Wikipedia:Artikel pilihan/Jadwal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Halaman utama Wikipedia memiliki bagian untuk menampilkan artikel pilihan (disingkat "AP"). Urutan artikel yang ditampilkan di sana diatur di halaman ini, yang berisi jadwal dan antrian artikel pilihan untuk ditampilkan. Penjadwalan dilakukan berdasarkan konsensus komunitas.

Anda dapat mengusulkan penjadwalan artikel pilihan di Wikipedia:Artikel pilihan/Jadwal/Usulan.

Untuk ditampilkan di halaman utama Wikipedia, artikel harus sudah mendapatkan status artikel pilihan dan memiliki paragraf dan gambar pembuka yang baik. Pengusulan untuk mendapatkan status artikel pilihan dilakukan di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan.

Setiap artikel pilihan akan ditampilkan selama 10 hari (1 dasahari). Dalam sebulan ada 3 AP dan dalam setahun ada 37 AP. (Penomoran AP dimulai dari 0)

Hapus singgahan

Gunakan templat JadwalAP untuk menambahkan slot penjadwalan.

AP 0 (1 Januari 2015—9 Januari 2015)
Penyu sisik

Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) adalah jenis penyu terancam punah yang tergolong dalam familia Cheloniidae. Penyu ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya. Spesies ini memiliki persebaran di seluruh dunia, dengan dua subspesies terdapat di Atlantik dan Pasifik. E. imbricata imbricata adalah subspesies di Atlantik, sedangkan E. imbricata bissa adalah subspesies di wilayah Indo-Pasifik. Penampilan penyu sisik mirip dengan penyu lainnya. Penyu ini umumnya memiliki bentuk tubuh yang datar, dengan sebuah karapaks sabagai pelindung, dan sirip menyerupai lengan yang beradaptasi untuk berenang di samudra terbuka. Perbedaan E. imbricata dari penyu lainnya yang sangat mudah dibedakan adalah paruhnya yang melengkung dengan bibir atas yang menonjol, dan tampilan pinggiran cangkangnya yang seperti gergaji. Cangkang penyu sisik dapat berubah warna, sesuai dengan temperatur air. Walaupun penyu ini menghabiskan separuh hidupnya di samudra terbuka, sesekali mereka juga mendatangi laguna yang dangkal dan terumbu karang. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: De Stem des BloedsTuriThe Hunger Games

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 1 (10 Januari 2015—19 Januari 2015)
Bulan

Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan merupakan bulan terbesar kelima dalam Tata Surya. Bulan juga merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya menurut ukuran planet yang diorbitnya, dengan diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa 181 (1.23%) dari Bumi. Di antara satelit alami lainnya, Bulan adalah satelit terpadat kedua setelah Io, satelit Yupiter. Bulan berada pada rotasi sinkron dengan Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi, dengan sisi dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi kerak yang terang dan kawah tubrukan yang menonjol. Bulan adalah benda langit yang paling terang setelah Matahari. Meskipun Bulan tampak sangat putih dan terang, permukaan Bulan sebenarnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair. Sejak zaman kuno, posisinya yang menonjol di langit dan fasenya yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi. Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan dan pemanjangan waktu pada hari di Bumi. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Penyu sisikDe Stem des BloedsTuri

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 2 (20 Januari 2015—29 Januari 2015)
Logo Union Films

Union Films adalah sebuah perusahaan produksi film yang terletak di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta, Indonesia). Didirikan oleh pengusaha etnis Tionghoa Ang Hock Liem dan Tjoa Ma Tjoen pada tahun 1940, menghasilkan tujuh film hitam-putih antara tahun 1940 dan 1942; semuanya dianggap hilang. Film-film perusahaan ini disutradarai oleh empat orang, sebagian besar etnis Tionghoa, dan melambungkan karier aktor-aktor seperti Rendra Karno dan Djoewariah. Didirikan saat kebangkitan industri film Hindia, Union merilis film pertamanya, Kedok Ketawa, pada bulan Juli 1940. Film ini diikuti oleh serangkaian film yang ditulis oleh Saeroen yang semakin berorientasi pada pertumbuhan kalangan inteligensia Hindia, mencoba untuk menjauhkan diri dari teater konvensional yang umum dalam industri film kontemporer. Hal ini berlanjut setelah Saeroen berangkat ke Star Film pada tahun 1941, dengan dua produksi akhir Union Films yang menekankan realisme. Ketika Kekaisaran Jepang menduduki Hindia pada Maret 1942, Union Films ditutup, meskipun film-filmnya terus diputar sampai pertengahan 1940-an. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: BulanPenyu sisikDe Stem des Bloeds

