Shohibul Faroji

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Shohibul Faroji Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini
Lahir Shohibul Faroji Azmatkhan
13 Juni 1977
Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
Tempat tinggal Indonesia
Nama lain Abuya Faroji
Pekerjaan Ulama
Hafiz
Faqih
Mufti
Qadi
Gelar Syekh
Sayyid
Hafiz
Pendahulu Syekh Bahruddin Azmatkhan
Agama Islam
Pasangan hidup Irhamny Emza (bercerai 2011)
Silvia Fairus Rasyidi
Anak Muhammad Asaddu Hubballillah Azmatkhan
Ali Al-Haqqu Mirrabbik Azmatkhan
Khairani Farasyta Azka Azmatkhan
Alwi Abdul Malik Azmatkhan
Muhammad Ali Al-Mahdi Azmatkhan

Syekh Sayyid Hafiz Shohibul Faroji Azmatkhan Ba'alawi (lahir di Banyuwangi, 13 Juni 1977; umur 36 tahun) adalah tokoh sufi dan alawiyyin yang berasal dari Indonesia.[1]

Kelahiran dan nasab[sunting | sunting sumber]

Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan melalui ayahnya adalah keturunan Sunan Kudus, dan melalui ibunya adalah keturunan Sayyid Pangeran Diponegoro.[1]

Gelar Azmatkhan diberikan karena ia keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, yaitu seorang sayyid yang lahir di Tarim, Hadramaut, dan kemudian menjadi raja di India. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan adalah leluhur Walisongo.[2]

Nasabnya adalah:

  • Nabi Muhammad menikah dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, wafat di Madinah 12 Rabiul Awwal 11 H, memiliki anak yaitu:[3]
  • Sayyidah Fatimah Az-Zahra, menikah dengan Imam Ali bin Abi Thalib,[3] wafat di Madinah 634 M, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Al-Husain, menikah dengan Syaharbanu[3] putri Kaisar Yazdigird, kaisar terakhir Sasaniyah, Persia, wafat di Karbala Iraq 64 H/ 680 M, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Ali Zainal Abidin, menikah dengan Syarifah Fathimah[3] binti Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Wafat di Baqi Madinah 93 H/713 M, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Muhammad Al-Baqir, menikah dengan Ummu Farwah[3] binti Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, wafat di Baqi Madinah 114 H/731 M, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Ja’far ash-Shadiq, menikah dengan Syarifah Fathimah[3] binti Husain bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, wafat di Baqi Madinah 148 H/765 M, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Ali Al-Uraidhi, menikah dengan Ummu Walad[3], Wafat di Al-'Uraidh Madinah 210 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Muhammad An-Naqib, menikah dengan Ummu Isa[3], wafat di Bashrah 243 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Isa Ar-Rumi Al-Azraq, menikah dengan Ummu Ahmad[3], wafat di Bashrah 298 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Ahmad Al-Muhajir, menikah dengan Zainab[3] binti Abdullah bin Hasan bin Ali Al-Uraidhi, wafat di Hasys Yaman 345 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Ubaidillah, menikah dengan Ummul Banin[3] binti Muhammad bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi, wafat di Sumal Yaman 383 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Alwi, menikah dengan Ummu Muhammad[3], wafat di Hadramaut Yaman 400 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Muhammad, menikah dengan Ummu Alw[3], wafat di Bayt Jubair Yaman 446 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Alwi, menikah dengan Ummu Ali[3], Wafat di Bayt Jubair Yaman 512 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Ali Khali’ Qasam, menikah dengan Ummu Muhammad[3], Wafat di Tarim Yaman 529 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath, menikah dengan Ummu Banin[3], wafat di Marbath Oman 556 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Alwi Ammil Faqih, menikah dengan Ummu Abdul Malik[3] . wafat di Yaman 613 H, memiliki anak yaitu:
  • Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, menikah dengan Ummu Abdillah[4] binti Raja Nasarabad India Lama, wafat di Nasarabad India 653 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Abdillah Amir Khan, menikah dengan Ummu Ahmad[4], wafat di Nasarabad India 696 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Ahmad Jalaluddin, menikah dengan Ummu Husain[4], wafat di Nasarabad India 711 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Jamaluddin Al-Husain, menikah dengan Amira Fathimah[4] binti Amir Husain bin Muhammad Taraghay (Pendiri Dinasti Timuriyyah, Raja Uzbekistan, Samarkand), (Menikah tahun 1295 M),Wafat di Wajo Sulawesi 760 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-akbar (IBRAHIM ASMORO), menikah dengan Dewi Condrowulan[4] binti Raja Ba Dich Lai (Raja Champa) bin Lai Khai Kocheng (Raja Champa) Terakhir Dinasti Ming, wafat di desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, 834 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Fadhal Ali Murtadha (Sunan Santri), menikah dengan Syarifah Sarah[4] binti Maulana Malik Ibrahim Azmatkhan, wafat di Gresik 895 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung), menikah dengan Dewi Sari[4] binti Ahmad Wilwatikta (Dewi Sari adalah kakak perempuan dari Sunan Kalijaga), wafat di Troloyo Mojokerto, 945 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan (Sunan Kudus), menikah dengan Syarifah Dewi Rahil binti Sunan Bonang [4], Wafat di Kudus 5 Mei 1550M / 958 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Amir Hasan Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub I), menikah dengan Dewi Ratih[4] binti Raden Fattah Azmatkhan, wafat di Kudus 1570M / 978 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Shaleh Azmatkhan (Panembahan Pekaos), Menikah dengan Ratu Maduratna[4] binti Khalifah Ismail bin Khalifah Ibrahim bin Khalifah Sughra bin Khalifah Husain (Sultan/ Raja Madura Pertama/ Pendiri Kerajaan Madura), Wafat di Surabaya 1590 M / 998 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran[4] binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan[4], wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma I/ Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma[4] binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam), Wafat di Palembang 1712 M / 1124 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II), sejak tahun 1779 M tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz)[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam[4] (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Azmatkhan[4] binti Pangeran Diponegoro, wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II)[4] binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin[4] binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah[4] binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:
  • As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan[4] binti Muhammad Mubin Azmatkhan.
  • As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).[4][1][5]

