Tapos 2, Tenjolaya, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tapos 2
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bogor
Kecamatan Tenjolaya
Luas -
Jumlah penduduk -9091 (2009)
Kepadatan -361 /Kilometer

Tapos 2 adalah desa di kecamatan Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Desa Tapos II Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor Bagian Barat

Jarak dari Jalan provinsi (Jalan Raya Cinangneng / Jl. Raya Labuhan – Cianjur) ke Desa Tapos 2 kurang lebih 7 kilometer, dengan jalan beraspal hotmix. Untuk sampai ke Desa ini ada jasa transportasi angkutan kota (angkot) trayek terminal Laladon - Tenjolaya. Kepala desa yang pernah memimpin desa ini adalah: H. Jali (pejabat), H. Rubaih (pejabat), H. Damanhuri (dua periode), dan sekarang Bubun Burhanudin.

Desa Tapos 2 merupakan desa pendidikan, dalam arti bahwa di desa ini banyak lembaga pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal (pondok pesantren).

Lembaga Pendidikan formal adalah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tapaos 1, 2, dan 3. Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Mathla'ul Anwar. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Hikmah, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT) Majma'ul Bahrain. Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Hikmah, SMK Pelita Tenjolaya.

Adapun pendidikan non-formal pondok pesantren (Ponpes) yanga ada di Desa Tapos 2 antara lain Ponpes Sirojul Athfal (Pimpinan KH. Harun), Nurul Habib (Pimpinan KH. Memed Abdul Lathif), Majma'ul Bahrain (Pimpinan Drs. K.H.Udin Syafrudin), Ponpes Masalikul Falah dan Majlis taklim Sirojul Qori Al-Mubatadi (Pimpinan Ustazah Een Nurainy).

 

Kondisi Umum

Dinamika pembangunan masyarakat desa Tapos 2  menunjukan pertumbuhan yang positif, ditandai keberhasilan pembangunan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Memasuki era globalisasi dan seiring dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan hak-haknya, serta meningkatnya kebutuhan semakin kompleks merupakan tantangan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan capaian hasil pembangunan. Untuk mengantisipasi berbagai permasalahan, tantangan serta perkembangan di masa kini dan masa depan diperlukan perencanaan yang jelas terarah dan partisipatif.

Kondisi yang diharapkan di masa depan tidak terlepas dari pencapaian sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan pembangunan secara efektif. Seiring dengan itu, upaya secara terus menrus tetap diarahkan untuk mengatasi tantangan dan hambatan pembangunan desa guna mewujudkan kondisi yang diharapkan dan kondisi saat ini merupakan modal dasar atau bahan untuk perencanaan yang akan menentukan keberhasilan

 

Keadaan Geografis

Desa Tapos 2 Kecamatan Tenjolaya berada di wilayah administrasi Kabupaten Bogor (Barat). Jarak dari Kantor Desa ke Kota Kecamatan adalah 500 meter, ke Ibu Kota Kabupaten berkisar antara 20 Kilometer. Dilihat dari batas wilayah administrasi, Desa Tapos 2 Berbatasan dengan :

Sebelah Utara              : Desa Cibitung Tengah

Sebelah Selatan           : Desa Tapos 1

Sebelah Barat               : Desa Gunung Bundar

Sebelah Timur             : Desa Gunung Malang / Desa Situ Daun

Secara geografis, Desa Tapos 2 adalah merupakan wilayah pergunungan/dataran  dengan ketinggian 300 mdpl  yang terdiri dari persawahan, Penyemaian bibit buah buahan  dan perkebunan serta dengan di suplai oleh 2 mata air yaitu mata air Ciangsana  dan mata air Cibitung

 

Sosial Budaya

Budaya yang masih terpelihara dengan baik dalam kehidupan masyarakat di Desa Tapos 2 yaitu diantaranya Hajat Buyut (Jiarah), Hajat Cara, Bubur Sura, Maulid Nabi dan budaya gotong royong dalam membangun sarana umum dan membangun rumah.

