, pantang menyerah, berjiwa patriot.

(2) Kuning emas : Keagungan, keluhuran, ksatria

(3) Hitam : Kemantapan, keteguhan, kekebalan, sentosa.

(4) Putih : Suci dan bersih.

(b) Bagian muka sebelah kiri (Macan Siliwangi)

(1) Hijau tua : Kesuburan,kesegaran,kepercayaan.

(2) Kuning emas : Keagungan, keluhuran, ksatria

(3) Putih perak : Suci dan bersih.

(4) Merah : Berani membela kebenaran,berjiwa patroit, pantang menyerah.

5. KEPALA STANDAR (TIANG). Burung Garuda sebagai lambang/simbol Bhineka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi satu tujuan.


IV. PENGABDIAN

Yonzipur 3/YW Dam III/Slw adalah Batalyon yang komando taktis maupun administratif dibawah kendali Pangdam III/Slw disamping tugas pokoknya memperlancar gerak maju pasukan kawan dan menghambat gerak maju pasukan lawan dalam suatu pertempuran, juga telah banyak andil dalam tugas-tugas lain demi kepentingan bangsa dan negara.


A. BIDANG HANKAM

1. Operasi Tempur

a) Tahun 1947. Ikut andil pada Perang Kemerdekaan pertama.

b) Tahun 1948.

(1) Ikut andil pada Perang Kemerdekaan Kedua dan hijrah ke Jawa Tengah.

(2) Pasukan Genie Pionir bersama-sama dengan Batalyon Infanteri ikut andil dalam penumpasan Pemberontakan PKI Muso di Madiun.

c) Tahun 1950. Batalyon Genie Pionir ikut andil dalam penumpasan Angkatan Perang Ratu Adil/APRA.

d) Tahun 1951 sampai dengan tahun 1963. Batalyon Genie Pionir ikut andil dalam penumpasan DI/TII di Jawa Barat.

e) Tahun 1963.

(1) Ikut andil dalam rangka Operasi Mandala dengan mengirimkan satu Kompi Zipur dibawah Pimpinan Kapten Czi Sukiman.

(2) Ikut andil dalam rangka Operasi Kilat di Sultra dengan mengirimkan satu Kompi Zipur BP Brigif 13/Galuh dibawah Pimpinan Lettu Czi Otto Daryono.

f) Tahun 1964.

(1) Ikut andil dalam rangka Operasi Tumpas di Sultra dengan mengirimkan satu Detasemen Zipur yang di BP-kan pada Brigif 12/Guntur dibawah Pimpinan Lettu Czi Tony Rumbaya.

(2) Ikut andil dalam rangka Operasi Dwikora di Riau Daratan dengan mengirimkan satu Detasemen Zipur di BP-kan pada Brigif 15/Tirtayasa dibawah Pimpinan Lettu Czi Mochtar.

g) Tahun 1965.

(1) Ikut andil dalam penumpasan dan pembersihan G.30 S/PKI serta sisa-sisanya terutama didaerah Majalaya, Paseh, Pacet, Pameungpeuk dan Ciparay dibawah Pimpinan Kapten Czi Sudaryo.

(2) Ikut andil dalam mengamankan Gudang Munisi peristiwa Bojongkoneng Bandung dibawah Pimpinan Lettu Czi Munadi.

h) Tahun 1968.

(1) Ikut andil dalam rangka Operasi Saber-2 di Kalimantan Barat BP Yonif 330/Kujang I dengan mengirimkan satu Detasemen Zipur dibawah Pimpinan Letda Czi M.S. Djapar.

(2) Ikut andil dalam rangka Operasi Saber-2 di Kalimantan Barat BP Yonif 310/Kijang Kencana dibawah Pimpinan Letda Czi Hartadi.

i) Tahun 1969.

(1) Mengirimkan satu Kompi Zipur BP Brigif 12/Guntur dalam rangka Operasi Saber-2 di Kalimantan Barat dibawah Pimpinan Lettu Czi Rusli Nasution.