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Pada usia 7 tahun, Shohibul Faroji belajar dari kakeknya yang mursyid Tarekat Walisongo, yaitu Syekh Bahruddin Azmatkhan. Ia dapat menghafal Al-Qur'an 30 juz dalam usia 14 tahun. Kemudian ia melanjutkan menghafal Al-Qur'an 30 juz kepada para guru bersanad yaitu Syekh K.H. Adlan Ali Azmatkhan (pendiri Pesantren Walisongo, Cukir, Tebuireng, Jombang, Jawa Timur) dan Syekh KH. Yusuf Masyhar (pendiri Pesantren Madrasatul Qur'an, Tebuireng, Jombang, Jawa Timur).

Ia juga menghafal beberapa kitab hadits, seperti kitab hadits Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad, Muwatta Malik dan Riyadhus Shalihin di bawah bimbingan Syekh Bahruddin Azmatkhan. Selain itu ia juga memperdalam Aqidah, Ilmu Kalam, Ushul fiqih, Fiqih, Akhlak, Tafsir al-Qur'an, Ilmu Nasab, Filsafat Islam, Sufisme, Logika, Tata bahasa Arab, Kitab kuning, Eskatologi Islam, Psikologi Islam, Ilmu Falak, Ilmu Arudh, Ilmu Balaghah, dan Ilmu Dakwah.

Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Syekh Shohibul Faroji juga aktif di beberapa organisasi, seperti di Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama pada Majelis Ulama Indonesia,[6] Nahdlatul Ulama, dan Masyarakat Ekonomi Syari'ah (MES).[7]
  • Syekh Shohibul Faroji adalah pimpinan Majelis Dakwah Walisongo dan juga aktif di PT. Islamic Mint Nusantara, yang salah satu tugasnya adalah sebagai salah satu Faqih, Qadi, Mufti IMN dan atas penelitian berat dan kadar dari IMN diperintahkan untuk mengeluarkan sebuah fatwa penting terkait atas berat dan kadar Dinar Islam.[8] PT. Islamic Mint Nusantara adalah sebuah badan umat muslim yang mencetak koin dinar dan dirham di Indonesia, dengan tujuan agar masyarakat menggunakan dinar dirham tersebut sebagai alat tukar, pembayaran zakat dan fungsi muamalah lainnya.
  • Pada 5 Mei 2013, Syekh Shohibul Faroji diangkat oleh Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin (Sultan Kesultanan Palembang Darussalam) menjadi Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam dan bergelar Al-Mursyid Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh, berdasarkan Surat Keputusan Keraton Kesultanan Palembang Darussalam No.074/SKP/KKPDS/V/2013
  • Pada 14 Juli 2013, Syekh Shohibul Faroji diangkat oleh Maharaja Kutai Mulawarman menjadi Ketua Dewan Nala Duta Igama Kerajaan Kutai Mulawarman dan bergelar Yang Mulia Sri Raja Paduka Auliya Nata Igama Al-Habib Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh, berdasarkan Surat Keputusan Sabdo Pandito Maharaja Kutai Mulawarman Nomor Istimewa 14.07.2013 [9]

Karya[sunting | sunting sumber]

Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan telah menulis berbagai karya di bidang tauhid, Tafsir, Hadis, Fiqih, Ushul Fiqih, dan Tasawuf. Daftar karyanya antara lain:[10]

  • Panduan Menuju Pencerahan Ruhani
  • Tafsir Ma'rifatullah,
  • Tafsir Liqa' Allah.
  • Tafsir Mahabbatullah, volume 1-114
  • Tafsir Amar Ma'ruf Nahi Munkar
  • Tafsir Dinar Dirham Islam
  • Hadits Dinar Dirham Islam
  • Fiqih Dinar Dirham Islam
  • Fiqih Pasar Islam
  • Fiqih Baitul Mal'
  • Fiqih Masjid
  • Fiqih Khilafah Islam

