Super Deal 2 Milyar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Super Deal 2 Milyar
Format Kuis
Pembuat Monty Hall
Stefan Hatos
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Jumlah musim 3
Jumlah episode 649
Rumah produksi FremantleMedia
Distributor PT Dunia Visitama Produksi
Siaran
Saluran asli ANTV
Kronologi
Dilanjutkan oleh Super Deal (ANTV, 2014-sekarang)
Pranala luar
http://www.superdeal2milyar.com
Super Deal 2 Milyar Musim I
SD2M-1.jpg
Pembawa acara Nico Siahaan
Jumlah episode 362
Produksi
Durasi 60-90 menit
Siaran
Periode siaran 30 April 2006–17 Desember 2007
Super Deal 2 Milyar Musim II
SD2M-2.jpg
Pembawa acara Aditya Herpavi Rachman
Jumlah episode 201
Produksi
Durasi 90 menit
Siaran
Periode siaran 29 April 2010–31 Desember 2010
Super Deal 2 Milyar Musim III
SD2M-3.jpg
Pembawa acara Indra Bekti
Indy Barends
Jumlah episode 86
Produksi
Durasi 90-120 menit
Siaran
Periode siaran 25 Juli 2011–21 November 2011

Super Deal 2 Milyar (disingkat SD2M) adalah sebuah acara kuis Indonesia berdasarkan lisensi dari Let's Make a Deal asal Amerika Serikat, milik FremantleMedia, yang terspektakuler, terbesar, dan termahal di Indonesia. Tujuan utama permainan adalah memenangi hadiah uang tunai Rp2.000.000.000,00 dengan mengandalkan kesempatan.
Musim I ditayangkan sejak 30 April 2006 sampai 17 Desember 2007 di antv, dibawakan oleh Nico Siahaan, serta berhasil meraih penghargaan Panasonic Awards 2006 dan Panasonic Awards 2007 kategori acara kuis dan game show terfavorit (1 Desember 2006 dan 30 November 2007).

Awal Akhir Hari tayang
(19:00 WIB)
Durasi tayang
30 April 2006 29 Juni 2006 Senin-Kamis 60 menit
2 Juli 2006 16 Juli 2006 Senin-Kamis
Minggu
17 Juli 2006 14 September 2006 Senin-Kamis
18 September 2006 19 Januari 2007 Senin-Jumat 90 menit
22 Januari 2007 26 April 2007 Senin-Kamis 60 menit
30 April 2007 28 September 2007 Senin-Jumat
1 Oktober 2007 31 Oktober 2007 Senin-Rabu
5 November 2007 27 November 2007 Senin-Selasa
3 Desember 2007 17 Desember 2007 Senin

Musim II ditayangkan pada tanggal 29 April 2010 sampai 31 Desember 2010, dengan Aditya Herpavi Rachman sebagai pembawa acaranya.

Awal Akhir Hari tayang
(19:30-21:00 WIB)
29 April 2010 20 Agustus 2010 Senin-Jumat
23 Agustus 2010 21 November 2010 Senin-Minggu
22 November 2010 3 Desember 2010 Senin-Jumat
Episode Peduli Merapi
8 Desember 2010 10 Desember 2010 Rabu-Jumat
13 Desember 2010 31 Desember 2010 Senin-Jumat

Musim III ditayangkan sejak tanggal 25 Juli 2011 sampai 21 November 2011 (siaran langsung), dengan Indra Bekti dan Indy Barends sebagai pembawa acaranya.

Awal Akhir Jadwal tayang
25 Juli 2011 5 Agustus 2011 Senin-Jumat, 18:30-20:00 WIB
8 Agustus 2011 19 Agustus 2011 Senin-Jumat, 18:30-20:30 WIB
22 Agustus 2011 2 September 2011 Senin-Jumat, 18:30-20:00 WIB
5 September 2011 21 November 2011 Senin-Jumat, 19:00-20:30 WIB

Pada tahun 2014, acara ini bereinkarnasi menjadi Super Deal yang tetap ditayangkan di ANTV.

