Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/2008

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari



Daftar isi

Arsip Desember 2008

menafikan

Halo,

tolong, kata kerja menafikan itu dibuat dari kata dasar apa ?? terima kasih Serpicozaure (bicara) 14:09, 6 Desember 2008 (UTC)

Kata dasarnya nafi, menafikan= me + nafi + kan. Gombang (bicara) 16:17, 8 Desember 2008 (UTC)

Terjemahkan Ale?

Ale [1] kira-kira bahasa Indonesianya apa yah??? MaxiManuel111 (bicara) 15:51, 10 Desember 2008 (UTC)

Bir ale --  ERd  ►  15:02, 11 Desember 2008 (UTC)
btw, kotak babel Maxi keren sekali :) --  ERd  ► 

FIFA

Apakah Fédération Internationale de Football Association bisa dirujuk pada kata Federasi Internasional Persatuan Sepak Bola ? Bukankah lebih baik digunakan Federasi Sepak Bola Internasional

(NB : Football Association : sepak bola bukan persatuan / asosiasi sepak bola).

Albertus Aditya (bicara) 23:11, 15 Desember 2008 (UTC)

Saudi vs Arab

Saya pusing tujuh keliling. Mana yang sesuai, Saudi Arabia atau Arab Saudi? ...Muhraz... (bicara) 07:33, 20 Desember 2008 (UTC)

Kalau Arabia Saudi atau Saudi Arab, itu pasti salah :D --  ERd  ►  16:27, 21 Desember 2008 (UTC)

Dua-duanya benar, tetapi yang baku yang terakhir. Kembangraps (bicara) 16:58, 21 Desember 2008 (UTC)

Tepatnya kerajaan Arab yang rajanya dari wangsa/dinasti Saud :) Gombang (bicara) 17:56, 21 Desember 2008 (UTC)

Arab Saudi memang yang baku. Saudi Arabia memang sering digunakan namun nama ini berasal dari bahasa Eropa, kemungkinan besar bahasa Inggris atau mungkin pula bahasa Belanda. Meursault2004ngobrol 16:54, 15 Januari 2009 (UTC)

Baca juga http://pondokbahasa.wordpress.com/2008/08/02/ihwal-penulisan-nama-geografi/ bagian 2.6

Saudi Arabia salah karena strukturnya MD, sedangkan bahasa Indonesia menggunakan struktur DM. – komentar ini diberikan oleh bennylin (404sumbangan) 23:03, 15 Januari 2009 (UTC)

Perkiraan

Mau tanya nih, yang benar itu "perkiraan" atau "prakiraan"? (mis. prakiraan cuaca). Lalu diperkirakan atau diprakirakan? Trims untuk tanggapannya. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 14:13, 26 Desember 2008 (UTC)

Sepertinya "perkiraan" ya. --  -iNu-  ►  04:01, 31 Desember 2008 (UTC)

Perkiraan mungkin untuk menebak sesuatu secara intuisi saja (guessing), sementara prakiraan telah menggunakan teknik menebak tertentu (forcasting). Naval Scene (bicara) 08:19, 31 Desember 2008 (UTC)

Seperti dijelaskan Naval Scene, "prakiraan" adalah padanan (teknis) untuk forecasting. Istilah ini tidak menggantikan "perkiraan" tetapi memperjelas bagaimana perkiraan itu dibuat (dengan metode/teknik tertentu). Jadi tidak untuk dipertentangkan mana yg betul. Pertanyaan yg lebih baik adalah, kapan "prakiraan" dipakai. Kembangraps (bicara) 12:33, 2 Januari 2009 (UTC)

Kapitalisasi

Manakah yang benar, Daftar Presiden Indonesia atau Daftar presiden Indonesia? Saya menanyakan hal ini karena artikel/kategori daftar pemimpin negara di idwiki tidak konsisten kapitalisasi penamaannya. Ada yg jabatannya dikapitalisasi, ada yg tidak. Kalau menurut saya, jabatan yang mengikuti nama orang atau tempat seharusnya dikapitalisasi (misal: "Daftar Presiden Indonesia", bukan "Daftar presiden Indonesia")

Apakah sudah ada konsensus mengenai hal ini?  -iNu-  ►  01:43, 31 Desember 2008 (UTC)

Eh saya menemukan ini. Berarti dikapitalisasi ya?  -iNu-  ►  01:45, 31 Desember 2008 (UTC)
Kapital hanya jika diikuti nama orang. Untuk gelar umum, misalnya "presiden Indonesia" jika bukan di awal kalimat saya rasa tidak dikapitalisasi. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 03:32, 31 Desember 2008 (UTC)
Setahu saya untuk jabatan yang diikuti nama tempat juga harus dikapitalisasi, misalnya dalam kalimat "Saya bertemu Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, di kantornya." atau "Alex Noerdin terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan.". Di media cetak pun penulisan jabatan selalu dikapitalisasi apabila mengikuti nama orang atau nama tempat. Oh iya, di pedoman itu kan disebutkan "Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi, atau nama tempat.".  -iNu-  ►  03:57, 31 Desember 2008 (UTC)
Lah, berarti banyak yang harus diganti:
  • Semua artikel dan kategori "Daftar menteri negara" ke "Daftar Menteri negara".
  • Semua kategori yang berpola "Daftar xxxx negara" ke "Daftar Xxxx negara".

Benar gak nih aturannya? borgx(kirim pesan) 07:38, 1 Januari 2009 (UTC)

Mungkin kalau "menteri" tidak ya, karena "menteri" bukan jabatan (lengkap), yang jabatan adalah "menteri luar negeri" dll. Jadi, judul artikel/kategori yang benar (sebagai contoh) adalah "Daftar menteri Indonesia" dan "Daftar Menteri Luar Negeri Indonesia".  -iNu-  ►  07:54, 1 Januari 2009 (UTC)
Bagaimana dengan "penguasa"? kapitalisasi atau tidak? – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 22:31, 2 Januari 2009 (UTC)
Dikapitalisasi kalau "penguasa" itu adalah nama jabatan. Tapi kalau hanya merupakan sebutan untuk pekerjaan (seperti "aktor", "olahragawan", dll), maka tidak dikapitalisasi. Hal ini berlaku juga untuk "kepala negara", "kepala pemerintahan", dll.  -iNu-  ►  23:12, 2 Januari 2009 (UTC)

Sebelum diputuskan, ada baiknya dicek lagi pada Pedoman Ejaan versi cetak keluaran Pusat Bahasa. Saya kok meragukan penulisan "Presiden Indonesia" (dg cap) sebagai yang sesuai pedoman. Kembangraps (bicara) 12:38, 2 Januari 2009 (UTC)

Setelah googling, saya menemukan artikel ini di situs Departemen Agama (lihat mengenai penulisan "Gubernur Jawa Timur"). Mungkin bisa juga dijadikan referensi karena merupakan situs resmi instansi pemerintah.  -iNu-  ►  23:12, 2 Januari 2009 (UTC)

Saat ini saya sedang memindahkan artikel [[Menteri <nama kementrian> <nama negara>]] menjadi [[Daftar Menteri <nama kementrian> <nama negara>]] karena kebanyakan merupakan daftar menteri - dengan beberapa perkecualian. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 22:50, 5 Januari 2009 (UTC)

Arsip November 2008

Daftar Singkatan dipakai dalam KBBI

Halo,

Siapa yang bisa menyedia daftar singkatan KBBI (contohnya dalam bentuk scan lembar KBBI kertas :-)), saya sering terhambat dalam penerjemahan dari Bahasa Indonesia, bahkan daftar itu belum tersedia untuk pengguna KBBI daring tapi sangat dibutuhkan penatur asing, pasti ada daftar pengguna wikipedia yang punya KBBI tapi saya malas kirim pesan ke semua......tk Serpicozaure (bicara) 10:38, 30 Oktober 2008 (UTC)

Paragraf legal?

Apakah tulisan ini diperbolehkan?

Contoh

Seiring berjalannya waktu, disini dibangun Bank Wikipedia cabang Bandung. MaxiManuel111 (bicara) 13:01, 4 November 2008 (UTC)

hapus saja paragraf itu, sepertinya ditulis orang dalam. Tidak bermanfaat untuk khalayak umum yang membacanya. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 20:20, 4 November 2008 (UTC)
Maksudnya, apakah kata 'seiring berjalannya waktu' diperbolehkan? MaxiManuel111 (bicara) 13:18, 5 November 2008 (UTC)

Frasa itu kurang pas untuk ensiklopedia. Tidak logis. Waktu tidak berjalan. Kembangraps (bicara) 13:53, 5 November 2008 (UTC)

Jadinya, bagaimana yang tepat?MaxiManuel111 (bicara) 03:04, 6 November 2008 (UTC)

Mana artikelnya? Kalau bisa ada tahunnya (seperti: Sejak (tahun) XXXX di tempat itu dibangun Zzzz). Kembangraps (bicara) 12:39, 6 November 2008 (UTC)

Sebetulnya ini, namun saya berubah pikiran, jadi gak ada disini. MaxiManuel111 (bicara) 03:25, 7 November 2008 (UTC)

"Seiring berjalannya waktu" menurut saya boleh digunakan untuk menggambarkan kejadian yg berupa proses (tidak bisa ditetapkan tahunnya). Contoh, seiring dengan berjalannya waktu, kota xxx semakin ramai dihuni penduduk dan menjadi salah satu wilayah terpenting di zzz. --116.197.128.42 13:48, 6 November 2008 (UTC)

"Kurang pas" bukan berarti tidak boleh. Ensiklopedia bukan koran: informasi yang sumir harus direduksi atau dihilangkan. Pemuatan kata-kata yang tidak jelas membuat kualitas ensiklopedia menurun. Kembangraps (bicara) 14:33, 6 November 2008 (UTC)

Trivia

Tahukah Anda bahwa kata "kategori" dalam bahasa Indonesia juga memiliki arti dan penulisan yang sama dalam bahasa Denmark, bahasa Haiti, bahasa Melayu, bahasa Norwegia Nynorsk, bahasa Norwegia, bahasa Swedia, bahasa Turki dan dalam bahasa Sunda? borgx(kirim pesan) 00:39, 12 November 2008 (UTC)

kalau melayu dan sunda masih wajar. tambah satu lagi bahasa Jawa. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 00:42, 12 November 2008 (UTC)

Tas rusak dimakan waktu.

Apakah kata dimakan waktu nyaman dipakai di Wikipedia? Gracias. MaxiManuel111 (bicara) 18:55, 12 November 2008 (UTC)

Menurut saya, Wikipedia gaya bahasanya cenderung resmi. Mungkin bisa diganti menjadi "rusak/aus/usang karena pemakaian". Salam, Naval Scene (bicara) 07:34, 13 November 2008 (UTC)

Kronik atau kronis?

Mana yang benar? Kata kronik benarkah bisa juga merupakan terjemahan dari chronicle?. Salam, Naval Scene (bicara) 07:34, 13 November 2008 (UTC)

Menurut google translate: chronicle (en) = kroniek (nl) = die Chronik (de). chronically (en) = chronisch (nl). BI lebih suka ambil yg nl daripada en untuk kata-kata "lama". Btw, keduanya kayaknya beda banget deh artinya. Kronik (chronicle) itu kan artinya "cuplikan/catatan waktu", dipakai untuk suatu hal yg menandai waktu tertentu (benda, kisah). Kalau kronis, itu artinya "dimakan waktu", "memakan waktu", "bertahun-tahun" dsb. Jadi, kronik ya memang chronicle. Kembangraps (bicara) 10:23, 18 November 2008 (UTC)

Sorry lupa ngomong, konteksnya. Waktu menyunting AIDS, saya ketemu istilah "diare kronik". Cari di Google, ternyata situs2 kesehatan lokal mendua antara kronik & kronis. Sepertinya ada kecenderungan meningkatnya penyerapan istilah kedokteran dari Bahasa Inggris. Saya sendiri lebih sreg dengan pendapat Anda, jadi nanti artikelnya saya sesuaikan. Thanks, Naval Scene (bicara) 03:56, 19 November 2008 (UTC)

Kayaknya ketemu penyebabnya: coba lihat di Wikipedia:Pedoman_Penggunaan_Kata,
28 -isch, -ic-ik. Contoh: elektronic → elektronik
29 -isch, -ical-is. Contoh: optimistisch, optimistical → optimistis
Sekarang lihat istilah "chronic disease". kalau dibelandakan jadi "chronische ziekte" (google translate). Menurut no 28 itu, jadi kronik. Nah, di KBBI daring, kata "kronik" hanya memiliki posisi sebagai kata benda (n), dg arti untuk chronicle, sementara untuk kata sifat (a) yang ada hanya "kronis". Akibatnya, karena mengacu ke no 28 itu, muncullah "diare kronik". Apakah bentuk ini taat asas? Kayaknya perlu ada ahli bahasa nih. Kembangraps (bicara) 10:39, 22 November 2008 (UTC)

'Sistem bilangan' dan 'Sistem angka'

Dalam bahasa Inggris, terdapat dua istilah:

  1. Number system : Merujuk pada sistem bilangan real, bilangan asli, bilangan bulat, bilangan rasional, dll.
  2. Numeral system : Merujuk pada sistem angka Hindu-Arab, angka Desimal, angka biner dll.

Menurut padanan glosarium Pusat Bahasa:

  1. Number: Nomor; Bilangan[2]
  2. Numeral: Angka; lambang bilangan[3]

Perbedaan angka dan bilangan:

  1. bi·lang·an n 1 banyaknya benda dsb; jumlah: tidak diketahui benar -nya; 2 satuan jumlah: satu dan tiga adalah - ganjil; 3 Mat satuan dl sistem matematis yg abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan; 4 golongan (lingkungan): ia masuk - orang berada; 5 cak lingkungan daerah: rumahnya di - Kebayoran Baru; 6 ramalan untung malang, baik buruk, dsb: menurut - hari itu kurang baik untuk berziarah; 7 nasib dsb yg telah tertentu; takdir: sudah sampai -nya akan meninggal; 8 Mat ide yg bersifat abstrak yg bukan simbol atau lambang, yg memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan;
  2. ang·ka n 1 tanda atau lambang sbg pengganti bilangan; nomor

Jadi seharusnya

  1. Numeral system itu adalah Sistem angka, dan bukannya Sistem bilangan; Bandingkan en:Numeral system
  2. Number system itu justru adalah Sistem bilangan; Bandingkan en:Number system
  3. Binary numeral system itu adalah Sistem angka Biner, dan bukannya Sistem bilangan biner

Walaupun bilangan bisa saling bertukar dengan angka dalam penggunaan bahasa sehari-hari, saya kira kita harus membuat batasan yang jelas agar tidak rancu. Sama seperti Wikipedia Bahasa Inggris yang membuat batasan yang jelas. Hand15 (bicara) 23:25, 15 November 2008 (UTC)

Silakan direvisi kalau memang situ kompeten. Kembangraps (bicara) 10:15, 18 November 2008 (UTC)

Hand15 kalo ngga salah disini ada Gombang yang matematikawan, bisa sekalian ditanya. Memang how bad is the damage sih di WBI? Serenity (bicara) 09:25, 22 November 2008 (UTC)

Eh? Disclaimer: Saya punya latar belakang fisika (dan karenanya jelas belajar beberapa kuliah matematika) tapi saya sekarang bekerja sebagai wartawan dan walaupun punya minat terhadap matematika saya tidak bisa dicap sebagai matematikawan :)
Tentang perbedaan angka dan bilangan: yang saya ingat number theory memang biasanya diterjemahkan sebagai Teori Bilangan. Begitu pula real number, complex number, imaginary number, etc biasanya diterjemahkan sebagai bilangan riil, bilangan kompleks, bilangan imajiner, bukan angka riil dst. --Gombang (bicara) 14:41, 22 November 2008 (UTC)

Council of Europe dan European Council

Kira-kira terjemahan yang baik apa ya? Kedua-duanya berbeda, tapi dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan sebagai Dewan Eropa saja. --Gombang (bicara) 03:11, 17 November 2008 (UTC)

Aku kurang tau juga, tapi biasanya pers menyebut Dewan Eropa untuk yang European Council. Usul:Sebut nama aslinya saja, gimana, terus dikasih keterangan di masing2 artikel. Kembangraps (bicara) 10:14, 18 November 2008 (UTC)

N****** dan t**

Apakah dua kata ini layak untuk dibuat artikelnya di Wikipedia? Karena di Wiki Inggris dan Melayu sudah ada. MaxiManuel111 (bicara) 05:06, 18 November 2008 (UTC)

Wuaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh Keduanya merupakan kata tak resmi Bahasa Indonesia. Kasih tau ke english wikipedia aja deh. 125.161.144.231 09:03, 18 November 2008 (UTC) (Azmi1995 males login)

Ini yang dinamakan n****** 125.161.144.231 09:08, 18 November 2008 (UTC)

Gitu aja bingung, dialihkan dong ke kopulasi dan tinja, respectively. Kembangraps (bicara) 10:09, 18 November 2008 (UTC)
A** to p**** apakah layak? di wiki en udah dihapus, disini jg gue apus yak.. --Ciko bicara 20:04, 18 November 2008 (UTC)

Hapus ajalah, gak penting banget. Kyknya dulu motifnya cuma sensasi aja. Kalo yg begituan pengen dimuat, digabungkan saja dlm satu artikel saja mengenai gaya-gaya bercinta (ato semacemnyalah). Kembangraps (bicara) 22:24, 18 November 2008 (UTC)

Kalo t** itu shit 125.161.141.164 12:13, 24 November 2008 (UTC) (Azmi1995)

di sini? itu bukan jorok 125.161.141.164 12:17, 24 November 2008 (UTC) (Azmi1995)

Samudra atau Samudera

Sudah pernah dibahas belum ya? Apa kasusnya mirip dengan Sumatra vs. Sumatera? – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 08:22, 21 November 2008 (UTC)

Harusnya mirip. Sumatera kan asal katanya dari Samudera :D. Btw, kita kok tidak konsisten masalah e pepet ini ya? Ada yang dipertahankan tapi ada pula yang dihapus. --Gombang (bicara) 13:53, 21 November 2008 (UTC)

Kalo menurut sumber terpercaya saya (pedoman penulisan skripsi internal fakultas), e pepet itu disarankan dipakai krn bhs Indonesia "tidak menyukai" kluster dg 'r', kecuali jika kata itu berasal dari bhs Eropa (Inggris atau belanda) Kembangraps (bicara) 14:55, 26 November 2008 (UTC)



Sama saja dengan Sumatra-Sumatera, Perancis-Prancis, Perangko-Prangko, Plat-Pelat, dll. Hasil pencarian lanjut Sumatra Sumatera di ruang nama Wikipedia menunjukkan kita sering sekali membahasnya. Kutipkan komentar dari diskusi-diskusi sebelumnya:

  1. Koran: Yang 'benar' menurut KBBI adalah Sumatra, namun Koran Kompas menggunakan Sumatera. Sementara itu kelihatannya orang Jawa lebih suka ejaan Sumatra dan orang sana sendiri lebih suka menggunakan ejaan Sumatera. Meursault2004 18:36, 20 April 2006 (UTC)
  2. Legal: Berikut penyebutan ejaan resmi Sumatera (bukan Sumatra) dalam beberapa produk perundangan: [4],[5], [6], [7]. wic2020bicara 06:19, 25 Agustus 2006 (UTC)
  3. Ilmu Alam: Sekedar meyakinkan saja. Penggunaan ejaan "Sumatera" (seperti ditegaskan Kembangraps adalah dalam konteks nama provinsi -atau umumnya nama resmi suatu daerah-, menjawab pertanyaan Wic2020 di awal. Akan tetapi, pada hemat saya, ini tidak menghalangi penggunaan ejaan "Sumatra" sebagai nama pulau, sebagaimana biasa digunakan dalam ilmu-ilmu alam dan biologi. Salam, Wie146 03:07, 4 September 2006 (UTC)
  4. KBBI: Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, diatur oleh Pusat Bahasa, Depdiknas merupakan kamus satu-satunya yang menjadi rujukan yang tepercaya. Kekeliruan dalam penyusunan atau pencarian atau pemberian erti lema atau kata pada kamus itu boleh saja terjadi karena tiada gading yang tak retak maka itu perlu adanya kecaman dan saran yang bestari untuk penyempurnaannya. Meskipun demikian, kita tetap berpegang pada KBBI sebagai rujukan dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Untuk persoalan Sumatera vs Sumatra, Perancis vs Prancis, sutera vs sutra, samudera vs samudra, dll itu sudah diatur dalam KBBI. Nyata benar bahwa kata yang baku yaitu Sumatra, Prancis, sutra, dan samudra, meskipun ada beberapa kata itu yang dibakukan secara tersirat di dalam KBBI. Firman Putra 13:22, 6 November 2007 (UTC)
  5. Fonologi: Kalau menurut kaidah fonologi bahasa Melayu, gugusan konsonan K+r atau K+l itu tidak ada. Kalau dalam bahasa Jawa ada. Namun dalam bahasa Jawa ada aturan lain. Bahasa Jawa sebagai bahasa Austronesia, begitu bahasa Melayu/Indonesia memiliki kecenderungan atau preferensi untuk kata-kata dwisilabik. Sehingga kata-kata serapan seperti ini disisipi dengan pepet. Jadi menurut saya yang benar adalah "pelat". Meursault2004ngobrol 09:14, 19 Januari 2008 (UTC)
  6. Konsensus: Contoh dalam kasus Perancis-Prancis, dengan pilihan akhir Perancis.

Kesimpulan saya, para pengguna cenderung memenangkan kaidah fonologi atau setidaknya mentoleransi keberadaannya, dengan alasan ensiklopedia difokuskan untuk kata yang lebih populer, meskipun berbeda dengan KBBI. Mungkin halaman Wikipedia:Warung Kopi/Bookmark dapat kita aktifkan lagi. Salam, Naval Scene (bicara) 08:14, 27 November 2008 (UTC)

Makasih untuk risetnya. Lihat pula Kata Indonesia yang sering salah dieja#Klausa -er-. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 10:27, 27 November 2008 (UTC)

Usul: bagaimana kalau aspek kompetisi pengejaan ini dimasukkan dalam pengantar artikel. Artikel dalam bahasa Inggris seringkali memasukkan aspek etimologi. Dalam bahasa Indonesia, masalah penulisan tampaknya lebih penting daripada etimologi. Adalah baik bagi penyumbang artikel untuk mempertimbangkan hal ini, untuk membantu para pengguna yang kebingungan. Kembangraps (bicara) 10:34, 27 November 2008 (UTC)

Media massa atau media masa

Ini siapa sih yang nulis, ngga konsisten... :p

Media massa atau media masa sih yang benar? biar bisa dialihkan. Serenity (bicara) 09:24, 22 November 2008 (UTC)

Yang betul pake ss. Biar dingin banget kali. :) Kembangraps (bicara) 10:40, 22 November 2008 (UTC)

Kalau satu 's' itu lebih dikenal dalam dunia Fisika --za (bicara) 06:12, 28 November 2008 (UTC)

Satu s di fisika (?). Tidak ah, mass dalam fisika menjadi massa juga. 134.176.155.4 16:33, 8 Desember 2008 (UTC) (Kembangraps, sudah terlanjur logout.

