Wulan (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Wulan
Format Drama
Pembuat Sinemart
Sutradara Noto Bagaskoro
Pemeran Dhini Aminarti
Giovani L.Tobing
Alice Norin
Kinaryosih
Asmirandah
Rio Reifan
Lee Seung-gi
Shireen Sungkar
Cha Cha Frederica
Aditya Herpavi Rachman
Lagu pembuka Sandaran Hati, Letto
Lagu penutup Sandaran Hati, Letto
Negara Bendera Indonesia
Jumlah episode 143
Produksi
Produser Leo Sutanto
Durasi 60 menit
Rumah produksi SinemArt
Siaran
Saluran asli RCTI
Periode siaran Senin, 30 Oktober 2006–Jumat, 26 April 2007
Kronologi
Diawali oleh Kembang Surga
Dilanjutkan oleh Janji

Wulan adalah sebuah sinetron yang ditayangkan RCTI sejak tahun 2006 hingga 2007. Sinetron ini diproduksi oleh SinemArt.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis Wulan[sunting | sunting sumber]

Wulan (Dhini Aminarti) yang sudah 9 tahun menjalin hubungan dengan Budi (Giovani L.Tobing) harus menghadapi kenyataan kehilangan cinta sejatinya tersebut. Hal ini berawal semenjak Budi naik pangkat menjadi asisten pribadi Direktris Perusahaan Grup Hotel Alam Kencana, Aline (Alice Norin)yang masih muda dan cantik.

Karena seringnya mereka menghabiskan waktu bersama Aline kemudian jatuh cinta pada Budi. Aline yang agresif dan tegas begitu saja memutuskan bahwa mereka berpacaran, tanpa memberikan kesempatan pada Budi untuk berpikir. Budi merasa terjebak dalam situasi demi ambisi untuk kelancaran kariernya, sedangkan di sisi lain ia sudah terlalu dekat dengan keluarga Wulan. Budi yang sangat terobsesi dengan kekayaan, melihat ini merupakan suatu kesempatan yang sangat bagus. Semakin gencar Aline mengungkapkan perasaan ingin bersama Budi, semakin sulit Budi untuk memutuskan hubungannya dengan Wulan. Terutama ketika Asih (Uci Bing Slamet), ibunya Wulan tiba-tiba harus dioperasi karena penyakit jantung yang sudah bertahun-tahun dideritanya kambuh.

Sebagai anak pertama, Wulan harus menggantikan posisi Ayahnya yang telah meninggal dalam mengurus keluarganya. Ia memiliki seorang adik, Nugroho (Rio Reifan) atau yang lebih sering dipanggil Nunu, dan si bungsu Shinta (Shireen Sungkar). Belum lagi Mbah Tati (Nani Somanegara), ibu mertua Asih yang juga ikut dengan mereka. Nyonya Flori (Aura Cristina Geithner), kakak Asih yang bekerja di Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang juga hidup dalam satu rumah dengan mereka. Meskipun Nunu telah bekerja, namun penghasilannya tidak cukup untuk membantu Wulan menopang kebutuhan keluarga.

Nunu punya teman main dari kecil bernama Dona (Cha Cha Frederica), putri satu-satunya keluarga Jayadi (Yadi Timo) pemilik perusahaan jasa kurir tempat Nunu bekerja. Donna sudah menganggap bahwa ia dan Nunu berpacaran. Padahal Nunu tidak pernah memberi hati pada Donna. Ia tidak pernah menganggap Dona lebih dari sekedar teman, namun Nunu pun sebetulnya bukan pemuda yang kasar. Suatu hari ia ditabrak oleh seorang gadis kaya. Gadis itu sebetulnya adalah adik Aline, Baby (Asmirandah). Berbeda dengan Aline yang dingin dan sangat mirip Ayahnya yang gila kerja dan sangat bossy, Baby lebih supel dan hangat.

Baby sering marah dan protes melihat bagaimana Aline memperlakukan Mama mereka maupun sebaliknya. Namun karena Aline menganggap bahwa ia punya kekuasaan, sebagai pengganti ayah mereka, Aline juga jadi sewenang-wenang memperlakukan anggota keluarganya seperti karyawan kantornya. Makanya Baby jadi lebih sering membangkang. Ketika ia menabrak Nunu, dengan sengaja Baby menghambur-hamburkan uangnya untuk mengganti motor Nunu dengan motor yang baru dan mahal. Belakangan mereka pun jadi dekat.

Wulan tidak tahu bahwa Baby adalah adik dari perempuan yang merebut Budi dari sisinya. Wulan juga tidak memberitahu ibunya bahwa ia sudah tidak lagi menjalin hubungan cinta dengan Budi, namun Budi memang telah berubah. Budi menjadi kasar dan dingin. Tapi sikap Budi yang demikian itu tidak hanya terhadap Wulan, tapi juga terhadap Aline. Aline berusaha melunakkan hati Budi dengan cara mendekatkan diri pada Wahyu, tapi malah membuat Budi jadi semakin mengasarinya, tapi malah membuat Aline semakin tergila-gila pada Budi.

Sedangkan Wulan semakin tersiksa karena masih belum bisa menerima kenyataan harus melepaskan kenangan indah 9 tahun bersama Budi dan menghadapi situasi bahwa Budi sudah tidak mencintainya dan akan menikah dengan Aline. Pada saat Asih masuk rumah sakit mereka bertemu dengan Nenek Dira yang saat itu juga sedang dirawat dan satu kamar dengan Asih. Hubungan keluarga pun semakin dekat. Nenek Dira mempunyai seorang cucu Laki-laki bernama Awan (Aditya Herpavi Rachman). Awan sangat mencintai Wulan, pada awalnya Nenek Dira menyetujui hubungan mereka berdua, tetapi pada saat mengetahui bahwa Wulan sedang mengandung anak Budi, Nenek Dira berubah sama sekali tidak menyetujui hubungan Awan dan Wulan, walaupun Awan bisa menerima segala kekurangan dan kehamilan Wulan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]