Transjakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Trans Jakarta)
Langsung ke: navigasi, cari
Logo Transjakarta

Transjakarta atau umum disebut sebagai Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB.

Transjakarta dioperasikan oleh Unit Pengelola Transjakarta Busway (UPTB) dibawah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, yang bertanggungjawab penuh kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, Onboard/petugas bus, Barrier/petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang.[1] Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dari sistem ini dibuat oleh PT. Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia’s Center for Transportation Studies (UI-CTS).[3]

Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp 2000.

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.

Beberapa bus Transjakarta di Jalan Sudirman.

Setelah Koridor 1 sukses dioperasikan, koridor-koridor selanjutnya mulai dibangun dan diresmikan secara bertahap:

Transportasi penunjang Transjakarta terus diupayakan. Angkutan pengumpan (feeder busway) juga dioperasikan pada 2011 di 3 wilayah, yaitu SCBD, Puri Kembangan, dan Tanah Abang, namun ditutup pada Desember 2012 karena operator menganggap rute-rute tersebut sepi pengguna dan menimbulkan kerugian.[4] Saat ini, angkutan penunjang Transjakarta terdiri atas Kopaja AC yang beroperasi di dalam kota dan Angkutan Penumpang Terintegrasi Busway (APTB) yang melayani wilayah Jabodetabek.

Armada Bus[sunting | sunting sumber]

Jenis[sunting | sunting sumber]

Armada bus gandeng Zhongtong bewarna merah-kuning yang digunakan di Koridor 1 dan 8

Transjakarta dioperasikan dengan menggunakan bus sebanyak 669 unit bus[5], terdiri dari bus tunggal dan bus gandeng. Tipe dan warna bus tiap koridor berbeda-beda, untuk memudahkan pengguna yang akan menaiki bus menuju tempat yang dituju. Bus yang digunakan sebagai armada angkutan Transjakarta adalah:

  • Koridor 1 : Bus Zhong Tong (DMR)
  • Koridor 2 : Bus Daewoo biru-putih dan abu-abu, 2 bus Hino kuning-merah (TB-003 dan TB-066), bus gandeng Yutong (TJ)
  • Koridor 3 : Bus Daewoo kuning-merah dan abu-abu (TB, dan bus gandeng Yutong (TJ)
  • Koridor 4 : Bus Daewoo/Hyundai abu-abu (JMT), dan bus Hino abu-abu (PP)
  • Koridor 5 : Bus gandeng Huang Hai (JMT), dan bus gandeng Komodo abu-abu (LRN)serta bus gandeng Ankai (TJ)
  • Koridor 6 : Bus Daewoo dan Hyundai (JTM)
  • Koridor 7 : Bus Hino abu-abu (LRN)
  • Koridor 8 : Bus Hino abu-abu (PP), bus gandeng Zhong Tong (DMR)
  • Koridor 9 : Bus Hyundai merah-kuning (BMP+TMB), bus gandeng Komodo merah-kuning (BMP+TMB), dan bus gandeng Ankai (TJ)
  • Koridor 10: Bus Hyundai merah-kuning (BMP), bus gandeng Komodo merah-kuning (TMB)
  • Koridor 11: Bus gandeng Inobus kuning-merah (DMR)
  • Koridor 12: Bus gandeng Inobus kuning-merah dan bus gandeng Ankai kuning-merah (BMP)

Spesifikasi Umum[sunting | sunting sumber]

Semua bus Transjakarta berbahan bakar gas, dan diisi di SPBG tertentu. Bus-bus ini dibangun dengan menggunakan material tertentu. Untuk interior langit-langit bus, menggunakan bahan yang tahan api sehingga jika terjadi percikan api tidak akan menjalar. Untuk kerangkanya, menggunakan galvanil, suatu jenis logam campuran seng dan besi yang kokoh dan tahan karat.