Masa itu artinya waktu -BK 16:48, 8 Desember 2008 (UTC)

Arsip Oktober 2008

menulis

mengapa sebuah karya tulis baru dapat diterbitkan bila sang penulis harus sudah memiliki kontribusi ataupun nama di kalayak ramai?dimana letak penilaian bahwasan tulisan itu bermanfaat bagi masyarakat banyak hanya karena ketenaran sang penulisnya?.(Darmadi suka (bicara) 16:56, 26 September 2008 (UTC))

Kalau di Wikipedia, tulisan anda hanya bisa diakui kalau ada referensinya dari sesuatu yang sudah diterbitkan (dan diakui keabsahannya). Bahkan penulis tenar pun tidak bisa menulis disini kalau tidak patuh dengan pancapilar. Serenity (bicara) 16:59, 26 September 2008 (UTC)

jadi bagaimana juga bila tulisan yang belum pernah diterbitkan tetapi orang-orang di sekitar sang penulis sangat berharap tulisan penulis itu dapat diterbitkan?bukankah sebuah kepatuhan hanya akan membuat kebebasan dalam pengungkapan sebuah maksud dapat dikebiri?.(Darmadi suka (bicara) 17:09, 26 September 2008 (UTC))

bukannya seharusnya tulisan itu harus patuh pada peraturan-peraturan dari bahasa indonesia itu sendiri? mengikuti tata cara dan letak yang benar?.(Darmadi suka (bicara) 17:14, 26 September 2008 (UTC))

Duh udah deh, kalau di wikipedia ngga usah bawa biri-biri. Kalau mau monolog puisi ini bukan tempatnya. Ini untuk mendiskusikan kesulitan bahasa dalam artikel di Wikipedia Bahasa Indonesia Serenity (bicara) 17:57, 26 September 2008 (UTC)
Serenity, Serenity, tata bahasa yang telah menjadi ciri tersendiri. Mikhailov Kusserow (bicara) 05:05, 9 Oktober 2008 (UTC)
maksudnya om darmadi apa ya? kok gue gak mudeng baca gaya bahasa nya --Ciko bicara 00:04, 27 Oktober 2008 (UTC)
Mungkin bung darmadi bisa memberikan contoh real nya supaya lebih mudah untuk dimengerti, seperti contoh topik tulisannya apa dan yang dikebiri apanya Andriy (bicara)

Abjad, Aksara, atau Alfabet? (atau Huruf?)

Penggunaan ketiga istilah tersebut sering rancu dan berbeda dengan definisinya:

  1. Abjad adalah sistem penulisan yang menuliskan semua fonem, kecuali vokal. Contoh: Abjad Arab, abjad Ibrani
  2. Alfabet adalah sistem penulisan yang berdasarkan fonem vokal dan konsonan. Contoh: Alfabet Latin, alfabet Yunani
  3. sedangkan Aksara adalah sistem penulisan yang menggunakan tanda-tanda simbol, seperti Aksara Jawa, Aksara Tionghoa, dan lain-lain
  • "Huruf" adalah satuan tunggal dalam suatu sistem Abjad/Alfabet/Aksara. Contoh: Huruf ب, huruf b, huruf ㄅ, dll

Jadi Alfabet Latin yang saat ini berjudul Abjad Latin adalah salah kaprah dan perlu dibetulkan. Aksara Sirilik seharusnya Alfabet Sirilik, tapi Alfabet Arab seharusnya Abjad Arab. Masih banyak judul artikel lainnya yang seperti itu.

Apakah perlu setiap jenis bahasa diberikan halaman pengalihan, misalnya Abjad Suryani dibuatkan halaman peralihan masing-masing Aksara Suryani, Alfabet Suryani, dan Huruf Suryani? Atau perlu dipilih salah satu (alfabet) dan semuanya menggunakan istilah tersebut? Saya pilih yang pertama.

NB: Abjad inggrisnya Abjad, Aksara inggrisnya Script/Character (Karakter?), Alfabet = Alphabet (di en.wiki kebanyakan pakai istilah alfabet, beberapa pakai script).

– (-_-)V bennylin (404sumbangan) 14:04, 3 Oktober 2008 (UTC)

Pertanyaan menarik, nanti saya lihat dulu. Meursault2004ngobrol 21:34, 26 Oktober 2008 (UTC)

Artikel Berbahasa Toba di Wikipedia Indonesia

Silahkan lihat artikel ini, layak dipertahankan atau dihapus? Saya tidak mengerti benar bahasa toba, namun kemungkinan besar isinya sama dengan artikel ini. Mohon masukan dari senior-senior.Wsaragih (bicara) 16:00, 13 Oktober 2008 (UTC)

Artikel pertama saya hapus. Biar ditulis lagi dalam bahasa Indonesia. Btw, apakah "pinompar" berarti marga? Kembangraps (bicara) 11:38, 14 Oktober 2008 (UTC)
Terima kasih atas tanggapannya, saya ingat melihat ada ketentuan di wiki (tapi tidak hapal di bagian mana) bahwa tulisan asing dibiarkan asal paragraf pertama memiliki tulisan dalam bahasa Indonesia, maka dari itu saya tidak yakin untuk menuliskan stubb-hapus. Seingat saya "Pinompar" adalah bahasa Toba yang artinya itu keturunan atau marga keturunan.Wsaragih (bicara) 12:51, 14 Oktober 2008 (UTC)
Dulu juga ada yang menulis dengan bahasa Melayu atau bahasa Melayu-Tionghoa dan semua harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia standar. Lagipula artikel itu sudah ada versi Indonesianya bukan? Kalau sang penulis ingin membuat artikel-artikel dalam bahasa Toba, silakan dia membuat wikipedia bahasa Toba atau bikin blog saja. Kembangraps (bicara)
Setuju, tulisannya memang agak menyerupai isi blog. Saya sebenarnya ingin sekali menyapa pengguna yang membuat artikel itu, mengingat dia keliatan rajin sekali membuat dan memodifikasi artikel-artikel di wikipedia indonesia. Saya yakin dengan sedikit pengarahan, bisa menjadi wikiwan/ti yang lebih baik dari saya. Sayang beliau tidak login, sehingga saya tidak tahu bagaimana cara menghubunginya.Wsaragih (bicara) 16:30, 14 Oktober 2008 (UTC)

Penggunaan "tak"

Bagaimana sih penggunaan kata "tak" dalam Bahasa Indonesia? Apakah ia boleh digunakan sebagai imbuhan? Soalnya dalam situs web Pusat Bahasa, penggunaan "tak-" disamakan seperti penggunaan awalan Bahasa Inggris "un-", "in-", "il-", "an-", dan imbuhan negasi lain-lainnya.

Jadinya:

  1. Unequal - taksama [8]
  2. Infinite - takhingga [9]
  3. Incomplete - taklengkap [10]
  4. Discontinous - takkontinu [11]

Hand15 (bicara) 16:38, 29 Oktober 2008 (UTC)


Sebenarnya tidak. ...Muhraz... (bicara) 06:02, 1 November 2008 (UTC)

Mungkin bukan sebagai imbuhan, tapi sebagai kata gabungan saja. Tapi mengapa harus disatukan begitu ya? --Gombang (bicara) 09:28, 1 November 2008 (UTC)

Arsip September 2008

Tell us about your Wikipedia

Please Tell us about your Wikipedia language edition, answering some questions, and learn about others.--Ziko (bicara) 17:51, 28 Agustus 2008 (UTC)

Wah ternyata udah ditanggapi oleh Bennylin, Meursault2004, Serenity, dan Aurora. Kalau ada yang mau baca atau menambahkan, bisa langsung lihat Tell us about Indonesian Wikipedia. dragunovadiscuss 15:20, 12 September 2008 (UTC)

Pesawat

Pembicaraan tentang hal ini dipindahkan ke Pembicaraan Kategori:Pesawat, karena sudah spesifik. Serenity (bicara) 08:46, 13 September 2008 (UTC)

kandung empedu atau kantung empedu

KBBI daring memberi kandung empedu gimana ??? Serpicozaure (bicara) 07:46, 11 September 2008 (UTC)

Tentu saja KBBI yang benar --116.197.128.42 13:48, 11 September 2008 (UTC)

kantong empedu >,< (asal bukan 'kanthong emphedhu) hehehe... – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 03:12, 12 September 2008 (UTC)

mustinya, kalau mau konsisten, pakai kandung empedu, seperti pada kandung kemih. Toh bentuk dan mekanisme kerjanya mirip-mirip. Jauh berbeda dengan "kantung terigu", "kantung (saku) baju", "kantung (kantong) semar", kantungnya "hewan berkantung", serta segala macem kantung lainnya ... (kecuali kantong nasi, barangkali ). salam, Wie146 (bicara) 02:59, 16 September 2008 (UTC)

Department of Canadian Heritage

Apa ya terjemahan tepatnya dari "Department of Canadian Heritage"? Ada yang bisa bantu??NaidNdeso (bicara) 03:46, 12 September 2008 (UTC)

Kalau tidak yakin, gunakan aslinya saja (tentu saja dicetak miring). – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 20:56, 12 September 2008 (UTC)

Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events

Saya sudah menyiapkan terjemahan mesin bagi Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events, jangan hapuskan artikel film ini. 121.120.172.137 13:15, 13 September 2008 (UTC)

Tolong dituliskan dalam bahasa Indonesia, bukan bahasa Malaysia. Seri-seri artikel Lemony Snicket's yang Anda tulis di sini masih dalam perbendaharaan bahasa Malaysia. Semua artikel yang tidak ditulis dalam bahasa Indonesia dapat pasti dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. REX (bicara) 13:50, 13 September 2008 (UTC)

<

Saya sudah lihat sekilas. Bukan bahasa Malaysia, cuma terjemahan mesin. Agak susah ya bedainnya :D --Gombang (bicara) 12:46, 16 September 2008 (UTC)

Tambahan: terjemahan mesin belum dilarang ya? --Gombang (bicara) 12:51, 16 September 2008 (UTC)
Coba cek seluruh serinya. Kalau belum diperbaiki, berarti masih bahasa Malaysia :) REX (bicara) 13:19, 16 September 2008 (UTC)

American football

Istilah bahasa Indonesia apa yang cocok untuk American football? borgx(kirim pesan) 02:20, 14 September 2008 (UTC)

Kalau mengikuti sofbol dan bisbol harusnya menjadi futbol ya? borgx(kirim pesan) 10:23, 14 September 2008 (UTC)
Sephak bhola Amerika. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 13:54, 14 September 2008 (UTC)
Saya cenderung ke rugby, mengikuti sebutannya orang Inggris. Dapat tambahkan juga istilah Amerika-nya dalam kurung. Naval Scene (bicara) 12:16, 19 September 2008 (UTC)
Baca dulu artikel en:Football di en.wiki yang telah di peer review dengan baik yang menceritakan sejarah percabangan sepak bola di dunia. (Soccer berasal dari istilah assocciated football yang diberi akhiran -er). – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 00:30, 20 September 2008 (UTC)

Rugby dan American football tidak sama (peraturan, jenis lapangan, seragamnya berbeda); malah rugby saja ada dua macam. Kalau menurut saya bisa menggunakan istilah "Sepak bola Amerika" atau istilah "gridiron" (ini kurang lazim, tapi biasa digunakan di Australia dan Selandia Baru untuk merujuk pada American football). Hayabusa future (\0-0/) 00:47, 20 September 2008 (UTC)

Arsip Agustus 2008

Orang penting di Indonesia masih beribet dengan "Kami" dan "Kita"

Saya baru saja bergabung. Tidak tahu apakah sudah dibahas atau belum? Saya menulis artikel ini karena sudah lama sekali telinga saya 'gatal' setiap kali nonton acara televisi. Penggunaan kata 'kami' dan 'kita' sering salah digunakan. Yang membuat saya gatel, kok ya bisa para artis2 dan pesohor kita yang keren2, cantik2 dan cakep2 itu tidak bisa membedakan kata 'kami'dan 'kita'.

Kata 'kami' itu berarti saya dan orang ke-tiga, orang yang diajak berbicara tidak termasuk. Kata 'kita' itu berarti saya dan kamu, alias orang yang diajak berbicara ikut masuk.Kan jadi aneh,

Untuk membedakan hal tersebut saja orang2 di pertelevisian kita masih bingung. Tidak cocok dengan gaya penampilan mereka yang keren, tapi tidak bisa membedakan dua kata tersebut. Terpaksa saya bicara pedas begini, karena saya khawatir dengan cara orang indonesia berbahasa indonesia. Media pertelevisian adalah cara ampuh untuk menyampaikan sesuatu, bahkan merubah gaya hidup seseorang. – komentar tanpa tanda tangan oleh 125.163.74.215 (bk) .

Anda belum bergabung :) . – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 23:39, 1 Juli 2008 (UTC)
Saya juga sering mendengar hal-hal seperti ini di televisi-televisi kita (betul kan?) Masa kita dan kami disamakan. Padahal perbedaan antara 'kita' dan 'kami' itu adalah yang membuat bangsa ini merdeka, khususnya, selain kejadian-kejadian yang lain juga.Irfan Nurhadi (bicara) 04:43, 1 Agustus 2008 (UTC)
Atau apakah ini karena pengglobalan dunia? Atau 'mereka' itu bagian dari sebuah sistim seperti lebah? Bukan kan... Jadi ini harus diubah. 'Kami' dan 'kita'...Irfan Nurhadi (bicara) 04:43, 1 Agustus 2008 (UTC)

Sepertinya pembicaraan ini semakin melenceng ke luar Wikipedia ya? Mungkin bisa di lanjutkan di forum lain. Perlu diketahui bahwa pembicaraan di Warung Kopi hanya khusus membahas permasalahan-permasalah yang ada di Wikipedia. --BlackKnight(kirim pesan) 14:57, 5 Agustus 2008 (UTC)

Semua itu adalah kata-kata yang bertujuan untuk membingungkan masyarakat yang awam saja, orang-orang penting di indonesia memang sudah terlalu pintar dengan kebodohan mereka akan bahasa indonesia yang sudah dipelajari.(Darmadi suka (bicara) 17:02, 26 September 2008 (UTC))

Rujukan Pedoman-Pedoman Bahasa Indonesia

Saya usul proyek baru untuk Wikisumber.
1. Pedoman Umum Pembentukan Istilah
2. Glosarium Bidang Ilmu
3. Pedoman Pengindonesiaan Istilah Asing
4. Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia
Semua pedoman itu bisa diperoleh di Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Ardianto Bahtiar 16:48, 1 Juli 2008 (UTC)

Boleh disalin ke wikisumber 'kan, dokumen-dokumen itu? Setahu saya itu adalah dokumen publik. Kembangraps 16:39, 9 Juli 2008 (UTC) (cuma mampir, ngga login)
Apakah ada versi softcopy dari dokumen-dokumen tersebut? Bisa tulis di sini, pranalanya jika memang ada? --za (bicara) 16:07, 21 Juli 2008 (UTC)

Dapat dihiraukan atau dapat tidak dihiraukan?

Menurut KBBI [13]: hi·rau, meng·hi·rau·kan v memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan: ia tidak ~ nasihat orang tuanya

Anehnya, banyak orang yang menerjemahkan negligible atau can be ignored sebagai dapat dihiraukan. Termasuk pula artikel-artikel wikipedia ini, terutama artikel-artikel negara tentang %air. Padahal jika dipikirkan dengan baik-baik dapat dihiraukan kan artinya dapat diperhatikan. Negligible seharusnya dapat tidak dihiraukan alias dapat diabaikan, bukannya dapat dihiraukan

Hand15 (bicara) 11:46, 19 Juli 2008 (UTC)

Hand, ada perubahan dalam penggunaan istilah. Waktu itu ngobrol sama teman-teman wartawan, kompas menggunakan "bergeming" sebagai diam, jadi "tak bergeming" = menjadi bergerak (mungkin gombang ingat pembicaraannya) ... wah pusing deh pokoknya. Jadi lebih baik sebelum buat sesuatu, isi dari istilahnya dibuat dulu definisinya biar selamet :D Serenity (bicara) 15:40, 11 Agustus 2008 (UTC)

Disamping itu

Wikipediawan dan pecinta bahasa sekalian, apakah penulisan yang baku itu "disamping" atau "di samping" (dengan spasi)? – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 06:04, 5 Agustus 2008 (UTC)

Budi memiliki rumah di samping kuburan, disamping itu ia juga memiliki rumah di samping kali. Bener ga ya? :D --  ERd  ►  08:39, 5 Agustus 2008 (UTC)
Tidak pernah terpikir oleh saya berkenaan contoh di atas. Yang saya ketahui cara penulisannya "di samping". Mikhailov Kusserow (bicara) 08:44, 5 Agustus 2008 (UTC)
di samping, di adalah kata berarti menunjukan tempat yaitu samping kuburan lain dng diikuti disini berarti awalan

Sebaiknya menggunakan kata selain itu alih-alih disamping itu. Kalau kata "di samping" digunakan dengan maksud menunjukkan tempat, memang harus di pisah (di samping kali, di samping rumahnya). --BlackKnight(kirim pesan) 14:50, 5 Agustus 2008 (UTC)

Devide et ampera

Halow, ada yang inget devide et ampera artinya apa? Ini politik memecah belah atau nama sungai yah? Serenity (bicara)

Devide et empera--BlackKnight(kirim pesan) 16:11, 11 Agustus 2008 (UTC)
Ini bercanda atau serius? :P divide itu membagi, impera itu kuasai, divide et impera: memecah belah dan/lalu menguasai, contoh yang umum adalah yang dilakukan belanda dulu waktu menguasai Nusantara. Tapi kurang yakin ejaan yang benar seperti apa Arkwatem 16:32, 11 Agustus 2008 (UTC)
Wah ejaan saya benar en:Divide_and_rule Arkwatem 16:36, 11 Agustus 2008 (UTC)
Wah, jago-jago. Serius kok, gue nanya terjemahannya di en: dapatnya: divide and conquer. Serenity (bicara)
Ejaannya bisa divide et impera (bhs. Portugis) atau devide et empera (bahasa Perancis), yang jelas bukan ampera. --BlackKnight(kirim pesan) 01:41, 12 Agustus 2008 (UTC)
Arti Devide et Impera adalah Divide & Conquer. Mau bukti? C&C (Command & Conquer) salah satu yang memakai kata Conquer. Rule dan Conquer berbeda. 118.136.198.171 11:14, 27 Agustus 2008 (UTC)
Selamat sore, saya lahir di Paris dan 7 tahun (1963-70) belajar bahasa Latin. Jad saya merasa sanggup menyatakan bahwa divide adalah bentuk orang kedua tunggal dari cara imperative ("memerintah") kata kerja dividere yang berarti "membagi" tapi juga "memisahkan", sedangkan impera adalah bentuk yang sama untuk kata kerja imperare yang berarti "memerintah(kan)". Jadi, Divide et impera berarti "Pisahkanlah dan perintahlah". Dengan demikian suatu suku kecil yang tinggal di Italia tengah, di daerah yang namanya Latium (kini Lazio), dapat menguasai semenanjung Italia, kemudian sebagian besar Eropa Barat dan akhirnya sekeliling Laut Tengah! Salam hangat dari Paris, Anda Djoehana (bicara) 12:53, 14 September 2008 (UTC)

Pentoel

halo para sahabat, perkenankan saya ikut ngopi ya, pertama, kita ini bangsa merdeka atau bukan ? atau hahahaha santai saja ya, bangsa merdeka tapi masih bermental tempe ? atau mungkin negara kita belum menjadi negara maju maka kita harus menjadi bangsa yang penakut, takut melihat masalah, takut melihat kesalahan ? takut berkonflik ? kenapa harus takut, apakah dengan berkonflik lalu menjadi diri kita bercerai berai ? bedakan konflik dengan peperangan,adanya konflik justru mencegah peperangan, bila saya diberikan ijin dan kesempatan untuk berpendapat, saya akan mengatakan apa salahnya dengan konflik ? justru dng adanya konflik kita seharusnya lebih bisa bersinergi, biasakan untuk berkonflik tapi harus tetap dalam kepatutan berbudaya, waktu berjalan, duniapun sudah ikut berubah, dan ingat prinsip nasionalis kita bukanlah menjadikan seorang chauvist perbanyak saja kita belajar bagaimana menjadikan konflik menjadi suatu bagian hidup yg menyenangkan :D Pengguna:pentoel

Putra/i atau Pria/wanita

Yang benar (lebih umum) itu Tunggal/Ganda Pria/Wanita atau Putra/Putri? (Tunggal Putra - Tunggal Pria, Ganda Putri - Ganda Wanita, dst). – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 06:20, 12 Agustus 2008 (UTC)

Tunggal Putra/Putri, Ganda Putra/Putri, Ganda Campuran. Yakin 100%. :) --  ERd  ►  06:30, 12 Agustus 2008 (UTC)
Benar dua-duanya, tetapi kompas menggunakan tunggal putra/i, jadi lebih baik kita pakai tunggal putra/i juga. --BlackKnight(kirim pesan) 06:32, 12 Agustus 2008 (UTC)
Bukan hanya di Kompas, tapi disemua pertandingan bulutangkis resmi di Indonesia selalu digunakan istilah Putra/Putri. --  ERd  ►  08:46, 12 Agustus 2008 (UTC)

Ah, saya salah kalau gitu... Trims. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 07:52, 12 Agustus 2008 (UTC)

final

Apakah "perdelapan", "perempat", dan "semi" disambung dengan kata "final" ("semifinal") atau dipisahkan dengan spasi ("semi final")? – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 00:53, 14 Agustus 2008 (UTC)

Gunakan saja Kompas sebagai rujukan . Kalau di Kompas, digabung.--BlackKnight(kirim pesan) 14:51, 14 Agustus 2008 (UTC)

Ada di Pedoman EYD butir III.B.4 penulisan kata turunan: Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.•• ivanlanin 06:01, 18 Agustus 2008 (UTC)

Menurut saya, bahasa yang dipakai atau beredar di masyarakat juga masalah konsensus. Makanya ada istilah yang tak bisa diubah lagi. Misalnya saja, istilah ganda itu. Istilah ganda putri dipakai dari dulu dan menjadi populer di masyarakat. Kata 'download' misalnya, karena masyarakat terbiasa dengan kata asli, jadi saat para pakar bahasa berusaha mencarikan terjemahan yang dianggap pas untuk kata itu, jadi tidak populer (guru linguistik saya mengatakan terjemahan yang pas untuk kata tersebut adalah mengunduh). Jadi bahasa adalah soal konsensus juga.

