Yehezkiel 40

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gambar rancangan Bait Suci dalam penglihatan Yehezkiel, dilukis oleh arsitek dan pakar Alkitab dari Perancis, Charles Chipiez.

Yehezkiel 40 (disingkat Yeh 40) adalah bagian dari Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi (dan juga imam) Yehezkiel bin Busi, yang turut dibawa ke dalam pembuangan oleh Kerajaan Babilonia pada zaman raja Yoyakhin dari Kerajaan Yehuda dan raja Nebukadnezar dari Babel sekitar abad ke-6 SM.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Ada 3 naskah sumber utama Kitab Yehezkiel: Masoretik, Septuaginta dan Naskah Laut Mati.
  • Pasal ini terdiri dari 49 ayat.
  • Berisi firman TUHAN yang diterima oleh Yehezkiel mengenai Bait Allah dan Yerusalem baru, dalam bentuk penglihatan tentang pemulihan Bait suci yang baru.
  • Tujuan penglihatan tentang Bait Suci dialami Yehezkiel ialah memberi semangat kepada bangsa itu bahwa kemuliaan Allah akan dipulihkan sama sekali pada masa yang akan datang, sehingga menghasilkan pengurapan dan berkat yang akan bertahan selama-lamanya.[3]
  • Merupakan sebuah rangkaian dari pasal 40 sampai 48.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN meliputi aku dan dibawa-Nya aku[4]

Penglihatan tentang Bait Suci dialami Yehezkiel pada tahun 573 SM, 25 tahun setelah pembuangan dirinya dimulai.[3]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

Denah Bait Suci menurut penglihatan Yehezkiel: A. Bait Suci, B. Mezbah korban bakaran, C. Pelataran dalam, D. Gerbang-gerbang ke pelataran dalam, E. Tempat Terpisah, F. Hinder Building, G. Dapur untuk Imam, H. Kamar-kamar Imam, I. Kamar-kamar, K. Dapur Umat, L. Gerbang-gerbang ke pelataran luar, M. Jalanan, N. Kamar-kamar pelataran luar (30), O. Pelataran luar. Garis membujur menunjukkan aliran air dari Bait Suci. Dari "Book The Prophet Ezekiel", karya Arno Clemens Gaebelein (1861-1945). Diterbitkan tahun 1918.
Lihat, di luar bangunan itu ada tembok, seluruh keliling bangunan itu. Dan di tangan orang itu ada tongkat pengukur, yang panjangnya enam hasta. --Hasta ini setapak tangan lebih panjang dari hasta biasa--.Ia mengukur tembok itu, tebalnya satu tongkat dan tingginya satu tongkat.[5]

Ada tiga penafsiran utama tentang penglihatan Bait Suci Yehezkiel ini:

  • (1) Sebuah Bait Suci simbolik yang menggambarkan keadaan kekal yang dilukiskan dalam Wahyu 21:1-22:21;
  • (2) sebuah Bait Suci simbolik yang melukiskan berkat-berkat kerajaan seribu tahun; atau
  • (3) sebuah Bait Suci sungguhan yang akan didirikan pada masa kerajaan seribu tahun.

Penafsiran manapun yang diterima, pokok-pokok ajaran yang terutama adalah:

  • (1) bahwa pada suatu hari kehadiran dan kemuliaan Allah akan dikembalikan kepada umat-Nya untuk selama-lamanya (Yehezkiel 43:7), dan
  • (2) bahwa berkat-berkat Kristus akan mengalir sebagai aliran yang semakin dalam (Yehezkiel 47:1-12).[3]

Tembok ini akan menandai wilayah Bait Suci dan memisahkannya dari bagian kota yang lain. Orang percaya yang tubuhnya kini menjadi bait yang hidup dari Roh Kudus (1 Korintus 6:19), harus menjaga agar dirinya tetap terpisah dari masyarakat yang berdosa di sekeliling mereka serta dikuduskan bagi Allah dan kepentingannya.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN-13: 9789794150431
  3. ^ a b c d The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  4. ^ Yehezkiel 40:1
  5. ^ Yehezkiel 40:5

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]