Bus Transjakarta memiliki pintu yang terletak lebih tinggi dibanding bus lain sehingga hanya dapat dinaiki dari halte Transjakarta (juga dikenal dengan sebutan shelter). Pintu tersebut terletak di bagian tengah kanan dan kiri. Untuk bus gandeng memiliki tiga pasang pintu yaitu bagian depan, tengah, belakang kanan dan kiri. Sedangkan bus single di koridor 4 - 9 memiliki dua pasang pintu, yaitu bagian depan dan belakang kanan dan kiri.

Pintu bus menggunakan sistem lipat otomatis yang dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tertentu telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, dan lain-lain. Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center operator bus).

Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus, tombol darurat diatas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard supir bus (koridor tertentu)

Halte dan Koridor[sunting | sunting sumber]

Halte Harmoni Central Busway (HCB) yang sedang diperluas dilihat dari arah Utara.
Bus sedang memasuki halte Blok M.

Koridor[sunting | sunting sumber]

Koridor Utama[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2013, Transjakarta memiliki 12 dari 15 koridor utama yang direncanakan dan saling terintegrasi tiap koridornya dan tersebar rata di seluruh wilayah Jakarta.

Logo Warna Koridor Rute Jumlah halte Panjang
Koridor 1.jpg merah 1 Jakarta Kota - Blok M 17* 12.9 km
Koridor 2.jpg biru 2 Pulogadung - Harmoni CB 24 14 km
Koridor 3.jpg kuning 3 Kalideres - Pasar Baru 16 19 km
Koridor 4.jpg ungu 4 Pulogadung - Dukuh Atas 17 11.85 km
Koridor 5.jpg coklat muda 5 Kampung Melayu - Ancol 18 13.5 km
Koridor 6.jpg hijau 6 Ragunan - Dukuh Atas 20 13.3 km
Koridor 7.jpg merah muda 7 Kampung Rambutan - Kampung Melayu 14 12.8 km
Koridor 8.jpg magenta 8 Lebak Bulus - Harmoni CB 22 26 km
Koridor 9.jpg biru-hijau 9 Pluit - Pinang Ranti 27 29.9 km
Koridor 10.jpg coklat 10 Tanjung Priok - Cililitan (PGC) 22 19.4 km
Koridor 11.jpg biru muda 11 Kampung Melayu - Pulogebang 16 15 km
Koridor 12.jpg hijau terang 12 Pluit - Tanjung Priok 25 23.75 km
Koridor 13.jpg nila 13 Ciledug - Blok M
13 halte (5 halte direncanakan elevated (layang))
Koridor 14.jpg jeruk nipis 14 Stasiun Manggarai - UI
35 halte (10 halte direncanakan elevated (layang))
Koridor 15.jpg violet 15 Blok M - Pondok Kelapa
direncanakan sebagai elevated bus sepanjang Kalimalang
  • Koridor 13 ditukar menjadi koridor 15 (dan sebaliknya, berubah dari perencanaan awal), mengingat kondisi jalur Ciledug-Blok M (15) lebih siap untuk dibangun ketimbang jalur Kalimalang (13).[6]
  • Keterangan: Halte koridor 1 dikurangi menjadi 17 halte karena adanya proyek MRT

Koridor Langsung[sunting | sunting sumber]

Selain 15 koridor utama, UPTB juga membuat koridor langsung pada beberapa koridor utama, untuk memudahkan pengguna yang ingin menghindari transit selama perjalanan dan mengurangi kepadatan pada jam sibuk. Operasional koridor langsung dimulai pada 1 November 2007.