Aturan permainan[sunting | sunting sumber]

Pembawa acara akan memilih beberapa orang yang beruntung untuk mengikuti sebuah permainan. Pemenang dari permainan ini akan masuk ke babak trading area. Di babak trading area inilah, kontestan akan saling tukar hadiah, antara hadiah yang telah dimiliki kontestan dengan hadiah yang ditawarkan pembawa acara. Tawar-menawar akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi hadiah yang dapat ditawarkan. Hadiah yang dimenangkan dapat berupa uang tunai, barang berharga, perabot rumah tangga, alat transportasi, atau zonk. Zonk adalah hadiah terburuk dalam kuis Super Deal 2 Milyar, umumnya berupa barang-barang bekas. Babak trading area ini akan berlangsung 4 sampai 6 segmen tiap episode. Pada setiap segmen, pembawa acara (selalu) menawarkan kontestan untuk memilih salah satu dari 3 tirai.

Paradoks Monty Hall[sunting | sunting sumber]

Misalnya kontestan kemudian memilih misalnya tirai 1. “Deal?” tanya pembawa acara, dan dijawab dengan mantap “Deal!” Setelah itu pembawa acara akan membuka tirai nomor 3 dan memperlihatkan isinya, ternyata isinya adalah ZONK. Walaupun sudah "deal", pembawa acara akan kembali menawarkan pilihan apakah kontestan akan tetap bersikukuh memilih tirai 1, atau mengganti pilihannya menjadi tirai 2. Pilihan manakah yang lebih menguntungkan kontestan?
Pada pilihan pertama, kontestan dipersilakan untuk memilih satu di antara 3 tirai, dan salah satunya adalah hadiah utama berupa mobil. Dalam hal ini dapat dengan mudah diketahui bahwa probabilitas kontestan menjawab ‘benar’ adalah 1/3.
Sedangkan pada pilihan kedua, salah satu tirai yang berisi ZONK telah dibuka oleh pembawa acara. Sekarang kontestan dipersilakan untuk memilih satu dari 2 tirai, dan salah satunya berisi mobil. Logika pada umumnya mengatakan bahwa probabilitas peserta mendapat mobil kini menjadi 1/2, terlepas dari apakah kontestan tetap memilih pilihan semula ataupun mengubah tirai pilihannya.
Tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Pilihan kontestan turut memengaruhi probabilitas memilih tirai yang ‘benar’. Jika kontestan tetap memilih tirai yang sama maka probabilitas dia mendapatkan mobil hanyalah 1/3. Dan jika kontestan mengubah tirai pilihannya, maka probabilitas mendapatkan mobil naik menjadi 2/3. Mengapa seperti itu?
Pada saat pembawa acara menanyakan pilihan tirai untuk kedua kalinya, ada tiga situasi yang mungkin terjadi dengan probabilitas sama besar yaitu 1/3:

  1. Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi zonk pertama. Pembawa acara kemudian membuka tirai zonk kedua.
  2. Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi zonk kedua. Pembawa acara kemudian membuka tirai zonk pertama.
  3. Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi mobil. Kemudian pembawa acara membuka salah satu tirai lainnya yang berisi zonk.

Jika kontestan memilih untuk mengubah pilihannya, maka dia akan memenangkan mobil, jika situasi yang terjadi adalah nomor 1 atau 2. Karena 2 dari 3 situasi memungkinkan dimenangkan dengan mengubah pilihannya, maka probabilitas untuk memenangkan mobil jika kontestan mengubah pilihannya adalah 2/3.
Sebaliknya, jika kontestan tetap pada pilihan semula, maka dia akan mendapatkan mobil hanya pada situasi nomor 3, atau hanya 1/3 kemungkinan.
Tentunya ada syarat-syarat supaya paradoks ini dapat dipenuhi:

   * pembawa acara sudah mengetahui sebelumnya apa yang ada di balik masing-masing tirai.
   * pembawa acara selalu membuka tirai zonk dan tidak membuka tirai berisi mobil pada kesempatan pertama.
   * pembawa acara selalu memberi tawaran untuk mengubah pilihan kepada kontestan.

Di Amerika Serikat, masalah ini dikenal sebagai Paradoks Monty Hall, diambil dari nama pembawa acara Let’s Make a Deal yang merupakan acara aslinya di Amerika Serikat. Paradoks ini pertama kali dipublikasikan di majalah Parade pada 9 September 1990.

