Tahlil
|
|
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Tahlil adalah bacaan kalimat tauhid: Lā illaha ilallah (Tiada tuhan selain Allah). Merupakan zikir yang dilakukan oleh umat Islam. Zikir ini dianggap memiliki nilai yang terbesar dan mempunyai banyak keutamaan.Adab Tahlil pada umumnya sering dilakukan pada saat suatu keluarga mengalami kedukaan (ada di antara salah satu familinya yg meninggal dunia), yang sebenarnya dalam islam sendiri tahlil untuk kematian tidak ada. Orang melakukan adab tahlil memiliki maksud untuk menghibur sang keluarga dari duka, dengan makna bahwa semua itu adalah sudah ketentuan dan taqdir Allah s.w.t. agar keluarga yang ditinggalkan tidak larut dalam kesedihan...
sesungguhnya Allah Dia-lah Sumber dari segalanya ada dan yang akan lenyap dan hanya kepada-Nya semua yang ada pasti kembali kepada-Nya. itu saja. Laa illaha ilallah,Laa illaha maksudnya tidak ada ilah..tidak ada yang mencipta,memelihara,memberi rezki dan mengatur alam semesta
ilallah maksudya hanya Allah lah yang mencipta ,memelihara dan mengatur alam semesta dan
selain Allah swt adalah makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa izin Allah swt,termasuk para malaikat dan para
Nabi.Alam dan kejadian yang ada semua atas kehendak Allah swt.Bahkan sehelai daun yang jatuh dipermukaan bumi manapun semua
atas pengetahuan dan izin Allah swt.Semua benda didunia ini diberi sifat oleh Allah dan akan berubah sesuai kehendak Allah swt.
Api bersifat membakar tetapi bisa berubah sifat menjadi tidak membakar.Seperti terjadi ketika Nabi Ibrahim dilempar kedalam api yang besar oleh Namrud dan tentaranya,tetapi karena api disuruh oleh Allah swt supaya dingin dan menyelamatkan maka diwaktu itu api tidak bisa membakar Nabi Ibrahim walaupun 1 lembar bulupun,bahkan dalam api Nabi Ibrahim hidup dalam kesejahteraan. Air bersifat menenggelamkan,tetapi ketika Nabi Musa melewati laut yang sama dilewati Firaun dan tentaranya Nabi Musa dan pengikutnya tidak tenggelam sementara Firaun dan tentaranya tenggelam ditempat yang sama,jadi air bisa menenggelam atau tidak atas perintah dan qudrat Allah swt. Itulah makna Laa ilaha ilallah,semua makluk(benda ciptaan Allah)bergantung kepada Allah swt dan Allah swt Maha Kuasa tanpa butuh dan bergantung kepada apapun.
