Tiara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Paus Innocent III (1198-1216) mengenakan tiara kepausan, Fresko di kloister Sacro Speco, sekitar tahun 1219.

Tiara (dari bahasa bahasa Latin: tiara, dari bahasa bahasa Yunani Kuno: τιάρα, bersumber dari bahasa yang lebih tua bahasa Persia Lama: tiyārā) adalah sejenis mahkota. Istilah ini dapat merujuk kepada dua kemungkinan jenis mahkota.

Secara tradisional, tistilah "tiara" merujuk kepada mahkota tinggi, seringkali berupa tabung yang meruncing di ujungnya, terbuat dari kain atau kulit, serta dihiasi dengan pola hias yang raya dan kaya. Mahkota ini digunakan raja dan kaisar pada peradaban purba di Mesopotamia. Bangsa Asiria menambahkan tanduk banteng sebagai hiasan yang melambangkan otoritas dan kekuasaan serta lingkaran bulu pendek di sekitar puncak mahkota. Tiara pada makhota Kekaisaran Persia lebih mirip kerucut terpotong tanpa tanduk atau bulu, tetapi dihiasi lebih banyak permata, dengan kerucut kecil pada puncaknya.

Tiara kepausan[sunting | sunting sumber]

Tiara Paus Pius XI

Dalam Gereja Katolik Roma, Tiara Kepausan adalah topi tinggi yang dikelilingi tiga mahkota bersusun yang menopang bola dunia dan berpuncak pada salib. Mahkota ini dikenakan Paus pada upacara tertentu, melambangkan otoritas dan kekuasaan. Sejak Paus Paulus VI menyingkirkan tiaranya pada Konsili Kedua Vatikan, Tiara kepausan tidak pernah dikenakan lagi. Paus Benediktus XVI bahkan menghilangkan tiara dari lambang kepausannya, menggantikannya dengan mitra (akan tetapi lambang tiara susun tiga ini masih digunakan dalam Lambang Vatikan).

Tiara kerajaan[sunting | sunting sumber]

Ratu Alexandra dari Denmark (kanan) mengenakan Tiara Kokoshnik Rusia, dengan putrinya Putri Louise (kiri) mengenakan Tiara Fife dan ibunya Ibu Suri Louise (tengah), semuanya mengenakan Tiara.

Ratu Elizabeth II disebut memiliki koleksi tiara paling banyak dan paling berharga di dunia, kebanyakan adalah pusaka Kerajaan Inggris. Ia terkadang mengenakannya dalam kegiatan khusus.

Tiara lainnya[sunting | sunting sumber]

Kini tiara juga dapat dikenakan oleh rakyat kebanyakan meskipun dahulu hanya boleh dikenakan oleh bangsawan, raja dan ratu. Pengantin wanita dapat mengenakan tiara sebagai bagian dari busana pengantinnya. Tiara juga digunakan sebagai lambang pemenang dalam kontes kecantikan seperti dalam Miss Universe, Miss World, Putri Indonesia dan Miss Indonesia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]