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 3 (30 Januari 2015—8 Februari 2015)
Iklan koran Ka Toedjoe

Sorga Ka Toedjoe ([sɔrˈga ˈka tuˈdʒu]; bahasa Melayu pasaran untuk Surga Ketujuh; juga dipasarkan dengan judul Belanda In Den Zevenden Hemel) adalah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tahun 1940 yang disutradarai Joshua dan Othniel Wong untuk Tan's Film. Film ini mengisahkan seorang pasangan tua, diperankan Kartolo dan Annie Landouw, yang setelah sekian tahun berpisah disatukan kembali oleh pasangan muda lain yang diperankan Roekiah dan Djoemala. Ini adalah film pertama Tan's Film setelah ditinggalkan Rd. Mochtar. Film ini hitam putih dan menampilkan musik keroncong. Film yang ditargetkan pada penonton pribumi kelas bawah ini sukses di pasaran dan disambut hangat oleh kritikus. Roekiah dan Djoemala kelak memainkan peran utama di empat film lainnya sebelum Tan's ditutup tahun 1942. Sorga Ka Toedjoe diduga hilang dari peredaran. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Union FilmsBulanPenyu sisik

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 4 (9 Februari 2015—18 Februari 2015)
Bendera Jepang

Bendera nasional Jepang adalah sebuah bendera yang memaparkan lingkaran merah di tengah bidang putih. Bendera ini secara resmi disebut Nisshōki (日章旗?, "bendera simbol matahari") dalam bahasa Jepang, namun secara umum dikenal sebagai Hinomaru (日の丸?, "lingkaran matahari"). Bendera Nisshōki dinobatkan sebagai bendera nasional sesuai Aturan Tentang Bendera Nasional dan Lagu Kebangsaan Nasional, yang diumumkan dan berlaku sejak tanggal 13 Agustus 1999. Meskipun pada masa sebelumnya tak ada undang-undang mengenai bendera nasional, bendera lingkaran matahari telah menjadi bendera nasional Jepang secara de facto. Dua maklumat dikeluarkan pada tahun 1870 oleh Daijō-kan, badan pemerintahan pada awal Zaman Meiji, yang masing-masing memiliki ketentuan mengenai rancangan bendera nasional. Bendera lingkaran matahari dipakai sebagai bendera nasional untuk kapal-kapal dagang menurut Maklumat No. 57 tahun 3 Meiji (dikeluarkan pada 27 Februari 1870), dan sebagai bendera nasional yang digunakan oleh Angkatan Laut menurut Maklumat No. 651 tahun 3 Meiji (dikeluarkan pada 27 Oktober 1870). Penggunaan Hinomaru sangat dibatasi selama awal zaman pendudukan Amerika di Jepang setelah Perang Dunia II; pembatasan tersebut kemudian diringankan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Sorga Ka ToedjoeUnion FilmsBulan

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 5 (19 Februari 2015—28 Februari 2015)
Oerip Soemohardjo

