Tanjung Raja, Ogan Ilir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tanjung Raja
Kecamatan
Tanjungraja1.jpg
Peta lokasi Kecamatan Tanjung Raja
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Selatan
Kabupaten Ogan Ilir
Pemerintahan
 • Camat Bunhur Sayuti, S.Sos, M.Si
Luas 70,41 km²
Jumlah penduduk 42.080 jiwa (2012)
Kepadatan 598 jiwa/km²
Desa/kelurahan 15 desa, 4 Kelurahan
Dua orang Belanda dalam taman Van Limburg Stirum di jalan dari Tanjung Raja ke Palembang (1926)

Tanjung Raja adalah sebuah kecamatan tertua di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia.

Awal mulanya kecamatan ini meliputi Kecamatan Rantau Alai, Rantau Panjang, Sungai Pinang, dan beberapa desa yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Indralaya Selatan. Letak kota kecil ini strategis terletak di jalur perlintasan timur Sumatera menjadikan wilayahnya sebagai Kota Transit. Salah satu yang menjadikan icon kecil kota ini adalah Pindang Tulang Meranjat-nya yang terkenal lezat dan sedap. Penduduk kecamatan Tanjung Raja mayoritas bekerja sebagai petani, dan sebagian kecil sebagai PNS serta penduduk di wilayah ini bersuku bangsa Pegagan, Kayuagung, dan jawa, sedangkan bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Palembang, Bahasa Pegagan, dan Kayuagung.

Kecamatan Tanjung Raja merupakan salah satu Kota terbesar selain Indralaya dari segi aspek sosial, budaya, perekonomian, penduduk, dan kota kecil yang mandiri, maju, dan sejahtera masyarakatnya. Dan apabila nantinya Indralaya menjadi Kota Madya di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan, Kecamatan ini akan dicalonkan sebagai ibu kota penggantinya.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk kecamatan Tanjung Raja berjumlah 40.897 orang, yang terdiri atas 20.730 orang laki-laki dan 20.167 orang perempuan, dengan rasio jenis kelamin (Sex Ratio) sebesar 102,79.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Keagamaan[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk kecamatan Tanjung Raja sebagian besar memeluk agama Islam 99,6 %, dan kristen 0,4 %. Jumlah tempat peribadatan berjumlah 14, 12 Masjid, dan 2 Langgar/Surau yang tersebar di masing-masing desa dan kelurahan.

Adat Istiadat[sunting | sunting sumber]

Hampir Semua penduduk kecamatan Tanjung Raja bersuku bangsa Pegagan dan bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Pegagan dan adat dalam pernikahan umumnya merupakan adat asli daerah Tanjung Raja.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

Sebelum pemekaran wilayah terjadi, Kecamatan Tanjung Raja memiliki 42 desa. Setelah pemekaran wilayah, hanya tersisa 19 wilayah administrasi yang terbagi atas 15 desa dan 4 kelurahan. Pusat pemerintahan kecamatan di Kelurahan Tanjung Raja Utara. Adapun nama-nama desa/kelurahan di kecamatan Tanjung Raja, antara lain :

Desa

  • Desa Seri Dalam
  • Desa Skonjing
  • Desa Kerinjing
  • Desa Sukapindah
  • Desa Siring Alam
  • Desa Tanjung Agas
  • Desa Belanti
  • Desa Ulak Kerbau
  • Desa Ulak Kerbau Lama
  • Desa Tanjung Harapan
  • Desa Talang Balai Lama
  • Desa Talang Balai Baru
  • Desa Talang Balai Baru I
  • Desa Talang Balai Baru II
  • Desa Tanjung Raja Selatan

Kelurahan

  • Kelurahan Tanjung Raja Pusat
  • Kelurahan Tanjung Raja Barat
  • Kelurahan Tanjung Raja Timur
  • Kelurahan Tanjung Raja Utara

Website Resmi Pemerintah[sunting | sunting sumber]