Unicron

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Unicron
Tidak Ada/Decepticon
Fungsi Lord of Darkness and Chaos
Chaos Bringer
Rekan Dead End (Armada and Energon)
Semboyan "That which does not become a part of the one, shall become one with the void."
"Even in outer space, the darkness becomes a part of you." (Superlink)
Model alternatif Planet
Tank
Seri Transformers: Generation 1
Beast Wars Neo
Transformers:Unicron Trilogy

Unicron adalah nama untuk salah satu karakter fiksi dari serial Transformers. Ia merupakan sebuah robot super raksasa (yang bukan anggota Autobots atau Decepticons) yang bisa berubah menjadi sebuah planet. Pekerjaannya adalah menghancurkan apapun yang ia lintasi di galaksi ini. Dalam beberapa hal, Unicron mirip dengan salah satu karakter fiksi dari komik Marvel, Galactus[1].

Transformers G1[sunting | sunting sumber]

Transformers: The Movie[sunting | sunting sumber]

Unicron pertama kali diperkenalkan tahun 1986, saat dirilisnya film The Transformers: The Movie. Ia menjadi tokoh utama film tersebut, dan bertekad menghancurkan semua yang ada di galaksi ini, dari mulai matahari, bintang, dan planet. Dengan ukuran yang super raksasa[2] dan model alternative sebagai planet hidup, Unicron memiliki kekuatan yang besar dan tiada tanding.

Sebagai langkah awal untuk menghancurkan galaksi Bima Sakti, ia memulainya dengan memakan planet kecil bernama Lithone pada tahun 2005. Kemudian seiring dengan perang besar Autobots vs. Decepticons yang mengakibatkan kehancuran dan kekalahan di pihak Decepticons, ia beraliansi dengan Decepticons, dan membantu Megatron tetap hidup dengan meng-upgrade-nya sebagai Galvatron, dan kemudian membuatkannya tentara baru, yang dibangun dari sisa-sisa tentara Decepticons yang kalah atau tewas.

Tanpa disadari, Hot Rod, yang merupakan Autobots muda memberanikan diri untuk melawan Galvatron. Galvatron yang saat itu berhasil mendapatkan Matrix peninggalan Optimus Prime yang sebenarnya diwariskan kepada Ultra Magnus sebenarnya terlalu kuat bagi Hot Rod, namun Hot Rod tak patah arang, ia berhasil menghajar Galvatron, dan merebut Matrix, hingga akhirnya ia memakai Matrix tersebut dan berubahlah Hot Rod menjadi Rodimus Prime.

Selanjutnya, setelah Galvatron berhasil dilemparkan ke luar angkasa, Rodimus kemudian memakai sebagian kekuatan Matrix untuk menghajar Unicron, badan Unicron yang super besar tersebut secara ajaib hancur oleh kekuatan Matrix, dan akhirnya hanya tersisa kepalanya saja yang kemudian terlempar jauh ke luar angkasa.[3]

Transformers: Season 3-4[sunting | sunting sumber]

Di lanjutan serial TV setelah film Transformers: The Movie, Unicron hanya tersisa kepalanya saja yang berkeliaran dan berkeliling di luar angkasa. Ia menjadi salah satu pendukung kelanjutan cerita serial Transformers original. Tak lama berselang, Cyclonus mengunjungi kepala Unicron, dan kemudian disusul oleh hantu Starscream yang mengaktifkan kembali system Unicron dan memintanya agar mengembalikan tubuh Starscream yang baru. Unicron menyetujuinya, tetapi Starscream terlebih dulu harus bekerja kepada Unicron.

Dengan menguasai tubuh Scourge, Starscream mengerjakan pekerjaan pertamanya yaitu mencuri mata Metroplex, yang sayangnya satu diantaranya pecah. Sebagai gantinya ia mencuri mata dari Trypticon. Dan pekerjaan tersebut berhasil dengan baik.

Pekerjaan kedua adalah membawa pergi Trypticon. Sebelumnya, Starscream mematikan system navigasi Trypticon yang kemudian membuatnya dengan leluasa bisa membawa pergi Trypticon ke kepala Unicron. Pekerjaan kedua beres.

Pekerjaan ketiga adalah menempelkan mata ke kepala Unicron dan selanjutnya menempelkan kepala Unicron ke Cybertron yang dimaksudkan sebagai tubuh baru Unicron. Melihat hal ini, Scourge langsung kabur. Dan Starscream kemudian memaksa agar Unicron segera mengembalikan tubuhnya seperti semula supaya ia bisa menempelkan kepala Unicron ke Cybertron, Unicron menyetujuinya, namun setelah tubuh Starscream kembali, Starscream mengingkari janjinya dengan berkata: Tempelkan saja sendiri, aku tidak mau melakukan pekerjaan tersebut, dan ia langsung kabur sebelum akhirnya ditembak mati oleh Galvatron.

Sementara itu, kepala Unicron berhasil dibom oleh Autobots, sehingga ia kembali ke bentuk semula sebagai kepala tanpa badan, dan tidak ada seorang pun yang tahu apakah ia masih aktif hidup atau sudah mati.