Terjemahan Beberapa Istilah online gaming dari en.wiki

Baru sadar ay kalo ternyata Bahasa Indonesia lebih punya kosa kata yang "baik" untuk beberapa istilah ini:

  • Powerlevelling artinya Gaji Buta (membiarkan seorang player untuk mendapatkan EXP dari musuh yang sedang menyerang orang lain)
  • Tanking artinya Tahan Badan (menjadikan diri sebagai sasaran dari musuh)
  • Spawn Camping artinya "ngamper" atau "ngemper" (sembunyi di suatu tempat sampai ada musuh dan membunuhnya dengan mudah)
  • Looting artinya "nyampah" (ngambil dropped items atau menghabisi musuh yang tadinya diserang orang lain)
  • ...dan lain lain.

Nah, sebenernya ada gak yang mau menerjemahkan artikel-artikel tsb ke dalam Bahasa Indonesia? Lumayan buat nambah jumlah artikel, soalnya banyak banget artikel gaming di en.wiki! Atau jangan-jangan udah ada proyekwiki untuk video game di id.wiki dan ay gak tau? Rea sekar (bicara) 14:10, 13 Agustus 2008 (UTC)

Di Wikipedia dilarang membuat istilah sendiri. Gunakan istilah yang digunakan oleh media (kalau istilah game contoh medianya Hotgame, Gamestation, Omega, Zigma dll). --BlackKnight(kirim pesan) 14:15, 13 Agustus 2008 (UTC)
Itu gak bikin sendiri loh!! Kalo ke warnet banyak orang paek istilah itu! Makanya kan ay nanya-nanya kalo ada yang mau bantu bikin artikelnya dengan citation yang lengkap...biar artikelnya berkualitas. Rea sekar (bicara) 14:29, 13 Agustus 2008 (UTC)
Ya warnet di daerah mana? Apa buktinya? --BlackKnight(kirim pesan) 14:53, 14 Agustus 2008 (UTC)

Bus apa bis

Untuk kendaraan, yang benar bus apa bis? borgx(kirim pesan) 22:55, 17 Agustus 2008 (UTC)

Bus (Rujukan: KBBI Daring) •• ivanlanin 05:56, 18 Agustus 2008 (UTC)

Arsip Juli 2008

Terjemahan gelar bangsawan Inggris/Eropa

Karena sewaktu dibicarakan di sini belum tuntas, maaf saya angkat lagi topik ini mengingat terjemahan topik sejarah banyak gelar bangsawan Inggris/Eropa (yg belum dibahas terjemahannya). Sebagai saran pembuka dari saya, ialah sbb.:

  • Penguasa : Emperor -> Kaisar, Maharaja; sedangkan King -> Raja
  • Anak raja : Prince, Furst -> Pangeran; sedangkan Crown Prince, Prince Apparent -> Putra Mahkota
  • Bangsawan tertinggi : Grand Duke, Archduke -> Adipati Agung
  • Bangsawan tinggi/sedang : Duke, Count, Viscount, Earl, Marquis, Herzog, Hertog, Vojvoda, Graf, Markgraf, Landgraf -> Adipati
  • Bangsawan rendah : Baron, Baronet, Friherr, Jonker -> Wedana? atau Temenggung/Tumanggung? (kuno/kuna sekali rasanya). :P

Memang pemakaian gelar2 tsb di nusantara berbeda-beda, toh ini baru usulan. Bagaimana, ada komentar? Salam, Naval Scene 21:33, 19 Juni 2008 (UTC)

Duke lebih tinggi dari Count. Contohnya Kaisar Rowawi Suci membawahi beberapa raja-raja, yang membawahi beberapa adipati, yang membawahi beberapa count.
Trus setiap gelar juga memiliki wilayahnya masing-masing
  • Emperor, Tsar (Kaisar) -> Empire (Kekaisaran)
  • King (Raja) -> Kingdom (Kerajaan)
  • Prince (Pangeran) -> Princedom/Principality (Kepangeranan)
  • Duke (Adipati) -> Dukedom (Kadipaten?)
  • Count (ini belum ada terjemahan yang cocok di Indonesia. Bagaimana kalau disebut Kanti) -> Count (Kekantian?)
Selain gelar-gelar di atas, Grand Duke, Viscount, Earl, Marquis, Baron, dll, setahu saya tidak berkuasa atas wilayah tertentu, paling-paling cuma mengatasi beberapa bangsawan yang bergelar lebih rendah.
Lalu jenis kelamin juga berpengaruh, terkadang bentuk feminimnya menandakan istri dari sang bangsawan, namun kadang juga pemegang gelar tersebut:
  • Emperor, Tsar -> Empress (Kaisar Wanita? atau Permaisuri? atau Ibu Suri?), Empress Dowager
  • King -> Queen (Ratu), Queen Consort (Selir?)
  • Prince -> Princess (Putri)
  • Grand Duke, Archduke, Duke -> Duchess (Adipati Wanita? atau Istri Adipati?)
  • Count -> Countess (Kanti Wanita?)
  • Baron -> Baroness (disebut Baron/Baron Wanita rasanya tidak masalah/tidak terasa asing)
  • Marquis -> Marquess (Markuis?)
Perlu dibuatkan pedomannya khusus untuk Wikipedia Indonesia. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 23:58, 19 Juni 2008 (UTC)

Nama gelar bangsawan, dalam bahasa Inggris, Tionghoa, Indonesia, dan bahasa lainnya (sebagai sumber perbandingan), variasinya, dan wilayah kekuasaannya

Jabatan dalam bahasa barat (i.e. Inggris) Jabatan dalam bahasa timur (i.e. Tionghoa) Jabatan dalam bahasa Indonesia Bentuk feminim dalam barat Bentuk feminim dalam timur Bentuk feminim dalam bahasa Indonesia Wilayah kekuasaan dalam bahasa barat Wilayah kekuasaan dalam bahasa timur Wilayah kekuasaan dalam bahasa Indonesia
Emperor Huángdì (皇帝) Kaisar Empress, Empress Dowager Nǚhuáng (女皇) Kaisar Wanita, Permaisuri, Ibu Suri Empire Dìgǔo (帝国) Kekaisaran
King, Rajah/Maharaja Wáng (王) Raja, Maharaja Queen, Queen Consort, Queen Mother Nǚwáng (女王), Wánghòu (王后) Ratu, Permaisuri, Ibu Suri Kingdom Wánggǔo (王国) Kerajaan
dst                

Lihat pula: en:Category:Noble titles, dan en:Category:Noble titles by nation. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 01:19, 20 Juni 2008 (UTC)

Coba kumpulkan gelar kebangsawanan di nusantara, terus dibandingkan dengan timpalannya di Eropa. Nanti baru dipilih gelar Eropa mana yang ekivalen dengan gelar Nusantara. --Gombang 10:28, 23 Juni 2008 (UTC)

Bung Gombang, sebagian gelar kebangsawanan nusantara ada di sini. Salam, Naval Scene 14:23, 25 Juni 2008 (UTC)
Kalau mau gelar-gelar di Indonesia yang lengkap susah soalnya tiap daerah gelarnya dan susunannya berbeda. Itupun kurang berguna karena lekat hubungannya dengan kebudayaan setempat. Masak Baron dari Eropa mau diterjemahkan jadi Raden? Yang perlu dicari adalah padanan gelar/jabatan di Indonesia yang netral (tidak terikat ke satu budaya) misalnya lurah, adipati, bupati, dll. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 15:30, 25 Juni 2008 (UTC)
Benny, contoh-contoh gelar yang Anda ajukan berasal dari Jawa, tapi kemudian diadopsi di daerah lain (seperti adipati, dan juga pangeran dan raden) atau dipakai oleh pemerintah RI (lurah, bupati). Ini bisa saja kita lakukan lagi. Dalam hal feodal seperti ini orang Jawa sudah lebih developed, dibandingkan, misalnya, Melayu ;-) Ada yang punya daftar gelar feodal Jawa/Mataram?
Oh ya, harus diingat juga bahwa penguasa feodal seperti Baron, Count, Duke dst sebenarnya bisa dilihat sebagai raja-raja kecil. Mungkin harus dibedakan dengan bangsawan yang tidak menguasai wilayah. Jadi baron tidak bisa dipadankan dengan raden (raden setahu saya bukan penguasa feodal, CMIIW), tapi dengan sir. --Gombang 11:37, 26 Juni 2008 (UTC)

Saya juga sebetulnya concern dg ini, misalnya dg penggunaan "kabupaten" untuk "kreis" di Jerman. Kan aneh, krn yg memimpin kreis bukan bupati. Karena setting budayanya beda, lebih baik tidak diterjemahkan, tapi memang jadi masalah baru: bahasa apa yg dipakai (prince, duke dlm bhs Inggris adalah gelar yg sama dg fuerst, herzog dalam bhs Jerman). Gelar baron, count, dll pada perkembangan lanjut ternyata diberikan juga pada orang2 kaya yg bukan dari kalangan bangsawan. Jadi memang sebaiknya jangan diterjemahkan. Usul saya, jika yg dibicarakan seseorang dari wilayah berbahasa Jerman, dipakai istilah bhs Jerman, jika dari Inggris, pakai bhs Inggris. Bgmn? malah tambah repot? Kembangraps 08:55, 1 Juli 2008 (UTC)

Solusinya sebenarnya adalah transliterasi (misalnya Count->Kanti, County->Kekantian, dll), tapi untuk mentransliterasikan suatu istilah baru, rasanya harus punya gelar kebahasaan dulu (kecuali Wikipedia mau mengambil inisiatif). Seandainya benar-benar tertarik, mungkin ProyekWiki Gelar Kebangsawanan bisa dibuat. – (-_-)V bennylin (404sumbangan) 19:07, 1 Juli 2008 (UTC)
mau melakukan homogenisasi atau ISO-nisasi ya ? :D pentoel

Mohon maaf, sebelumnya. Kata 'feminim' saya pikir tidak tepat. Barangkali yang dimaksud adalah 'feminin'. Semoga bermanfaat. Terima kasih dari Reindra.

Wikipedia (kita) tidak boleh mentransliterasikan istilah baru, bennylin. Bila kita mentranslitersikan istilah baru sendiri, itu berarti kita melakukan original research. --BlackKnight(kirim pesan) 02:37, 19 Juli 2008 (UTC)

Kalau kita tidak melakukan original research dan malah mengikuti kebiasaan di media lain, kebanyakan buku/majalah/koran yang saya baca ditulis dalam bahasa Inggris, misalnya Duke of Wellington, Duke of York, dsb. Arkwatem 10:23, 21 Juli 2008 (UTC)

Ya memang lebih baik begitu daripada menerjemahkan sendiri. Toh penggunaan istilah asing tidak dilarang di Wikipedia (hanya perlu dicetak miring saja). --BlackKnight(kirim pesan) 00:54, 22 Juli 2008 (UTC)

Arsip Juni 2008

WikiSumber

Kok pas dilihat di sini, Wikisource kita diterjemahkan ke dalam wikisource yah? Bukannya seharusnya Wiki Sumber? dan The Free Library itu mending "Perpustakaan bebas" atau "Pustaka terbuka" ? Serenity

Mestinya sih mmm, Wikisumber dan Perpustakaan bebas Muhammad Azmi 02:10, 25 Mei 2008 (UTC)
Itu bebas kok, bisa disunting siapa saja :) ~REX••pesan•• 12:06, 31 Mei 2008 (UTC)
Mungkin maksud serenity, nama di logo Wikisource Indonesia disunting juga jadi Wikisumber. --BlackKnight(kirim pesan) 15:33, 1 Juni 2008 (UTC)

Wikisumber, oke. Perpustakaan bebas, kok panjang sekali ya. Lagi pula bebas itu berkonotasi terlepas dari kekangan. Gimana kalo Pustaka lepas. Karena sekali ditulis, tulisan itu menjadi lepas dari penulisnya.Ardianto Bahtiar 16:39, 1 Juli 2008 (UTC)

Al Qur'an ato Al-Qur'an

Yg betul Al Qur'an ato Al-Qur'an pake tanda - (strip)? Terus, kadang saya menemukan kata dalam bahasa Arab yg berawalan Al, Ar, As, An, dll bila ditulis di tengah kalimat pasti berhuruf kecil seperti ar-Rahman bkan Ar-Rahman, sedangkan artikel di Wiki ini sebagian masih bertuliskan yg huruf kapital. Pertanyaan saya, yg bener yg bertuliskan huruf kecil or besar-kah yg tepat utk ditulis di tengah kalimat? :) NoiX180 01:40, 25 Mei 2008 (UTC)

Partikel al dalam bahasa Arab sepadan dengan partikel the dalam bahasa Inggris. Keduanya merupakan partikel penentu (definit article). Jadi, perlakukan al sebagaimana the. Dalam bahasa Inggris the di tengah kalimat tidak kapital.
" When the Quran is read, listen to it with attention, and hold your peace: that ye may receive Mercy. " Quran 7:204 (cek)
Merujuk terjemah ayat dalam bahasa Inggris itu, yang tepat dalam bahasa Indonesia adalah al-Quran bukan Al-Quran. Tetapi kalau merujuk ke EYD, bisa juga ditulis Alquran (tanpa tanda hubung) atau Quran saja.
Dalam bahasa Arab sendiri tidak dikenal huruf kapital di awal kalimat atau awal nama sebagaimana dalam bahasa Indonesia. Jadi, tidak perlu takut kualat kalau nulis Alquran (Q kecil) :-)
Sementara itu, untuk penulisan huruf kapital di tengah kalimat dapat merujuk ke sini Ardianto Bahtiar 16:40, 1 Juli 2008 (UTC)

Penggunaan gelar

Artikel tentang Nabi kenapa judulnya berisi kata Nabi? Misalnya artikel Nabi Isa, Nabi Musa, dll. Bukankah gelar tidak boleh dipakai sebagai judul artikel? Apakah ada pengecualian? Apakah hal ini sudah pernah dibahas sebelumnya?

-- Adiputra बिचर -- 08:53, 7 Juni 2008 (UTC)

1. Betul tidak boleh
2. Halamannya (pembicaraan) sudah diarsip, tapi kalau tidak salah diskusinya sendiri belum menghasilkan keputusan namun sudah terjadi pemindahan besar-besaran (dan seperti biasa, kalau sudah terjadi pemindahan besar-besaran sudah sulit dikembalikan). Jadi seperti nomor 1 bilang, yang ada sekarang belum tentu benar.
3. Diskusinya bawaannya panas (seinget gue). Memang seharusnya sudah harus divoting dan sudah ada penunjukan setelah hasil didapat siapa yang mau tanggung jawab atas keputusan. Serenity

Saya juga setuju dan mendukung agar segera ada keputusan komunitas WBI tentang penggunaan gelar, sehingga panduannya dapat dibuat. Urgensi sudah tinggi. Yang bertanggung-jawab? Sama juga seperti biasa, yaitu kita semua (pengurus & pengguna biasa). Salam, Naval Scene 20:49, 21 Juni 2008 (UTC)

Penyerapan akhiran bahasa Inggris "-in" dan "-ine" serta "-ol" dan "-ole" untuk nama-nama senyawa kimia

Beberapa waktu yang lalu saya mengalihkan beberapa artikel asam amino yang namanya berakhiran -in menjadi akhiran -ina. Karena dipertanyakan oleh Kembangraps dan atas usulan dari Serenity, maka saya ingin diskusikan bagaimana keputusan ataupun konsensus para wikipediawan mengenai masalah ini.

Masalahnya ada pada nama-nama zat kimia yang berakhiran -ine dalam bahasa Inggris seringkali diserap menjadi -in dalam bahasa Indonesia. Begitupula -ole seringkali diserap menjadi -ol. Contohnya:

  1. Phenylalanine - fenilalanin
  2. Imidazole - imodazol

Padahal menurut keputusan dari dewan MABBIM (Majelis Bahasa Brunei Darusallam - Indonesia - Malaysia), istilah-istilah kimia dari bahasa Inggris yang berakhiran "-ine" dan "-ole" diserap menjadi "-ina" dan "-ola" . Maka:

  1. Phenylalanine - fenilalanina (bukan fenilalanin)
  2. Imidazole - imidazola (bukan imidazol)

Hal ini dilakukan untuk membedakan kata-kata serapan dari bahasa Inggris yang berakhiran "-in" dan "-ol". Singkatnya:

  1. -in diserap menjadi -in tanpa perubahan, contoh: hemoglobin tetaplah hemoglobin
  2. -ine diserap menjadi -ina (e menjadi a), contoh: amine menjadi amina
  3. -ol diserap menjadi -ol tanpa perubahan, contoh: ethanol tetaplah etanol
  4. -ole diserap menjadi -ola (e menjadi a), contoh: imidazole menjadi imidazola

Pengecualian terjadi pada nama halogen fluorin, klorin, bromin, dan iodin. Namun theobromine diserap menjadi teobromina.

hal ini bisa dilihat dengan jelas di: http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/

Jadi? Hand15 16:22, 11 Juni 2008 (UTC)

Saya bukan kimiawan. Mungkin bisa dijelaskan terlebih dahulu, apa bedanya akhiran "-in" dan "-ine" (atau "-ol" dan "-ole") dalam penamaan kimia di bahasa Inggris? (Saya juga melihat perbedaan ini di teks bahasa Jerman). Dulu juga sudah saya pertimbangkan untuk memakai penamaan baku, tetapi "tantangan teknis"nya besar: Ganti satu2 artikel yang sudah mencantumkan suatu nama yg salah. OMG. Kembangraps 16:31, 11 Juni 2008 (UTC)
Oii, sorry, baru lihat penjelasannya di halaman pembicaraan (elo, Hand15, gw ngga tahu kalau udah ada tanggapan). Pada dasarnya, saya patuh pada KBBI, apalagi kalau panduan peristilahannya jelas. Namun, dari pengalaman untuk nama tumbuhan dan hewan, sering kali entri KBBI kacau dan tidak sesuai dengan kesepakatan peristilahan di kalangan seilmu. Makanya saya mengacu juga ke Situs Web Kimia Indonesia. Kembangraps 16:47, 11 Juni 2008 (UTC)
Sudah ada panduan yang jelas, bisa dilihat di sini:http://dbp.gov.my/mabbim/download.php?FilePoolID=66
isinya berupa keputusan bersama MABBIM mengenai -ine dan -in beserta serapan lainnya. Keputusan pihak Indonesia yang sedikit berbeda bisa dilihat pada halaman paling akhir. Walaupun tampaknya dalam surat itu banyak kesalahan ejaan karena kekurang cermatan dalam pengetikan (Ironisnya itu surat dari pihak pusat bahasa sendiri). Menyedihkan =.= Hand15 20:19, 12 Juni 2008 (UTC)
Kalau memang sudah ada panduannya ya diikuti saja. Cuma saya agak bingung dengan catatan dari pihak Indonesia di sana. Contoh yang diberikan tidak ada bedanya dengan usulan pihak Malaysia (yang jadi dasar kesepakatan). --Gombang 12:35, 13 Juni 2008 (UTC)
Saya memindahkan kembali semua artikel yang dipindahkan tersebut, bukan karena masalah bahasa, tapi masalah cara pemindahannya yang salah. Yang benar adalah: gunakan tombol "pindahkan". Membuat artikel dengan judul yang baru, kemudian artikel lama di"#REDIRECT" ke artikel yang baru adalah perampokan kredit. borgx(kirim pesan) 00:01, 14 Juni 2008 (UTC)

Konfirmasi

Jadi, ketone > ketona (bukan "keton") dan fenchone > fencona ? Kembangraps 09:39, 27 Juni 2008 (UTC)

Ketone dan fenchone kan -one, bukan -ine. Lagian ketone dan fenchone itu gak ada nitrogen.
Btw, caffeine itu jadi kafeina loh [14] . Tapi karena memang kafein itu sudah terlalu umum dipakai di masyarakat saya kira pakai kafein saja lebih baik. Tentu saja dalam artikelnya, kata "kafeina" perlu disebut pada awal artikel. Hal yang sama juga untuk morphine. Sedangkan untuk senyawa yang kurang umum terdengar di masyarakat dan bersifat teknis, saya kira lebih baik mengikuti padanan MABBIM.
Struktur fenkon yang gak ada nitrogen: Fenchone.png Struktur kafein yang penuh nitrogen: Caffeine molecule.png
Itu cuma usulan saya loh :) Hand15 10:25, 27 Juni 2008 (UTC)

Sorry baru baca sekarang jawabannya. Thx. Jadi musti hati2 ya kalau kerja dengan alkaloid (pakai N semuanya) ? Tentang kafeina dan morfeina, kenapa ngga sekalian saja ikutan glossary pusat bhs? Toh, semua asam amino sudah anda ganti semua dg akhiran -ina, sampai saya terkaget-kaget. :-) Kembangraps 14:41, 17 Juli 2008 (UTC) (mampir doang)

Kuna > Kuno

Saya mengganti beberapa judul dan isi yang mengandung "kuna" ke "kuno" karena "kuno" menurut ketentuan Wikipedia adalah ejaan baku menurut KBBI. borgx(kirim pesan) 01:16, 15 Juni 2008 (UTC)

Kalau mau menurut KBBI, OK saya terima untuk sementara. Meskipun saya sebagai ahli berpendapat lain. (Kalau di Citizendium pendapat ahli yang menentukan tapi kalau di Wikipedia konsensus komunitas). Tapi untuk yang sastra dan bahasa Jawa, saya harap tetap memakai ejaan "kuna". Sebab masih ada beberapa literatur standar yang memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada KBBI. Meursault2004ngobrol 11:20, 15 Juni 2008 (UTC)
Saya memang tidak mengubah yang berhubungan dengan sasta Jawa. borgx(kirim pesan) 23:58, 15 Juni 2008 (UTC)
Bagaimana dengan kasus-kasus lainnya seperti Salat dan Alquran? Kalau mau konsisten itupun juga harus diubah. Meursault2004ngobrol 06:01, 17 Juni 2008 (UTC)

Pustaka-pustaka linguistik dan filologi Indonesia menganjurkan "kuna" daripada "kuno". KBBI perlu memberi penjelasan tentang masuknya entri "kuno" sebagai bentuk baku. Masalah klasik: perbedaan standar leksikal dan standar masyarakat seilmu. Kembangraps 07:03, 17 Juni 2008 (UTC)

Trims atas dukungannya dari sudut yang tak terduga :-) Nanti kapan2 mari kita menulis surat kepada pak Sugondo, direktur Pusat Bahasa. Meursault2004ngobrol 08:59, 17 Juni 2008 (UTC)

Saya sependapat untuk konsisten menggunakan salat dan Alquran (Quran). Mengenai KBBI, setahu saya sebagai sebuah kamus rujukan, sepanjang belum ada revisi ia tetap menjadi rujukan. Revisi terbaru, menurut sumber yang berwenang, akan keluar tahun 2008. Tetapi, sebagai pengguna bahasa kita berhak melakukan konsensus berbahasa dan merevisi KBBI lewat konsensus itu. Ardianto Bahtiar 16:41, 1 Juli 2008 (UTC)

Arsip Mei 2008

Bandar Udara vs Bandar udara

Manakah yg benar, Bandar Udara atau Bandar udara? Kebanyakan artikel Bandara telah menggunakan Bandar Udara. Bila Bandar udara yang benar, perlukah diganti/pindahkan artikel?ARdhan 16:36, 23 Juni 2008 (UTC)

Kalau merujuk pada http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, bandara merupakan akronim dari bandar udara. Jadi, pakai saja bandar udara. Jika merupakan nama lokasi, yang digunakan adalah Bandar Udara, seperti Bandar Udara Soekarno-Hatta. Tetapi, jika bukan nama lokasi, gunakan bandar udara, seperti kalimat berikut.
Pesawat itu baru saja mendarat di sebuah bandar udara.
Pesawat itu baru saja mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta.
Bandingkan dengan kalimat berikut.
Bandar udara itu baru saja diperbaiki.
Demikian yang saya ketahui. Ardianto Bahtiar

Emmy Rossum

Saya sudah mengembangkan artikel tentang aktris Emmy Rossum, saya perlu mendiskusikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. 60.48.118.116 03:46, 4 Mei 2008 (UTC)

Silakan tuliskan saja masalah yang Anda temukan di halaman pembicaraannya, atau di warkop ini. --BlackKnight(kirim pesan) 15:37, 1 Juni 2008 (UTC)

Bingung menerjemahkan

Beberapa artikel dalam bahasa Inggris di bawah ini memerlukan judul yang tepat untuk diterjemahkan ke wikipedia bahasa Indonesia. beberapa judul dalam wikipedia Inggris sudah ada artikelnya dalam wikipedia indonesia, namun menjelaskan hal lain.