Oerip Soemohardjo adalah seorang jenderal dan kepala staf umum Tentara Nasional Indonesia pertama pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Lahir di Purworejo, Hindia Belanda, Oerip kecil adalah anak nakal yang sudah memperlihatkan kemampuan memimpin sejak usia dini. Orangtuanya menginginkan dirinya untuk mengikuti jejak kakeknya sebagai bupati, oleh sebab itu, setamat sekolah dasar, ia dikirim ke Sekolah Pendidikan Pegawai Pribumi (OSVIA) di Magelang. Ibunya wafat saat ia menjalani tahun kedua di sekolah, dan Oerip berhenti sekolah untuk mengikuti pelatihan militer di Meester Cornelis, Batavia (kini Jatinegara, Jakarta). Setelah lulus pada tahun 1914, ia menjadi letnan di Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), tentara pemerintah kolonial Belanda. Bertugas selama hampir 25 tahun, ia ditempatkan di tiga pulau berbeda dan dipromosikan beberapa kali, dan akhirnya menjadi perwira pribumi dengan pangkat tertinggi di KNIL. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Bendera JepangSorga Ka ToedjoeUnion Films

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 6 (1 Maret 2015—10 Maret 2015)
Poster Rentjong Atjeh

Rentjong Atjeh adalah film aksi Hindia Belanda tahun 1940 yang disutradarai The Teng Chun yang mengisahkan sekelompok orang yang hendak balas dendam kepada para perompak di Selat Malaka. Film ini dibintangi Ferry Kock, Dewi Mada, Bissoe, Mohammad Mochtar, dan Hadidjah. Film ini dibuat dekat pesisir Batavia (sekarang Jakarta) dan memakai kembali rekaman film The sebelumnya, Alang-Alang (1939). Rentjong Atjeh, sebagian terinspirasi oleh film-film Tarzan, sukses di pasaran dan sekarang hilang dari peredaran. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Oerip SoemohardjoBendera JepangSorga Ka Toedjoe

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 7 (11 Maret 2015—20 Maret 2015)
Lukisan potret Hasekura sewaktu dalam misi di Roma, 1615

Hasekura Tsunenaga adalah samurai pengikut Date Masamune dari Domain Sendai pada awal zaman Edo di Jepang. Ia memimpin misi diplomatik ke Vatikan, dan melakukan perjalanan hingga Spanyol Baru (tiba di Acapulco dan berangkat dari Veracruz), serta singgah di berbagai pelabuhan di Eropa antara tahun 1613 dan 1620. Nama lainnya adalah Rokuemon Nagatsune (六右衛門長経?). Dalam buku sejarah Eropa, namanya ditulis sebagai Faxecura Rocuyemon. Misi diplomatik ke Vatikan yang dipimpinnya disebut Misi Zaman Keichō yang dikirim sesudah Misi Zaman Tenshō. Sewaktu kembali ke Jepang, Hasekura dan delegasinya mengambil rute pelayaran yang sama seperti sewaktu berangkat menuju Meksiko pada tahun 1613. Kapalnya berlayar dari Acapulco ke Manila, lalu terus ke utara menuju Jepang pada tahun 1620. Ia dianggap sebagai duta besar Jepang pertama untuk Amerika dan Eropa. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Rentjong AtjehOerip SoemohardjoBendera Jepang

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 8 (21 Maret 2015—30 Maret 2015)
Om

Agama Hindu merupakan agama dominan di Asia Selatan—terutama di India dan Nepal—yang mengandung aneka ragam tradisi. Agama ini meliputi berbagai aliran—di antaranya Saiwa, Waisnawa, dan Sakta—serta suatu pandangan luas akan hukum dan aturan tentang "moralitas sehari-hari" yang berdasar pada karma, darma, dan norma kemasyarakatan. Agama Hindu cenderung seperti himpunan berbagai pandangan filosofis atau intelektual, daripada seperangkat keyakinan yang baku dan seragam. Agama Hindu disebut sebagai "agama tertua" di dunia yang masih bertahan hingga kini, dan umat Hindu menyebut agamanya sendiri sebagai Sanātana-dharma, artinya "darma abadi" atau "jalan abadi" yang melampaui asal mula manusia. Agama ini menyediakan kewajiban "kekal" untuk diikuti oleh seluruh umatnya—tanpa memandang strata, kasta, atau sekte—seperti kejujuran, kesucian, dan pengendalian diri. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Hasekura TsunenagaRentjong AtjehOerip Soemohardjo