Tarekat dan para guru[sunting | sunting sumber]

Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan adalah Al-Mursyid dari beberapa tarekat sufi.[11]

Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan telah berguru kepada para ulama' dan mursyid yang memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada keilmuan Nabi Muhammad, di antara para gurunya adalah:[12]

  • Asy-Syaikh As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, guru tarekat, fiqih Syafi'i, tafsir, dan tauhid. Kepada syaikh ini, Syaikh Shohibul Faroji menerima beberapa ijazah sanad kemursyidan dan kepada guru ini pula, ia belajar kitab ansab.
  • Asy-Syaikh KH. 'Adlan 'Ali Azmatkhan, guru Tahfizhul Qur'an, pendiri Pesantren Walisongo, Cukir, Tebuireng, Jomban). Kepada syaikh ini, Asy-Syaikh Shohibul Faroji menerima ijazah sanad Tahfizhul Qur'an yang bersambung kepada sanad Rasulullah
  • Asy-Syaikh Yusuf Masyhar, guru Tahfizhul Qur'an, pendiri Pesantren Madrasatul Qur'an, Tebuireng, Jombang). Kepada syaikh ini, Asy-Syaikh Shohibul Faroji menerima ijazah sanad Tahfizhul Qur'an yang bersambung kepada sanad Rasulullah
  • Asy-Syaikh Marzuki Muslih, guru Nahwu Shorof Balaghah. Kepada syaikh ini, Asy-Syaikh Shohibul Faroji menerima ijazah sanad nahwu-shorof-balaghah.
  • Prof. KH. Ibrohim Hosen, mantan Ketua Umum MUI. Kepada profesor ini, Syaikh Shohibul Faroji belajar Ushul Fiqih, Qawaidul Fiqhiyyah, dan Fiqih Muqaranah (perbandingan Madzhab), dan mendapatkan sanad keilmuan bidang Ushul fiqih, Qawaidul Fiqhiyyah dan Fiqih Muqaranah
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Abdus Salam Al-Masyisyi Al-Hasani, ulama besar Libanon.
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Faidullah bin Musa Al-Hakkari Al-Masyisyi Al-Hasani, ulama besar Libanon.
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muhammad Yahya bin Muhammad Al-‘Abid As-Sanusi Al-Hasani, ulama besar Libya.
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Mahdi bin Mahmud Al-Umry Al-Hasani, ulama besar Marokko.
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Mustafa bin Abdurrahman Asy-Syarif Al-Hasani, ulama besar Marokko.
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muhammad Nur bin Muhammad Ibrahim Al-Kutbi Al-Hasani, ulama besar Haramain.
  • Asy-Syaikh Asy-Syarif As-Sayyid Muthahar bin Jamsid Al-Khayyath Al-Maddah Al-Hasani, ulama besar Irak.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c The Ahlulbayt Nasab Center Maktab Of Morocco, Ensiklopedi Nasab of Imam Husain, 0009/MAA/Azmatkhan/Al-husaini/V/2011, Rabat Morocco
  2. ^ The South Asian Community Of Azmatkhan Al-Husaini Family, Maktab Of India, Ensiklopedi Nasab of Imam Husain, 1431H/02/0099, Nasirabad-Haidarabad-India
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954,
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63
  5. ^ "Nasab Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh". Madawis. 14 Januari 2014. Diakses 14 Januari 2014. 
  6. ^ "Susunan Pengurus Komisi-Komisi MUI Hasil MUNAS VIII Tahun 2010.". mui. 16 Maret 2011. Diakses 16 Maret 2011. 
  7. ^ "Susunan Pengurus PusatMasyarakat Ekonomi Syariah PERIODE 1429 - 1432 H". Ekonomi Syariah. 16 Maret 2011. Diakses 16 Maret 2011. 
  8. ^ "Fatwa on Weight and Purity of Dinar-Dirham Islam". Islam Hari Ini. 16 Maret 2011. Diakses 16 Maret 2011. 
  9. ^ "Pangkat dan Jabatan Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh". madawis. 14 Januari 2014. Diakses 14 Januari 2014. 
  10. ^ Waliyul Ilmi, Intisari Karya Shohibul Faroji Azmatkhan, Majelis Dakwah Walisongo, Jakarta, 2011
  11. ^ Shohibul Faroji Azmatkhan, ensiklopedia tarekat,Majelis Dakwah Walisongo (Madawis), Jakarta,2011
  12. ^ Madawis, Manakib Syekh Shohibul Faroji, Perjalanan Spiritual Mursyid 30 Tarekat,Penerbit Walisongo Press, Jakarta, Edisi revisi, 2011

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Manakib Syekh Shohibul Faroji, Perjalanan Spiritual Mursyid 30 Tarekat, Penerbit Walisongo Press, Jakarta, Edisi revisi, 2011

Pranala luar[sunting | sunting sumber]