  • Guru dari wikipedia inggris diberi judul apa kalau diterjemakan ke wikipedia indonesia?
  • Peri dari wikipedia inggris diberi judul apa kalau diterjemakan ke wikipedia indonesia?
  • Fairy diterjemahkan menjadi bidadari atau peri? sudah ada artikel bidadari dan peri, namun:
    • bidadari merujuk ke artikel Apsara di wikipedia bahasa Inggris
    • peri merujuk ke artikel elf di wikipedia bahasa Inggris

usul

  • fire bird (mythology) diterjemahkan menjadi Burung Api (mitologi). Menurut wikipedia Inggris, beberapa bangsa memiliki kepercayaan berbeda-beda tentang burung api, jadi mitologi burung api bukan milik satu bangsa saja. Pantas jika ada halaman disambiguasi tentang burung api.

-- Adiputra बिचर -- 09:31, 5 Mei 2008 (UTC)

  • Guru:
  • Perhatikan In contemporary India, the word "guru" is widely used with the general meaning of "teacher." In Western usage, the meaning of guru has been extended to cover anyone who acquires followers, though not necessarily in an established school of philosophy or religion.[citation needed] In a further Western metaphorical extension, guru is used to refer to a person who has authority because of his or her perceived secular knowledge or skills.
    • Jadi sebaiknya menurut saya diterjemahkan sebagai Guru (agama dharma) atau yang mirip dengan ini.
  • Peri
    • Kan sudah dibicarakan panjang lebar dulu.


  • Jawaban dari Bung Meursault kurang memuaskan, terutama mengenai judul yang tepat untuk artikel fairy. Interwikinya juga membingungkan, fairy ke peri, peri ke elf, elf ke peri, dll.
Bagaimana jika teacher diterjemahkan sebagai "pengajar", kalau guru, ya guru?

-- Adiputra बिचर -- 03:00, 8 Mei 2008 (UTC)

Tidak setuju. Istilah guru lebih umum digunakan daripada "pengajar" (misalnya pada nama Persatuan Guru RI <PGRI>, bukan Persatuan Pengajar RI) Lebih baik seperti yg diusulkan mas meur, guru (agama Dharma) --BlackKnight (kirim pesan) 03:17, 8 Mei 2008 (UTC)

Kan sudah dibilang waktu itu sudah dibahas panjang lebar, tidak sepraktis itu menerjemahkannya. Dalam hal peri, kalimat bahasa Indonesianya (untuk hal hal tidak kongkrit karena ini mitos yang dikarang oleh manusia) cakupannya lebih luas. Peri itu mencakup fairy, (kemungkinan) saling berkaitan dengan bidadari, bersinggungan pula dengan mahluk kecil bersayap, atau malah mahluk halus jahat, dan juga jelas-jelas mencakup elf. Tidak harus menyamaratakan dengan pemaknaan Inggris dan membuat istilah baru kalau istilah lama sudah ada. Resolusinya saat itu adalah menggabung ketiga artikel ini menjadi satu peri - persis nasibnya kayak udang yang berarti both shrimp dan crustacea dan interwikinya mengarah ke satu artikel dalam bahasa Indonesia. Saya pribadi karena yang mengusulkan sudah menyanggupi tapi BELUM SEMPET. Soal guru idem. Serenity


Saya tidak mengikuti pembahasan tentang peri-elf dulu, jadi saya utarakan pendapat di sini saja. Fairy sebaiknya dipadankan dengan peri, elf dipadankan dengan elf (karena bisa diserap secara utuh), bidadari tetap ke Apsara. (-_-)V bennylin 404 03:54, 8 Mei 2008 (UTC)
kalau begitu biar di informasikan ulang, bahwa dulu, kehidupan para peri (which you so called elf) itu ada di buku cerita tentang peri, dan judulnya lupa (musti cari lagi), saya baca dahulu waktu masih kecil, apa yah pokoknya kelompok peri hutan begitu dan paguyuban peri deh. Indikasinya sama persis, hanya karena bunyinya bisa diserap sama bukan berarti bisa override arti yang sudah ada lebih dahulu. Itu namanya malas riset. Serenity 04:03, 8 Mei 2008 (UTC)
Lihat en:Elf (Middle-earth), bagi sebagian orang, inilah yang disebut dengan elf, bukan yang bersayap seperti Tinker Bell. (-_-)V bennylin 404 06:44, 8 Mei 2008 (UTC)

Yah, dipikirin aja, itu kan JRR Tolkien spesifik-character, padahal peri itu sudah ada dalam bahasa Indonesia. Jadi lebih mendekati kalau di definisikan karakter peri menurut JRR Tolkien (sub division), tidak lantas mensamaratakan semua peri adalah elf. Serenity

Jadi pertanyaannya mana yang duluan gitu? Apa Tolkien menciptakan "elf"-nya dulu atau kata "peri" masuk ke kamus bahasa Indonesia duluan gitu? Kecuali istilah bahasa Indonesia "peri" sudah ada sebelum 1930 (Tolkien menulis The Hobbit), maka saya rasa istilah "elf" yang bermakna makhluk serupa manusia (bayangkan Galadriel yang diperankan oleh Cate Blanchett) sudah ada terlebih dahulu (di dunia) daripada kata "peri" (dalam bahasa Indonesia). Bingung? Saya juga. Udah ah, biarin aja apa adanya sampai ada ahli dunia tengah dan bahasa Indonesia yang bisa menjelaskan...
Biar tambah bingung lagi, pixie, sprites mau diterjemahin jadi apa?
Pranala luar perbedaan fairy dan elf
Atau gini aja, peri dijadikan sebuah kata umum yang dapat dibagi-bagi lagi lebih spesifik menjadi elf, pixie, sprite, selkie, brownie, dryad, leprechaun dst. (-_-)V bennylin 404 07:42, 8 Mei 2008 (UTC)
Saya kira ide Bennylin bagus, jadi peri dijadikan halaman disambiguasi. Meursault2004ngobrol 09:47, 8 Mei 2008 (UTC)

Sebelum memperdebatkan penerjemahan fairy dan elf sebaiknya dicari tahu dulu tahu peri dalam folklor Indonesia seperti apa. Bandingkan orang bunian, leak, pocong atau kuntilanak/puntianak. Ini tidak ada dalam artikel Peri. --Gombang 13:07, 8 Mei 2008 (UTC)

Saya juga setuju dengan bennylin --BlackKnight (kirim pesan) 23:22, 8 Mei 2008 (UTC)

Jadi gimana nih? Jangan sampai diskusi terbengkalai, keputusan tidak diwujudkan.

-- Adiputra बिचर -- 10:15, 12 Mei 2008 (UTC)


Keputusan

Judul dalam bahasa Inggris Judul dalam bahasa Indonesia
Guru Guru (agama dharma)
Fairy  ???
Peri  ???
Elf  ???

Menurut saya, adalah sbb.:

  • Guru --> Guru (Hindu), istilah agama dharma terlalu spesifik agama Hindu
  • Peri --> jadi halaman disambiguasi, isinya a.l.: Fairy, Elf, dll.
  • Fairy --> Fairy, sama dengan judul bahasa Inggris
  • Elf --> Elf, sama dengan judul bahasa Inggris

Salam, Naval Scene 17:13, 12 Mei 2008 (UTC)

peri kok jadi halaman disambiguasi? jadi halaman utama dong, dengan sub section.
  • Fairy itu peri bersayap
  • Elf itu peri tidak bersayap (peri rumah, peri hutan, dan peri tukang perang dan peri lainnya baik jahat maupun baik). Trus kuntilanak dan lain-lain masuk kategori mahluk halus, gitu aja kok repot. Soalnya kalo diterjemahkan (atau tidak diterjemahkan dari bahasa asli namanya, akan sangat western point of view sekali. Ini kan wikipedia bahasa indonesia) Serenity

Loh, peri kan memang asalnya dari barat, jadi menurut saya wajar kalo pake sudut pandang barat. --BlackKnight (kirim pesan) 02:32, 14 Mei 2008 (UTC)

Posisi saya sama seperti Gombang: Semua artikel dibuat dengan sudut pandang bahasa Indonesia (dan masy. penggunanya).
Kalau dilihat dari artikel Peri di wiki inggris, ada kalimat begini:
"In Indian Mythology Pari (परी) is the equivalent of a fairy.",
yang saya yakin kata "Pari" inilah yang dikenal oleh orang Indonesia (Sunda, Jawa, Bali, yg jelas2 kenal dg Hinduisme). Perhatikan definisi "fairy" dalam bahasa Inggris: sama sekali tidak menyebutkan wujudnya spt apa. Kutipan: "Even in folklore that uses the term "fairy," there are many definitions of what constitutes a fairy."
Herannya, kita yg ngurus wiki id: kok malah ribut. Tulis aja di artikel tentang "peri" (dalam wiki Indonesia) perwujudanya berbeda-beda. Buat apa ada subjudul? Yang merasa peri itu spt tinkerbell ya tulis di subjudul tersendiri, yg ngerasa makhluk spt kuntilanak genit (kayak aku, soalnya temenku pernah diganggu sama si peri pas mancing di pinggir kali), ya tulis aja di subjudul terpisah. Ngono kok repot?? 134.176.155.4 06:47, 14 Mei 2008 (UTC) (Kembangraps, lupa login)

Yak, persis sama sama kembang, pas mo ngedit bentrok tapi isinya sama (cuman bedanya tidak didukung sama sumber) - mmhuuah-mmhuuah-mhhuaah mbang. Serenity

Reaksi untuk mas Naval Scene, konsep guru yang dimaksud di sini tidak hanya menyangkut agama Hindu saja tapi juga agama dharma lainnya seperti Jainisme, Buddhisme dan Sikhisme. Dalam agama Sikh ada tokoh penting Guru Nanak sebagai contoh. Meursault2004ngobrol 16:22, 14 Mei 2008 (UTC)
O iya, benar, benar. Kalau begitu setuju --> Guru (agama dharma). Salam, Naval Scene 14:07, 15 Mei 2008 (UTC)


Berarti di wikipedia indonesia ini, istilah peri/pari, fairy dan elf disamaratakan. Dengan kata lain, peri/pari = elf = fairy.

-- Adiputra बिचर -- 10:32, 23 Mei 2008 (UTC)

For heaven sake Made, you're just difficult.
Tidak disamaratakan tapi di pisah menurut jenisnya, seperti (contoh) yang ini udang, sub section satu udang kaki satu, subsection 2 udang kaki dua - tapi masih sama-sama udang. Kenapa udang?
Karena nama/ istilah itu sudah ada duluan, dari bahasa India (menurut kembang) - yang kalau diturut-turut sama awal pengartiannya dalam bahasa Inggris (etimologi).
Tidak percaya? Let's look..
Tapi sebelum ditelisik gue cuman mau menekankan bahwa hal-hal yang suka kamu pertentangkan itu ujudnya gaib, alias tidak nyata, tidak ketemu fosilnya, dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah - sehingga perdebatannya adalah berdasarkan bentukan/ cerita/ pencitraan ulang oleh orang lain. Kita ngga bisa ambil kalau itu cerita ada di belahan dunia sebelah sini, berarti di Indonesia tidak ada (lihat pendapat blacknight yang pikir awalnya peri itu asalnya dari Inggris). Sehingga tolong lain kali jangan gegabah main menamakan menurut apa yang ada di Wikipedia Inggris, coba dicari dulu rujukannya atau bertanya diwarkop.
Rujukan
American Heritage Dictionary - Source
elf·ish Audio Help (ěl'fĭsh) Pronunciation Key
adj.
1. Of or relating to elves.
2. Prankish; mischievous. -- lihat nih sama banget ama definisinya peri tukang ganggu kita yang biasa muncul berbentuk wanita cantik tapi terus ilang atau ketawa (kuntilanak)
elf
1. (in folklore) one of a class of preternatural beings, esp. from mountainous regions, with magical powers, given to capricious and often mischievous interference in human affairs, and usually imagined to be a diminutive being in human form; sprite; fairy.
Lihat nih, definisi nomor satunya adalah in folklore , pertanyaannya sekarang, ini kan wikipedia bahasa indonesia, jadi folklorenya siapa? kalau folklorenya indonesia ada juga tuh yang namanya peri, kalo folklorenya barat ada juga yang tinggal di mentioned aja.
2. a diminutive person, esp. a child. (ini malah definisinya deket sama tuyul)
3. a mischievous person, esp. a child.

[Origin: bef. 1000; ME, back formation from elven, OE elfen nymph (i.e., female elf), var. of ælfen; see elfin]

Sumber Online etimology dictionary
"race of powerful supernatural beings in Gmc. folklore," O.E. elf, ælf, from P.Gmc. *albiz, origin unknown, possibly from PIE *albho- "white." A popular component in Anglo-Saxon names, many of which survive as modern given names and surnames, cf. Ælfræd "Elf-counsel" (Alfred), Ælfwine "Elf-friend" (Alvin), Ælfric "Elf-ruler" (Eldridge), also women's names such as Ælfflæd "Elf-beauty." Elf Lock hair tangled, especially by Queen Mab, "which it was not fortunate to disentangle" [according to Robert Nares' glossary of Shakespeare] is from 1592. Elvish (adj.) attested from c.1340.
Disini terlihat bahwa nama Elf yang menggunakan pertama adalah Shakespear pada tahun 1592, bagaimana penggambaran Shakespear tentang Elf? Ada ngga yang mirip seperti itu di kita? putih, cantik, bergerombol. Elf juga sudah dipakai sebagai nama dari dulu nama Alvin, Eldridge, Alfred itu dari Elf semua. Di kita nama kuntilanak jadi kota Pontianak. Nama Elf juga digunakan untuk menggambarkan rambut yang nyangkut. Di kita ada peri dikuncir ngga yah?


Sumber satu lagi yang paling telak sebagai bahan masih dari online dictionary:
Elf a tiny and mischievous fairy
Arabic: جِنّي صَغير مُؤْذٍ
Chinese (Simplified): 小精灵
Chinese (Traditional): 小精靈
Czech: skřítek
Danish: alf; nisse
Dutch: elf
Estonian: elf, haldjas
Finnish: keiju
French: lutin
German: der Elf, *die Elfe
Greek: ξωτικό
Hungarian: tündér
Icelandic: álfur; púki
Indonesian: peri
Italian: elfo, folletto
Japanese: 小妖精
Latvian: lauma
Lithuanian: elfas
Norwegian: alv, fe, nisse
Polish: elf, duszek
Portuguese (Brazil): elfo
Portuguese (Portugal): duende
Romanian: spiriduş
Russian: эльф
Slovak: škriatok
Slovenian: škrat
Spanish: duende, elfo
Swedish: alf, älva
Turkish: peri, cin

Serenity

ralat, saya nggak bilang dari Inggris; saya bilang dari Barat. Setahu saya sih selama ini tidak ada cerita rakyat yang salah satu tokohnya berwujud elf. Elf di Indonesia hanya ada pada cerita2 dongeng modern, itu pun bentuknya menyerupai elf deskripsi barat. Jadi tidak ada salahnya berkiblat ke sana (barat). --BlackKnight (kirim pesan) 00:08, 24 Mei 2008 (UTC)
Ah siapa bilang? Pernah dengar dongeng ikan mas? Yang muncul dan memberi ikan sama anak itu peri loh. Serenity
itu elf atau fairy? --BlackKnight (kirim pesan) 01:44, 31 Mei 2008 (UTC)

Sebenarnya saya ingin diskusi ini sependek diskusi menentukan judul yang tepat untuk artikel Guru dari wikipedia bahasa Inggris (diskusi sebelumnya). Sebenarnya, yang sibuk berdebat di warung kopi untuk masalah elf, fairy dsb adalah Bennylin dan Serenity. Saya tidak ikut adu wawasan, hanya menunggu keputusan yang pasti, seperti diskusi-diskusi sebelumnya. Saya memang hanya mau bertanya dan mencoba menarik kesimpulan dari opini yang sudah ada.
Cara Naval Scene menyampaikan usul cukup bagus, singkat, jelas dan mudah dimengerti. Sayangnya tidak diisi rujukan. Lebih bagus apabila Naval Scene memberi beberapa pranala ke situs mengenai topik yang sedang dipermasalahkan. Dengan begitu, Naval Scene tidak perlu memberi opini panjang lebar. Jika belum ada keputusan karena memang masalahnya tidak gampang, keputusan tergantung kepada pendapat para pakar, sementara pengguna wikipedia yang masih awam harus menunggu.

-- Adiputra बिचर -- 08:10, 27 Mei 2008 (UTC)

Ga apa2 lah panjang lebar, namanya juga warung kopi . --BlackKnight (kirim pesan) 01:50, 31 Mei 2008 (UTC)
BK, elf dan fairy itu dua-duanya sama. Baca dong artikelnya yang sudah dirubah, asbun aja sih. Di dictionary.com baik elf dan Fairy itu bahasa Indonesianya peri (lihat ndiri). Kenapa? Balik lagi sama akar katanya. Keduanya Elf dan Fairy itu akar katanya adalah Elvish (bangsa peri) dikenal dari sebelum tahun 1000 M, terus turun jadi elf sekitar tahun 1300an, terus bahasa swedia elf diserap oleh bahasa Inggris jadi fairy tahun 1500an (kalo ngga salah). Jadi sebetulnya, kalau wikipedia en. tiap katanya itu mau berepot-repot diberikan referensi kayak artikel yang udah gue bikin, ketauan bahwa elf dan fairy itu sebenarnya awalnya sama. Tapi kan mereka malas berantem. Gue berani jamin artikel kita yang disini lebih bagus, mangkanya ngga usah mendewakan en.wikipedia deh, dalam banyak hal malas nya sama kok, dan dalam beberapa hal kita lebih unggul.
Made, soal penjelasan singkat, kamu ngga bisa menentukan penjelasan apa yang kamu akan dapatkan setelah pertanyaan dilontarkan. Seluruh jawaban adalah resiko melontarkan pertanyaan. Termasuk jawaban yang tidak mau kamu dengar/ baca. Kalau ngga mau dapat penjelasan panjang ya gampang, jangan tanya dan jangan bingung... Serenity
Ralat (lagi?), saya gak pernah bilang bahwa kita harus mengikuti wiki en. Saya bilang elf itu asalnya dari Barat (Anda sendiri juga bilang elf datangnya dari swedia kemudian ke inggris dll) karenanya, tidak ada salahnya kita membuat artikel elf dan menuliskannya menurut deskripsi Barat. Kalau dicampur2 seperti yang Anda buat itu jadi sulit membedakan mana cerita tentang elf, mana cerita tentang peri (meskipun <menurut Anda> asalnya sama, tapi deskripsi elf dan peri yang kita kenal sekarang berbeda kan?).
Ngomong2 seharusnya pembicaraan ini ada di halaman pembicaraan peri...--BlackKnight(kirim pesan) 06:16, 1 Juni 2008 (UTC)

Ganti aja kalo punya referensi lebih bagus, ini wiki kok, ngerasa lebih tau kan? (berkali-kali ralat) silahkan. Asal katanya dari Indo-Eropa kok. Serenity 12:49, 1 Juni 2008 (UTC)

Saya meralat bukan karena saya ngerasa lebih tau. Saya ralat karena saya tidak merasa mengatakan hal2 yang Anda katakan di atas (peri berasal dari Inggris, mengikuti/mendewakan wiki en). Oh ya, saya tidak senang Anda menyebut saya asbun. --BlackKnight(kirim pesan) 15:28, 1 Juni 2008 (UTC)
Asbun bukan tanpa alasan-- Serenity
Tanggapan [15][16] --BlackKnight(kirim pesan) 15:57, 15 Juni 2008 (UTC)
Maksud saya, singkat tapi diisi pranala. Bukannya tidak mau baca opini, tetapi saya ingin supaya diskusi ini tidak panjang dan "makan" halaman. Kalau diisi pranala, saya akan telusuri ke sana. Maka dari itu, saya tidak turut campur ("adu wawasan") dalam diskusi ini.