Beberapa waktu kemudian, pihak Decepticons yang dikomandani Cyclonus dan Scourge mencoba mencari anti-elektron di kepala Unicron, dan mereka juga membawa pasukan baru, yaitu tim Terrorcons. Bersamaan dengan itu, Grimlock (yang tiba-tiba menjadi pintar karena tersetrum) membuat sebuah tim baru bernama Technobots, yang dibuat dari sisa-sisa komponen suku cadang Unicron, dan tim tersebut kemudian mengantarkan Autobots mengalahkan Terrorcons, dan menghalau Decepticons.

Dalam sebuah wawancara pernah dituturkan bahwa bila serial Transformers AS dilanjutkan, maka Unicron akan kembali muncul dengan kombinasi bersama Quintessons.

Hal lain[sunting | sunting sumber]

  • Aktor Orson Welles, merupakan pengisi suara orisinil dari Unicron di film Transformers: The Movie. Ini merupakan film terakhir Welles sebelum ia meninggal dunia, dan ada rumor bahwa Welles belum sepenuhnya menyelesaikan dubbing suaranya untuk Unicron, dan sebagai gantinya, pengisi suara dalam film dilanjutkan oleh Leonard Nimoy.
  • Dalam serial Transformers AS, pengisi suara Unicron adalah aktor Roger C. Carmel.

The Unicron Trilogy[sunting | sunting sumber]

Unicron merupakan tokoh utama dari tiga serial Transformers (Armada, Energon, dan Cybertron) yang oleh pimpinan Transformers Hasbro, Aaron Archer, disebut sebagai The Unicron Trilogy.

Transformers: Armada[sunting | sunting sumber]

Setelah kalah dari Omega Supreme, Unicron yang kembali berniat untuk menghancurkan Cybertron, kemudian menyamar menjadi satelit palsu dan merencanakan untuk menyerang Cybertron suatu saat nanti. Ia kemudian bermitra dengan Mini-Con Dead End, dan juga dengan Sideway. Permintaan Unicron kepada mereka adalah supaya mereka membawa tiga senjata Mini-Con, yaitu Star Saber, Skyboom shield dan Requiem Blaster, yang akan ia gunakan untuk bangkit kembali dan menghancurkan Cybertron.

Sideway berhasil mencuri tiga senjata tersebut, dan membuat Unicron berhasil bangkit kembali. Bagi para Transformers tidak ada jalan lain selain bekerjasama. Optimus Prime bersama Megatron yang kemudian menjadi Galvatron bergabung dan saling bahu membahu untuk menumpas Unicron, namun mereka gagal. Satu-satunya cara untuk melenyapkan Unicron adalah dengan menghancurkan kekuatan jahat milik Decepticons. Dan ini membuat Galvatron akhirnya mengorbankan dirinya untuk meleburkan Unicron, dan ia berhasil. Meskipun begitu, tetap saja ternyata kekuatan Unicron masih tersisa.

Transformers: Energon[sunting | sunting sumber]

Sepuluh tahun setelah Unicron ditumpas oleh Galvatron, muncullah Alpha-Q yang dulu pernah dibunuh oleh Unicron, namun jiwanya masih tetap hidup. Alpha-Q kemudian mencoba membangun kembali Unicron yang sisa-sisa kekuatannya masih ada. Dilain tempat, Megatron sangat menginginkan kekuatan sisa dari Unicron. Ia kemudian mendatangi Alpha-Q, dan bergabung dengannya untuk menyerang Bumi dan Cybertron.

Tanpa disadari, kekuatan radiasi dari Alpha-Q dan Megatron ternyata malah menguntungkan Unicron yang bangkit kembali. Dan Unicron kemudian mencoba untuk menguasai tubuh Megatron. Sekali lagi dengan dibantu kekuatan Optimus Supreme dan para Autobots, Unicron kembali bisa ditumpas dan dihancurkan, namun kekuatannya yang tersisa dimanfaatkan kembali oleh Megatron untuk menguatkan dirinya menjadi Galvatron. Galvatron kemudian mencoba untuk menghancurkan sisa-sisa suku cadang Unicron, namun ia salah perhitungan karena semakin banyak Galvatron mengeluarkan energi, Unicron malah kembali bangkit. Dan membuat pertarungan ulang antara Optimus Supreme dan Unicron. Sekali lagi, Galvatron kemudian memutuskan untuk mengorbankan dirinya dengan menempelkan tubuhnya ke tubuh Unicron dan selanjutnya mendorongnya ke matahari.

Transformers: Cybertron[sunting | sunting sumber]

Dengan hancurnya Unicron dalam Energon, ternyata malah menciptakan masalah baru, yaitu Black Hole. Primus kemudian menyuruh semua Autobots untuk mencari Omega Lock dan empat Cyber Planet Keys untuk menyelamatkan alam semesta ini. Dengan dibantu semua anggota Decepticons, kecuali Megatron yang memilih untuk memanfaatkan kekuatan Black Hole, Autobots berhasil menemukan benda-benda tersebut, dan mereka kemudian berhasil menghalau Megatron yang kemudian masuk ke dalam Black Hole, sekaligus pula menutup Black Hole tersebut untuk selama-lamanya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]