Tomy Winata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tomy Winata
Informasi pribadi
Lahir 23 Juli 1958 (umur 55)
Bendera Indonesia , Pontianak, Indonesia
Pekerjaan Pemilik Artha Graha Network

Tomy Winata (lahir dengan nama 郭說鋒 di Pontianak, 23 Juli 1958; umur 55 tahun), atau sering dikenal dengan inisial TW, adalah seorang pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang merupakan pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha Network. Usahanya terutama bergerak dalam bidang perbankan, properti dan infrastruktur. Disamping usaha bidang komersiil, TW juga dikenal sebagai pendiri Artha Graha Peduli, sebuah Yayasan sosial, kemanusiaan dan lingkungan yang sering turun membantu masyarakat di banyak daerah di Indonesia.

Tomy Winata memulai terjun bekerja di lapangan sejak Sekolah SMP dalam usia 15 tahun, yaitu bekerja di daerah Kalimantan, Sulawesi dan Papua (dulu Irian Barat - Irian Jaya), diantaranya menjadi kontraktor pada beberapa pekerjaan konstruksi yang diperlukan Angkatan Darat.

Kegiatan dan Aktifitas[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1988, Tomy bersama dengan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), yaitu Yayasan yang dimiliki oleh Angkatan Darat, melakukan penyelamatan terhadap Bank Propelat yang semula dimiliki oleh Yayasan Siliwangi. Bank Propelat yang ber-asset hanya sekitar Rp.8 Milyar tersebut di-rescue oleh Tomy bersama YKEP, dan diubah namanya menjadi Bank Artha Graha. Hanya dalam tempo tidak lebih dari 1,5 tahun, maka Bank Artha Graha menjadi baik dan sehat, yang kemudian terus dikembangkan.

Selanjutnya pada tahun 1997, sebelum krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Tomy diminta oleh Bank Indonesia untuk bersama-sama dengan Bank Indonesia menyelamatkan Bank Arta Pusara yang saat itu sudah diambilalih Bank Indonesia karena berbagai permasalahan-permasalahan yang ada dari pemilik sebelumnya. Nama Bank Arta Pusara kemudian diubah namanya menjadi Bank Arta Pratama, dan hanya dalam, kurun waktu sekitar 1 tahun, Bank Arta Pratama berubah menjadi Bank Katagori A menurut penilaian Bank Indonesia sehingga tidak direkapitalisasi.

Pada tahun 2003, Tomy mengambil alih PT Bank Inter-Pacific Tbk, dan selanjutnya pada tahun 2005 Bank Inter-Pacific melalui Pasar Modal mengambil alih Bank Artha Graha, yang selanjutnya diubah namanya menjadi Bank Artha Graha Internasional Tbk.(INPC.JK)

Salah satu usaha utama lainnya dari Tomy Winata adalah dalam sektor property dan infrastruktur. Melalui PT Jakarta Internasional Hotels and Development (JIHD.JK) Tomy memiliki Hotel Borobudur, dan melalui anak perusahaan yaitu PT Danayasa Arhatama Tbk (SCBD.JK) Tomy memiliki Kawasan Business District yang pertama dan terbaik di Indonesia, yaitu Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 hektar yang terletak di jantung Jakarta. Salah satu icon SCBD adalah keberadaan Gedung Indonesia Stock Exchange, yang merupakan pusat Pasar Modal Indonesia. Pembangunan The Signature Tower setinggi 111 lantai akan mencapai ketinggian 638 meter dan menjadi gedung tertinggi ke 5 di dunia. Pembangunan The Signature Tower ini adalah untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia Bisa.[1] Tomy memiliki visi bahwa kawasan SCBD akan menjadi "Manhattan of Indonesia".[2][3]

Visi: Sambung Menyambung Sabang-Merauke[sunting | sunting sumber]

