Undang-Undang Nuremberg

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Halaman judul dari RGB I No. 100 yang memproklamirkan Undang-Undang Nuremberg. Bertanggal 16.09.1935.

Undang-Undang Nuremberg (bahasa Jerman: Nürnberger Gesetze) adalah undang-undang antisemit di Jerman Nazi yang diperkenalkan dalam Pertemuan Nuremberg tahunan Partai Nazi pada tahun 1935. Setelah Hitler mengambilalih kekuasaan pada tahun 1933, Nazisme menjadi ideologi resmi yang menetapkan antisemitisme sebagai bentuk rasisme ilmiah. Ada pertumbuhan yang cepat dalam legislasi Jerman yang ditujukan khusus pada orang-orang Yahudi dan kelompok-kelompok lainnya, seperti Undang-Undang untuk Pemulihan Layanan Sipil Profesional yang melarang "non-Arya" dan lawan politik Nazi untuk terlibat dalam pelayanan sipil.

Kurangnya metode hukum yang jelas membuat sulit untuk mendefinisikan siapa yang mestinya dianggap sebagai Yahudi. Pemberlakuan undang-undang untuk mengidentifikasi siapa yang diputuskan sebagai Yahudi membuat lebih mudah bagi Nazi untuk menegakkan undang-undang yang membatasi hak-hak dasar bagi orang-orang Yahudi Jerman.

Undang-undang Nuremberg mengklasifikasikan warga yang memiliki empat leluhur Jerman sebagai orang dengan "darah atau keluarga Jerman", sedangkan seseorang akan dianggap sebagai Yahudi jika berasal dari setidaknya empat garis keturunan yang menganut agama Yahudi. Sementara orang dengan "satu atau dua leluhur Yahudi diklasifikasikan sebagai Mischling, blasteran, atau "darah campuran".[1] Undang-undang ini mencabut kewarganegaraan Jerman semua Yahudi dan mereka dilarang untuk menikah dengan warga yang berdarah Jerman.[2]

Undang-undang Nuremberg juga menegaskan larangan bagi orang Yahudi untuk berhubungan seksual dengan non-Yahudi Jerman dan mencegah Yahudi untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya Jerman. Undang-undang ini merupakan keberlanjutan dari pemboikotan Nazi terhadap bisnis Yahudi yang sudah belangsung sebelumnya.

Isi[sunting | sunting sumber]

Undang-Undang untuk Melindungi Darah dan Kehormatan Jerman

(5 September 1935) Tergerak oleh pemahaman bahwa kemurnian darah Jerman sangat penting untuk keberadaan lebih lanjut dari orang-orang Jerman, dan terinspirasi oleh tekad tanpa kompromi untuk menjaga masa depan bangsa Jerman, Reichstag menegaskannya dalam undang-undang berikut, yang menyatakan bahwa:

Pasal 1
  1. Pernikahan antara orang Yahudi dengan warga negara Jerman (bahasa Jerman: Staatsangehörige), ataupun dengan keluarga yang berdarah Jerman, dilarang. Pernikahan yang tidak sesuai dengan undang-undang ini tidak berlaku, bahkan, jika bertujuan untuk menghindari undang-undang ini, maka mereka harus melakukannya di luar negeri.
  2. Prosedur untuk membatalkan undang-undang ini hanya dapat dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Pasal 2
Hubungan seksual di luar nikah antara Yahudi dengan orang yang berdarah Jerman dilarang.
  • (Konsep ini secara tidak resmi disebut dengan Rassenschande - 'kekotoran darah'.)
Pasal 3
Yahudi tidak diizinkan untuk mempekerjakan warga perempuan di bawah usia 45 tahun, yang berasal dari keluarga atau berdarah Jerman, sebagai pembantu rumah tangga.
Pasal 4
  1. Yahudi dilarang untuk menampilkan Reich, bendera nasional, atau warna nasional.
  2. Di sisi lain, mereka diizinkan untuk menampilkan warna ataupun simbol-simbol Yahudi. Pelaksanaan hak ini dilindungi oleh Negara.
Pasal 5
  1. Seseorang yang bertindak bertentangan dengan larangan Pasal 1 akan dihukum kerja paksa.
  2. Seseorang yang bertindak bertentangan dengan larangan Pasal 2 akan dihukum penjara atau kerja paksa.
  3. Seseorang yang bertindak bertentangan dengan ketentuan Pasal 3 atau 4 akan dihukum penjara sampai satu tahun dan di denda, atau salah satunya.
Pasal 6
Menteri Dalam Negeri Reich, bersama dengan Deputi Führer dan Menteri Kehakiman Reich, akan mengeluarkan peraturan hukum dan administratif yang diperlukan untuk menegakkan dan melengkapi undang-undang ini.
Pasal 7
Undang-undang ini akan efektif pada hari setelah diundangkan; Pasal 3, efektif setelah 1 Januari 1936.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dalam banyak kasus, seseorang yang memiliki dua leluhur Yahudi juga dianggap sebagai "Yahudi". Ada tes legal yang dilakukan untuk menentukan status seseorang, lihat Tes Mischling.
  2. ^ Hunt, L. (2009). The Making of the West: Peoples and Cultures, Vol. C: Since 1740. Bedford/St. Martin's.

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Banker, David "The 'Jewish Question' as a Focus of Conflict Between Trends of Institutionalization and Radicalization in the Third Reich, 1934–1935" pages 357–371 from In Nation and History: Studies in the History of the Jewish People; Based on the Papers Delivered at the Eight World Congress of Jewish Studies, Volume 2 edited by Samuel Ettinger, Jerusalem, 1984.
  • Bankier, David "Nuremberg Laws" pages 1076–1077 from the Encyclopedia of the Holocaust Volume 3 edited by Israel Gutman, New York: Macmillan, 1990, ISBN 0-02-864527-8.
  • Ehrenreich, Eric. The Nazi Ancestral Proof: Genealogy, Racial Science, and the Final Solution. Bloomington, IN: Indiana University Press, 2007. ISBN 978-0-253-34945-3
  • Fest, Joachim C. (2002). Hitler. Houghton Mifflin Harcourt. ISBN 0-15-602754-2. 
  • Fischer, Conan (2002). The Rise of the Nazis. Manchester University Press. ISBN 0-7190-6067-2. 
  • Gruchmann, L. "'Blutschutzgestz' und Justiz: Zur Entstehung und Auswirkung des Nürnberger Gesetzes von 15 September 1935" pages 418–442 from Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, Volume 31, 1983.
  • Kershaw, Ian (1999). Hitler 1889–1936: Hubris. New York: W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-04671-0. 
  • Kulka, Otto Dov "Die Nürnberger Rassengesetze und die deutsche Bevölkerugn um Lichte geheimer NS-Lage und Stimmungsberichte" pages 582–624 from Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, Volume 32, 1984.
  • Margaliot, A. "The Reaction of the Jewish Public in Germany to the Nuremberg Laws" pages 193–229 from Vad Yashem Studies, Volume 12, 1977.
  • Mommsen, Hans "The Realization of the Unthinkable: The "Final Solution of the Jewish Question" in the Third Reich" pages 217–264 from The Nazi Holocaust Part 3 The "Final Solution": The Implementation of Mass Murder Volume 1 edited by Michael Marrus, Westpoint: Meckler, 1989, ISBN 0-88736-266-4.
  • Schleunes, Karl The Twisted Road to Auschwitz: Nazi Policy towards German Jews, 1933–1939, Urbana, Ill, 1970.
  • Shirer, William L. (1960). The Rise and Fall of the Third Reich. New York: Simon & Schuster. 
  • Toland, John (1976). Adolf Hitler. Garden City, New York: Doubleday & Company. ISBN 0-385-03724-4. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]