 

Penduduk

Jumlah penduduk Desa Tapos 2 sampai dengan akhir tahun 2014 sebesar 9091 jiwa dengan kepadatan rata-rata 361 jiwa/Kilometer persegi. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk 0,36%. Hal ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan.

 

Pemuda dan Olahraga

Pemuda sebagai tulang punggung bangsa dan merupakan generasi penerus perjuangan kearah yang lebih baik, maka kualitasnya perlu terus disiapkan dan dikembangkan melalui peningkatan aspek pendidikan, kesejahteraan hidup dan tingkat kesehatan. Untuk mewadahi aktivitas dan kreativitas generasi muda yang lebih berkualitas dan mandiri, serta memiliki produktivitas, terdapat berbagai wahana yang dikembangkan oleh Pemerintah desa yaitu Karang Taruna.

Sebagai wadah atau tempat pengembangan bakat dan kreatifitas pemuda di desa Tapos 2 terdapat beberapa perkumpulan oleh raga, diantaranya perkumpulan Sepak Bola sebanyak 8 Team, Bola Volley sebanyak 2 Team, Bulu tangkis sebanyak 3 Team, Tenis meja sebanyak 2 Team, dan 2 perkumpulan Bela Diri. Sebagai tempat pengembangan olahraga, terdapat 1 lapang sepak bola, 3 buah lapang Voly Ball, 4 Lapangan Terbuka Bulu tanagkis dan  7 lapang tenis meja.

 

Agama

Penduduk desa Tapos 2 mayoritas sebagai pemeluk dan pengamal agama Islam, hal itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari yang agamis. Kehidupan agamis masyarakat bukan hanya tercermin dari kegiatan ibadah sholat lima waktu, pelaksanaan puasa dan ibadah jakat saja, akan tetapi tercermin dari sikap saling tolong menolong diantara warga masyarakat dan terciptanya kerukunan dalam kehidupan sebagai bentuk kesalehan sosial. Sarana ibadah, terdapat 4 Mesjid,15 Musolah/ langgar, sekin kobong/tempat mengaji anak-anak dan terdapat 7 kelompok pengajian.

 

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan sosial masyarakat dapat diidentikan dengan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).  Sampai dengan tahun 2014 jumlah PMKS di Desa Tapos 2 diantaranya meliputi Keluarga fakir miskin sebanyak 35 KK, anak balita terlantar sebanyak 0 orang, anak terlantar sebanyak  0  orang, korban tindak kekerasan atau diperlakukan salah sebanyak 0 orang, anak nakal sebanyak 0 orang, anak jalanan sebanyak 0 orang, wanita rawan sosial ekonomi sebanyak 12 orang, lanjut usia terlantar sebanyak 0 orang, penyandang cacat sebanyak 2 orang, Tuna Susila sebanyak 3 orang, pengemis sebanyak 0 orang, gelandangan sebanyak 0 orang, bekas warga binaan pemasyarakatan sebanyak 0 orang, korban penyalahgunaan NAPZA sebanyak 0 orang, keluarga berumah tidak layak huni sebanyak 6 KK, keluarga bermasalah sosial psikologis sebanyak 3 KK, pekerja migran sebanyak 150 orang.

 

Ketenagakerjaan

Jumlah tenaga kerja sebanyak 5341 orang dan tenaga kerja produktif sebanyak 2831 yang tersebar dalam berbagai sektor, diantaranya sektor pendidikan sebanyak 176 orang, pertanian merupakan sektor yang menampung paling banyak tenaga kerja 1646 orang, sektor perdagangan 515 orang, dan industri pengolahan 498 orang. Secara kuantitatif apabila dibanding dengan tahun 2014, jumlah pengangguran menurun sebanyak 3.5 persen.

Ditulis oleh: Tubagus Akhmad Muhibudin, SE.