Babak Bonus[sunting | sunting sumber]

Setelah melewati 4-6 segmen, akhirnya sampai pula di babak bonus. Babak bonus adalah tempat dimana seorang kontestan dapat memenangi uang tunai Rp2.000.000.000,00.
Pada musim I dan II, kesempatan bermain di babak bonus akan ditawarkan kepada kontestan dengan nilai hadiah terbesar, selanjutnya kepada pemenang yang nilai hadiahnya lebih kecil jika dan hanya jika kontestan yang ditawari kesempatan babak bonus terlebih dahulu menolaknya. Kontestan pengambil kesempatan main di babak bonus harus membatalkan hadiah yang telah diraih sebelumnya.
Pada musim III, kesempatan bermain di babak bonus hanya akan diberikan kepada kontestan peraih hadiah dengan nilai terbesar, dan hadiah yang telah diraih sebelumnya tetap menjadi miliknya. Sehingga tetap ada kemungkinan total nilai perolehan hadiah kontestan pemenang >Rp2.000.000.000,00 jika dan hanya jika hadiah utama Rp2 miliar sukses dimenangi.

Format Lama Musim I (April-Agustus 2006)[sunting | sunting sumber]

Cara memenangi uang Rp2.000.000.000,00 adalah dengan mendapatkan 3 bola emas dari 5 kantong hitam yang terdapat di atas meja 2 milyar. Terdapat 10 buah bola di setiap kantong hitam: 3 bola emas dan 7 bola perak di kantong I, serta 1 bola emas dan 9 bola perak di kantong II sampai V. Jika gagal mendapatkan 3 bola emas, maka hadiah maksimum yang dapat diperoleh adalah Rp25.000.000,00, dengan cara menebak dengan tepat: apakah angka pada bola yang terambil di kantong berikutnya lebih tinggi atau lebih rendah daripada angka pada bola sebelumnya.

Tebakan
tepat
Perolehan
hadiah
1 Rp5.000.000,00
2 Rp10.000.000,00
3 Rp15.000.000,00
4 Rp25.000.000,00

Format Baru Musim I (September 2006 sampai Desember 2007)[sunting | sunting sumber]

Seorang kontestan akan memenangi Rp2.000.000.000,00 dengan cara memilih 3 dari 24 kotak hadiah yang tersedia, dimana ke-3 kotak tersebut berisi potongan tiket emas Rp2 miliar. Jika gagal dimenangi, maka kontestan dapat memenangi hadiah berupa uang tunai, hadiah barang, tirai 1, tirai 3, dan/atau hadiah awal (hadiah yang telah ditukarkan dengan kesempatan mendapatkan Rp2 miliar). Tidak ada zonk di babak bonus. Satu potongan tiket emas bernilai Rp10.000.000,00, 2 potongan tiket emas bernilai Rp20.000.000,00. Jika 3 potongan tiket emas berhasil ditemukan, maka hadiah utama Rp2.000.000.000,00 berhak diperoleh.

Format Musim II (2010)[sunting | sunting sumber]

Terdapat sebuah roda dengan 20 nilai uang berbeda mulai Rp5 juta sampai Rp2 miliar. Kontestan diberikan 2 kali kesempatan untuk memutar roda hadiah. Jika roda berhenti di juring bertuliskan 2 MILYAR atau GOLDEN COIN pada kesempatan pertama, maka kontestan harus memutar roda kembali. Jika berhenti kembali di 2 MILYAR atau GOLDEN COIN, maka kontestan berhak memenangi Rp2 miliar. Tetapi, jika berhenti di juring selain 2 MILYAR atau GOLDEN COIN, maka kontestan membawa pulang hadiah tertunjuk panah dan bukan Rp2 miliar. Jika pada kesempatan pertama roda tidak berhenti di 2 MILYAR atau GOLDEN COIN, maka kontestan tidak lagi mempunyai kesempatan untuk bisa memenangi Rp2 miliar, tetapi kontestan berhak membawa pulang hadiah tertunjuk panah. Kontestan diberikan kesempatan kedua untuk memutar roda jika merasa kecewa atas hadiah yang didapat pada kesempatan pertama, tetapi hadiah yang didapat pada kesempatan pertama akan dibatalkan dan kontestan berhak membawa pulang hadiah tertunjuk panah pada kesempatan kedua. Pada kesempatan kedua, bagian 2 MILYAR akan diganti dengan hadiah Rp50.000.000,00; jika GOLDEN COIN, maka akan ditukarkan hadiahnya, bisa berupa mobil, sepeda motor, dan lain-lain, jika roda tidak berhenti di 2 MILYAR atau GOLDEN COIN pada kesempatan pertama.

