Tokek hutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Tokek Hutan
Gekko smithii, dalam kandang pemburudi Seruyan Hulu, Kalteng
Gekko smithii, dalam kandang pemburu
di Seruyan Hulu, Kalteng
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Upaordo: Sauria
Famili: Gekkonidae
Genus: Gekko
Spesies: G. smithii
Nama binomial
Gekko smithii
Gray, 1842[1]
Gekko smithii distribution.png
Sinonim

Platydactylus stentor Cantor, 1847

Tokek hutan atau tokek mata-hijau (Gekko smithii) adalah sejenis tokek besar anggota suku Gekkonidae. Tokek yang kemungkinan paling besar tubuhnya di antara marga Gekko ini menyebar terutama di Sunda Besar dan Semenanjung Malaya. Reptil ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Large Forest Gecko atau Smith's Green-eyed Gecko, merujuk pada warna matanya yang kehijauan. Nama spesiesnya ditetapkan untuk mengenang jasa-jasa Andrew Smith (1797-1872), ahli zoologi bangsa Skot yang mendirikan Museum Afrika Selatan.

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Beberapa istilah yang digunakan di sini, silakan lihat pada Sisik ular.
Pola warna di atas kepala

Tokek yang bertubuh besar, panjang total hewan jantan 376 mm[2]; panjang dari ujung moncong hingga ke anus (SVL, snout-vent length) 180 mm[3].

Tubuh besar, kekar. Sisi punggung (dorsal) berkulit kasar, dengan sisik-sisik granular dan 10-12 deretan bintil-bintil yang memanjang hingga ke ekor. Perisai rostral segi empat melebar, terpisah dari nostril (lubang hidung) oleh beberapa sisik kecil. Perisai supralabial (bibir atas) 12-16 buah, infralabial 10-13. Sisi perut (ventral) dengan sisik-sisik datar yang lebih besar ukurannya dari sisik-sisik punggung. Ujung-ujung jari melebar, pangkalnya berselaput. Semua jari bercakar (kuku) kecuali jari terdalam (ibu jari).[2][4][5]

Jari kaki (belakang) ke-IV dengan 23-26 lamella atau scansor (lembar pelekat) di sisi bawahnya. Pori-pori preano-femoral (di muka anus dan paha, pada hewan jantan) berjumlah 7-17 buah. Bintil post-anal 2 (hingga 4 pada yang jantan). Ekor dengan deretan bintil serupa duri yang membentuk cincin-cincin beraturan. Perisai subkaudal (di bawah ekor) membesar di tengah.[2]

Pola warna di tubuh

Punggung berwarna abu-abu kuning kecoklatan atau kehijauan, dengan sederetan pita atau garis putih (terbentuk dari bintik-bintik besar berwarna putih) didahului oleh jalur pita gelap. Ekor dengan belang-belang putih, krem, dan warna yang lebih gelap. Iris berwarna hijau pucat, lidah merah jambu berujung abu-abu.[3]

Kebiasaan dan penyebaran[sunting | sunting sumber]

Tokek mata-hijau bersifat nokturnal, dan menyukai wilayah berhutan sebagai habitatnya, walaupun kadang-kadang juga ditemukan di bangunan atau rumah tinggal. Bunyinya sedikit mirip salak anjing, 3 atau 4 bunyi tok atau gok keras yang diikuti oleh bunyi desir. Tokek ini memangsa aneka serangga.[3][5]

Tokek hutan bertelur 2 butir setiap kalinya, berukuran 19 × 20 mm[3]. Tokek ini didapati mulai dari Burma, Thailand selatan (Satun, Narathiwath, Pattani), Semenanjung Malaya dan pulau-pulau di sekitarnya (Perak, Pahang, Selangor, P. Pinang, P. Tioman dan Kep. Seribuat), Kepulauan Nikobar, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya (termasuk P. Nias), Jawa, Kalimantan (termasuk wilayah Sabah, Serawak, dan Brunei), serta Sulawesi dan Kepulauan Togian[3][4][6]. Juga di Pulau Bangka.

Jenis yang serupa[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gray, J.E. 1842. Description of some new species of Reptiles, chiefly from the British Museum collection. The Zoological Miscellany: 57 (May 1842)
  2. ^ a b c Manthey, U. & W. Grossmann. 1997. Amphibien und Reptilien Südostasiens. Natur und Tier Verlag, Münster, pp. 234-235
  3. ^ a b c d e Das, I. 2011. A Photographic Guide to Snakes and Other Reptiles of Borneo. 2nd Ed. New Holland Publisher Ltd. p. 100
  4. ^ a b Koch, A. et al. 2009. First record of Gekko smithii Gray, 1842 (Reptilia: Gekkonidae) from Sulawesi, Indonesia. Salamandra 45 (3): 172-176
  5. ^ a b Cox, M.J., P.P. van Dijk, J. Nabithabhata & K. Thirakhupt. 1998. A Photographic Guide to Snakes and Other Reptiles of Peninsular Malaysia, Singapore and Thailand. Asia Books, Bangkok, Thailand. p. 82
  6. ^ The Reptile Database: Gekko smithii

Pranala luar[sunting | sunting sumber]