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 9 (31 Maret 2015—9 April 2015)
Poster Pah Wongso Pendekar Boediman

Pah Wongso Pendekar Boediman adalah sebuah film detektif 1941 dari Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Sebagai film pertama yang dibuat oleh Star Film, film tersebut diproduseri oleh Jo Eng Sek dan menampilkan pengambilan gambar yang diambil oleh Cho' Chin Hsin. Dibintangi L. V. Wijnhamer, Jr., Elly Joenara, dan Mohamad Arief, film tersebut mengisahkan tentang pekerja sosial Pah Wongso yang sedang menginvestigasi kasus pembunuhan untuk membersihkan nama baiknya. Sebagai film pertama pada genre-nya yang dibuat di Hindia Belanda, Pah Wongso Pendekar Boediman dibuat untuk memanfaatkan popularitas Wijnhamer dan karakter-karakter Hollywood seperti Charlie Chan dan Mr. Moto. Dirilis pada April 1941 untuk mendapatkan popularitas, film ini mendapatkan tanggapan kritis yang beragam; pengulas Saeroen berpendapat bahwa kesuksesan film tersebut sepenuhnya karena ketenaran bintangnya. Sekuel dari film ini, yang kemungkinan hilang Hilang, Pah Wongso Tersangka, kemudian dirilis pada tahun berikutnya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Agama HinduHasekura TsunenagaRentjong Atjeh

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 10 (10 April 2015—19 April 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/10 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 11 (20 April 2015—29 April 2015)
Bumi

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama. Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: ? – ? – Agama Hindu

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 12 (30 April 2015—9 Mei 2015)
Rd Mochtar dan Roekiah

Gagak Item ([ɡaˈɡaʔ iˈtəm]; juga dikenal dengan judul Belanda De Zwarte Raaf) adalah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tahun 1939 yang disutradarai Joshua dan Othniel Wong untuk Tan's Film. Film ini dibintangi Rd Mochtar, Roekiah, dan Eddy T. Effendi, dan mengisahkan seorang pria bertopeng berjulukan "Gagak Item". Film yang memakai kembali pemeran dan kru Terang Boelan tahun 1937 ini mendapatkan sambutan hangat setelah penayangannya. Film ini diperkirakan hilang dari peredaran. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Bumi – ? – Pah Wongso Pendekar Boediman

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 13 (10 Mei 2015—19 Mei 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/13 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 14 (20 Mei 2015—29 Mei 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/14 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 15 (30 Mei 2015—8 Juni 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/15 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 16 (9 Juni 2015—18 Juni 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/16 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 17 (19 Juni 2015—28 Juni 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/17 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 18 (29 Juni 2015—8 Juli 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/18 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 19 (9 Juli 2015—18 Juli 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/19 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 20 (19 Juli 2015—28 Juli 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/20 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 21 (29 Juli 2015—7 Agustus 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/21 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 22 (8 Agustus 2015—17 Agustus 2015)
Gita Gutawa

Gita Gutawa adalah seorang penyanyi sopran, aktris, dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Ia adalah putri dari komponis Erwin Gutawa. Meskipun pada awalnya sempat belajar piano, Gita kemudian beralih ke vokal. Bakatnya ditemukan pada tahun 2004 saat ia sedang berlatih vokal, kemudian diminta untuk berduet dengan ADA Band. Setelah merilis album duet Surga Cinta pada tahun 2005, yang terjual sebanyak 800.000 kopi, Gita ditawari oleh Sony Music Indonesia untuk merekam album solo. Keberhasilan album solo pertamanya, yang bertajuk Gita Gutawa, menyebabkan banyaknya tawaran akting dan penampilan media yang datang kepadanya. Sejak merilis album debutnya, ia telah menelurkan dua album, yakni Harmoni Cinta pada 2009 dan album religi Balada Shalawat pada 2010. Sebagai aktris, ia telah membintangi dua sinetron, yaitu Ajari Aku Cinta dan Ajari Lagi Aku Cinta. Gita juga turut menjadi pengisi suara dalam film animasi Meraih Mimpi, dan merintis debut akting filmnya dalam film Love in Perth pada tahun 2010. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Djadoeg Djajakusuma – ? – ?