-- Adiputra बिचर -- 15:44, 1 Juni 2008 (UTC)

Saran

Saya menyarankan kata artikel diganti dengan tulisan, versi terdahulu diganti dengan riwayat terdahulu dan proyek diganti dengan pekerjaan. Pokoknya jangan ada bahasa asing kalau bisa. Si Gam Acèh 06:20, 14 Mei 2008 (UTC)

Si Gam, versi terdahulu itu sudah pernah dibicarakan dan ketentuannya akhirnya diambil dengan menggunakan suara terbanyak dari pilihan-pilihan yang ada. Pranalanya lupa Serenity
Begitu pula dengan kata artikel dan tulisan. Dulu pernah diusulkan oleh Tengku syariful. Emangnya kata asing buruk? FYI kata riwayat diambil dari bahasa Arab dan kata pekerjaan diambil dari bahasa Sanskerta. Dua-duanya bahasa asing dan bukan bahasa Nusantara asli. Atau maksud anda jangan menggunakan kata-kata Barat/Eropa? Budaya Baratpun tidak sepenuhnya buruk. Kita pun juga ikut menikmati budaya Barat seperti Wikipedia tercinta ini. Meursault2004ngobrol 16:25, 14 Mei 2008 (UTC)

Saya tidak pernah mengatakan bahasa asing itu buruk. Kata-kata bahasa Sanskerta dan bahasa Arab yang ada sekarang dalam bahasa Indonesia sudah sangat melekat dan tidak mungkin lagi dihapus, karena sudah ratusan bahkan ribuan tahun terserap dalam bahasa Melayu. Berbeda halnya dengan kata-kata yang terambil dari bahasa Eropa, yang umurnya masih baru, dan masih terasa asing bagi kita, kecuali memang tidak bisa dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Saya juga tidak pernah mengatakan budaya Barat itu buruk. Saya harap kita tidak berprasangka terhadap orang lain. FYI apa ya? Si Gam Acèh 06:15, 15 Mei 2008 (UTC)

haha, FYI itu singkatan B.Ing yang artinya "sebagai tambahan informasi". Masalahnya masyarakat tidak mudah menerima padanan kata semacam "unggah" (upload/uplot), "unduh" (download/donlot) yang sudah dibuatkan, dan kata-kata bidang teknologi yang bermunculan jauh lebih cepat daripada kemampuan para ahli-ahli bahasa kita yang terhormat untuk mencari padanannya. Mungkin kita bisa membantu mereka? (-_-)V bennylin 404 08:42, 15 Mei 2008 (UTC)
Saya sebenarnya hanya ingin 'menggugah' diskusi ini saja. Sebenarnya saya juga suka mencari padanan kata-kata Nusantara asli untuk istilah-istilah asing. Memang sebaiknya kalau bisa dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Tapi jika kata 'artikel' ingin kita ganti dengan kata 'tulisan' itu kurang mengena menurut pandangan saya karena kata 'tulisan' itu luas sekali artinya. Di sisi lain jika kata artikel dipertahankan, maka seorang pengguna non-Indonesia langsung mengerti apa yang dimaksud. Ingat di Wikipedia/Wikimedia satu hal berhubungan erat dengan yang lain. Kita hanya merupakan sebuah mata rantai saja. Sebenarnya padanan kata artikel yang baik adalah entri atau lema. Namun dua-duanya berasal dari bahasa Eropa pula. Kalau saya sendiri suka dengan tidak setuju jika kata 'artikel' ini diubah sebab sudah menjadi bagian daripada kosakata Wikipedia/Wikimedia. Meursault2004ngobrol 17:40, 15 Mei 2008 (UTC)

Bersin ucapkan alhamdulillaah... Yang mendengar, doakan yarhamukallaah... Yang bersin doakan juga yahdikumullaah... Kalau begitu, Ya sudahlah... Si Gam Acèh 16:53, 16 Mei 2008 (UTC)

konsensus

Dalam beberapa tulisan di kebijakan Wikipedia Indonesia, saya membaca beberapa kata "konsensus" yang artinya tidak tepat. "Konsensus" menurut saya mempunyai arti "suara bulat" dari semua anggota tim, sedangkan dalam kebijakan wikipedia "konsesus" juga diberi arti 50+1. Demokrasi (dengan pengambilan keputusan berdasar suara terbanyak) berbeda dengan konsensus.

itu saja sedikit masukan dari saya.

salam. Seluruhdunia 06:02, 18 Mei 2008 (UTC)

Pertama, apa itu "suara bulat"? Terima kasih atas masukannya, mungkin bisa dicari istilah lain jika memang benar-benar salah. Meursault2004ngobrol 01:35, 24 Mei 2008 (UTC)

Ligand Field Theory dan Crystal Field Theory

Aneh... saya lihat di pusat bahasa:

  1. Crystal field theory: Teori medan kristal
  2. Ligand field theory: Teori ligan medan

Kok sepertinya tidak konsisten yah terbalik-balik...Yang benar mana nih? Hand15 12:55, 22 Mei 2008 (UTC)

Ikuti saja kaidah umum konversi MD ke DM. Jadi: "teori medan kristal" dan "teori medan ligan". •• ivanlanin 16:15, 22 Mei 2008 (UTC)

Cina vs Tiongkok/Tionghoa (lagi)

Maaf, saya baru gabung ke wiki.Mau tanya bagaimana solusi terakhir untuk masalah ini? id.wiki resmi pakai yang mana? Atau masih diperdebatkan?Salbazier 15:31, 23 Mei 2008 (UTC)

Lihat saja ini dan ini --202.162.218.18 15:20, 23 Mei 2008 (UTC)
OK, thanks.Salbazier 15:31, 23 Mei 2008 (UTC)

Arsip April 2008

Cecurut atau celurut

Mohon kepada yang punya akses ke KBBI, saya butuh masukan. Yang baku 'cecurut', 'celurut', atau 'curut'? Sehari-hari saya menggunakan cecurut dan curut, tetapi cari di google dan yahoo, banyak situs2 lembaga yang autoritatif memakai 'celurut' (sekalian nama ilmiahnya kalau disertakan, untuk mengecek). Kembangraps 10:34, 5 Maret 2008 (UTC)

Pak Kembangraps bisa mengecek di KBBI online, eh Daring, setelah saya cocokkan dengan KBBI edisi 3, artinya sama kok:
  • ce·lu·rut n tikus kecil yg berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; tikus kesturi; Suncus murinus linnacus --Kapan Lagi? 11:00, 5 Maret 2008 (UTC)

Trims. jadi celurut, pakai l ya. Btw, itu KBBI memang perlu bantuan penyunting ahli kayaknya. linnacus itu pasti maksudnya Linnaeus. :-) Kembangraps 11:20, 5 Maret 2008 (UTC)

Wah, baru tau kalau yang bener tuh "celurut". Rasanya aneh ya, hehehe. Bhaskara 04:59, 6 Maret 2008 (UTC)

Asik juga ada KBBI Online, asik juga jadi gak perlu buka2 Kamus tebal itu lagi hehehe --Andri.h 09:44, 6 Maret 2008 (UTC)

Buku Panduan lapangan Mamalia Kalimantan (Junaidi Payne dkk. 2000) pakai istilah "cucurut", namun untuk Suncus murinus disebutnya "munggis rumah" sebagai pengganti cucurut rumah. 61.94.120.45 22:45, 6 Maret 2008 (UTC) (Wie146 lupa login)

Waduh. "Cucurut" sptnya nama bahasa Sunda ya? Kalau "munggis", hmm, sama sekali asing. Cek di google, hanya sedikit dipakai. Yang memakai situs kehutanan/konservasi. Oke, untuk sementara pakai celurut dulu, munggis diredirect ke sana. Munggis itu terbatas pada Suncus atau juga luas pemakaiannya ya? Kembangraps 13:26, 7 Maret 2008 (UTC)
Munggis sepertinya untuk Suncus saja, sedangkan cucurut mereka pakai untuk Crocidura dan juga Hylomys. Tapi saya ikutan pakai celurut, yang lebih umum digunakan. Wie146 06:19, 12 Maret 2008 (UTC)

Eh, celurut gue mana yah? Kemaren masih gue pakai buat ngerampok *LoL* Serenity 15:54, 17 April 2008 (UTC)

Surah dan Surat dalam Al-Qur'an

Kenapa di WBI surah-surah dalam Al-Qur'an di tulis dengan Surat! Bukannya yang bener itu surah! Dari Al-Qur'annya sendiri aja nulisnya surah! Surat rasanya juga cenderung memiliki makna untuk salah satu alat komunikasi 2 arah! Coba liat di Google, klo anda ngetik surat pasti yg muncul cuma yg saya maksud di atas dan klo anda coba ngetik surah yg didapet pasti surah dalam Al-Qur'an! Btw, setelah saya selidiki, artikel tentang surah-surah Al-Qur'an yg ada di WBI ini ternyata sebagian besar cuma yg njiplak aja dari E-bokk Al-Qur'an dan Terjemahannya yg nulisnya juga surat bukan surah! Sedangkan dari sebagian Al-Qur'an dr beberapa penerjemah sendiri menulisnya surah bukan surat! Wah2x siapa sih yg njiplak? Klo njiplak yg pikir dulu donk, ngisin-ngisini Wikipedia wae! NoiX180 13:08, 7 Maret 2008 (UTC)

Bukannya akar katanya sama? Memang berkaitan kok surat dengan surah. --Gombang 13:41, 7 Maret 2008 (UTC)
Dik NoiX180 saya harap jika anda menulis sesuatu itu harap dipikir dulu juga untuk memakai kata-kata anda sendiri. Harap hormati pengguna lain. Anda kan sudah agak lama bergabung dengan Wikipedia semestinya kan mengerti bagaimana proses penulisan artikel di Wikipedia bahasa Indonesia. Jika kurang berkenan dengan sesuatu hal kan bisa diubah sendiri atau dimusyarahkan secara halus. Tidak ada yang perlu diisini. Lihat pula: Wikipedia:Etikawiki. Terima kasih dan salam. Meursault2004ngobrol 18:25, 9 Maret 2008 (UTC)

Selain itu, sebenarnya untuk سورة الفاتحة, dalam bahasa Indonesia bisa ditulis berdasarkan alih aksara (Surah Al-Fatihah) ataupun alih bunyi (Suratul Fatihah). Mungkin Wikipedia:Pedoman alih aksara Arab ke Latin yang sudah dirintis ini, bisa mulai dikembangkan/diputuskan bersama agar dapat digunakan sebagai panduan di Wikipedia Bahasa Indonesia. Salam, Naval Scene 05:42, 12 Maret 2008 (UTC)

Ya kalau ketemu kata surat, perbaiki saja, tidak usah protes. FarrasLa Poste 13:34, 13 Maret 2008 (UTC)

Sorry, saya agak kebawa emosi waktu nulisnya. NoiX180 14:14, 14 Maret 2008 (UTC)

Soal Surat dan Surah dan kata-kata lainnya yang berakhiran ta marbutah coba baca makalah ini: The distribution of -at and -ah endings in Malay loanwords from Arabic --Gombang 13:28, 22 April 2008 (UTC)

Buat apa juga disini harus emosi? Dalam hal ini si penulis artikel bukanlah bermaksud vandal atau merusak. Bila kita bisa perbaiki ya mbok diperbaiki atau berilah saran secara halus. ARdhan 13:09, 27 April 2008 (UTC)

Al Qur'an ato Al-Qur'an

Yg betul Al Qur'an ato Al-Qur'an pake tanda - (strip)? Terus, kadang saya menemukan kata dalam bahasa Arab yg berawalan Al, Ar, As, An, dll bila ditulis di tengah kalimat pasti berhuruf kecil seperti ar-Rahman bkan Ar-Rahman, sedangkan artikel di Wiki ini sebagian masih bertuliskan yg huruf kapital. Pertanyaan saya, yg bener yg bertuliskan huruf kecil or besar-kah yg tepat utk ditulis di tengah kalimat? :) NoiX180 01:40, 25 Mei 2008 (UTC)

Usulan penggantian istilah

Pada halaman log masuk terdapat kalimat "Ingat kata sandi" yang saya rasa kurang pas, karena yang di"ingat" adalah "log masuk"nya (dari bahasa Inggris: "Remember my login on this computer"), jadi saya usul (lewat Warkop, kecuali ada jalur lain untuk hal beginian) supaya diganti kalimatnya (mungkin bisa diganti jadi "Ingat log masuk saya di komputer ini", atau "Ingat-ingat saya", dll). (-_-)V bennylin 404 04:32, 8 April 2008 (UTC)

Hmm mungkin ada benarnya. Saya pikir alternatif dulu. Mungkin yang lain bisa bantu pula. Meursault2004ngobrol 05:35, 8 April 2008 (UTC)
Sudah saya ubah ke "Ingat kata sandi saya di komputer ini". borgx(kirim pesan) 06:54, 8 April 2008 (UTC)

Motto (bhs Minangkabau)

Kapado dunsanak nan pandai bahaso Minang (dan orang lain yang suka bahasa2 ;-)...: saya ingin terjemah motto-motto kota dsb. di Sumatera Barat di Wikipedia-NL (bhs Belanda). Beberapa sudah diterjemah di Wikipedia Inggris tapi menurut saya kurang pas. Contoh: Saayun Salangkah diterjemah dengan "Same turn, same step"...(memang arti kata benar, tapi arti motto nggak jelas begitu dan bahasa Inggrisnya aneh). Ada yang bisa bantu saya? Salam, Martijn 20:43, 10 April 2008 (UTC)
Halaman pembicaraan saya di Wikipedia Belanda adalah disini.

Jangankan di Wikipedia Inggris, terjemahan motto Sumatera Barat di sini juga tidak tepat. Tuah Sakato berarti seiya sekata? Saiyo Sakato dong semboyannya kalau begitu :) --Gombang 10:11, 14 April 2008 (UTC)

K(h)atulistiwa

Mana yang benar? Katulistiwa atau Khatulistiwa? (-_-)V bennylin 404 03:59, 15 April 2008 (UTC)

Khatulistiwa yg benar, menurut KBBI. 12:00, 21 April 2008 (UTC)

"Annulyne" "Aryne" dan "Benzyne"

Apa sih padanan "Annulyne" "Aryne" dan "Benzyne" dalam bahasa Indonesia? Apakah "Anuluna", "Aruna" dan "Benzuna"?

Soalnya "Annulene" = Anulena ; "Arene" = Arena; dan "Benzene" = Benzena. Apakah mengikuti padanan "Alkyne" = "Alkuna"?

Saya cari cari di Pusat Bahasa kayaknya gak ada

http://en.wikipedia.org/wiki/Benzyne http://en.wikipedia.org/wiki/Annulyne

Hand15 15:06, 17 April 2008 (UTC)

Sepertinya memang -una, sesuai contoh alkuna. Arkwatem 18:18, 17 April 2008 (UTC)

saya juga penasaran sebenarnya bahasa indionesia menurut ejaan yang di sempurnakan itu seperti apa sih??

Istilah kimia dan fisika berbeda

Baru-baru ini saya mentranslate templat elemen buat atom, saya menemukan bahwa ternyata istilah bahasa Inggris memiliki dua padanan dalam bahasa Indonesia tergantung bidangnya. Misal:
1. Atomic radius = Ruji atom (fisika), jari-jari atom (kimia)
2. decay = pererasan (fisika), peluruhan (kimia)
3. Heat capacity = kapasitas bahang (fisika), kapasitas kalor (kimia)

Saya lihat istilah fisikanya kurang lazim, radius=ruji, decay=pererasan, heat=bahang.. jadi bagaimana ini? dalam Templat:elementbox saya menggunakan istilah fisika.

Sumber: http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/ Hand15 20:51, 18 April 2008 (UTC)

Mestinya sih sama. Orang kimia dan fisika di Pusat Bahasa tidak koordinasi kali (ck ck ck). Beberapa memang sinonim, seperti ruji=jari-jari=jejari, bahang=kalor (kalor sebenarnya diserap dari bahasa asing. Inggris?). Saya juga pernah menemukan force diterjemahkan sebagai kakas (biasanya gaya). Mungkin alasannya karena gaya juga digunakan dalam artian style :) Gombang 13:12, 19 April 2008 (UTC)
Betul, malahan saya lihat force itu ditranslate jadi forsa dan kakas http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/index.php?row=0&gloss_asing=force&gloss_indonesia=&jenis=contain&Bidang=all&infocmd=Cari
Apa perlu mengikuti anjuran pusat bahasa. Ntar malah banyak yang gak ngerti lagi. Hand15 13:41, 19 April 2008 (UTC)
Menurut saya, sebaiknya kita gunakan istilah yang sudah banyak digunakan di buku teks yang sedang beredar di Indonesia supaya menggunakan istilah yang lebih umum. Belum sempat cek, tapi sepertinya kok istilah dari Glosarium Kimia yang lebih banyak digunakan ya (atau karena saya belajarnya kimia saja ya). sentausa 12:43, 30 April 2008 (UTC)

Hindu ke agama Hindu

Saya ingin memindahkan artikel "Hindu" ke "agama Hindu", Lalu bikin artikel baru berjudul Hindu yang isinya berbeda dengan artikel agama Hindu. Meniru wikipedia bahasa Inggris, antara Hinduisme dan Hindu.

Apakah anda tidak keberatan? Jika tidak ada respon, akan saya pindahkan.

-- Adiputra बिचर -- 06:20, 21 April 2008 (UTC)

Saya sih setuju, Islam juga harus dipindahkan ke Agama islam bagaimana jika Buddha nah lo! LoL Fjr ab (NgobrolNgamenLAMPU MERAH!) 12:06, 21 April 2008 (UTC)

Kenapa tidak "Hinduisme" saja? --BlackKnight (kirim pesan) 14:41, 21 April 2008 (UTC)
Yang di en: itu kan Hindu isinya mengenai umat Hindu sedangkan Hinduism mengenai agama Hindu. Kalau Islam itu Moslem mengenai umatnya sedangkan Islam mengenai agamanya. Sebenarnya menurut saya mengapa harus dipisah? Tapi ya tidak apa-apa sih jika isi kedua artikel ini nantinya akan berbeda secara signifikan. Meursault2004ngobrol 23:12, 21 April 2008 (UTC)
Tulis dalam artikel yang sama dulu saja. Karena en:Hinduism setara (blum saya cek) dengan Hindu, maka mungkin en:Hindu dijadikan sub bagian dalam artikel Hindu#Pemeluk agama Hindu, lalu kalau kepanjangan baru di'potong' jadikan artikel baru (-_-)V bennylin 404 01:56, 22 April 2008 (UTC)
Yup penganutnya bernama muslim dan ngomong ngomong Pengguna:Nabi Muhammad S.A.W harus diganti namanya Fjr ab (NgobrolNgamenLAMPU MERAH!) 03:24, 27 April 2008 (UTC)
Yang gituan sih, bukan orang Islam kalo njelek njelekin


Artikel Hindu sudah panjang. Artikel Hindu dan Agama Hindu di wikipedia inggris saja sudah panjang. Sepertinya, kata Hindu mengacu kepada pemeluk sebuah agama tertentu, yang biasa dikenal sebagai agama orang Hindu, singkat kata: agama Hindu.

Samakah kasusnya dengan Buddha-agama Buddha, dan Christian-Christianity? Apakah Christian = Kristen, dan Christianity = agama Kristen? Saya tidak tahu.

-- Adiputra बिचर -- 14:01, 27 April 2008 (UTC)

Halo bung Adiputra, jangan bingung. Kalau mau dipisah, maka usulan saya untuk Wikipedia Indonesia menjadi dua artikel, yaitu Agama Hindu, dan Umat Hindu. Coba bandingkan:
  • Agama (en) : Hinduism, Buddhism, Islam, Christianity. (id) : Hindu, Buddha, Islam, Kristen.
  • Penganut agama/umat (en) : Hindu, Buddhist, Muslim, Christian. (id) : umat Hindu, umat Buddha/Budhis?, umat Islam/Muslim, umat Kristiani/Nasrani.
  • Sementara untuk (id), kata Buddha selain nama agama bisa juga sebagai tokoh, contohnya Buddha Siddharta Gautama.
Salam, Naval Scene 16:55, 27 April 2008 (UTC)

Apakah benar-benar harus mengikuti rekomendasi pusat bahasa?

Belakangan setelah menerjemahkan beberapa artikel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia saya menemukan banyak sekali kejanggalan dalam kata-kata yang direkomendasikan (dianggap baku) oleh pusat bahasa, terutama dalam istilah-istilah IPTEK. Saya tidak tahu ntah itu kata yang baru dibakukan atau memang dari dulu pusat bahasa tidak pernah mensosialisasikannya ke masyarakat umum.

Contohnya saja:

  • "Cathode" padanannya "Katode" [17] dan bukannya katoda
  • "Electrode" padanannya "elektrode" [18] dan bukannya elektroda
  • "Decoupling" padanannya "pengawagandengan" [19] dan bukannya "dekopling"
  • "Dipole" padanannya "dwikutub" [20] walaupun kata "dipol" juga digunakan dalam beberapa istilah dan bidang
  • "Generalization" padanannya "perampatan"

[21] sedangkan "Generalisasi" itu cuma di bidang kedokteran

  • dan masih banyak kata-kata seperti kakas, bahang, forsa, empar, talunan...

