Taeniasis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
|
|
Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin bahwa informasi kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar. Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan. |
| Taeniasis | |
| Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal | |
| Siklus hidup Taenia sp. | |
| ICD-10 | B68. |
| ICD-9 | 123.3 |
| DiseasesDB | 12875 |
| MedlinePlus | 001391 |
| eMedicine | ped/2201 |
| MeSH | D013622 |
Taeniasis adalah penyakit akibat parasit berupa cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia yang dapat menular dari hewan ke manusia, maupun sebaliknya.[1] Taeniasis pada manusia disebabkan oleh spesies Taenia solium atau dikenal dengan cacing pita babi [1], sementara Taenia saginata dikenal juga sebagai cacing pita sapi.[1][2] Manusia terkena taeniasis apabila memakan daging sapi atau babi yang setengah matang yang mengandung sistiserkus sehingga sistiserkus berkembang menjadi Taenia dewasa dalam usus manusia.
Sumber Penularan[sunting]
Sumber penularan cacing pita Taenia pada manusia yaitu [3]
- Penderita taeniasis sendiri dimana tinjanya mengandung telur atau segmen tubuh (proglotid) cacing pita.
- Hewan, terutama babi dan sapi yang mengandung larva cacing pita (sistisekus).
- Makanan, minuman dan lingkungan yang tercemar oleh telur cacing pita.
Referensi[sunting]
- ^ a b c (Inggris) Grove, D. I. 1990. A History of Human Helminthology. United Kingdom: CAB International.
- ^ (Inggris) Acha, P. N., dan B. Szyfres. 2003. Zoonoses and Communicable Diseases Common to Man and Animals 3rd Edition Volume III Parasitoses. Washington: Pan American Health Organization.
- ^ Departemen Kesehtan Republik Indonesia. "Petunjuk Pemberantasan Taeniasis/Sistiserkosis di Indonesia" (PDF). Departemen Kesehtan Republik Indonesia. Diakses 2010-05-10. Unknown parameter
|lamguage=ignored (help)
Pranala luar[sunting]
- (Inggris) Taeniasis di stanford.edu
