Triakontanol
| Triakontanol[1] | |
|---|---|
|
Triacontan-1-ol
|
|
|
Nama lain
1-Triacontanol
n-Triacontanol Melissyl alcohol Myricyl alcohol |
|
| Identifikasi | |
| Nomor CAS | [593-50-0] |
| PubChem | |
| SMILES | CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCO |
| Sifat | |
| Rumus molekul | C30H62O |
| Massa molar | 438.81 g/mol |
| Densitas | 0.777 g/mol pada 95 °C |
| Titik lebur |
87 °C |
| Kelarutan dalam air | Insoluble |
| Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa) |
|
Triakontanol (TRIA) adalah alkohol primer jenuh yang terdiri dari 30 karbon dan pertama kali diisolasi dari tajuk (bagian pohon di batang) alfalfa. [2] Senyawa tersebut sangat tak larut dalam air (kurang dari 2x10-16M atau 9x10-14 g/l) dan dalam bentuk suspensi koloid meningkatkan secara nyata pertumbuhan tanaman jagung, tomat dan padi, bila disemprotkan pada daun kecambah pada konsentrasi rendah. [3]. Mekanisme kerja triakontanol belum sepenuhnya diketahui, tetapi zat tersebut potensial untuk meningkatkan hasil tanaman.[3] Triakontanol telah terdaftar pada tahun 1991 di badan perlindungan lingkungan Amerika atau Environmental Protection Agency (EPA) dengan fungsi meningkatkan rasio gula:asam pada tanaman jeruk [4]
Triakontanol telah digunakan secara komersial pada jutaan hektar tanah untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya di Cina, India, Ceylon, dan Indonesia. [4] Triakontanol juga dapat meningkatkan produksi teh (Camellia sinensi L.). [4]
Lihat pula[sunting]
Referensi[sunting]
- ^ Merck Index, 11th Edition, 9506.
- ^ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:85 ISBN 979-8591-37-2
- ^ a b (Inggris)Ries SK. 1985. Regulation of plant growth with triacontanol. CRC Critical Reviews in Plant Sci 2:239-285.
- ^ a b c Karssen CM, Loon LC, Vreugdenhil D. 1992.Current Plant Science and Biotechnology in Agriculture: Progress in Plant Growth Regulation. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.