Jujur saja sejak saya dari zaman SD sampai universitas, tidak pernah saya lihat satupun makalah, buku, disertasi dan naskah-naskah yang menggunakan istilah "baku"-nya pusat bahasa, yang ada malah istilah yang dibelakangnya itu. Dan saya kira istilah ini bukanlah istilah yang baru muncul. Kalau istilah komputer sih masih bisa dimaklumi karenan padanannya itu baru dibakukan. Namun ini adalah istilah yang sudah sejak saya belum lahir sudah ada. Dan lagian saya melihat padanannya sangat tidak konsisten di seluruh bidang. Hand15 11:54, 22 April 2008 (UTC)

IMHO, bahasa adalah konsensus dan kebiasaan :) Untuk istilah-istilah yang umum diterjemahkan pada suatu domain tertentu, saya pikir gunakan saja kebiasaan di domain tersebut. Pusat Bahasa saya pikir berguna sebagai acuan untuk hal-hal yang belum terlalu dikenal umum. Kita bisa menggunakan, misalnya "katoda atau katode" atau halaman-halaman pengalihan. •• ivanlanin 12:19, 22 April 2008 (UTC)

Arsip Maret 2008

Perang-ko

Yang benar perangko atau prangko? Saat ini yang digunakan di artikel utamanya adalah Prangko. Menurut saya lebih tepat Perangko. (Ingat Perancis vs. Prancis?) (-_-)V bennylin 404 00:54, 1 Januari 2008 (UTC)

Prangko yang benar sebab diambil dari kata franco yang banyak tertera pada "prangko-prangko" awal Hindia-Belanda. Meursault2004ngobrol 04:00, 1 Januari 2008 (UTC)
Hmm.. Prancis juga benar karena orang perancis menyebut negaranya Française(-_-)V bennylin 404 04:41, 1 Januari 2008 (UTC)
Dan P-rancis berasal dari kaum Frank keturunan Charles yang Agung. Atau kaum Ferank? (-_-)V bennylin 404 10:32, 2 Januari 2008 (UTC)
Kata Frank katanya juga merupakan asal kata Peranggi(Portugis) loh.--Gombang 10:37, 2 Januari 2008 (UTC)

Kalau ejaan yang baku sebenarnya Prancis, tapi kita kan sudah konsensus tempo hari untuk menggunakan Perancis ... Meursault2004ngobrol 11:30, 2 Januari 2008 (UTC)

Maka dari itu, mengumpulkan energi dulu untuk menantang konsensus tersebut (yang tidak saya ikuti waktu itu). (-_-)V bennylin 404 12:34, 2 Januari 2008 (UTC)

Hmm juga ... Meursault2004ngobrol 09:43, 3 Januari 2008 (UTC)

Yang bener "Prangko" dengan alasan yang sudah disebutkan di atas, yaitu serapan dari dari "franco". Dapet ilmunya langsung dari PT Pos Indonesia nih, habis nulis artikel pakai kata "perangko", eh dapat teguran. Maaf pak.... Lagian, yang bener tuh sebenernya "Prancis" kok, tapi bentuk yang lebih umum menang kali ye? Bhaskara 07:35, 5 Maret 2008 (UTC)

Mi-ra-cle

Yang benar adalah Mujizat atau Mukjizat ya? Saat ini artikel Mukjizat dialihkan ke Mujizat oleh Quoth nevermore. (-_-)V bennylin 404 10:30, 2 Januari 2008 (UTC)

Saya pikir sih mukjizat. Ejaan alternatifnya mu'jizat, tanda ' transliterasi lain dari huruf Arab 'ain. --Gombang 10:34, 2 Januari 2008 (UTC)
Berarti betul Mujizat (tanpa "k") soalnya 'ain itu (seperti kata Ju'mat dan ma'af, lihat ini) tidak dituliskan - dalam bahasa Indo yang benar. (-_-)V bennylin 404 11:15, 2 Januari 2008 (UTC)
Belum tentu aturannya begitu. Bagaimana dengan nikmat, maksiat, maklumat? Mau ditulis nimat, masiat dan malumat? --Gombang 12:18, 2 Januari 2008 (UTC)
Diskusi ini berkembang bukan ke arah huruf K nya, tapi ke arah tanda petiknya. Kalau dibilang ada ejaan "mu'jizat" (dengan tanda petik), maka saya memberikan contoh "Ju'mat" dan "ma'af" (yang bukan dari kata "Jukmat" dan "makaf"), tidak ada maksud untuk mempertanyakan kata-kata "nikmat", "maksiat", dan "maklumat". (-_-)V bennylin 404 12:37, 2 Januari 2008 (UTC)
Sama saja, kalau kita berpikir dalam tulisan Arab, bukan Latin. Kita masih membahas huruf yang sama. Huruf Arab 'ain bisa dilambangkan sebagai k atau sebagai ' (apostrof). Penggunaan huruf k biasanya kalau ain berfungsi sebagai huruf mati (konsonan), sedangkan apostrof untuk untuk vokal, tapi ada juga yang menggunakan apostrof sebagai pengganti ain baik buat konsonan maupun buat vokal. Kalau buat vokal apostrof ditaruh di depan huruf lain (a, i, u), buat menandakan itu bunyi ain. Dalam bahasa Indonesia ini tak perlu karena kita biasanya tidak membedakannya, karena itu apostrof di sini bisa dihapus. Tapi kalau ain berfungsi sebagai konsonan kita tak bisa menghapus apostrof begitu saja, karena berarti ada bunyi yang hilang. Biasanya di sini apostrof digantikan dengan 'k'. Begitu kira-kira. Tapi tak tahu juga, saya belum baca buku pedomannya(kalau ada). --Gombang 13:00, 2 Januari 2008 (UTC)
Hmm.. menarik sekali.. terima kasih buat penjelasannya. Tinggal menunggu tanggapan yang lain. (-_-)V bennylin 404 13:12, 2 Januari 2008 (UTC)
Saya pikir mukjizat yang benar. bunyi 'ain arab biasanya diserap kedalam bahasa Indonesia sebagai en:glottal stop (maaf saya tidak tahu terjemahannya). Dalam bahasa indonesia huruf k di akhir suku kata biasanya berbunyi glottal stop (misalnya bapak), makanya bunyi 'ain arab yang berada di akhir suku kata berubah menjadi k. Sedangkan huruf k di awal (misalnya kamu) tidak berbunyi glottal stop tapi berbunyi k "asli", makanya huruf 'ain di awal suku kata tidak diserap sebagai k. Arkwatem 12:59, 16 Januari 2008 (UTC)

Anu... kalau mau pakai apostrof juga bukan "ju'mat" kali, yang bener kan "jum'at". :D Bhaskara 07:38, 5 Maret 2008 (UTC)

'Tul sekali. Sori. (-_-)V bennylin 404 15:05, 5 Maret 2008 (UTC)

Aku cek di KBBI, yang baku itu mukjizat (dengan huruf k). 11:49, 21 April 2008 (UTC)

P-lat nomor

Yang betul Plat nomor atau Pelat nomor kendaraan bermotor? (lihat pula Pelat Narmer, Plat Lippman, Plat tektonik->Lempeng tektonik) (-_-)V bennylin 404 08:05, 19 Januari 2008 (UTC)

Kalau menurut kaidah fonologi bahasa Melayu, gugusan konsonan K+r atau K+l itu tidak ada. Kalau dalam bahasa Jawa ada. Namun dalam bahasa Jawa ada aturan lain. Bahasa Jawa sebagai bahasa Austronesia, begitu bahasa Melayu/Indonesia memiliki kecenderungan atau preferensi untuk kata-kata dwisilabik. Sehingga kata-kata serapan seperti ini disisipi dengan pepet. Jadi menurut saya yang benar adalah "pelat". Meursault2004ngobrol 09:14, 19 Januari 2008 (UTC)

Tapi saya pernah baca kalau kaidah penulisan yang benar untuk bunyi "e" pepet itu adalah luruh, dengan kata lain bukan "Sumatera" tapi "Sumatra", bukan "Perancis" tapi "Prancis". Beda lagi kalau bunyi "e" yang dibicarakan adalah yang taling... Bhaskara 07:42, 5 Maret 2008 (UTC)

Mungkin lebih tepatnya cuma ê pepet yang diikuti dengan huruf "l" atau "r" saja kan ya. Masak "negeri" (lihat bagian di bawah) diluruhkan jadi "ngri". heheheh. (-_-)V bennylin 404 15:05, 5 Maret 2008 (UTC)

Menurut KBBI, yang benar itu pelat. 11:58, 21 April 2008 (UTC)

Perempuan atau wanita?

Perempuan dan wanita menunjuk kepada jenis kelamin yang sama, namun memiliki sejarah linguistik (etimologi) yang berbeda. Perempuan mengandung kata "Empu (Mpu)", yang dalam bahasa Sansekerta berarti "Yang Dipertuan", atau "yang dihormati", atau "yang dianggap memiliki kemampuan lebih". Sedangkan kata "wanita" berasal dari kata "wana" dan "ita". Dalam bahasa Sansekerta, kata "wana" berarti nafsu, sedangkan "ita" adalah imbuhan yang berati "yang di-". Sehingga jika digabung, kata wanita memiliki arti "yang dinafsui".

Contoh lain:

  • Nirwana atau yang biasa diartikan sebagai surga, berasal dari kata "nil" yang artinya nihil, dan "wana". Sehingga, arti keseluruhannya adalah nihil nafsu.

Sekarang, pakailah kata "perempuan", sebagai bentuk bahasa yang lebih sopan. – komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Nanti lelaki juga protes antara lelaki dan pria??? Sudahlah, pakai female saja, toh nyolong satu kata lagi dari bahasa Inggris juga tidak apa-apa (sarkasme). "Wanita" setahuku malah singkatan dari "wani ing tata" di dalam bahasa Jawa yang tidak menghina malah memuji. (-_-)V bennylin 404 01:41, 27 Januari 2008 (UTC)
Maaf tapi penjelasan anda merupakan Folk etymology atau False etymology. Kata mpu tidak berasal dari bahasa Sanskerta dan kata wanita tak bisa dipilah seperti demikian. Begitu pula dengan kata nirwana. Bung Benny kalau dulu di sekolah saya belajar bahwa wanita merupakan singkatan dari wani ditata... Meursault2004ngobrol 18:16, 31 Januari 2008 (UTC)

Sinonim bisa dipakai bergantian jika medan maknanya tidak berjauhan atau konteksnya tidak mengubah. "Wanita" dan "perempuan" BOLEH dipakai dalam sebagian besar teks umum. Tak perlu diperdebatkan. Keduanya pada masa kini berkonotasi positif/netral. Kembangraps 15:46, 5 Februari 2008 (UTC)

Sepertinya kok orang gampang sekali menyimpulkan bahwa sebuah kata dalam bahasa kita berasal dari Sansekerta ya? Maaf mbak, tapi kalau tidak salah "mpu" itu tidak berasal dari Sansekerta, Sansekerta itu bahasa negeri yang jauh lho mbak. Tapi saya juga lebih suka memakai perempuan sih, karena ya ada "mpu" itu, sama kaya dalam Bahasa Sunda "pamajikan", ada kata "majikan" :D Bhaskara 07:47, 5 Maret 2008 (UTC)

Negeri dan Negara

Bagaimana ya cara menjelaskan perbedaan kata Negeri dan Negara? Yang pasti mereka berbeda cara penggunaannya walaupun ada persamaannya juga. Menteri Dalam Negara? Negeri Indonesia?

Trus apakah "Negri" bisa dibenarkan penggunaannya atau harus dieja "Negeri"? Secara pengucapan, kan jarang yang mengucapkan Menteri Dalam Ne-ge-ri, biasanya yang keluar dari mulut adalah "Mentri Dalam Negri". (-_-)V bennylin 404 04:48, 18 Februari 2008 (UTC)

Nanti aku carikan datanya. Tetapi kelihatannya kedua kata ini secara etimologis berbeda. Kata negara diambil dari bahasa Sanskerta nāgara yang berarti negara dan kata negeri dari nāgarī yang berarti kota. Makanya ada kalimat "ayam negeri" dan "ayam kampung" misalnya. Negeri merujuk ke kota dan kampung ke desa. Kok kelihatannya cuma aku yang menanggapi pertanyaan2 sampeyan ... Meursault2004ngobrol 09:33, 18 Februari 2008 (UTC)
Iyo nih, kurang peminat bahasa. Matur nuwun ya bung buat jawaban-jawabannya. (-_-)V bennylin 404 10:49, 18 Februari 2008 (UTC)
Sama-sama! Meursault2004ngobrol 12:39, 22 Februari 2008 (UTC)
Kalau dalam pemakaian kontemporer negeri mungkin bisa disamakan dengan country dalam Bahasa Inggris, sedangkan negara merupakan padanan state (tapi ini tidak persis juga). Sebutan negara biasanya lebih formal, lebih merujuk pada organisasinya (presiden, parlemen, tentara, dst). Misalnya dalam konsep masyarakat madani (civil society) sering dibahas pertentangan antara negara dan masyarakat, tapi tidak pernah negeri dan masyarakat. Soal ejaan negeri: itu mirip dengan masalah pengejaan Sumatra/Sumatera, Prancis/Perancis, Inggris/Inggeris, yaitu masalah e pepet. Omong-omong, masalah ini cuma muncul kalau kita menggunakan huruf Latin, dan tidak ditemukan kalau pakai huruf Jawi (tapi masalah lain lagi yang muncul, hehehe) --Gombang 09:40, 18 Februari 2008 (UTC)
Penjelasan bung Gombang ini yang tertera dalam KBBI juga. Negara = organisasi dan negeri = tanah tinggal suatu bangsa. BTW bung Gombang, kata negeri dalam tulisan Jawi dibedakan juga lho, menjadi na-ga-ra-ya atau n-g-r-y. Meursault2004ngobrol 12:39, 22 Februari 2008 (UTC)
Saya merujuk pada masalah e pepet sebenarnya (negeri vs negri) Gombang 06:52, 25 Februari 2008 (UTC)

Kalau yang ini kayanya saya harus mengakui bahwa dalam Bahasa Indonesia belum ada kejelasan yah. Walau dengan berat hati (ga mau kalah banget ya gw, hehehe), saya bisa katakan Malaysia telah mempunyai konteks yang berbeda untuk dua kata tersebut, yaitu negara untuk country sedangkan negeri merupakan padanan dari state. Makanya negara bagian di sono pakai istilah "negeri" (contohnya "Negeri Selangor Darul Ihsan"). Bhaskara 08:00, 5 Maret 2008 (UTC)

adopt-a-user

Halo semua, Mimi dan saya sedang berusaha mengadopsi en:Wikipedia:Adopt-a-User tapi kami mengalami sedikit kesulitan, mohon bantuannya untuk mencari padanan kata2 berikut:

  • Adoptee
  • Adopter
  • Wikipedia: Adopt-a-user

--BlackKnight (kirim pesan) 13:22, 20 Februari 2008 (UTC)

adoptee - "pengguna pungut"
adopter - "pemungut pengguna" atau "orang tua pungut"
"Memungut seorang pengguna"
Agak aneh sih. Mungkin bisa pula menggunakan kata: "bimbing" dan bukan "pungut" atau "mentor". Meursault2004ngobrol 12:36, 22 Februari 2008 (UTC)

Kalau bimbing (pembibing) tidak terlalu ketinggian ya? Kalau yg saya tahu hubungan antara mentor-mentore lebih dekat pembimbing-yg dibimbing --BlackKnight (kirim pesan) 00:08, 1 Maret 2008 (UTC)

Saya kira bagus juga "membimbing". Tidak ketinggian kok. Meursault2004ngobrol 16:11, 2 Maret 2008 (UTC)

Lalu, apa istilah untuk orang yang dibimbing? Terbimbing? --BlackKnight (kirim pesan) 13:21, 5 Maret 2008 (UTC)

Bagaimana kalu "bimbingan", "terbimbing" agak aneh ya. Meursault2004ngobrol 10:23, 6 Maret 2008 (UTC)
saya cuma asal sebut saja kok hehehe. Tapi menurut KBBI bim·bing·an n 1 petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu; tuntunan; pimpinan: 2 ark kata pendahuluan; kata pengantar;. Jadi menurut saya bimbingan lebih ke cara dan kurang cocok digunakan sebagai kata ganti orang. Ada alternatif lain gak ya mas? makasih sebelumnya--BlackKnight (kirim pesan) 14:30, 6 Maret 2008 (UTC)

Bandara dan lanuma

Masihkah "lanuma" dipakai? Setahu saya, lapangan terbang militer disebut dengan singkatan itu untuk membedakan dengan bandara yang berfungsi sipil. Kembangraps 10:56, 23 Februari 2008 (UTC)

Lanud sih masih disebut-sebut, lanuma malah baru denger.. Serenity

KBBI online

Halo, siapa tau ada yg belum tau, KBBI sudah ada versi onlinenya lho. Alamatnya di [22] --BlackKnight (kirim pesan) 11:12, 23 Februari 2008 (UTC)

Trims! Meursault2004ngobrol 10:19, 24 Februari 2008 (UTC)
Omong-omong, apa ya maksudnya daring pada KBBI Daring itu? Cari di kolom pencariannya kok nihil hasilnya. Wie146 02:49, 5 Maret 2008 (UTC)

daring = dalam jaringan (online), luring = luar jaringan (offline) •• ivanlanin 03:57, 5 Maret 2008 (UTC)

Hahaha aneh ya daring, mirip2 darling. --BlackKnight (kirim pesan) 13:17, 5 Maret 2008 (UTC)

Kita populerkan? Kembangraps 14:21, 5 Maret 2008 (UTC)

Artikel Lady Diana

Sepertinya artikel Lady Diana ditulis dengan bahasa Melayu. Tolong diteliti.– komentar tanpa tanda tangan oleh 125.163.248.102 (bk) .

Centang hijau anda juga dapat membantu jika anda dapat berbahasa Melayu Fjr_ab 10:41, 24 Februari 2008 (UTC)
Bahasa Malaysia atau Melayu-Malaysia. Meursault2004ngobrol 19:02, 24 Februari 2008 (UTC)

Sudah diberi plang peringatan. Itu bukan hanya bahasanya tapi juga isinya harus ditulis ulang, bukan diperiksa lagi. Serenity 15:11, 26 Februari 2008 (UTC)

Apa arti kata 'madani'?

Dalam pidato-pidato (terutama) pejabat beberapa waktu yang lalu sering dipakai kata 'madani', misalnya masyarakat yang madani. Saya telah mencoba mencari tahu arti yang tepat dari kata ini, tetapi hingga sekarang belum berhasil, bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pun tidak dapat ditemukan. Berasal dari bahasa Arabkah? Mungkin ada yang dapat membantu?

Saya rasa itu singkatan, "ma" nya kalau ndak salah "Mandiri". (-_-)V bennylin 404 06:33, 27 Februari 2008 (UTC)
Bukan singkatan bung Benny. "Masyarakat Madani" = civil society merujuk ke kota Medinah. Memang frasa ini agak atau pernah kontroversial di Indonesia. Ada beberapa kalangan yang menolak menggunakan frasa ini karena dianggap terlalu agamis. Meursault2004ngobrol 08:58, 27 Februari 2008 (UTC)

Dulu waktu aku sering ikut pengajian Agama Islam..seorang ustadz yang pernah mengajar di LIPA Jakarta mengatakan bahwa Madani itu adalah masyarakat yang berbudaya dan tidak ada kaitannya dengan agama

sama Zaini Suherly 09:14, 27 Februari 2008 (UTC)

Sekarang sudah banyak diterima sepertinya. "Madani" sendiri memang diambil dari Madinah, tetapi bukan merujuk pada kotanya tetapi pada situasi semenjak dicapainya Perjanjian Madinah. "Madinah" sendiri kan berarti kota/negara-kota. Jadi memang tidak ada kaitan dengan agama. Penggunaannya hampir selalu dalam konteks "masyarakat madani" spt. yang sudah dikemukakan di atas. Kembangraps 09:19, 27 Februari 2008 (UTC)
Ya makanya itu tergantung sudut pandangnya. Mungkin perlu dicarikan rujukannya. Belum lama ini saya lihat acara Binar ("Bahasa Indonesia yang Benar") di TVRI dan menurut pak Sugondo, kepala Pusat Bahasa, yang diwawancarai Susan Bachtiar mengatakan bahwa "masyarakat madani" adalah terjemahan baku untuk civil society. Meursault2004ngobrol 09:20, 27 Februari 2008 (UTC)
Madani itu bukan dari tamadun? ...Aurora... 11:10, 10 Maret 2008 (UTC)
Akarnya sama. Tamadun bentuk nomina (N), madani bentuk adjektiva. Kembangraps 11:54, 10 Maret 2008 (UTC)
Memang ada hubungannya antara tamadun dan madina. Tamadun = kebudayaan, sedangkan madina(h) = kota, dengan konotasi kota yang "berkebudayaan". Bandingkan dengan kata daar (mis. Daarussalam) yang dapat juga berarti kota, tetapi berkonotasi netral. Prof. Naquib al-Attas mulai menyebutkan istilah ini awal tahun 70-an; sedangkan para aktivis gerakan Islam di Indonesia dan Malaysia, a.l. Nurcholish Madjid dan Anwar Ibrahim, pada tahun 90-an mulai menghubungkannya dengan Piagam Madinah sebagai bukti civil society pertama di Jazirah Arabia. Jadi istilah masyarakat madani bukan merujuk ke kota Madinah (nama singkatan, lengkapnya Madinatun Nabi = Kota Nabi, i.e. Muhammad), melainkan keduanya berasal dari sumber yang sama, merupakan serapan bahasa Arab, dan bukan terminologi agamis. Salam, Naval Scene 05:16, 12 Maret 2008 (UTC)

Bikin artikelnya mas Naval?? 134.176.155.4 12:17, 20 Maret 2008 (UTC)

Merge Pulau Kalimantan dan Pulau Borneo

Sudah lama dua artikel ini menjadi ganjalan. Biar kita konsisten juga terhadap Wikipedia versi lain. Pada dasarnya kedua artikel tersebut merujuk pada pulau yang sama. Dari kecil kita diajarkan bahwa keseluruhan pulau itu namanya Kalimantan, dan tidak pernah diajari bahwa Kalimantan itu wilayah Indonesia saja sedangkan keseluruhannya disebut sebagai Borneo. Saya sudah melihat-lihat buku pelajaran anak sekarang dan peta, kali-kali aja sekarang udah berubah, ternyata masih sama kok. Jadi pada dasarnya ini hanya masalah bahasa, kita menyebut Kalimantan, Bahasa Inggris menyebutnya Borneo. Sama kayak kasus "Greenland" dan "Kallaalit Nunnat". Bhaskara 10:00, 5 Maret 2008 (UTC)

Centang hijau Saya sependapat; isi artikel Pulau Borneo sebagian besar hanya daftar bahasa, lebih tepat kalau disebut Daftar bahasa di Pulau Kalimantan. Mungkin bisa dihubungi para kontributornya. (-_-)V bennylin 404 15:05, 5 Maret 2008 (UTC)

Kalau begitu sama dengan kasus New Guinea dan "Papua/Irian". Tapi bukan berarti kita anti asing. Nanti2 nama "Flores" yang diambil dari bahasa asing harus diubah ... Meursault2004ngobrol 15:23, 6 Maret 2008 (UTC)