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 23 (18 Agustus 2015—27 Agustus 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/23 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 24 (28 Agustus 2015—6 September 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/24 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 25 (7 September 2015—16 September 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/25 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 26 (17 September 2015—26 September 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/26 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 27 (27 September 2015—6 Oktober 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/27 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 28 (7 Oktober 2015—16 Oktober 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/28 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 29 (17 Oktober 2015—26 Oktober 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/29 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 30 (27 Oktober 2015—5 November 2015)
Lie Kim Hok

Lie Kim Hok adalah seorang penulis Indonesia, perintis Sastra Melayu Tionghoa yakni Masa Rintisan (19875-1895), pada periode ini telah ditulis karya-karya sastra berbahasa Melayu Rendah baik oleh orang-orang Belanda maupun Tionghoa peranakan. Namun hasilnya masih berupa terjemahan atau saduran dari karya-karya sastra barat atau Cina. Termasuk dalam periode ini adalah Lie Kim Hok. Lahir di Buitenzorg (sekarang Bogor), Jawa Barat, Lie menempuh pendudukan formalnya di sekolah-sekolah misionaris dan pada 1870an ia dapat berbicara dalam bahasa Sunda, Melayu, dan Belanda, meskipun ia tak dapat memahami bahasa Mandarin. Pada pertengahan 1870an, ia menikah dan mulai bekerja sebagai penyunting selama dua periode yang dipublikasikan oleh gurunya dan mentornya D. J. van der Linden. Lie meninggalkan posisi tersebut pada 1880. Istrinya wafat pada tahun berikutnya. Lie menerbitkan buku-buku pertamanya, termasuk yang diklaim sebagai syair Sair Tjerita Siti Akbari dan buku tata bahasa Malajoe Batawi, pada 1884. Ketika van der Linden wafat pada tahun berikutnya, Lie baru mencetak surat kabar tersebut dan membuka perusahaannya sendiri. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: ? – ? – ?

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 31 (6 November 2015—15 November 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/31 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 32 (16 November 2015—25 November 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/32 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 33 (26 November 2015—5 Desember 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/33 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 34 (6 Desember 2015—15 Desember 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/34 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 35 (16 Desember 2015—25 Desember 2015)
Irwan Prayitno

Irwan Prayitno adalah seorang akademisi pendidikan dan politisi Indonesia. Ia memulai jabatan sebagai Gubernur Sumatera Barat pada 15 Agustus 2010. Sebelumnya, ia duduk di Dewan Perwakilan Rakyat tiga periode sejak 1999 dari Partai Keadilan Sejahtera. Irwan dikenal sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Adzkia, tetap mengajar dan menunaikan dakwah sepanjang kariernya. Datang dari keluarga Minangkabau, Irwan menjalani pendidikan menengah di Padang. Ia mengenal tarbiah dan terjun sebagai aktivis dakwah saat berkampus di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1982. Setelah meninggalkan status mahasiswa pada 1988, ia kembali ke Padang mendirikan Yayasan Pendidikan Adzkia. Sebelum mengambil kuliah di Universitas Putra Malaysia pada 1995, ia mengambil pekerjaan paruh waktu di bagian HRD (Human Resource Development) berbagai perusahan pemerintah dan dosen psikologi industri. Seiring pengukuhan Partai Keadilan pada 20 Juli 1998, Irwan membentuk dan mengetuai perwakilan PK di Malaysia. PK mengantar Irwan duduk di parlemen hasil pemilihan umum 1999; Irwan terus terpilih untuk dua periode berikutnya. Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, ia berbagi tugas sebagai guru besar bidang pengembangan SDM dan tetap berdakwah. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: ? – ? – ?

lihat · bicara · sunting · versi terdahulu


AP 36 (26 Desember 2015—4 Januari 2015)

Wikipedia:Artikel Pilihan/36 2015 lihat · bicara · sunting · versi terdahulu



> Arsip