Koridor Utama No. Koridor Rute Jumlah halte Koridor yang dilalui
Koridor 2.jpg 2A Pulogadung - Bunderan Senayan 35 Koridor 1.jpgKoridor 2.jpg
2B Pulogadung - Kalideres 36 Koridor 1.jpgKoridor 2.jpgKoridor 3.jpg
Koridor 3.jpg 3A Kalideres - Bunderan Senayan 25 Koridor 1.jpgKoridor 3.jpg
Koridor 6.jpg 6A Ragunan - Monas 22 Koridor 1.jpgKoridor 6.jpg
6B Pulogadung - Ragunan 33 Koridor 4.jpgKoridor 6.jpg
Koridor 7.jpg 7A Harmoni CB - Cililitan (PGC) 22 Koridor 3.jpgKoridor 5.jpgKoridor 7.jpg
7B Ancol - Cililitan (PGC) 24 Koridor 5.jpgKoridor 7.jpg
Koridor 8.jpg 8A Harmoni CB - Juanda - Grogol 2 8 Koridor 3.jpgKoridor 8.jpgKoridor 9.jpg
Koridor 9.jpg 9A Grogol 2 - Cililitan (PGC 2) 20 Koridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg

Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB)[sunting | sunting sumber]

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway. Jam operasional APTB mengikuti Transjakarta, yakni 05.00 - 22.00 WIB.

APTB telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.[7] Jumlah bus yang disediakan oleh operator tiap trayek ditentukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta minimal 10 unit bus yang telah ditentukan spesifikasinya. Pengguna APTB tidak perlu lagi membeli tiket Transjakarta, selama tidak keluar dari halte, karena tiket Transjakarta sudah termasuk dalam harga tiket APTB.