Iya, emang sama kayak kasus itu. Hwaduh mas, klo kt mau anti istilah asing bisa kacau beliau neh. Bahasa Indonesia kan emang banyak pengaruh asingnya, apa kabar kata-kata Sanskerta? :D Bahkan nama "Indonesia" pun dari istilah asing. Kan yang kita omongin tentang penggunaan nama pulau yang ini doang mas ;) Jd klo mas gmn, setuju apa ga? Bhaskara 07:05, 10 Maret 2008 (UTC)

Saya setuju gabung. Tapi artikel Pulau Kalimantan masih Indonesia-sentris, terutama bagian sejarah. Sepertinya perlu dilengkapi lagi. --Gombang 08:23, 10 Maret 2008 (UTC)

Iya dah, gabung saja dan di dalam artikel yang sama diberi penjelasan mengenai nama yang berbeda-beda ini dan apa arti "Kalimantan". Meursault2004ngobrol 10:10, 10 Maret 2008 (UTC)

Glosarium Istilah dalam berbagai Ilmu

Selain ada KBBI versi online ternyata pusat bahasa juga menyediakan glosarium istilah keilmuan di websitenya Bisa dilihat di http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/

Bisa dijadikan acuan Namun kok rasanya istilah komputer agak terasa janggal yah... =.= Hand15 17:23, 15 Maret 2008 (UTC)

bukan aneh, tapi karena jarang digunakan saja. Soalnya kebanyakan pernagkat teknologi yang ada di Indonesia selalu berbahasa Inggris, baru deh jika penggunaannya meluas diterjemahkan ke bahasa Indonesia--Beeyan 09:47, 17 Maret 2008 (UTC)

Setuju dengan Beeyan. Janggal atau tidak itu hanya masalah kebiasaan :) •• ivanlanin 13:55, 17 Maret 2008 (UTC)
Tidak setuju, ah, dengan Beeyan dan Ivan :) :) Istilah lain-lainnya juga ada yang janggal. Celurut yang diobrolin di atas, dientri sebagai cencurut (padanan shrew). Padahal kata ini di KBBI Daring dikasih tanda tanya (?) dan dirujuk lagi ke celurut; sementara di KBBI cetaknya kata ini nggak ada. Kita ini kok suka ngga konsisten, ya. salam, Wie146 04:59, 19 Maret 2008 (UTC)
Coba cek silang ke glosarium kalau gitu, om :P •• ivanlanin 09:58, 19 Maret 2008 (UTC)

Saya ada kekhawatiran, orang2 di Pusat Bahasa mulai turun kualitasnya, tidak spt masanya Anton Moeliono dulu. Selain itu, ada kesan Pusat Bahasa enggan berkomunikasi dengan kelompok2 kepakaran tentang istilah-istilah yang akan dimuat di entri. Memang selalu ada perdebatan istilah di dalam kalangan keilmuan tertentu, tetap Pusat Bahasa memiliki otoritas tertinggi sebetulnya. Ada perubahan paradigma? 134.176.155.4 09:41, 19 Maret 2008 (UTC) (itu gw: Kembangraps)

Hihi, masih ada orang-orang Wikipedia kan yang selalu berdebat masalah istilah kan, Mbang? •• ivanlanin 09:58, 19 Maret 2008 (UTC)

Sebetulnya saya tidak boleh bilang begini, tapi pak Anton Moeliono itu mungkin anggota terakhir generasi yang masih mengenyam pendidikan Belanda. Sebelumnya banyak juga orang-orang hebat yang memimpin Pusat Bahasa seperti pak Hoessein Djajadiningrat, Prijono, dsb. Ya mudah-mudahan berubah nanti. BTW orang Pusat Bahasa sudah mau lho berjumpa dengan 'anak-anak' Wikipedia. Dulu pernah bilang. Meursault2004ngobrol 16:16, 20 Maret 2008 (UTC)

Software Glosarium

sst.. sst.. sebenarnya pusat bahasa telah diam-diam mengeluarkan software glosarium loh. Isiannya sama dengan yang di website http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/ cuma ini dalam bentuk offline aja. Bisa di donlod di:

http://ukbi.pusatbahasa.diknas.go.id/aplikasi/

Klik di: GLOSARIUM.RAR

ntah itu buat kalangan pusat bahasa sendiri ato memang merekanya yang kurang sosialisi, tapi program ini sangat berguna untuk digunakan, apalagi buat yg internetnya lelet. Sangat disayangkan tempatnya tersembunyi dan tampaknya tidak dipromosikan =.= Hand15 15:13, 31 Mei 2008 (UTC)

Belum sempurna kali, jadi ngga pede Serenity


Exemption doctrine policy

Hello. As you might know, the Wikimedia Foundation approved a resolution concerning non-free images more than a year ago. The resolution says that unless Wikimedia projects create an exemption doctrine policy (EDP) for non-free images, all of those images shall be deleted by March 23, 2008 (which was yesterday). We'd now like to gather information from the projects about their exemption policies in one place so we can check their validity, and if images on those projects are in accordance with the Foundation's resolution. Your project is one of these we don't have information about, so it'd be great if you could add it to the page listing all EDPs, meta:Non-free_content. If you have any questions about the page or don't have an EDP yet and want one, you can use the appropriate talkpage on Meta or just contact me directly on Meta or by e-mail (however, please note that I'm just a volunteer and therefore not in a position to give any official advice).

If you don't have any EDP in place and don't plan to use one, it might be useful and effective for your project to disable local uploads entirely and use files from Wikimedia Commons only. This method has been used by many Wikimedia projects, notably Spanish and Swedish Wikipedia and English Wiktionary, and means you wouldn't have to deal with file licensing problems anymore; if you're interested in this solution, feel free to contact me for more information.

Thanks for your cooperation! Timichal 23:04, 24 Maret 2008 (UTC)

Wikipedia:Penggunaan media non-bebas. Meursault2004ngobrol 01:43, 26 Maret 2008 (UTC)

Arsip Februari 2008

bisakah wikipedia menyediakan basa sunda

saya orang sunda saya ingin ada baasa sunda – komentar tanpa tanda tangan oleh RieNz ensliklopediamania (bk) .

Ada kok, di su.wikipedia.org Arkwatem 08:08, 3 Februari 2008 (UTC)

Upper

Sebaiknya "upper" dalam nama wilayah diartikan sebagai "hulu" atau "atas"? Trims FarrasLa Poste 11:37, 5 Februari 2008 (UTC)

Sepertinya terserah ya. Kalau ada padanannya "lower" biasanya jadi "hilir" dan "hulu"/"udik". Akan lebih kuat kecondongannya jika nama yg menyertainya adalah nama sungai, seperti "Upper Volta", jadi "Volta Hulu" (sekarang Burkina Faso), atau "Ogan Komering Ulu". Memang jadi agak repot untuk nama spt "Niedersachsen"/"Lower Saxony" atau "Niederland", karena ngga ada sungainya (CMIIW, esp. for Saxon). Kembangraps 15:52, 5 Februari 2008 (UTC)
Kan sudah ada Silesia Hulur dan Silesia Hilir yang bukan merupakan nama sungai namun dialiri sungai Oder. Mengenai Niederland kan tidak beroposisi dengan Opperland atau apa :-) Kalau Niedersachsen itu kan baru dibentuk setelah PD II dan ada dua Sachsen/Saxon lainnya: Sachsen-Anhalt dan Sachsen doang. Meursault2004ngobrol 17:14, 12 Februari 2008 (UTC)

Masalahnya, nama geografi di Indonesia ada yang memakai baik "atas"/"bawah", seperti "Dukuh Atas", "Menteng Atas", "Danau Dibawah", maupun "hulu"/"hilir", seperti "Sukabumi Ilir". Kedua versi, kalau diinggriskan, jadi "upper"/"lower" semua. Nama "Sukabumi Ilir" (ada "Sukabumi Udik") diambil dari nama kali kecil yang lewat di daerah itu. Juga ada Sungai Komering. Kembangraps 18:21, 12 Februari 2008 (UTC)

Tenggara

Ada yang tahu asal kata Tenggara? Kenapa tidak "Timur daya"? Apa ada hubungannya dengan Nusa Tenggara? (-_-)V bennylin 404 11:26, 12 Februari 2008 (UTC)

Kata tenggara merupakan serapan dari bahasa Tamil. Nusa Tenggara dinamakan menurut tenggara dan bukan sebaliknya. Saya tidak tahu mengapa tidak dinamakan timur daya. Contoh lainnya, kata utara diambil dari bahasa Sansekerta. Meursault2004ngobrol 17:07, 12 Februari 2008 (UTC)

Kembang atau bunga

Hi uing (basa sunda ini adalah bahasa buatan dari Urang yang berarti saya) mo nanya 1+1 berapa sesuai topik yang benar itu Kembang atau Bunga?? Fjr_ab 13:01, 13 Februari 2008 (UTC)

Lha, sama aja to? Kok bingung. Catatan: menurut pengertian awam, bunga/kembang itu juga bisa dipakai untuk menyebut tanaman hias secara keseluruhan. Nah, tambah bingung kan? :-) Kembangraps 13:04, 13 Februari 2008 (UTC)
Bukannya kembang tuh bahasa Jawa ya? Kalau orang Papua mungkin hanya tahu kata "bunga". (-_-)V bennylin 404 14:04, 16 Februari 2008 (UTC)
ya! saya berpikiran sama dengan dan Bung Benny Fjr_ab 08:03, 17 Februari 2008 (UTC)

Tidak. Kata kembang ditemukan juga dalam bahasa melayu. Contoh: pantun dari hasil googling:

Jikalau tuan mudek ke hulu
Pintakan sahaya kembang kemboja
Jikalau tuan mati dahulu
Nantilah saya di pintu syurga

--Gombang 09:27, 17 Februari 2008 (UTC)

Oh begitu, tapi saya kira lebih lazim bunga. Mungkin kata kembang dipilih di sini karena beraliterasu dengan kemboja. Bahasa Melayu banyak pula menyerap kata-kata Jawa lho. Tapi untuk hal ini saya belum bisa memastikan :-) Meursault2004ngobrol 15:53, 17 Februari 2008 (UTC)

Dalam botani hanya bunga yang dipakai sebagai istilah (padanan dari flos). Kembang hanya dipakai dalam nama-nama hortikultura. Kembangraps 17:15, 17 Februari 2008 (UTC)

Hmmm, saya awalnya malah mau mengutip pantun yang lebih terkenal:

Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi

Tapi (1) di pantun terakhir kembang digunakan sebagai kata kerja (2) the former pantun is much sweeter :p. Yang jelas bisa dilihat baik kata bunga maupun kembang sudah lama dapat diterima dalam bahasa Melayu/Indonesia, tidak peduli apakah kata kembang sendiri berasal dari bahasa Jawa atau bukan. Perbedaannya mungkin kata kembang dianggap lebih puitis, sedangkan bunga lebih biasa. Mungkin.

Soal istilah botani: bukankah pemakaian kata-kata dalam bahasa sains memang tak jarang berbeda dengan pemakaian sehari-hari? Kalau dalam fisika istilah laju dan kecepatan dibedakan, padahal sehari-harinya dianggap sinonim. --Gombang 15:03, 18 Februari 2008 (UTC)

Kembang, v, mengembang, berkembang: bertumbuh, bertambah, menjadi dewasa. "Bagai bunga kembang tak jadi" di sini maksudnya mungkin adalah 'bagai bunga yang gagal mengembang', bukan 'bagai bunga yang tidak jadi kembang'. Tapi mungkin Anda sudah tahu itu. Jadi memang kata "kembang" sendiri, terlepas maknanya sebagai sinonim "bunga" atau sebagai kata kerja yang berarti "bertumbuh", telah masuk dalam kosakata bahasa Indonesia. (-_-)V bennylin 404 15:06, 18 Februari 2008 (UTC)
Saya pernah baca "berkembang" sebagai kata kerja sendiri mungkin sebenarnya metafora, tapi sudah tidak disadari lagi (tidak seperti "berbunga"). Bukunya saya lupa, tapi pengarangnya tidak salah Gorys Keraf. --Gombang 15:11, 18 Februari 2008 (UTC)

Saya kira artinya sama. Tapi mungkin kalau dalam Bahasa Inggris Bunga itu bisa disejajarkan dengan Flower, sementara Kembang lebih cocok ke Blossom, imho. Berkembang bisa diterjemahkan sebagai "blossoms" kan? Sementara berbunga bisa buat "flowering". Begitulah kira-kira.Bhaskara 07:01, 10 Maret 2008 (UTC)

Kesimpulan

Jadi kita pakai yang mana?? Fjr_ab 07:08, 26 Februari 2008 (UTC)

Kesimpulannya? Sepertinya sudah jelas. Kedua-duanya boleh dipakai. --Gombang 09:45, 26 Februari 2008 (UTC)

Menurut saya lebih baik bunga soalnya di Warnet saya kebanyakan orang mencari artikel disini dengan kata bunga bukan kembang Fjr_ab 09:51, 26 Februari 2008 (UTC)

Judul buku lama

Saya mau tanya nih apakah sebaiknya buku2 lama yg diterbitkan sebelum tahun 1972 dan 1948 dieja sesuai aslinya. Misalkan Siti Noerbaja dan bukan Siti Nurbaya. Meursault2004ngobrol 06:46, 14 Februari 2008 (UTC)

Bukannya memang seharusnya begitu? 134.176.155.4 15:15, 14 Februari 2008 (UTC)

Ya seharusnya begitu. Nah buku-buku ini kan dicetak ulang, tapi ejaannya disesuaikan. Bagaimana pendapat yang lain? Meursault2004ngobrol 17:21, 14 Februari 2008 (UTC)

Kalau merujuk pada buku yang baru, pakai judul buku tersebut, kalau merujuk pada buku yang ejaan Soewandi, pakai ejaan Soewandi. (-_-)V bennylin 404 14:04, 16 Februari 2008 (UTC)

Kolomnis atau Kolumnis

Dari bahasa Inggris (kalau tidak salah) column diterjemahkan "kolom", tapi columnist kok setau saya diterjemahkan "kolumnis" ya? Bukannya seharusnya "kolomnis"? (-_-)V bennylin 404 14:04, 16 Februari 2008 (UTC)

Sebuah kemungkinan penjelasan: kata Indonesia "kolom" diambil dari bahasa Belanda kolom sedangkan kata "kolumnis" diambil dari bahasa Inggris columnist. Kata kolom yang berarti deretan harus dibedakan dengan column dalam koran. Bahkan dalam bahasa Belandapun kata kolumnis adalah columnist. Jadi simpulannya: "kolom" dan "kolumnis" secara etimologi berbeda. Meursault2004ngobrol 16:00, 17 Februari 2008 (UTC)

Ward (-ku) dan District (-gun)

Bagi yang pernah tinggal di Jepang atau mempelajari sistem administrasi Jepang saya pikir mengerti, bahwa Ward (-ku) dan District (-gun) berada pada level administratif yang berbeda. Namun dalam wikipedia id ini, keduanya diterjemahkan sama-sama "distrik", sehingga membingungkan baik bagi orang yang mengerti maupun yang tidak mengerti. Kategori:Distrik di Jepang

Untuk yang tidak mengetahui, level ward lebih rendah dari district (lihat Templat:Tingkatan administrasi Jepang). Ada usulan terjemahan yang pas? >>>>憂鬱 08:41, 16 Februari 2008 (UTC)

Hai 憂鬱 mungkin tidak berguna, tapi menurut
  • Kamus Kanji Modern Andrew N. Nelson: gun (郡) menjadi daerah, distrik; dan 区 juga daerah, wilayah, distrik, bagian.
  • Kamus wa-ei Kenkyusha: gunbu (郡部) menjadi rural districts (distrik pedesaan)
Bagaimana kalau, ku diterjemahkan tetap sebagai distrik (atau distrik metropolitan), sedangkan gun menjadi distrik regional (distrik pedesaan). Bukankah begitu artinya? Sakurai Midori 11:30, 16 Februari 2008 (UTC)

Kayaknya di {{Tingkatan administrasi Jepang}} sudah diterjemahkan sebagai "subdistrik", apa jadinya pakai yang ini? Hayabusa future (\0-0/) 12:24, 21 Februari 2008 (UTC)

Arsip Januari 2008

Budha atau Buddha?

Hi tante/bapak/adek/kakak yang ada disini saya mau tanya nih tulisan yang bener itu Budha atau Buddha? kalo salah saya mo revert sendiri Fajar Adi Buana 08:37, 19 Desember 2007 (UTC)

Buddha. Sesuai ejaan Latin bahasa Sansekerta. Kalau tidak mau tulis Buda. Budha itu ejaan yang salah, artinya hari Rabu atau salah satu planet (kalau gak salah Merkurius). Meursault2004ngobrol 13:49, 19 Desember 2007 (UTC)
Dua-duanya ada artikelnya masing-masing: Budha dan Buddha yang mengacu pada hal yang berbeda. (-_-)V bennylin 404 11:12, 2 Januari 2008 (UTC)

Puting Beliung

Whey, Puting Beliung ntu klo dalam bahasa Inggris artinya apaan? en:Landspout or en:Waterspout? Gini, saya masih bingung! Kata mas Meursault, Landspout artinya Puting Beliung. Padahal setahu saya Puting Beliung dlm b.Inggris ditulis Waterspout. Trus, kata org indo yg slama ini Q dengerin! Mreka menyebut Puting Beliung menerjang daerah bla bla .... ! Yg dimaksud disitu sebenarnya Landspout or Waterspout? Klo Waterspout itu berbentuk spt tornado yg melintas di perairan. Klo Landspout itu terjadi di darat, but beda dg karateristik tornado (spt yg terjadi di Indonesia)! So, pertanyaan. waterspout n landspout klo diterjemahin dlm b.Indo artinya apa? Ga bisa klo keduanya disatuartikan jadi Puting Beliung cz keduanya punya karakter beda? (lihat en) NoiX180 02:25, 30 Desember 2007 (UTC)
Dikacangin nih? NoiX180 10:06, 15 Januari 2008 (UTC) Saya maklumi

Bisa digabung di bawah artikel tornado atau sejenisnya.

quote start. "Like waterspouts, they are also technically considered tornadoes since they are defined by an intensely rotating column of air in contact with both the surface and a cumuliform cloud." quote end.

dari sini. Hal-hal spt ini umum dalam alih bahasa. Bandingkan "rice" dengan "padi", "beras", dan "nasi". Kembangraps 17:00, 22 Januari 2008 (UTC)

Di Tornado memang ada subbagian artikel tentang keduanya! Tp, apakah boleh klo dalam WBI pake bahasa inggris Waterspout & Landspout untuk judul artikel? Saya masih belum tau apa bahasa indonesia yang cocok buwat kedua artikel ini! N btw klo padi itu nama tanamannya, n klo nasi itu nama makanan pokok! NoiX180 10:51, 27 Januari 2008 (UTC)

Penamaan dengan bahasa asing sedapat mungkin dicarikan padanan bahasa Indonesianya. Jika belum memungkinkan, istilah asing itu "diindonesiakan", mengacu pada "Pedoman Pembentukan Istilah" dan kebiasaan pada bidang ilmu yang mengeluarkan istilah itu (biasanya organisasi profesi punya acuan mengenai peristilahan). Jika tidak mungkin, baru digunakan istilah asingnya. Saya pribadi lebih suka kalau Waterspouts dan Landspouts dimasukkan dalam artikel tornado saja. Ngga usah memaksakan diri untuk tiap istilah ada artikelnya, nanti malah jadi stub. Kembangraps 19:07, 29 Januari 2008 (UTC)
Gini, saya pertama itu niatnya mengambangkan artikel tornado yg saya terjemahin dari wikipedia inggris, tapi berhubung di wikipedia inggris ada subhalaman waterspout & lanspout jd saya berhenti nerjemahin sampai karena belum dapet nama yg bener2 cocok untuk kedua itu! So, sy nulis ini dg alasan supaya artikel tornadonya ga kelamaan digandeng templat inuse! gitu lho mas! NoiX180 09:37, 30 Januari 2008 (UTC)

Kayak yang sudah saya tulis: digabung saja dengan tornado. Tentu saja perlu penyesuaian redaksional (tidak perlu terjemahan sama dengan teks aslinya to?). Misalnya bisa dibuat subtopik "jargon dalam kajian tornado", lalu sejumlah jargon diterangkan di dalamnya. Keep on writing! ;-) Kembangraps 09:38, 1 Februari 2008 (UTC)

Single

Untuk single mau diterjemahkan menjadi apa ya? Tetap single atau singel? borgx(kirim pesan) 03:46, 6 Oktober 2007 (UTC)

Di KBBI ada entri "singel" yang disebut sebagai permainan tunggal dan berhubungan misalkan dengan bulu tangkis. Meursault2004ngobrol 07:32, 6 Oktober 2007 (UTC)
Maksud saya single dalam musik, bung Revo. borgx(kirim pesan) 23:29, 6 Oktober 2007 (UTC)
Iya saya tahu. Mungkin nulisnya terlalu singkat ... Tapi KBBI hanya memuat entri mengenai singel dalam permainan dan ejaannya adalah demikian. Jadi kesimpulannya: ejaan seperti ini yang bisa dipakai. Meursault2004ngobrol 00:35, 7 Oktober 2007 (UTC)
Oke kalau begitu, akan saya ganti ke singel. borgx(kirim pesan) 01:11, 7 Oktober 2007 (UTC)
[OOT] cuma ingin tahu saja, pada tahun berapa KBBI terbaru diterbitkan? Arkwatem 09:07, 16 Januari 2008 (UTC)
[OOT] Menurut artikel KBBI terbaru tahun 2001

Pak Meursault yakin "singel"? kok di halaman 1070 KBBI yg ada di tempat saya (edisi ketiga) adanya "sing.gel" dan "si.nge.lar" artinya sama seperti yang Bapak tulis. --Kapan Lagi? 10:08, 16 Januari 2008 (UTC)


Pertanyaan tahun lalu. Baru kepikiran bahwa pengucapan "singel" adalah "si-ngel", yang tentu berbeda dengan pelafalan bahasa Inggris single yang saya rasa lebih tepat ditransliterasikan jadi "singgel" (baca: "sing-gêl"). Bagaimana pelafalannya menurut KBBI, bung? (-_-)V bennylin 404 07:10, 16 Januari 2008 (UTC)

Edisi berapa itu mas/mbak Kapan Lagi? Punya saya yang saya kutip itu edisi tahun 1997. Tahun 2008 ini saya baca di Kompas minggu lalu katanya mau terbit edisi baru. Meursault2004ngobrol 13:13, 16 Januari 2008 (UTC)
Punya kami edisi ketiga tahun 2001 cetakan tahun 2005, yang sampulnya merah. Alhamdulillah kalau ada yang baru. Semoga lebih tebal, biar tambah muantap buat nimpuk :D --Kapan Lagi? 14:18, 16 Januari 2008 (UTC)

Kalo solo beda yah sama singel? Di Indonesia sebenarnya ngga ngeluarin album singel sih - hanya album dengan multi singel (alias banyak) Serenity 14:46, 16 Januari 2008 (UTC)

Solo jelas beda dong dgn Singel, Solo dlm konteks ini artinya "penyanyi" tunggal bukan duet, trio atau grup, sedangkn Singel bisa diartikan "lagu" tunggal atau belum dibuatkan album, kayaknya sih gtu Caprie 14:09, 26 Januari 2008 (UTC)
Tapi album solo bukan berarti isinya cuman satu yah? Atau artinya dinyanyikan sendirian yah? Hmm *bingung sendiri* Serenity 15:11, 26 Januari 2008 (UTC)
Iya Caprie bener kok. Single itu isinya biasanya cuma satu lagu utama + bonus. Lalu Album isinya banyak lagu (kumpulan single). Misalnya CD Single Butterflies and Hurricanes isinya cuma lagu Butterflies and Hurricanes + satu bonus lagu live. Dan lagu ini masuk ke CD album, yang isinya selain Butterflies and Hurricanes, juga plus 13 lagu lainnya. CD Single itu biasanya dijualnya dengan harga seper-limanya harga CD Album.
Trus kalo album solo itu misalnya Beyonce, tadinya kan dia anggota Destiny's Child, tapi dia bikin album sendiri tidak sebagai anggota grup, jadinya dinamakan album solo. dragunovadiscuss 04:00, 29 Januari 2008 (UTC)
Atau album tentang Solo ^_^. Balik ke topik dong, bagaimana kalau diganti jadi "singgel" dengan dua "g" biar ejaannya sama dengan tulisannya dan vica-versa... (-_-)V bennylin 404 04:42, 29 Januari 2008 (UTC)

@Dragunova penggemar MUSE bukan? Fjr_ab 00:40, 3 Februari 2008 (UTC)

Ya. dragunovadiscuss 12:48, 7 Februari 2008 (UTC)

Tabel IPA

Apa di wikipedia ini sudah ada Tabel IPA (Alfabet Fonetis Internasional) untuk Bahasa Indonesia? Arkwatem 14:15, 18 Januari 2008 (UTC)

Sudah. Silakan melihat Bahasa Indonesia#Bunyi. Meursault2004ngobrol 09:15, 19 Januari 2008 (UTC)
Maksud saya yang lebih lengkap, ada contohnya. Kalau yang sekarang ini kan pembaca tidak tahu simbol-simbol tersebut bunyinya apa, dan hanya mencakup bunyi-bunyi yang ada dalam bahasa Indonesia. Lihat ini, misalnya [23] atau [24] Arkwatem 10:07, 19 Januari 2008 (UTC)
Sudah saya mulai Bantuan:Pengucapan, tapi belum lengkap. Arkwatem 09:23, 2 Februari 2008 (UTC)

Pipis atau Kencing?

