Ubay bin Khalaf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Ubay bin Khalaf (Bahasa Arab أبي بن خلف) adalah seorang tokoh/ pembesar Quraisy yang kaya raya, yang selalu aktif mengejek dan menghina Muhammad dengan kekayaannya.[1]
Turunnya surah Al-Humazah (Pengumpat) adalah berkenaan dengan sikap orang suku Quraisy dalam memandang sinis ajaran Islam, diantaranya adalah Ummayah bin Khalaf,[2] al-Akhnas bin Syariq[3] dan Jamil bin Amir al-Jumbi.[4]

Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa dalam ayat Al-Infithaar (S.82:6) turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf yang mengingkari Yaumul Qiyamah yaitu hari dibangkitkan dari kubur.[5]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Sebelum Hijrah, Ubay selalu sesumbar dengan bicaranya terhadap Muhammad, "Saya telah membesarkan seekor kuda, yang telah saya beri makan dengan baik. Saya akan membunuhmu suatu saat, ketika saya sedang menunggangi kuda ini." Muhammad menjawab, "Insya Allah! Kamulah yang akan mati ditangan-ku".

Perang Uhud[sunting | sunting sumber]

Dalam Perang Uhud tahun 625 M, Ubay dengan mengenakan zirah lengkap, sambil memegang pedang dan menunggangi kuda dimedan laga mencari Muhammad. Ubay menunggangi kuda sembari berkata, "Jika Muhammad tidak dibunuh hari ini, maka aku tidak akan selamat", terus berulang-ulang. Pada akhirnya ia berhasil menemukan Muhammad dan berusaha menyerangnya. Para sahabat memutuskan untuk menghabisi Ubay sebelum ia berhasil meraih Muhammad, tetapi dicegah oleh Muhammad. Ketika Ubay mendekat, Muhammad lalu mengambil lembing dari salah satu sabahatnya yaitu Harits bin ash-Shimnah, kemudian lembing itu dilempar tepat mengarah ke Ubay dan berhasil melukai lehernya. Ubay terkejut dan jatuh dari kuda bersimbah darah lalu ia berlari menuju pasukannya, sambil menangis ia berkata, "Demi Tuhan, Muhammad telah berhasil membunuhku!" Anak buahnya berusaha untuk menghiburnya dan mengatakan itu hanya luka kecil dan tak perlu dikhawatirkan, tetapi Ubay mengatakan bahwa, "Muhammad telah berkata kepadaku di Mekkah bahwa dia-lah yang akan membunuhku". Ia meraung-raung kesakitan sejadi-jadinya.

Abu Sufyan yang pada masa itu masih aktif memerangi kaum muslim, mengatakan jangan mempermalukan diri sendiri dengan menangis meraung-raung, hanya karena luka kecil. Ubay menjawab, "Tak tahukah kau yang mengakibatkan luka ini? Dia adalah Muhammad. Demi Latta dan Uzza! Jika penderitaan ini disebarluaskan keseluruh masyarakat Hijaaz, tak satu orang pun akan selamat. Sejak saat ia menyatakan bahwa ia akan membunuhku dan saya meyakini bahwa kematian ku berada ditangan Muhammad. Jika saja dia meludahiku pada saat ia berkata, saya pasti sudah mati." Pada akhirnya Ubay menghembuskan napas terakhirnya saat perjalanan pulang menuju Mekkah, tepatnya di sebuah tempat bernama Saraf.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Utsman dan Ibnu Umar.
  2. ^ Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Ishaq.
  3. ^ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari as-Suddi.
  4. ^ Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari seorang suku Riqqah.
  5. ^ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ikrimah.

Referensi[sunting | sunting sumber]