Tujuan Akhir Trayek APTB Koridor yang dilalui Halte yang dilayani APTB Operator
Bekasi Mega Bekasi/Terminal Bekasi - Bundaran HI Koridor 1.jpgKoridor 9.jpg 13 PPD
Terminal Bekasi - Tanah Abang 14 Mayasari Bakti
Terminal Cikarang - Terminal Kalideres Koridor 3.jpgKoridor 9.jpg 27 Mayasari Bakti
  • Rute APTB Bekasi - Bundaran HI:
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. H. Mulyadi Joyomartono → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bundaran HI)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet → Setiabudi → Dukuh Atas → Tosari)
  • Rute APTB Bekasi - Bundaran HI:
Mega Bekasi Hypermall → Jl. Jend A. Yani → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bundaran HI)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet → Setiabudi → Dukuh Atas → Tosari)
  • Rute APTB Bekasi - Tanah Abang (via Bekasi Timur):
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. H. Mulyadi Joyomartono → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Bekasi - Tanah Abang (via Bekasi Barat):
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. Cut Meutia → Jl. Jend. A. Yani → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Cikarang - Kalideres:
Terminal Cikarang → Jl. Teuku Umar → Jl. Akses Tol Cibitung → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Cikarang) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → RS. Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Koridor 3 (Jelambar → Indosiar → Taman Kota → Jembatan Gantung → Dispenda Samsat Barat → Jembatan Baru → Rawa Buaya → Sumur Bor → Pesakih → Kalideres).
Bogor Terminal Bubulak - Terminal Rawamangun Koridor 4.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 12 Sinar Jaya
Terminal Bubulak - Terminal Blok M Koridor 1.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 17 Sinar Jaya
Terminal Ciawi - Terminal Tanjung Priok Koridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpgKoridor 12.jpg 20 Hiba Utama
Terminal Ciawi - Tanah Abang Koridor 1.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 16 Sinar Jaya
Rancamaya - Terminal Ciawi - Tanah Abang Koridor 1.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 16 Sinar Jaya
Terminal Cileungsi - Terminal Blok M Koridor 1.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 17 Mayasari Bakti
Terminal Cibinong - Grogol 2 Koridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 18 Mayasari Bakti
Terminal Ciawi - Grogol 2 Koridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 18 Agra Mas
Terminal Bubulak - Grogol 2 Koridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 18 Sinar Jaya
Terminal Ciawi - Terminal Senen Koridor 2.jpgKoridor 5.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpgKoridor 11.jpg 20 Agra Mas
  • Rute APTB Bogor - Rawamangun:
Pool APTB Bubulak → Perumahan Taman Yasmin → Jalan KH Soleh Iskandar → Jalan Tol Lingkar Luar Bogor → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 10 (Cawang UKI → Cawang Sutoyo → Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St.Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka) → Koridor 4 (UNJ → Sunan Giri → Velodrome) → Jl. Paus → Jl. Perserikatan → Terminal Rawamangun.
  • Rute APTB Bogor - Blok M:
Pool APTB Bubulak → Perumahan Taman Yasmin → Jalan KH Soleh Iskandar → Jalan Tol Lingkar Luar Bogor → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKIBNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bogor)) → Koridor 1 (Polda Metro Jaya → Gelora Bung Karno → Bundaran Senayan → Masjid Agung → Blok M).
  • Rute APTB Bogor - Tanah Abang:
Terminal Ciawi → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Bogor - Tanah Abang:
Rancamaya → Jl. Sukabumi Raya → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Bogor - Tanjung Priok:
Terminal Ciawi → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 10 (Cawang UKI → Cawang Sutoyo → Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St. Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka → Kayu Putih → Pacuan Kuda → Cempaka Putih → Cempaka Mas → Yos Sudarso Kodamar → Sunter Kelapa Gading → Plumpang Pertamina → Walikota Jakarta Utara → Permai Koja → Enggano → Tanjung Priok).
  • Rute APTB Cibinong - Grogol:
Terminal Cibinong → Jl. Bogor Raya → Jl. Alternatif Sentul → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → RS. Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) Terminal Grogol
  • Rute APTB Cileungsi - Blok M:
Terminal Cileungsi → Jalan Cileungsi-Jonggol → Jalan Trans Yogi → Jalan Buperta → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Cileungsi)) → Koridor 1 (Polda Metro Jaya → Gelora Bung Karno → Bundaran Senayan → Masjid Agung → Blok M).
  • Rute APTB Bogor - Grogol :
Terminal Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → S. Parman Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Terminal Grogol
  • Rute APTB Bogor - Grogol :
Pool APTB Bubulak → Perumahan Taman Yasmin → Jalan KH Soleh Iskandar → Jalan Tol Lingkar Luar Bogor → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → S. Parman Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Terminal Grogol
  • Rute APTB Bogor - Senen :
Terminal Ciawi → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 7 (Cawang UKI → BNN → Cawang Otista → Gelanggang Remaja → Bidara Cina → Kampung Melayu) → Koridor 5 (Jatinegara RS. Premier (arah Ciawi) → Pasar Jatinegara (arah Ciawi) → Kebon Pala → Slamet Riyadi → Tegalan → Matraman 1 → Salemba Carolus → Salemba UI → Kramat Sentiong NU → Pal Putih) → Koridor 2 (Atrium (arah Senen) → RSPAD (arah Senen) → Deplu (arah Senen) → Senen (arah Ciawi)) → Terminal Senen
Tangerang Kebon Nanas - Terminal Poris Plawad - S. Parman Podomoro City Koridor 3.jpgKoridor 9.jpg 12 PPD
Terminal Poris Plawad - Terminal Pulo Gadung Koridor 2.jpgKoridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg 31 Mayasari Bakti
  • Rute APTB Tangerang - S. Parman:
Kebon Nanas → Jl. MH Thamrin → Jl. Jend. Sudirman → Jl. Benteng Betawi → Terminal Poris Plawad → Jl. Benteng Betawi → Jl. KH Maulana Hasanuddin → Jl. Daan Mogot → Koridor 3 (Kalideres → Pesakih → Sumur Bor → Rawa Buaya → Jembatan Baru → Dispenda Samsat Barat → Jembatan Gantung → Taman Kota → Indosiar → Jelambar) → Koridor 9 (Grogol 2 → S. Parman Podomoro City).
  • Rute APTB Tangerang - Pulo Gadung:
Terminal Poris Plawad → Jl. Benteng Betawi → Jl. Jend. Sudirman → Jl. Teuku Umar → Jl. Imam Bonjol → Jalan Tol Jakarta-Tangerang → Koridor 9 (RS Harapan Kita → Slipi Kemanggisan → Slipi Petamburan → Senayan JCC → Semanggi → Gatot Subroto LIPI → Gatot Subroto Jamsostek → Kuningan Barat → Tegal Parang → Pancoran Barat → Pancoran Tugu → Tebet BKPM → Cikoko-Stasiun Cawang → Cawang Ciliwung → BNN → Cawang Sutoyo (arah Tangerang)) → Koridor 10 (Cawang Sutoyo (arah Tangerang) → Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St. Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka → Kayu Putih → Pacuan Kuda → Cempaka Putih) → Koridor 2 (Pedongkelan → ASMI → Pulo Mas → Bermis → Pulo Gadung).
Tangerang Selatan Terminal Ciputat - Jakarta Kota Koridor 1.jpg 16 Bianglala Metropolitan.
  • Rute APTB Ciputat - Kota:
Terminal Ciputat → Jl. Dewi Sartika → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. Ciputat Raya (ke Kota) → Jl. TB Simatupang (ke Kota)/Jl. Pasar Jumat Raya (dari Kota) → Metro Pondok Indah → Jl. Margaguna → Jl. Radio Dalam → Jl. Kramat Pela → Jl. Panglima Polim → Jl. Sisingamangaraja → Koridor 1 (Masjid Agung → Bundaran Senayan → Gelora Bung Karno → Polda Metro → Bendungan Hilir → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah → Bank Indonesia → Monas → Harmoni CB → Sawah Besar → Mangga Besar → Olimo → Glodok → Kota) → Jl. Jembatan Batu → Jl. Bank → Jl. Kali Besar Barat → Jl. Kali Besar Timur → Terminal Kota.