Salah satu usaha Tomy yang visioner, yaitu pembangunan "Jembatan Selat Sunda" (JSS),[4][5] yang manakala terwujud akan memecahkan rekor dunia bagi panjang span jembatan. Jembatan yang menghubungkan antara Pulau Sumatera dan Jawa yang keduanya memberikan kontribusi 80% pada GDP Indonesia serta memiliki 80% populasi penduduk Indonesia, diyakini akan membawa banyak manfaat bagi peningkatan perekonomian, sosial, lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua pulau.[6] Pada tahun 2009, Tomy beserta BUMD Provinsi Banten dan Lampung menyerahkan secara resmi Hasil Pra-Studi Kelayakan JSS kepada Pemerintah. Pembuatan Pra-Studi JSS tersebut sepenuhnya adalah biaya swasta.[7] Selanjutnya Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011, Konsorsium Banten-Lampung dan Artha Graha ditunjuk sebagai Pemrakarsa Proyek (Project Initiator). Konsorsium kemudian membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) untuk melaksanakan penyusunan Studi Kelayakan JSS dam KSISS (Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda) sesuai Peraturan Presiden tersebut.[8]

Proyek Jembatan Selat Sunda saat ini sudah berhasil diangkat dari titik awal yang dianggap sebagai proyek "impossible" dan "mimpi", menjadi proyek bangsa yang "almost possible" mendekati realisasi. Banyak negara besar yang sudah menyatakan komitmen dan minat bekerjasama membangun JSS.[9]

Tomy sebagaimana dikutip banyak media, selalu mengedepankan sikap merah-putih dan iklhas sepenuhnya jika ada pihak lain yang mampu dan mau membangun JSS / KSISS, yang penting adalah JSS terbangun bagi kemaslahatan masyarakat.

Kepedulian Lingkungan & Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Selain berkecimpung dalam dunia usaha, Tomy juga sangat memperhatikan masalah sosial, kemanusiaan, dan lingkungan [10]. Untuk mewujudkan hal ini, Tomy mendirikan Yayasan Artha Graha Peduli "Artha Graha Peduli Foundation" (AGP). Artha Graha peduli memiliki lima pilar kepedulian, yaitu: Membantu penanganan dini para korban bencana alam besar yang terjadi di Indonesia: Kegiatan Sosial Kemanusiaan dalam ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan; Kepedulian atas pelestarian lingkungan; Bantuan hukum dan Rumah Keadilan bagi masyarakat yang memerlukan.

Artha Graha Peduli seringkali hadir dan membantu di banyak bencana yang terjadi di Indonesia, yaitu diantaranya gempa dan tsunami Aceh, Meletusnya Merapi dan Gempa Jogjakarta, gempa bumi padang, bencana di wasior-Papua, meletusnya Gunung Lokon di Manado, meletusnya Gunung Rokatenda di NTT, berbagai banjir besar dan tanah longsor yang terjadi termasuk di Jakarta, berbagai kebakaran besar dan lainnya.[11][12][13]

Kawasan Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC)[sunting | sunting sumber]

Sejak sekitar tahun 1997, Tomy lebih banyak memfokuskan diri pada pelestarian lingkungan, salah satunya diwujudkan dengan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).[14] yang merupakan kawasan konservasi hutan, satwa-liar seluas 45.000 hektar, dan kawasan cagar laut seluas 14.500 hektar. Lokasi TWNC adalah di ujung selatan pulau Sumatera. TWNC setidaknya telah melepas-liarkan 5 harimau sumatera [15]. Pada awal 2012, Tomy melalui TWNC bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)[16] menyelenggarakan Program Pasca-Rehabilitasi berbasis konservasi alam bagi ex korban narkoba. Program yang unik ini adalah pertama di dunia, dan mendapatkan perhatian serta apresiasi langsung dari Executive Director "UNODC" (United Nations of Drugs and Crime), Mr."Yuri Fedotov" yang telah berkunjung ke TWNC pada akhir 2012. Pada Maret 2013, Tomy Winata atas undangan UNODC, mempresentasikan program pasca rehabilitasi tersebut dihadapan Sidang Tahunan UNODC ke 54 di Vienna, Austria.[17]

Cristiano Ronaldo jadi duta Mangrove Indonesia

Kepedulian Tomy terhadap pelestarian lingkungan, juga diwujudkan dengan rencana pelestarian mangrove di Bali. Pada Maret 2013, di Madrid, Tomy dan Forum Peduli Mangrove - Bali [18] telah mengangkat "Cristiano Ronaldo" (CR7) pemain sepakbola ternama dunia untuk menjadi Duta Mangrove. Tomy dan Cristiano Ronaldo sepakat untuk melestarikan mangrove, khususnya di Bali.

Dapat dikatakan bahwa kegiatan sosial, kemanusiaan, kemasyarakatan dan lingkungan yang dilakukan Artha Graha Peduli adalah bukan hanya sekedar Corporate Social Responsibility dari Artha Graha Network, namun sudah jauh lebih besar dan lebih tinggi melampaui apa yang biasa dilakukan orang lain dalam tataran CSR.

Tomy Winata adalah seorang pengusaha Indonesia yang sukses, namun juga seorang philanthropist dengan kepedulian, jiwa sosial dan pencinta lingkungan sejati.[19][20]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tomy Winata: Indonesia Jadi Pemain Penting Dunia, antarasumbar.com, 23 April 2013.
  2. ^ Jakarta Can Be a 'New Manhatten': Tomy Winata', The Jakarta Post, 22 April 2013.
  3. ^ Jakarta Bisa Jadi Kota Yang Diperhitungkan Dunia, jurnas.com, 22 April 2013.
  4. ^ Pengusaha Nasional Dukung Pembangunan Jembatan Selat Sunda, Rakyat Merdeka Online, 23 April 2013.
  5. ^ Wawancara CNBC 'Tomy Winata: Indonesia Bisa Buat Sejarah', Suara Pembaruan Online, 20 April 2013.
  6. ^ "Tomy Winata Didukung Gubernur Banten dan Lampung". Kompas. 31 August 2009. Diakses 2 June 2011. (Indonesia)
  7. ^ Tomy Winata: Ground Breaking JSS Sangat Sulit Dilakukan Tahun 2014, Rakyat Merdeka Online, 23 April 2013.
  8. ^ "Consortium Teams Up with China to Build Sunda Strait Bridge". Tempo. 2 November 2010. Diakses 2 June 2011. 
  9. ^ The Jakarta Post (5 July 2012). "US bank eyes Sunda Strait Bridge project". The Jakarta Post. 
  10. ^ news.liputan6.com Artha Graha Buka Posko Peduli Bencana di 5 Titik Banjir. (diakses 21 Januari 2013)
  11. ^ Artha Graha dan Java Musikindo Galang Dana untuk Aceh, Tempo Online, 1 February 2005.
  12. ^ Terkenang Aceh, Bangga Dilibatkan Artha Graha, JPNN.com, 12 March 2013.
  13. ^ Artha Graha helps natural disaster refugees, The Jakarta Post, 18 November 2013.
  14. ^ Custodian of the earth, Business Time lifestyle, 09 March 2013.
  15. ^ The New York Times (2010-4-21). "Trying to Save Wild Tigers by Rehabilitating Them". nytimes.com. Diakses 2010-04-21. 
  16. ^ Tribunnews.com BNN-Yayasan Artha Graha Peduli Kerjasama Penanganan Korban Narkoba. (diakses 12 April 2013)
  17. ^ InvestorDaily.com Tomy Winata Paparkan TWNC di Wina. (diakses 18 Maret 2013)
  18. ^ TheJakartaPost.com Ronaldo ambassador for mangrove. (diakses 17 Maret 2013)
  19. ^ Wawancara Khusus CEO TWNC: Kisah Tomy Winata, Harimau dan Lingkungan Hidup, detik.com, 18 December 2012.
  20. ^ Ketika TW Mendukung Konservasi Harimau, beritalingkungan.com, 29 January 2013.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]