Pelanduk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tragulus javanicus)
Langsung ke: navigasi, cari
?Pelanduk atau kancil
Lesser.malay.mouse.deer.arp.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Tragulidae
Genus: Tragulus
Brisson, 1762[1]

Pelanduk atau kancil adalah nama umum bagi sekelompok hewan menyusui (mamalia) berkuku genap yang tergolong ke dalam marga Tragulus. Pelanduk adalah anggota keluarga Tragulidae, berkerabat dekat dengan kijang dan rusa.

Nama ilmiah marga ini, Tragulus, berasal dari gabungan dua kata. Yakni tragos, dari bahasa Yunani yang berarti ‘kambing’, dan akhiran –ulus dari bahasa Latin yang berarti ‘kecil’. Ini sesuai dengan keadaan tubuhnya yang kecil, yang pada usia dewasa ukurannya kurang lebih sama dengan kelinci. Pelanduk berhabitat di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan hewan ini termasuk salah satu ungulata terkecil di dunia. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai mouse-deer atau chevrotain; kata yang akhir ini sebetulnya dipinjam dari bahasa Perancis.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Pelanduk serupa dengan rusa, tapi jauh lebih kecil dan tidak bertanduk[2]. Tungkainya ramping dan punggungnya sangat melengkung. Hewan jantan mempunyai gigi taring panjang di rahang atas yang menonjol keluar bibirnya.[3]

Panjang kepala dan badan antara 195–600 mm, dan panjang kaki belakangnya 110–150 mm. Tubuh berwarna kecokelatan, dengan garis-garis putih dan cokelat kehitaman membujur di tenggorokan dan dadanya, dan garis hitam di tengkuknya.[4]

Agihan dan kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Jenis-jenis pelanduk menyebar terbatas di Asia Tenggara, mulai dari Cina selatan (Yunan bagian selatan), Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Palawan di Filipina. Umumnya hewan-hewan ini aktif di waktu malam (nokturnal), memakan dedaunan, buah, rerumputan, dan bagian-bagian tumbuhan lainnya di dasar hutan yang rapat dengan tumbuh-tumbuhan. Pelanduk hidup menyendiri (soliter) atau berpasangan.[5]

Spesies[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya, walaupun variasinya cukup beragam, masyarakat ilmiah menggolongkan pelanduk hanya ke dalam dua spesies, yakni napuh (Tragulus napu) yang bertubuh agak besar, dan kancil (T. javanicus) yang berbadan lebih kecil[4][6]. Namun pendapat terbaru pada tahun 2004 menyebutkan lain. Dua spesies "baru" dipisahkan dari T. napu, yakni T. nigricans dan T. versicolor, dan dua yang lain juga dipisahkan dari T. javanicus, yaitu T. kanchil dan T. williamsoni. Spesies-spesies yang terakhir ini telah pernah dideskripsi di waktu dahulu, namun selama ini hanya dianggap sinonim dari dua spesies sebelumnya.[7]

Dengan demikian kini pelanduk diakui terdiri dari enam spesies berikut[7]:

Dalam khazanah sastra[sunting | sunting sumber]

Pelanduk muncul dalam beberapa sastra dan cerita-cerita rakyat Asia Tenggara. Di dalam cerita rakyat dan bahasa pergaulan dikenal beberapa peribahasa yang menyebut-nyebut pelanduk:

  • Bagai pelanduk di cerang rimba: sangat ketakutan sehingga kehilangan akal
  • Pelanduk lupakan jerat, jerat tak melupakan pelanduk:
  1. Sementara orang yang berhutang melupakan utangnya, tetapi orang yang berpiutang takkan melupakan piutangnya.
  2. Di mana-mana ada bahaya atau musuh menghadang namun orang sering melupakan hal tersebut.

Fiksi kancil[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Brisson, M.J. 1762. Regnum animale in classes IX. distributum, sive, Synopsis methodica : sistens generalem animalium distributionem in classes IX, & ... Editio altera auctior: 12, 65. Lugduni Batavorum : apud Theodorum Haak.
  2. ^ Sastrapradja, S., S. Adisoemarto, W. Anggraitoningsih, B. Mussadarini, Y. Rahayuningsih, & A. Suyanto. 1980. Sumber Protein Hewani. 2: 48-49. Jakarta:Balai Pustaka.
  3. ^ Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Hal. 334-336
  4. ^ a b Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of the Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Pub. – Oxford Univ. Press. p. 250, Tab. 166
  5. ^ Nowak, R.M. (ed.) 1999. Walker's Mammals of the World. 6th edition. Johns Hopkins University Press.
  6. ^ Wilson, D.E.; & D.M.Reeder (eds.) 2005. Mammal Species of the World (3rd ed.). Johns Hopkins University Press. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494 (genus Tragulus Brisson)
  7. ^ a b Meijaard, E., and C.P. Groves. 2004. A taxonomic revision of the Tragulus mouse-deer. Zoological Journal of the Linnean Society 140: 63-102.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]