(2) Mengirimkan satu Peleton Zipur 3 BP Yonif 323 dalam rangka Operasi Saber-2 di Kalimantan Barat di bawah Pimpinan Capa P.H. Purba.

j) Tahun 1970. Mengirimkan satu Peleton Zipur dalam rangka Operasi Saber-2 di Kalimantan Barat dibawah Pimpinan Letda Czi Harsono.

k) Tahun 1972. Mengirimkan satu Peleton Zipur BP Yonif 327 dalam rangka Operasi Saber 2 di Kalimantan Barat di bawah Pimpinan Letda Czi Sugiarto M.

l) Tahun 1976. Mengirimkan satu Kompi Zipur BP RTP 13/Galuh dibawah Pimpinan Lettu Czi Y. Seti Paundu dalam rangka Operasi Seroja Timor Timur.

m) Tahun 1977. Mengirimkan satu Peleton Zipur BP Yonif 310/Kijang Kencana dibawah Pimpinan Letda Czi Mochamad Kisa DS dalam rangka Operasi Seroja Timor Timur.

n) Tahun 1978. Mengirimkan satu Peleton Zipur BP Yonif 315 dalam rangka Operasi Seroja Timor Timur dibawah Pimpinan Letda Czi Mun'im.

o) Tahun 1979. Mengirimkan satu Kompi Zipur BP Korem 164/Wira Dharma dalam rangka Operasi Seroja Timor Timur dibawah Pimpinan Lettu Czi A.Z. Siregar.

p) Tahun 1982. Mengirimkan satu Batalyon (-) ke daerah Operasi Timor Timur dibawah Pimpinan Letkol Czi Soewarso Soero Soesanjoyo dilanjutkan oleh Letkol Czi Yamadin Gazali sebagai Komandan Batalyon ke-19, serah terima Danyonzipur 3 dilaksanakan di daerah Operasi Timor Timur.

q) Tahun 1986. Mengirimkan satu Detasemen Zipur ke daerah Operasi Timor Timur dibawah Pimpinan Mayor Czi Munandar.

r) Tahun 1991. Mengirimkan satu Detasemen Zipur ke daerah Operasi Timor Timur dibawah Pimpinan Kapten Czi Hendi Rosana.

s) Tahun 1992. Mengirimkan satu Detasemen Zipur sebagai Satgas pengganti ke daerah Operasi Timor Timur dibawah Pimpinan Kapten Czi Suryatikno.

t) Tahun 1993. Mengirimkan tiga orang dibawah Pimpinan Letda Czi Hari Santoso untuk BP Yonif 327 dalam rangka Ops Tim-Tim.

u) Tahun 1995. Mengirimkan satu Detasemen Zipur ke daerah Operasi Timor Timur dibawah Pimpinan Mayor Czi Aryono Tribaskoro.

v) Tahun 1996. Mengirimkan lima orang personel Pa/Ba BP Yonif 312/KH dibawah pimpinan Letda Czi Ranon Sugiman dalam rangka Operasi Timor-Timur.

w) Tahun 1998. Mengirimkan empat orang personel Ba/Ta tergabung dalam Satgas Rajawali dibawah pimpinan Serda Bambang Priyogo dalam rangka tugas operasi Timor-Timur.

x) Tahun 2004.

(1) Mengirimkan dua puluh delapan orang personel Bintara tergabung dalam Satgas Pemukul Yonif 320/BP dibawah pimpinan Serka Yayan Rustiawan dalam rangka tugas operasi ke Daerah Rawan Aceh, NAD.

(2) Mengirimkan dua puluh empat orang personel Ba/Ta tergabung dalam Satgas Pemukul Yonif 312/KH Rajawali dibawah pimpinan Serka Supriyanto dalam rangka tugas operasi ke Daerah Rawan Aceh, NAD.

2. Operasi Pengamanan

a) Tahun 1999. Mengirimkan dua ratus delapan puluh enam orang personel ke Maluku dibawah pimpinan Letkol Czi Daniel Effendi dalam rangka Pam wilayah rawan Konflik Ambon.

b) Tahun 2001. Mengirimkan tiga ratus delapan puluh dua orang personel ke Maluku dibawah pimpinan Letkol Czi Drs. Zaenal Arifin dalam rangka Pam wilayah rawan Konflik Ambon.

c) Tahun 2003. Mengirimkan tiga ratus dua orang personel ke Aceh (NAD) dibawah pimpinan Letkol Czi Aris Tri Priyanto dalam rangka Bhakti TNI (Operasi Terpadu) serta Pam wilayah rawan Konflik Aceh.

d) Tahun 2005. 1)Mengirimkan tiga ratus empat puluh satu orang personel ke Aceh (NAD) dibawah pimpinan Letkol Czi Syamsul Bahri dalam rangka Ops. Bantuan Kemanusiaan ( TMMD ) ke Prov. NAD setelah/pasca musibah gempa dan gelombang tsunami. 2)Mengirimkan Enam puluh orang personel Bp ke Paspampres dalam rangka operasi Pam VVIP Konfrensi Asia-Afrika ke 50 di Jakarta dan Bandung.

