Televisi layar datar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

TV LED adalah televisi menggunakan teknologi dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat mendapat arus bias maju (forward bias), yang artinya LED akan memancarkan cahaya apabila diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi forward bias. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak adalah warna merah, kuning dan hijau.LED berwarna biru sangat langka. Sebetulnya LED TV adalah pengembangan dari teknologi LCD TV, yang mana jenis TV LED ini menggunakan teknologi LED Backlight untuk mengganti cahaya fluorescent, teknologi yang selama ini digunakan untuk LCD TV. Terdapat dua macam tipe LED TV yang beredar di pasar: LED dan RGB LED yang ditaruh di bagian belakang panel display/layar, dan tipe lain yaitu EDGE-LED yang mana LED ditaruh di bagian keliling layar.

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Saat ini pasar TV digital telah diramaikan oleh hadirnya teknologi televisi berlayar datar yang disebut LED TV. Perusahaan yang paling aktif dalam memproduksi TV berteknologi LED ini diantaranya adalah: LG Electronics, Samsung Electronics, Toshiba, dan lainnya. LED (Light Emitting Dioda) merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED adalah produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya.

Tipe-tipe TV LED[sunting | sunting sumber]

Sebetulnya LED TV adalah pengembangan dari teknologi LCD TV, yang mana jenis TV LED ini menggunakan teknologi LED Backlight untuk mengganti cahaya fluorescent, teknologi yang selama ini digunakan untuk LCD TV. Terdapat dua macam tipe LED TV yang beredar di pasar: LED dan RGB LED yang ditaruh di bagian belakang panel display/layar, dan tipe lain yaitu EDGE-LED yang mana LED ditaruh di bagian keliling layar.

  • Rasio Kontras TV LED

Kemampuan TV dalam menunjukkan area kontras lebih tinggi pada layar dibanding teknologi lain. Dalam hal ini, warnya kontras yang tinggi ialah hitam atau putih. Perbedaan antara warna yang terang dan gelap pada layar jauh lebih baik dibanding dengan teknologi lain. Dapat Anda buktikan dengan menonton film dengan adegannya pada saat malam hari dan gelap, yang mana warna hitam yang benar-benar gelap dengan warna yang tidak begitu gelap dapat dibedakan dengan jelas.

  • Sudut Pandang TV LED

Sudut pandang atau angle dimana gambar di layar TV bisa dilihat. Jika Anda menonton menggunakan TV LED dari sudut kemiringan 45 derjat misalnya, makan gambar pada layar masih dapat terlihat jelas dibanding jika Anda menonton dari arah yang sama dengan TV teknologi lainnya (kecuali TV plasma yang teknologinya hampir setara dengan TV LED).

  • Warna TV LED

Hasil warna-warna yang lebih cerah jika dibandingkan dengan TV teknologi LCD apalagi teknologi CRT (tabung).

  • Konsumsi Listrik TV LED

Teknologi TV LED adalah yang paling kecil membutuhkan tenaga listrik, tidak seperti teknologi CRT dan juga teknologi Plasma. Ini dimungkinan karena lampu LED yang ada di belakang memang lebih hemat listrik.

Kelebihan dan kekurangan TV LED[sunting | sunting sumber]

  • Kelebihan TV LED adalah:
  1. Tingkat ke-kontras-an yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan LCD TV, sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan TV Plasma.
  2. Menghasilkan produksi TV yang lebih tipis jika dibandingkan dengan teknologi TV LCD, ketebalannya yaitu hanya sekitar 25 mm.
  3. Akan lebih ramah terhadap lingkungan serta bebas radiasi.
  4. Konsumsi tenaga listrik yang jauh lebih rendah, yaitu sekitar 20-30% lebih kecil jika dibanding TV LCD konvensional.
  5. Bermacam produk TV LED dari perusahaan terkenal, pada konsumen menawarkan fitur fitur Digital TV Tuner, pemrosesan gambar digital, serta fitur-fitur lainnya yang terbaru.
  • Kekurangan TV LED adalah:
  • Harganya yang relatif lebih mahal jika dibanding TV LCD, saat ini dalam ukuran yang sama dengan TV LCD, harganya sekitar 50% lebih mahal.

Kesimpulan[sunting | sunting sumber]

Secara umum TV LED menawarkan pada konsumen kualitas gambar yang lebih baik jika dibandingkan TV LCD, terutama dalam hal ke-kontras-an gambar dan kesempurnaan dari warna hitam, meskipun untuk sebagian besar konsumen perbedaan tersebut tidak dirasakan. Hal tersebut karena kualitas dari TV LCD yang semakin sempurna. Jika dibanding dengan TV Plasma, kualitas yg ditawarkan kurang lebih setingkat atau mungkin lebih, karena TV LED keluaran terbaru sudah menawarkan bermacam-macam fitur tambahan guna mengolah gambar. Selisih harga yang sangat berbeda dengan TV LCD, tidak membuat pasar TV LCD ini kecil, karena fisik TV LED ini lebih tipis serta bentuknya yang lebih elegan. Untuk sebagian masyarakat, yang lebih mengutamakan kenyamanan dalam menikmati multimedia, televisi jenis ini tetap menarik untuk dilirik. Televisi LED memang diciptakan dengan menggunakan teknologi yang bebas merkuri, ramah lingkungan, serta hemat energi. Radiasi yang dihasilkan oleh pancaran LED lebih sedikit serta tidak menggunakan spray paint system sehingga secara tidak langsung televisi LED bisa mengurangi dampak dari global warming.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]