World Vision International

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

World Vision International (disingkat WVI) adalah suatu organisasi Kristen yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan fokus pelayanan kepada anak. Organisasi ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan baik yang bersifat tanggap darurat (penanggulangan bencana, pasca perang maupun konflik) , advokasi dan pengembangan masyarakat. Organisasi ini adalah lembaga non pemerintah yang melayani semua orang tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras, budaya dan antar golongan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berawal pada perang Korea pada tahun 1950, seorang misionaris bernama Bob Pierce yang dikirim ke sana melihat penderitaan anak-anak yang kehilangan orang tuanya yang menjadi korban perang. Sepulangnya ke Amerika Serikat pada tahun yang sama, beliau mendirikan "World Vision". Organisasi ini mengembangkan program penyantunan anak asuh pertama kali di Korea pada tahun 1953, setelah itu ke beberapa negara Asia lainnya, Amerika Latin dan Afrika.

Struktur Organisasi dan Wilayah Pelayanan[sunting | sunting sumber]

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]

Organisasi ini memiliki bentuk federasi, dimana setiap negara memiliki kepengurusan dan dewan penasehat masing-masing dan tergabung dalam satu kesatuan kemitraan global yang berpusat di Monrovia, California, Amerika Serikat.

Wilayah Layanan[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa kantor regional yang tersebar di beberapa kota di berbagai negara yaitu, Jenewa - Swiss (Kantor Hubungan Internasional), Nairobi - Kenya (Kantor Regional Afrika), Nicosia - Siprus (Kantor Regional Timur Tengah dan Eropa Timur), Bangkok - Thailand (Kantor Regional Asia Pasifik) dan San Jose - Kosta Rika (Kantor Regional Amerika Latin dan Karibia).

Per tahun 2006, World Vision hadir di 97 negara, melayani tidak kurang dari 2.800.000 anak santun dengan dukungan tidak kurang dari 23.500 staf di seluruh dunia.

Pendanaan[sunting | sunting sumber]

80% sumber dana World Vision berasal dari pihak swasta termasuk individu/ perorangan, perusahaan, dan yayasan. Sisanya berasal dari pemerintah dan lembaga donor internasional.

Lebih dari 50% pendanaan organisasi ini berasal dari program penyantunan anak. Setiap orang, keluarga dari negara sponsor memiliki anak santun yang ada di proyek-proyek pelayanan World Vision di negara tertentu (umumnya di negara berkembang).

Sepanjang tahun 2006 World Vision menerima dana tidak kurang dari US $ 2,1 miliar dan menyalurkan 82,7% di antaranya untuk dana bantuan/ program di lapangan, 1,6% untuk advokasi, 8,9% untuk penggalangan dana dan 6,8% untuk administrasi.jika anda tergerak membantu silahkan trensfer ke nomor rekening. 8090081889 Bank Central Asia

Program[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar program WVI di area pelayanannya terdiri dari tiga bagian besar yaitu Area Development Program (Program Pengembangan Wilayah melalui sponsorship) yang biasa disingkat dengan ADP, program relief atau tanggap darurat dan program advokasi.

Area Development Program (ADP)[sunting | sunting sumber]

Program ini merupakan program yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui metode pengembangan transformasi (transformational development). Program ini didukung sepenuhnya dari dana sponsorship terhadap anak-anak yang ada di wilayah program tersebut.

Tanggap darurat[sunting | sunting sumber]

Program tanggap darurat adalah program yang dilakukan sebagai respon dari situasi darurat yang terjadi di suatu wilayah akibat bencana, pasca perang, kelaparan, dsb. WVI mempunyai kebijakan untuk merespon situasi darurat tersebut maksimal dalam 2x24 jam.

Advokasi[sunting | sunting sumber]

WVI bekerja untuk memampukan masyarakat dalam memahami dan menyuarakan hak-hak mereka baik di tingkat lokal, nasional hingga ke tingkat internasional. Di beberapa wilayah dimana masyarakat tidak dimungkinkan untuk menyuarakan aspirasinya, WVI menjalankan peran sebagai pengemban aspirasi tersebut dan menyampaikannya kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk mengambil tindakan dan kebijakan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]