Rencana rute APTB[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2014, Ada 17 rute yang melayani Angkutan Pengangkutan Terintegrasi Busway (APTB) tersebar di wilayah Bodetabek dan berikut ini rute yang sedang dalam rencana

Nomor Rute Jurusan Operator
1 18 Terminal Cikarang - Terminal Blok M Mayasari Bakti
2 19 Terminal Depok - Senen Mayasari Bakti/Steady Safe
3 20 Terminal Ciledug - Senen Bianglala Metropolitan
4 21 Terminal Ciputat - Senen Bianglala Metropolitan
5 22 Terminal Bubulak - Terminal Cililitan Sinar Jaya
6 23 Terminal Ciawi - Terminal Cililitan Agra Mas
7 24 Terminal Cibinong - Senen Metromini
8 25 Terminal Cibinong - Jatinegara TBD
9 26 Terminal Depok - Terminal Kampung Rambutan TBD
10 27 Terminal Depok - Terminal Grogol PPD
11 28 Terminal Poris Plawad - Senen Mayasari Bakti
12 29 Terminal Poris Plawad - Terminal Blok M Mayasari Bakti
13 30 Jonggol - Terminal Kampung Rambutan TBD

Halte[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Halte[sunting | sunting sumber]

Jembatan penyebrangan akses masuk halte Tegalan (Gramedia) Matraman.

Halte Transjakarta didesain berbeda dari halte angkutan umum lainnya. Ketinggian platform (lantai halte) yang diatur setinggi 110 cm dari permukaan jalan, menyesuaikan dengan tinggi pintu bus. Letak halte Transjakarta umumnya berada di tengah jalan, kecuali jalan satu arah dan jalan dengan area pembatas jalan yang minim. Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya). Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

Kondisi halte Harmoni CB saat hari kerja.

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton. Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah, papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainyya, dan automatic vending machine (mesin minuman otomatis) yang tersedia di beberapa halte.

Beberapa halte memiliki karakteristik tersendiri, terutama halte-halte transit. Halte Harmoni CB serta beberapa halte setelahnya hingga halte Glodok, berdiri diatas aliran Sungai Ciliwung, yang membuatnya ditompang dengan baja berukuran besar yang melintang diatas aliran air. Untuk titik transit yang tidak berada dalam 1 halte (2 halte yang berbeda koridor namun berdekatan), disediakan jembatan akses transit yang dikhususkan untuk pengguna Transjakarta.