Format Musim III (2011)[sunting | sunting sumber]

Babak bonus SD2M musim III hanya diikuti oleh kontestan pemenang dengan nilai hadiah terbesar. Kontestan pemenang hadiah terbesar akan berhadapan dengan 49 kotak hadiah (7 baris 7 kolom), dimana terdapat 19 kotak yang berisi pentagram (2-3 pentagram di kolom I-VI dan 4 pentagram di kolom VII). Kontestan pemain hanya boleh memilih 1 kotak di setiap kolomnya, dan jika kontestan pemain berhasil menemukan 7 pentagram dari 7 kolom, maka hadiah uang tunai Rp2.000.000.000,00 berhak diraihnya.

Perolehan
pentagram
in-a-row
Perolehan
hadiah ekstra
Kolom posisi
pentagram
(tanpa zonk)
1 Rp5.000.000,00 VII
2 Rp10.000.000,00 VI, VII
3 Rp25.000.000,00 V, VI, VII
4 Rp50.000.000,00 IV, V, VI, VII
5 Rp100.000.000,00 III, IV, V, VI, VII
6 Rp200.000.000,00 II, III, IV, V, VI, VII
7 Rp2.000.000.000,00 I, II, III, IV, V, VI, VII
  • Hadiah yang diperoleh di babak bonus musim III bersifat kumulatif (hadiah yang telah diperoleh sebelumnnya tidak dibatalkan).
  • Jika kotak terpilih pada suatu kolom ternyata zonk, maka semua pentagram yang telah diperoleh di kolom sebelumnya dinyatakan hangus (tidak berlaku).

SD2M Spektakuler[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 30 Desember 2010, ditayangkan episode spektakuler yang menayangkan 7 orang kontestan pemenang Jumat spesial sepanjang bulan Oktober-November 2010 (sebelum episode peduli Merapi). Kontestan Jumat spesial adalah kontestan yang sukses memperoleh hadiah dengan nilai terbesar di antara semua hadiah termenangkan pada episode Senin sampai Jumat, dimana pada episode Jumat tersebut adalah Jumat spesial. Ke-7 kontestan Jumat spesial tersebut akan bertanding menurut sistem gugur dan akan melewati babak penyisihan untuk menentukan siapakah pemenang hak istimewa berupa bye (tidak perlu ikut babak penyisihan). Kemudian, dari 6 kontestan Jumat spesial yang gagal memperoleh bye akan bertanding 1 lawan 1, sehingga diperoleh 3 pemenang babak perempat final ditambah 1 pemenang bye yang akan bertanding di babak semifinal. Dari 4 semifinalis, hanya 2 orang yang akan bertanding di babak final. Pemenang di babak final ini akan masuk ke babak spektakuler.
Babak spektakuler pada hakikatnya sama dengan babak bonus musim I format baru (memilih 3 dari 24 kotak yang berisi tulisan 2.000, 000, dan 000). Setiap potongan tulisan bernilai Rp250.000.000,00. Selain hadiah Rp2 miliar, juga terdapat hadiah tirai 1, tirai 3, Rp100.000.000,00, Rp500.000.000,00, dan hadiah lainnya. Uang tunai Rp2.000.000.000,00 dapat diraih jika dan hanya jika ke-3 potongan tulisan 2.000.000.000 tertebak dengan tepat dan berurutan. Jika gagal memenangi Rp2 miliar, maka hanya hadiah dengan nilai terbesar terpilihlah yang akan dimenangi dari 3 hadiah terpilih.

Juara 2 Milyar[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 29 Juni 2006, ditayangkan episode juara: 2 orang guru SD berhasil memenangi hadiah uang tunai Rp2.000.000.000,00 (19:00-20:00 WIB). Setelah tayangannya selesai, pada pukul 20:00-21:00 WIB disiarkan secara langsung acara penyerahan Rp2.000.000.000,00 kepada 2 orang pemenang tayangan tersebut. Episode Juara 2 Milyar ditayangkan kembali pada tanggal 24 Oktober 2006 (Idul Fitri 1427 H), pukul 09:00-10:00 WIB, acara Lebaran Sang Milyarder.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]