Stadion Gelora Haji Agus Salim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
GOR Haji Agus Salim
Haji Agus Salim Stadium east stand.JPG
Informasi stadion
Nama lengkap Gelanggang Olah Raga (GOR) Haji Agus Salim
Pemilik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Tahun 2015 dipinjampakai kepada Pemerintah Kota Padang
Lokasi
Lokasi Bendera Indonesia Kota Padang, Sumatera Barat
Konstruksi
Dibuka 1985
Direnovasi 2009-2010
Data teknik
Permukaan Rumput
Kapasitas 10.000-11.000
Pemakai
Semen Padang FC (Liga Super Indonesia)
PSP Padang (Divisi Utama)

Stadion Gelora Haji Agus Salim adalah sebuah stadion sepak bola di Kota Padang, Sumatera Barat, yang juga merupakan markas klub sepak bola Semen Padang dan PSP Padang. Stadion ini dibangun sebagai persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ-13) tahun 1983. Pada saat MTQ, yang dibangun hanya Tribun tertutup/barat dan tribun selatan. Setelah pelaksanaan MTQ, Pemerintah Daerah Tk. I Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Gubernur Ir. H. Azwar Anas, melanjutkan pembangunan tribun terbuka (timur dan utara), dan baru selesai pada tahun 1985. Saat ini Stadion Agus Salim hanya memiliki kapasitas 10.000 tempat duduk.Stadion Agus Salim Menjadi Tuan Rumah SCM Cup 2015 Grup A.

Nama[sunting | sunting sumber]

Stadion ini dinamakan untuk menghormati Haji Agus Salim, seorang Pahlawan Nasional Indonesia dan mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, yang berasal dari Koto Gadang, Agam.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stadion GOR Haji Agus Salim dibangun pada tahun 1983 sebagai persiapan pelaksanaan MTQ 13 Tahun 1983 oleh Pemerintah Daerah Tk. I Sumatera Barat waktu itu. Awalnya di Kota Padang ada dua Stadion yang satu adalah Stadion Imam Bonjol yang dikelola oleh Kodim 0302 Padang dan GOR H. Agus Salim. Pada tahun 1992, Stadion Imam Bonjol dibongkar dan dijadikan taman kota oleh Pemerintah Kota Padang. Sejak itu Stadion H. Agus Salim Padang menjadi satu-satunya stadion yang representatif di Kota Padang.

Stadion H. Agus Salim ini awalnya dirancang untuk 15.000-20.000 penonton. