Tiren: Mati Kemaren

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tiren: Mati Kemaren
Tiren(film).jpg
Sutradara Emil G. Hampp
Produser Ody Mulya Hidayat
Penulis Nestor Katanya
Valilo
Pemeran Dewi Perssik
Baron Hermanto
Renee The
Aldiansyah Taher
Budi Anduk
Musik Andi Rianto
Sinematografi Djie Pheng
Penyunting Askan Larepand
Distributor Maxima Pictures
Durasi 90 menit
Negara Indonesia

Tiren: Mati Kemaren merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh Emil G. Hampp ini dibintangi antara lain oleh Dewi Perssik, Baron Hermanto, Renee The, Aldiansyah Taher dan Budi Anduk.

Plot[sunting | sunting sumber]

Beberapa adegan dalam film "Tiren: Mati Kemaren"

Ranti (Dewi Perssik) ditemukan mati secara tidak wajar, mendadak, dan misterius. Ayahnya Hendra (Baron Hermanto) bersikeras untuk memakamkan Ranti disamping neneknya, namun karena lubang disebelah neneknya secara tidak sengaja sudah terisi, Hendrapun diminta warga untuk mengebumikan Ranti secara biasa saja. Namun, sebuah kucing melewati kuburan saat jenazah Ranti akan dimakamkan. Kata orang, apabila kucing melewati kuburan maka jenazah yang menempati kuburan itu tidak tenang.

Baru sehari setelah kematiannya, arwah Ranti sudah membuat seisi kampung geger karena selalu menakut-nakuti orang-orang yang kerja malam. Hendra menerima komplain tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah konsekuensi gara-gara Ranti tidak dimakamkan di sebelah neneknya. Alhasil malam itu juga kuburan Ranti dan kuburan sebelah neneknya dikubur untuk ditukarkan. Setelah ditukar, Herman turun ke liang lahad dan mengikat tali pocong Ranti. Herman membisikkan kalimat agar Ranti jangan kembali ke dunia sana dulu sebelum Ranti membalas dendam pada orang yang telah membunuhnya.

Arwah Ranti dalam bentuk pocong menghantui kekasihnya semasa ia hidup, Leo (Renee The) yang pernah dipergoki Ranti bermesraan dengan teman Ranti sendiri, Maya (Dariell Jacqueline). Setelah pemergokan, Ranti turun kelantai bawah dan tersandung, sehingga jatuh dan meninggal. Maya yang mempunyai kehidupan rumah tangga dengan Reno (Aldiansyah Taher) dipaksa Leo untuk bersama membuang mayat Ranti. Maya yang tidak ingin ketahuan, akhirnya mau membantu membuang mayat. Leo berniat untuk mengubur Ranti, tetapi ada suara orang datang di lokasi pembuangan yang memaksa Leo dan Maya untuk pergi meninggalkan mayat Ranti dalam keadaan terbujur.

Leopun masih dalam penderitaannya karena teror. Sampai di rumah dari pertemuan dengan Ranti, ia dikejar hingga ia terantuk meja dan meninggal. Reno yang menyendiri disebuah cafe, bertemu hantu Ranti dalam wujud manusia. Renopun tergoda dengan Ranti. Merekapun berhubungan intim, Ranti yang hantu, tidak terlihat dimata orang lain sehingga Reno terlihat seperti orang gila, apalai bau busuk yang disebarkan Ranti yang membuat semua orang terheran-heran. Maya yang tidak tahu hubungan Reno pun mendapatkan teror dari Pocong Ranti. Keanehan juga diterima oleh Reno yang membuat hubungan Reno dan Maya merenggang dan Maya pergi dari rumah. Tepat setelah itu, Ranti datang dan Renopun berhubungan intim lagi dengannya. Saat itu Maya kembali dan menyaksikan suaminya bercinta dengan pocong. Rantipun muncul dihadapan Maya dan membuat Maya terjatuh dari tangga, meninggal.

Film berakhir dengan Reno yang dituduh membunuh Maya dan dipenjara, Reno menjadi gila. Sementara Herman, membuka tali pocong Ranti dan membiarkan Ranti untuk pergi ke alam sana dengan benar-benar tenang.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Kameo

Istilah[sunting | sunting sumber]

Nama film ini diambil dari jargon yang populer di masyarakat, tiren, untuk menyebut daging ayam yang kadaluwarsa yang masih dijual pedagang.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]