Tegalsari, Garung, Wonosobo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tegalsari
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Wonosobo
Kecamatan Garung
Kodepos 56353
Luas 4,49 km2
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Geografis[sunting | sunting sumber]

Tegalsari adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Desa tersebut merupakan desa dengan basis warganya tergabung dalam Organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Desa yang terletak di lereng pegunungan dieng ini secara geologis termasuk wilayah semburan magma. Terdapat dua mata air panas, mata air yang pertama bernama Pengamoman Lor dan Pengamuman Kidul. Pengamuman lor terbentuk secara alami, di sebuah areal persawahan dan muncul disamping saluran utama sungai yang menuju desa tegalsari. Dari sudut agama, desa tegalsari merupakan desa dengan kultur keagamaan yang tinggi. Desa yang mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut memiliki kultur keislam yang daekat dengan wali songo. Berikut ini adalah silsilah pendiri desa tegalsari kecamatan garung kabupaten wonosobo dengan beberapa desa kerabatnya. Silsilah selengkapnya adalah sebagai berikut.

  1. Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban, ibni
  2. R. Singosuto, Mojotengah Garung Wonosobo, ibni
  3. R. Alim Marsitojoyo, ibni
  4. R. Martogati, Wonokromo Garung Wonosobo, ibni
  5. R. Dalem Agung / RA. Nyai Dalem Agung , Mojotengah Garung Wonosobo, ibni
  6. R.A Nyai / R. Kyai Dilem Bandok Wonokromo Garung Wonosobo, ibni
  7. R.A Nyai Bekel Karangkobar Banjarnegara, ibni
  8. R.A Nyai Segati / Pangeran Bayat, Tegalsari Garung Wonosobo, ibni adalah pendiri desa Tegalsari. Sampai sekarang makamnya masih ada dan dikunjungi banyak warga. Makam Putra sunan kudus ini memiliki panjang sekitar 5 meter, lebih panjang dibanding makam-makam yang lain.
  9. Sunan Kudus, ibni
  10. Syarifah ( istri Sunan Ngudung ), ibni
  11. Sunan Ampel, ibni
  12. Maulana Malik Ibrahim, ibni
  13. Syekh Jumadil Kubro, Pondok Dukuh Semarang, ibni
  14. Ahmad Syah Jalal ( Jalaluddin Khan ), ibni
  15. Abdullah ( al - Azhamat ) Khan, ibni
  16. Abdul Malik ( Ahmad Khan ), ibni
  17. Alwi Ammi al - Faqih , ibni
  18. Muhammad Shahib Mirbath, ibni
  19. Ali Khali' Qasam, ibni
  20. Alwi ats - Tsani, ibni
  21. Muhammad Sahibus Saumiah, ibni
  22. Alwi Awwal, ibni
  23. Ubaidullah, ibni
  24. Ahmad al - Muhajir, ibni
  25. Isa ar - Rummi, ibni
  26. Muhammad al - Naqib, ibni
  27. Ali al - Uraidhi, ibni
  28. Ja'far ash - Shadiq, ibni
  29. Muhammad al - Baqir, ibni
  30. Ali Zainal Abidin, ibni
  31. Husein, ibni
  32. Sayyidatina Fatimah, Ra, ibni
  33. Rosulullah Muhammad S. A. W

Secara umum, mazhab yang menjadi panutan adalah Mazhab Syafii. Nuansa keislaman dan keberagaman sangat tampak dari sudut budayanya. Rutinitas penduduknya hampir 30% diimbangi dengan kegiatan keagamaan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Desa Tegalsari merupakan sebuah desa yang secara administratif masuk ke wilayah kecamatan Garung. Desa Tegalsari berbatasan dengan Desa Mlandi di Sebelah Utara, sebelah barat berbatasan dengan Desa Kebrengan, Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Jawar dan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sitiharjo. Secara administrasi desa Tegalsari memiliki 5 Dusun yakni: Siwadas, Gintung Sari, Curug, Kandangan, dan Pringapus.

Kependudukan dan Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Secara ekonomi, mayoritas penduduk desa Tegalsari bermata pencaharian petani. Desa dengan luas lahan sekitar 4 km2 ini merupakan area persawahan dan ladang yang cukup subur. Sebagian yang lain berprofesi sebagai pedagang, buruh industri, buruh dagang, sopir, dan perantau. Disamping itu, sebagian warga desa tegalsari juga bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Luar negeri. Desa Tegalsari secara umum termasuk desa yang tergolong maju di wilayah kecamatan maupun Kabupaten Wonosobo. Dari tingkat pendidikan, terdapat sekitar 30 Sarjana, 50 pelajar.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 3 sekolahan tingkat dasar, dan 1 Sekolahan Tingkat Menengah Pertama. Dua sekolahan tingkat dasar tersebut antara lain: MI Maárif Tegalsari, MI Maárif Kandangan dan Sekolah Dasar Negeri Tegalsari. Sedangkan satu sekolahan tingkat menengah pertama yakni SMP Negeri 2 Garung.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Secara umum kondisi Jalan menuju wilayah ini cukup baik. Kondisi jalan berupa jalan aspal yang baru dibangun tahun 2004. Jalan utama merupakan jalan Arteri, yang bercabang di Dusun Penampelan Desa Sendangsari

Budaya dan Wisata[sunting | sunting sumber]

Desa tersebut memiliki potensi wisata yang cukup tinggi. Objek wisata yang terkenal adalah terdapat dua sumber mataair panas, yakni Pengamoman Lor dan Pengamoman Kidul. Objek tersebut cocok untuk penelitian geologis mengenai sumber mataair panas di kawasan Pegunungan Dieng. Disamping itu, Desa Tegalsari merupakan pintu gerbang, bagi para wisatawan yang akan mengunjungi Kawasan Wisata Dieng Menggunakan Jalur Tracking. Pengunjung dapat menikmati indahnya kawasan pegunungan Dieng dengan Kesegaran dan kesejukan udara tanpa menghirup kompos. Objek wisata Curug Cikarim setinggi 200 meter sangat cocok untuk dikembangkan menjadi objek wisata potensial. Wisata kuliner juga dapat dijumpai di wilayah ini. Makanan khas "Pipis" adalah makanan favorit dan menjadi hidangan pesta dalam setiap even adat di desa ini. Untuk dapat menikmati makanan ini, pengunjung dapat datang ke desa ini pada Bulan Agustus peringatan Mardhi Desa dan Peringatan Hari Kemerdekaaan. Namun pengujung juga dapat hadir di Bulan Syuro, penaggalan Jawa, saat para warga aktif membersihkan area pemakanan. Pengunjung yang setia dengan kegiatan olahraga juga dapat melakukan kegiatan tracking. Kegiatan tracking dapat memasuki wilayah hutan alami yang beloum terjamah banyak manusia. Sembari menikmati penduduk petani daerah pegunungan sedang melakukan aktivitas pertanianya. Semabari melihat para petani yang sedang membajak sawah menggunakan kerbau.

Kepala Desa[sunting | sunting sumber]

kepala desa yang sekarang bernama Miftah, SE, beliau adalah mahasiswa Universitas negeri Yogyakarta. Beberapa perangkat desa dan tokoh desa yang lain adalah KH Toha Abdurahman dosen UIN sunan Kalijaga Yogyakarta, KH Masjudi, dll. Tokoh pemuda yang berhasil membawa nama harum desa tegalsari antara lain: Wahyusin (Pebulutangkis), Khufi (Kepala Sekolah), dll.

Organisasi Keagamaan[sunting | sunting sumber]

  • IPNU
  • CLUB sepak bola IRMA
  • Majelis Pemuda Desa