Halte Transit[sunting | sunting sumber]

Pada 12 koridor Transjakarta, terdapat beberapa halte yang melayani lebih dari 1 koridor. Berikut ini adalah daftar halte transit utama yang beroperasi pada 12 koridor.

Halte transit Koridor
Harmoni Central Koridor 1.jpgKoridor 2.jpgKoridor 3.jpgKoridor 8.jpg
Kota Koridor 1.jpgKoridor 12.jpg
Dukuh Atas 1 Dukuh Atas 2 Koridor 1.jpgKoridor 4.jpgKoridor 6.jpg
Bendungan Hilir Semanggi Koridor 1.jpgKoridor 9.jpg
Senen Senen Sentral Koridor 2.jpgKoridor 5.jpg
Cempaka Timur Cempaka Mas 2 Koridor 2.jpgKoridor 10.jpg
Grogol 1 Grogol 2 Koridor 3.jpgKoridor 8.jpgKoridor 9.jpg
Pemuda BPKP Pemuda Pramuka Koridor 4.jpgKoridor 10.jpg
Matraman 1 Matraman 2 Koridor 4.jpgKoridor 5.jpg
Kampung Melayu Koridor 5.jpgKoridor 7.jpgKoridor 11.jpg
Pasar Jatinegara St. Jatinegara 2 Koridor 5.jpgKoridor 11.jpg
Gunung Sahari Mangga Dua Koridor 5.jpgKoridor 12.jpg
Kuningan Barat Kuningan Timur Koridor 6.jpgKoridor 9.jpg
Cawang UKI Koridor 7.jpgKoridor 9.jpgKoridor 10.jpg
Pluit Koridor 9.jpgKoridor 12.jpg
St. Jatinegara Flyover Jatinegara Koridor 10.jpgKoridor 11.jpg
Tanjung Priok Koridor 10.jpgKoridor 12.jpg

Tiket dan Tarif[sunting | sunting sumber]

Kartu Prabayar / E-Ticket[sunting | sunting sumber]

Barrier (pintu) halte Transjakarta.

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRizzi), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (BNI Prepaid, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), serta Bank DKI (JakCard). Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada beberapa halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte.[8]

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Pengguna Transjakarta yang belum memiliki kartu tetap membeli tiket di loket halte, kemudian diberi tiket kertas yang akan disobek oleh petugas barrier yang kemudian akan melakukan tap-in kartu khusus yang dipegang oleh petugas tersebut. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.[9]

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Tarif Transjakarta pada pukul 05.00 - 07.00 WIB sebesar Rp 2.000, sedangkan pada pukul 07.00 - 22.00 WIB sebesar Rp 3.500. Transjakarta disudsidi oleh Pemprov DKI Jakarta dengan menggunakan dana dari APBD. Pada hari-hari tertentu (misalnya HUT Jakarta 22 Juni, Tahun Baru 1 Januari, dll.) pengguna Transjakarta dibebaskan dari tarif (gratis).

Tarif APTB[sunting | sunting sumber]

Tarif APTB tiap lintas berbeda-beda, sesuai kesepakatan Dinas Perhubungan daerah yang dilintasi dengan operator APTB lintas tersebut.

  • APTB Bekasi - Bundaran HI/Tanah Abang sebesar Rp 8.000,-[10]
  • APTB Cikarang - Kalideres sebesar Rp 15.000,-
  • APTB Bogor - Rawamangun sebesar Rp 12.000,-[11]
  • APTB Cileungsi - Blok M sebesar Rp. 12,000,-[12]
  • APTB Cibinong - Grogol sebesar Rp 12.000,-[13]
  • APTB Ciputat - Kota sebesar Rp 8.000,-[14]
  • APTB Tangerang - S. Parman Podomoro City sebesar Rp 8.000,-[15]
  • APTB Bogor - Blok M sebesar Rp 14.000
  • APTB Bogor - Tanah Abang sebesar Rp. 14.000,-[16]
  • APTB Bogor - Tanjung Priok sebesar Rp. 14.000,-[17]
  • APTB Bogor - Grogol sebesar Rp 14.000,-
  • APTB Ciawi - Grogol sebesar Rp 14.000,-
  • APTB Ciawi - Senen sebesar Rp 14.000,-
  • APTB Tangerang - Pulo Gadung sebesar Rp 12.000,-
  • Dalam Halte Bus Transjakarta sebesar Rp 5.000,- (Semua Jurusan APTB)

