Teori dialektika relasional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagan konsistensi dalam hubungan yang ingin dicapai

Teori dialektika relasional merupakan sebuah teori komunikasi yang menyatakan bahwa hidup berhubungan dicirikan oleh ketegangan-ketegangan atau konflik antar individu. Konflik tersebut terjadi ketika seseorang mencoba memaksakan keinginannya satu terhadap yang lain.[1]

Asumsi[sunting | sunting sumber]

Teori dialektika relasional memiliki empat asumsi pokok mengenai hidup berhubungan, yakni:

  1. Hubungan tidak bersifat linear. Non-linear yang dimaksud di sini adalah fluktuasi yang terjadi antara keinginan-keinginan yang kontradiktif.[2]
  2. Hidup berhubungan ditandai dengan adanya perubahan.[2] Perubahan dalam hal ini adalah tingkat kedekatan dalam hubungan tersebut akan memengaruhi perbedaan dalam cara mengungkapkan kebersamaan dan kemandirian.[3]
  3. Kontradiksi merupakan fakta fundamental dalam hidup berhubungan.[4] Orang berupaya untuk mengelola ketegangan dan oposisi dalam hubungan dengan cara yang berbeda-beda, akan tetapi kedua hal ini selalu muncul dalam suatu hubungan.[4]
  4. Komunikasi sangat penting dalam mengelola dan menegosiasikan kontradiksi-kontradiksi dalam hubungan.[2] Peran komunikasi adalah untuk memberikan solusi dan penyelesaian atas suatu masalah dalam hubungan.[2]

Dialektika relasi dasar[sunting | sunting sumber]

  1. Otonomi dan keterikatan, merujuk pada keinginan-keinginan yang selalu muncul untuk menjadi tidak tergantung pada orang-orang yang penting, dan juga untuk menemukan kedekatan hubungan.[2]
  2. Keterbukaan dan perlindungan berfokus pada kebutuhan-kebutuhan kita untuk terbuka dan menjadi rentan, membuka semua informasi, dan bertindak strategis guna melindungi diri dalam komunikasi.[2]
  3. Hal-hal yang baru dan dapat diprediksi merujuk pada konflik-konflik antara kenyamanan stabilitas dan keasyikan perubahan.[2]
  4. Dialektika kontekstual merupakan ketegangan yang muncul dari suatu hubungan dalam budaya berbeda.[2]

Respons terhadap dialektika[sunting | sunting sumber]

Ketegangan dialektika merupakan hal-hal yang berlangsung secara terus-menerus, dan untuk mengatasinya terdapat empat strategi dasar yang dapat ditempuh, yakni pergantian bersiklus, segmentasi, seleksi, dan integrasi.[2] Pergantian bersiklus terjadi ketika orang-orang memilih satu dari dua hal yang berlawanan pada waktu tertentu secara bergantian dengan yang lain.[2] Segmentasi adalah pemisahan arena untuk menekankan dua hal yang berlawanan.[2] Seleksi merujuk pada pemberian prioritas di antara berbagai ketegangan yang ada.[2] Dan, integrasi merupakan sintesis dari dua atau lebih hubungan yang berlawanan.[2]

Kelebihan dan kekurangan[sunting | sunting sumber]

Kelebihan teori ini adalah heurisme.[5] Teori ini memberikan pandangan yang luas terhadap hubungan dan telah menjadi bahan lintas bidang ilmu.[5] Sedangkan, kekurangannya terletak pada kemungkinan pengujiannya dalam mengatasi berbagai hubungan dan sifatnya yang terlalu parsimoni.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Relational Dialectics.. Diakses 26 Mei 2010.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m West, Richard, dan Turner, Lynn H. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: PT. Salemba Humanika. Hal 236-246.
  3. ^ (Inggris) Rawlins, William K. and Holl, Melissa. 1988. Adolescents Interactions with Parents and Friends: Dialectics of Temporal Perspective and Evaluation. Journal of Social and Personal Relationships, 5, Page 27-46.
  4. ^ a b (Inggris) Relational Dialectics. Diakses 10 Mei 2010.
  5. ^ a b c West, Richard, dan Turner, Lynn H. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: PT. Salemba Humanika. Hal 247-248.