3. Operasi Teritorial. Tahun 1997 mengirimkan tujuh puluh satu orang personel Pa/Ba/Ta BP Yonif 315/Grd dibawah pimpinan Letda Czi Yusuf dalam rangka tugas Operasi Timor-Timur.

B. BIDANG NON HANKAM

1. Operasi Bhakti.

a) Dalam rangka Operasi Bhakti, Yonzipur 3/YW turut andil dalam Operasi Bhakti Kodam III/Slw sejak tahun 1950 sampai dengan sekarang dengan kegiatan sebagai berikut :

(1) Membangun dan memperbaiki jalan/jembatan di daerah Jawa Barat.

(2) Memasang dan membongkar jembatan Bailley di daerah Jawa Barat.

b) Pada Januari 1993, mengirimkan 175 orang BP Yonif 312 dibawah Pimpinan Kapten Czi Albertus Kisworo dalam rangka penanggulangan bencana alam di daerah Flores Nusa Tenggara Timur.

c) Pada 22 Juli 2006, berdasarkan Surat Telegram Pangdam III/Slw Nomor ST/596/2006 tanggal 21 Juli 2006, mengirimkan 382 orang dibawah pimpinan Letkol Czi I Wayan Aditya,S.IP. Danyonzipur 3//YW dalam rangka melaksanakan Ops. Bantuan Kemanusiaan pada bencana alam gempa bumi dan tsunami di Wilayah Kab. Ciamis dan Kab. Tasikmalaya.

2. Operasi Manunggal/ABRI Masuk Desa, Sejak tahun 1980 ikut andil dalam Operasi ABRI Masuk Desa mulai AMD I s/d saat ini ( TNI Manunggal Satatasariksa).

3. Lain-Lain, Karya Bhakti Dilaksanakan secara routine sesuai dengan rencana kegiatan Karya Bhakti satuan dengan kegiatan Binter terbatas meliputi kegiatan Sosial yang sifatnya membantu masyarakat radius 5 s/d 10 Km berupa pendistribusian Sembako dan perbaikan Jalan, Jembatan serta rumah-rumah ibadah.

C. TUGAS INTERNASIONAL

1. Operasi Perdamaian

a. Tahun 1992 Mengirimkan satu orang Pamen atas nama Mayor Czi Toto Punto Djatmiko Raharjo untuk penugasan Kontingen Garuda XI-2 yang tergabung dalam MINURSO di Sahara Barat.

b. Tahun 1997 Mengirimkan satu orang Pama A.n. Lettu Czi Khaerul Anwar untuk penugasan ke Bosnia Herzegovina yang tergabung dalam Kontingen Garuda 14-H dalam rangka pelatihan Zeni dan Kesehatan bagi Angkatan Darat Bersenjata Federasi Bosnia Herzegovina.

c. Tahun 2009 - 2010 Mengirimkan 137 orang anggota untuk penugasan Kontingen Garuda XX-G yang tergabung dalam MONUC / MONUSCO di Republik Demokratik Kongo.

2. OJT (Pertukaran Pers)

a Mengirimkan satu orang personel Pama ke Australia A.n. Kapten Willem Wihellmus Diaz Viera D. dalam rangka mengikuti OJT (Pertukaran Pers) antara TNI-AD dan AD Australia selama 3 bulan, berdasarkan Surat Perintah Pangdam III/Slw Nomor : Sprin/463/IV/1998 tanggal 18 April 1998.

b) Mengirimkan satu orang personel Pama ke Australia A.n. Lettu Czi Herfin Kartika Aji dalam rangka mengikuti Pertukaran Pers antara TNI AD dan AD Australia selama 2 bulan, berdasarkan ST Pangdam III/Slw Nomor ST/581/2005 tanggal 5 Agustus 2005 yang sebelumnya telah melaksanakan Austafmil Course dan ROBC Course di Australia tahun 1999.

c) Mengirimkan satu orang personel Pama ke Australia A.n. Kapten Czi Bintarto Joko Yulianto dalam rangka tugas belajar di Australia mengikuti program Deployable Joint Force Headquarters (DJFHQ CIMIC) dari tanggal 2 s.d 25 Nopember 2007 berdasarkan Surat Perintah Pangdam III/Slw Nomor Sprin/1739/X/2007.