Pengelola[sunting | sunting sumber]

Unit Pengelola Transjakarta Busway (UPTB)[sunting | sunting sumber]

UPTB adalah pengelola Transjakarta yang awalnya bernama Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta. Lembaga ini dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 110/2003 tentang Pembentukan BP Transjakarta. Pada tahun 2006 namanya kemudian diganti menjadi BLU Transjakarta berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2006, kemudian menjadi Unit Pengelola. UPTB bernaung di bawah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.[18]

UPTB memiliki kewenangan atas operasional seluruh koridor dan area kerja Transjakarta serta melakukan pengawasan dan koordinasi dengan operator koridor, penyedia armada bus, dan pengelola pool SPBG. Kepala UPTB diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan memerhatikan saran dan masukan dari Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Operator Koridor dan Armada Bus[sunting | sunting sumber]

Dalam penyelenggaraannya Transjakarta didukung oleh beberapa perusahaan operator yang mengelola armada yang melayani tiap koridor. Operator tersebut yaitu:

  1. PT. Jakarta Express Trans (JET) (sudah tidak beroperasi sejak 10 Juni 2013)
  2. PT. Trans Batavia (TB) - Koridor 2 dan 3
  3. PT. Jakarta Trans Metropolitan (JTM) - Koridor 4 dan 6
  4. PT. Primajasa Perdanaraya Utama (PP) - Koridor 4 dan 8
  5. PT. Jakarta Mega Trans (JMT) - Koridor 4 dan 5
  6. PT. Eka Sari Lorena (LRN) - Koridor 5 dan 7
  7. PT. Bianglala Metropolitan (BMP) - Koridor 9, 10 dan 12
  8. PT. Trans Mayapada Busway (TMB) - Koridor 9 dan 10
  9. Perum DAMRI (DMR) - Koridor 1, 8, 11

Operator APTB[sunting | sunting sumber]

Dalam penyelenggaraannya Transjakarta didukung oleh beberapa perusahaan operator yang mengelola armada yang melayani tiap rute APTB. Operator tersebut yaitu:

  1. PT. Bianglala Metropolitan (BMP) - APTB Ciputat-Kota
  2. PO. Sinar Jaya - APTB Bogor-Rawamangun, APTB Bogor-Blok M, APTB Bogor-Tanah Abang, APTB Bogor-Grogol
  3. PT. Mayasari Bakti (MB) - APTB Bekasi-Tanah Abang, APTB Cibinong-Grogol 2, APTB Cileungsi-Blok M, APTB Tangerang-Pulo Gadung, APTB Cikarang-Kalideres
  4. Perum PPD (PPD) - APTB Bekasi-Bundaran HI, APTB Mega Bekasi-Bundaran HI, APTB Tangerang-S. Parman-Podomoro City
  5. PT. Hiba Utama - APTB Bogor-Tanjung Priok
  6. PO. Agra Mas - APTB Bogor-Grogol, APTB Bogor-Senen

Kekurangan[sunting | sunting sumber]