Maaf, sudah terpikirkan sejak lama, karena selama ini kalau memberi tau anak di rumah bahwa kalau ingin buang air kecil itu harus mengatakan ingin pipis. Tapi setelah dipikir-pikir, apa memang ada kosa kata bahasa indonesia yang mengacu ke pipis? Karena setahu saya dalam bahasa indonesia yang mungkin lebih tepat adalah perkataan kencing? atau malah sebaliknya? atau apakah pipis ini berasal dari bahasa daerah (bahasa jawa?) yang mejadi bahasa serapan? mohon pencerahannya dari yang mungkin mengetahui. Trims. --Andri.h 03:21, 20 Januari 2008 (UTC)

Pipis itu kelihatannya diambil dari bahasa Eropa: bahasa Inggris to pee, bahasa Belanda pissen dan bahasa Prancis faire le pipi. Kelihatannya kata ini diserap karena kata "kencing" terdengar agak kasar. Jadi masalah tabu. Contoh lain kenapa kemaluan pria disebut "penis" dan wanita "vagina". Kenapa tidak disebut "butuh" dan "pungki" saja? Sama saja alasannya. Meursault2004ngobrol 05:43, 20 Januari 2008 (UTC)

Pertanyaan mengenai berbagai hal teknis di dalam penulisan

rekan-rekan sastrawan, penulis, dan editor,

ada yang mau saya tanyain donk. Berikut ini:

1. Apakah nama jabatan, mis: General Manager, bisa dipisah (karena keterbatasan halaman)? Misalnya menjadi Gene-ral Manager?

2. Apakah tema acara dan judul buku atau jurnal dalam penulisan artikel, berbahasa Indonesia ataupun asing, harus diapit tanda kutip dan ditulis miring? Misal: "Muscle Resolution" (miring) dan "Cara Alami Menuju Sehat" (miring).

3. Apakah nama makanan asing, misal sushi, harus ditulis miring? Dan bolehkah dipenggal?

4. Apakah nama orang yang terdiri lebih dari satu kata, misalnya Susi Handayani, bisa dipisah ke dalam 2 baris kalimat karena keterbatasan kolom? Contoh: . bla bla bla bla bla bla Susi (baris pertama) Handayani bla bla bla bla bla (baris ke dua).

5. Di dalam kalimat/artikel, apakah simbol % bisa ditulis dengan tetap menggunakan simbol %, atau sebaiknya ditulis menjadi "persen"?

6. Saya dengar, angka 1-15 harus ditulis dengan huruf kecuali diikuti dengan satuan, benarkah demikian? Sumbernya dari mana?

7. Mana penulisan yang benar, di dalam kalimat, 1-15 orang atau 1 hingga 15 orang?

8. Apakah satuan ukuran boleh disingkat di dalam kalimat, misalnya: milimeter menjadi mm atau selsius menjadi C?

9. Mana yang benar, selsius, atau Selsius, atau Celsius?

10. Mana yang benar, dalam satu penjabaran yang mengandung urut-urutan, kata "dan" harus diawali koma atau tidak? Misal: satu, dua, dan tiga? Atau satu, dua dan tiga?

11. Bolehkah kata "Misal" dan "Atau" ditaruh di awal kalimat, untuk menjelaskan kalimat sebelumnya?

Demikian pertanyaan saya untuk para praktisi sastra, editor, dan penulis....mohon pencerahan. Terimakasih banyak sebelumnya.

PS: Mohon agar bisa diberikan sumber-sumber yang rekan-rekan ketahui dari jawaban masing-masing. Thanks ya. – komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Er.. menurut saya wikipedia bukan tempat yang tempat untuk bertanya seperti ini. Arkwatem 15:17, 23 Januari 2008 (UTC)
http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempurnakan -> EYD
  1. Pendapat: boleh saja, tapi itu istilah asing, jadi perlu dicari padanannya, kalau tidak perlu dicetak miring: General Manager
  2. Pendapat: kalau diberi tanda kutip biasanya lebih jelas, tapi apakah harus? Menurut EYD: Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
  3. Pendapat: kalau istilah asing, maka sewajarnya dicetak miring. Dipisah/dipenggal sih semuanya boleh-boleh saja, cuma kalau bahasa asing pemenggalan katanya di mana, rasanya belum ada pedomannya
  4. Pendapat: bisa saja
  5. Pendapat: bisa saja. Coba baca lebih jauh kata EYD mengenai pemenggalan kata (belum saya baca sih)
  6. Peraturan: Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, sperti dalam perincian dan pemaparan. (EYD III:J:8)
  7. Peraturan: Tanda pisah [(—), bukan tanda hubung (-) yang lebih pendek]dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'. (EYD V:E-F)
  8. Pendapat: sebaiknya demikian (disingkat)
  9. Pendapat: Celcius (sesuai singkatan)
  10. Peraturan: Ya! Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. EYD
  11. Wah, saya tidak tahu... rasanya tidak boleh, pakai koma atau titik koma saja.
(-_-)V bennylin 404 23:28, 23 Januari 2008 (UTC)

Merubah? Analis atau analisa?

Senang juga ternyata banyak situs internet yang peduli bahasa.


Jika diberi awalan me- atau di-, kata dasar ubah jelas akan menjadi mengubah atau diubah, bukan merubah atau dirubah.

(polisiEYD)

Bahasa Indonesia menganut penyerapan istilah asing dari bahasa Inggris, kecuali jika memang tidak ada padanan dari bahasa Inggrisnya. kata analisis adalah bentuk serapan dari istilah asing (bahasa Inggris) analyze, sementara kata analisa merupakan serapan dari bahasa Belanda analyseer. jadi, kata yang baku adalah analisis, bukan analisa.

Kemudian kata bentukan mengubah, itu berasal dari awalan me dan kata dasar ubah, jadi me + ubah = mengubah. contoh lain:

  • me + urus = mengurus
  • me + ulang = mengulang
  • me + usap = mengusap

Jadi, kalau ada kata merubah, itu berarti menjadi rubah (atau berubah menjadi rubah, mirip seperti werewolf atau serigala jadi-jadian). jika masih berkeras menggunakan kata merubah walaupun yang dimaksud adalah mengubah, maka orang tersebut seharusnya punya pendirian tetap dengan pembentukan kata:

  • me + urus = merurus
  • me + ulang = merulang
  • me + usap = merusap
  • (www.ryaosaeba.wordpress.com)

Pertanyaan saya sekarang: mana yang benar, email atau e-mail? – komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Lihat Surat elektronik, walaupun apa yang ditulis di wikipedia belum tentu resmi. (-_-)V bennylin 404 23:30, 23 Januari 2008 (UTC)
Kalau menurut Pusat Bahasa yang "benar" sekarang adalah "pos-el". Meursault2004ngobrol 15:19, 24 Januari 2008 (UTC)
Nanti malah keliru sama "ponsel", hahaha... Trus bacanya pos-él atau po-sél? (-_-)V bennylin 404 15:45, 24 Januari 2008 (UTC)


EYD dalam Penulisan

Akhirnya, setelah mendapat pencerahan di sana-sini, juga peperangan batin dengan 2 editor yang sangat menguji kesabaran, akhirnya saya memberanikan diri merilis ini:

EYD DALAM PENULISAN (2)

Pemenggalan kata berbahasa Inggris

Istilah asing yang dipakai di dalam suatu karangan berbahasa Indonesia, aturan tata bahasanya tetap menggunakan aturan tata bahasa asal. Salah satunya adalah masalah pemenggalan kata. Pemenggalan kata berbahasa Inggris tidak seperti bahasa Indonesia yang berdasarkan suku kata, melainkan berdasarkan pengucapan (pronouncation).

Misalnya:

  • General dipenggal menjadi Gen-e-ral, bukan Ge-ne-ral
  • Manager dipenggal menjadi Man-a-ger bukan Ma-na-ger.

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Sumber? Menurut saya tergantung pengejaan bahasa indonesianya, kalau General dieja "Jé-nê-ral", maka pemenggalannya juga "Ge-ne-ral", kecuali kalau tiba-tiba lidah Indonesia "harus mengikuti" lidah Amerika (Inggris kan ada dua, Inggris Amerika dan Inggris Britania), maka barulah menurut saya bisa dipisah dengan cara lain. Alasan kedua, pembacanya siapa? bisa tidak pembaca yang tidak paham bahasa Inggris Amerika membacanya dengan benar? (-_-)V bennylin 404 01:39, 27 Januari 2008 (UTC)

Awalan me + kata yang diawali dengan "k", "p", "t", "s"

Konsensus antara ahli bahasa dan Forum Bahasa Media Massa yang diadakan sebulan sekali menyepakati peluruhan seluruh kata yang diawali dengan huruf k -p - t- s bila diberi awalan kata me-. Contoh, me + proses menjadi memroses dan bukan memproses.

Awalan me tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh:

  • me- + klarifikasi → mengklarifikasi.

Awalan me tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh:

  • me- + konversi → mengkonversi.

Hmmm, hati-hati dengan kata-kata ini:

  • posisi; memposisikan atau memosisikan?
  • pesona; mempesona atau memesona?
  • penjara; mempenjarakan atau memenjarakan?
  • promosi; mempromosikan atau memromosikan?
  • perintah; memperintahkan atau memerintahkan?
  • peduli; mempedulikan atau memedulikan?
  • prioritas; memprioritaskan atau memrioritaskan?
  • parodi; memparodikan atau memarodikan?
  • prihatin; memprihatinkan atau memrihatinkan?
  • proklamasi; memproklamasikan atau memroklamasikan?
  • percaya; mempercayakan atau memercayakan?
  • protes; memprotes atau memrotes?
  • program, memprogram atau memrogram?
  • praktik; mempraktikkan atau memraktikkan?

Catatan: revisi pada KBBI akan diperkenalkan pada Kongres Bahasa 2008 yang akan diadakan pada tanggal 28 Oktober -- 1 November 2008. Kita tunggu saja! – komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .


Bagaimana dengan kata "punya" yang mendapat imbuhan "meng-i"? Mau "mempunyai" atau "memunyai"? Jika direvisi, apakah berarti KBBI Edisi sebelumnya akan dinyatakan tidak berlaku lagi dalam menentukan "baku/tidak baku"?

125.163.249.192 08:57, 5 Februari 2008 (UTC)Joko Widiyatmoko

Tanda koma di dalam kalimat perincian atau pembilangan

Contoh:

  • Satu, dua, dan tiga. (benar)
  • Satu, dua dan tiga. (salah)
  • Rita, Erik, dan Ali. (benar)
  • Rita, Erik dan Ali. (salah)

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Tanda pisah ( -- ) di antara dua bilangan

Sebelumnya harus dipahami perbedaan tanda pisah memiliki simbol yang berbeda dengan tanda hubung. Tanda pisah memiliki simbol "dua strip" ( -- ), sedangkan tanda hubung hanya satu strip ( - ). Jika diletakkan di antara dua bilangan, maka tanda pisah ( -- ) memiliki arti "hingga" atau "sampai".

Contoh:

  • Penelitian tersebut melibatkan 1--15 relawan, BUKAN 1-15 relawan, atau tuliskan saja 1 sampai 15 relawan.

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Saya tidak setuju, saya rasa itu hanya berlaku di program pemroses kata (word processor) seperti MS-Word yang otomatis merubah dua tanda (-) menjadi tanda (─) yang lebih panjang. Kalau mau cara cepat mengetik tanda pisah (yang lebih panjang dari tanda hubung) dengan papan ketik komputer biasa, bisa menggunakan cara cepat Alt+196. (-_-)V bennylin 404 01:44, 27 Januari 2008 (UTC)

Tanda hubung (-)

Menghubungkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing yang bergabung menjadi satu arti.

Contoh:

  • di-smash

Tanda hubung juga dipakai sebagai berikut:

  • se-Indonesia
  • se-Jawa Barat
  • hadiah ke-2
  • tahun 50-an
  • mem-PHK-kan
  • hari-H
  • sinar-X

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Pendapat saya yang benar adalah "di-smash" (cetak miring). Lihat EYD untuk ketentuannya (alamat Wikisource-nya sudah saya berikan di atas).(-_-)V bennylin 404 01:45, 27 Januari 2008 (UTC)

Lambang bilangan

Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan, atau jika diikuti dengan satuan.

Contoh:

  • Seminar tersebut diikuti oleh 15 ahli bedah, 2 dokter mata, dan 3 dokter anak.
  • Kantor kami memiliki dua puluh pegawai.
  • Ukuran yang seharusnya adalah 3 miligram.

Jika ingin menuliskan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut:

  1. Bilangan utuh
    • dua belas 12
    • dua puluh dua 22
    • dua ratus dua puluh dua 222
  2. Bilangan pecahan
    • tiga perempat (BUKAN tiga per empat) ¾
    • seperenam belas 1/16
    • tiga dua pertiga (BUKAN tiga dua per tiga) 3 2/3
    • seperseratus 1/100
    • satu persen 1%
    • satu permil (BUKAN satu per mil) 1‰
    • satu dua persepuluh 1,2

Catatan: Kata "per" yang berarti "tiap" ditulis terpisah. Contoh:

  • Ia menuang obat miligram per milligram,

Simbol matematis seperti % di dalam kalimat yang tidak mengandung unsur bilangan ditulis dengan kata atau huruf. Contoh:

  • Entah ada berapa persen murid yang masih malas belajar.

Simbol mata uang Rp di dalam kalimat tidak diikuti titik. Contoh:

  • Rp 5.000,00

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Sumbernya apa? "body language" dicetak miring... dan setahu saya "Ampere" menggunakan huruf besar (disingkat "A" kapital), demikian pula dengan "Volt" (V), "Newton" (N), dan kawan-kawan; saya kurang tahu mengenai diesel. (-_-)V bennylin 404 01:48, 27 Januari 2008 (UTC)


Ya, memang harusnya miring...maaf, ini copy paste dari word yang ternyata tidak langsung ikut miring si Wikipedia. Begitupun dengan di-smash.

Kalo nulis "ampere" dan/atau "volt" yang gue tau seeh harusnya ditulis pake huruf kecil. Kalo nulisnya disingkat baru deh pake huruf besar (jadi "A" ato "V"). Ya emang gitu, kalo istilahnya disingkat penulisannya harus wajib case-sensitive. Kalo enggak entar malah bikin orang bingung. Coba aja nyingkat istilah bit dan byte tanpa memedulikan besarnya huruf. Rea sekar 03:06, 3 Februari 2008 (UTC)
oh, gitu ya? singkatan dan kepanjangannya kapitalisasinya beda? bikin hidup lebih susah :( (-_-)V bennylin 404 03:45, 3 Februari 2008 (UTC)
tau neh, orang pinter di dunia bisanya cuma bikin susah. Gigabit dan Gigabyte kalo kapitalisasinya gak dibedain malah bikin orang bingung. GB dan Gb atau Gb dan GB? Haha...enjoy this world. Rea sekar 03:53, 3 Februari 2008 (UTC)

Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung

Secara garis besar, ada dua jenis kutipan di dalam penulisan:

  1. Kutipan langsung.

Kutipan langsung pendek terdiri dari maksimal 3 baris atau tidak lebih dari 40 kata, diapit dengan tanda kutip, sumbernya hanya satu orang.

  1. Kutipan tidak langsung

Merupakan kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya, merupakan ringkasan atau pokok-pokok yang disusun menurut jalan pikiran pengutip, sumbernya lebih dari satu orang, tidak diperlukan tanda kutip dalam penulisannya, kalimatnya lebih panjang dari kutipan langsung.

Ada juga yang biasa disebut highlight (entah apa istilahnya dalam acuan penulisan bahasa Indonesia). Highlight adalah pokok pikiran yang dianggap menarik oleh pengarang, sehingga dipisahkan dari alinea atau ditulis tersendiri, mirip dengan kutipan.

Contoh highlight bisa Anda lihat di berbagai media di mana saja, antara lain:

  • artikel “Jocelyn, You’re Late”, O (Oprah), May 2005, pg. 108
  • artikel “Senora Carmen’s Secret”, Time July 2007, pg. 52
  • artikel “Soesilo Bambang Yudhoyono – A New Beginning”, Indonesian Tatler, November 2004, hal. 156.

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .


Menurut saya kalau menulis diperhatikan dulu pembacanya siapa. Kebanyakan yang Anda tulis saya rasa sudah diketahui oleh Wikipediawan/wati di sini. Sebenarnya tulisan Anda hanya sebagai informasi, pertanyaan, atau ajakan sih?


Maaf. Terus terang, ini kebiasaan. Setelah banyak bertanya, saya akan membuat rangkuman yang akan saya rilis ke media tempat saya bertanya sebelumnya. Harapannya, semoga kalau sudah diringkas bisa lebih ringkes dibaca oleh pengguna yang lain yang membutuhkan tanpa perlu browsing berulang-ulang dengan menggunakan kata kunci yang berbeda-beda. Kalau ada yang tidak butuh, monggo diabaikan saja. Dihapus juga boleh. Himbauan di sini, sama sekali bukan buat pengguna wikipedia. Maaf, ini kesalahan saya. Dokumen ini hasil copy paste dari catatan saya buat anak-anak.

O ya, setahu saya di sini juga tempat buat mendiskusikan penggunaan bahasa agar sesuai EYD.

Distop dulu Mas Benny karena sudah tidak ada hubungannya lagi dengan bahasa. Kalau masih ada yang mau ditegur, silakan kirim email pribadi saja ke lilyairen@yahoo.co.uk. Trims buat usahanya merapi2kan tulisan saya.

Ga pa pa lah. COba dipindahin dulu aja ke halaman pembaca Mbak Lily sendiri. Nanti kalau sudah terkumpul dan rapi bisa dibuat ke halaman bantuan, supaya jadi pedoman buat yang lain. Hariadhi - Ngobrol 14:50, 31 Januari 2008 (UTC)

Istilah asing yang dimahfumkan

Dalam penulisan, sering ada istilah/kata asing yang belum di-Indonesiakan. Akibatnya, tulisan bertaburan kata-kata yang "terpaksa" dimiringkan.

Seseorang pernah berkata, istilah asing yang banyak orang sudah mahfum artinya, tidak perlu ditulis miring. Masih menurut orang ini, jika ada beberapa istilah asing yang sama muncul beberapa kali di dalam satu karangan, maka yang ditulis miring hanya kata yang pertama.

Bagaimana pendapat teman-teman mengenai pendapat "seseorang" tersebut?

Saya belum pernah mendengar referensi seperti itu kecuali dari "seseorang" itu.

– komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) pada pada 21:35, 26 Januari 2008.

Karena "seseorang" itu tidak bernama, maka saya tidak berkomentar. Tunggu "orang" itu mendaftar ke Wikipedia Indonesia dulu baru dibahas lagi ya... percuma berargumentasi dengan "seseorang". (-_-)V bennylin 404 01:58, 27 Januari 2008 (UTC)
Ini mungkin benar pada konteks tertentu, tapi yang jelas di Wikipedia dianjurkan supaya istilah asing dimiringkan terus sepanjang teks. Meursault2004ngobrol 08:11, 27 Januari 2008 (UTC)

Kemampuan untuk menghindari pengulangan berkali-kali istilah yang sama dalam suatu teks adalah salah satu indikasi kecakapan dalam teknik penulisan. Itulah gunanya "kata ganti" (pronomina). Kembangraps 14:35, 28 Januari 2008 (UTC)