Tambaksari, Tambaksari, Ciamis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari


Tambaksari
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Ciamis
Kecamatan Tambaksari
Luas 1.000 Ha
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Tambaksari adalah desa di kecamatan Tambaksari, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Memiliki 6 Dusun : Tambaksari, Cipasang, Cukangbiru, Sodong, Sukamulya, Sindangrasa.

Desa Tambaksari tepatnya dusun Tambaksari adalah suatu wilayah yang termasuk Kecamatan Tambaksari, dan memiliki sejarah yang sangat mengagetkan sekaligus mengagumkan dengan adanya penemuan di bidang arkeologi Situs Purbakala yang ditemukan di Urug Kasang atas prakarsa kerja sama Pihak Amerika dengan Indonesia dalam hal ini pemakarsa Arkeologi Provinsi Jawa Barat yaitu Bpk Prof. Toni Jubianto. Dalam penemuannya ditemukan tulang-tulang binatang yang terhitung hidup pada masa lampau. Selain itu juga disebutkan pula bahwa kemungkinan besar ada kehidupan manusia tertua di Jawa ada di Tambaksari Kabupaten Ciamis Jawa Barat di situs Purbakala ini. Memang awal mulanya penemuan tulang-tulang binatang tua ini ditemukan masyarakat sekitarnya dan dengan adanya sekolah SMP Tambaksari II Kabupaten Ciamis sebagai pemuka awal bisa menembus Provinsi Jawa Barat dengan adanya pelajaran IPA, IPS, Biologi dengan diperkenalkan oleh guru SMP yang bersangkutan, tetapi diakhir tahun sembilan puluhan semakin kuat basis penemuaan posil di Urug Kasang yaitu oleh Sodara Ahid yang masih keturunan/cucu dari Wiarta Maun dari pihak ibunya, dan masih garis keturunan Bapak Ahman Cece (anak dari Wiarta Maun)Ibu sodara Ahid adalah kakak dari Bapak Ahman. Bapak Ahman sebagai pengsiunan kepala Dusun Tambaksari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Dari Pihak Jawa Barat maupun pihak Amerika sering mendatangi rumah Sodara Ahid. Segala daya upaya sodara Ahid dikerahkan kepada situs pubakala tersebut sampai ahir hayatnya setelah Bangunan Situs Purbakala Desa Tambaksari terwujud dengan bantuan dana dari Provinsi Jawa Barat, Sodara Ahid akhirnya meninggal dunia di rumahnya sepulang dari Urug Kasang tempat penemuan posil tersebut, dan selang dua tahun kemudian Bpk Ahman pun pergi Keharibaannya. Sisa hidup Bapak Ahman diabdikan untuk daerahnya walaupun diakhir hayatnya ada cita-cita yang tidak kesampaian hingga meninggal dunia. Bapak Ahman memiliki dua orang anak yang pernama perempuan bernama Eti Sumiati, S.Sn, Spd. dan yang ke dua laki-laki bernama Iing Salki, S.Sn ke duanya berdomisili di Bandung Provinsi Jawa Barat. Setelah meninggalnya bapak Ahid, kemudian Bapak Prof. Toni Jubianto di pindah tugaskan dari arkeologi Provinsi Bandung ke arkeoligi Ekologi Pusat Jakarta. Situs Purbakala Dusun Desa Tambaksari Kabupaten Cimis sepeninggalnya sodara Ahid saat ini masih dikelola oleh Bapak Carkim menantu dari Bapak Ahid.

Dusun Sodong masih merupakan wilayah desa Tambaksari kabupaten Ciamis, di dusun ini ada sebuah sejarah yang masih terus diteliti kebenarannya bahwa kemungkinan besar di dusun sodong ini benar adanya sebuah tempat yang dijadikan pusat kerajaan dari kerajaan Ciung Wanara yaitu yang menyamar menjadi Rakyat biasa dan membuat suatu pusat kerajaan yang bernama Geger Sunten, yang masih dijadikan perbincangan saat ini yaitu keturunan seorang Raja ia bernama Bima Raksa. Hingga saat ini nama Geger Sunten dijadikan nama perkumpulan Muda Mudi Dusun Sodong "Muda Mudi Geger Sunten" .