  • Kurangnya bus-bus pengumpan (feeder) yang membantu melayani Transjakarta.
  • Beberapa jembatan penyeberangan yang dibangun bagi penumpang Transjakarta secara berkala mengalami kerusakan, contohnya lantai jembatan yang berlubang serta tangga yang lantainya telah rusak.[19][20]
  • Pada jam-jam sibuk, jumlah armada yang tersedia belum sebanding dengan jumlah penumpang menyebabkan antrian panjang di halte-halte (terutama untuk koridor 2 dan 3). Kriminalitas juga kadang terjadi pada jam-jam sibuk disaat bus penuh terisi sesak.[21]
  • Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri.[22]
  • Beberapa titik di jalur koridor 2-8 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).[23]
  • Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.
  • Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya.
  • Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.[24]
  • Kurangnya jumlah SPBG membuat headway di sejumlah koridor menjadi lama, karena letak SPBBG yang jauh dan kadang terjadi masalah di suatu SPBG.
  • Meskipun diberitahukan pemberhentian berikutnya Halte Indosiar dan Jelambar, Koridor 8 tidak berhenti di Halte Indosiar dan Jelambar, dikarenakan kondisi kedua halte yang terlalu kecil dan padat oleh penumpang koridor 3

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://transjakarta.co.id/tentangkami.php?page_id=1 Tentang Kami
  2. ^ http://transjakarta.co.id/penumpang.php?year=2012 Total Penumpang 2012
  3. ^ ITDP (Desember 2003). "TransJakarta Bus Rapid Transit System, Technical Review". ITDP. Diakses 16 Juni 2012. 
  4. ^ http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/14/17032018/Sepi.Penumpang.Tiga.Feeder.Busway.Stop.Operasi.
  5. ^ http://transjakarta.co.id/tentangkami.php?page_id=3 Sistem Transjakarta
  6. ^ http://megapolitan.kompas.com/read/2011/03/08/15500674/Koridor.XIII.XIV.dan.XV.di.Flyover.
  7. ^ http://megapolitan.kompas.com/read/2013/03/01/03042320/Rute.APTB.Tangerang.dan.Bekasi.Ditambah
  8. ^ http://www.tempo.co/read/news/2013/01/22/087456131/Konsorsium-5-Bank-Layani-E-Ticket-Transjakarta
  9. ^ http://www.bni.co.id/id-id/bnipromo/productpromo/eticketingtransjakarta.aspx
  10. ^ http://news.liputan6.com/read/590952/tarif-aptb-jakarta-bekasi-direvisi-dari-rp-6-ribu-jadi-rp-8-ribu
  11. ^ http://info-bogor.com/jadwal-bus-aptb-bogor-bubulak-jakarta-rawamangun-dan-sebaliknya/
  12. ^ http://www.beritajakarta.com/2008/id/video_play.asp?vid=8363
  13. ^ http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=8647&page=4
  14. ^ http://www.tribunnews.com/2012/10/02/harga-tiket-aptb-ciputat-kota-rp-9.500
  15. ^ http://www.transjakarta.co.id/news.php?id=310
  16. ^ http://jakarta.okezone.com/read/2013/11/29/500/904737/bus-aptb-bogor-tanah-abang-diluncurkan
  17. ^ http://id.berita.yahoo.com/aptb-bogor-tanjungpriok-mulai-beroperasi-005208203.html
  18. ^ (Indonesia) Transjakartabusway.com: Profil BLU Transjakarta Busway, diakses pada 29 Juli 2009.
  19. ^ (Indonesia) Lantai Jembatan Busway Benhil Rusak Lagi (detik.com)
  20. ^ (Indonesia) 17 hari Lubang di Jembatan Busway Sawah Besar Menganga (detik.com)
  21. ^ (Indonesia) HCB Penuh Sesak, Penumpang Minta Tambah Bus (kompas.com)
  22. ^ (Indonesia) Naik Busway Bagaikan Ikan Sarder (detik.com)
  23. ^ (Indonesia)
    • Dikecilkannya jalur yang sudah ada.
    • Halte yang jarang pada beberapa koridor tertentu.
    • Memperparah kemacetan dimana - mana.
    • Menghambat perjalanan kendaraan pribadi.
    Jalur Busway di Daan Mogot Jakbar Makin Semrawut
  24. ^ (Indonesia) Dukuh Bawah-Slipi-Tomang Macet 5 Km (detik.com)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]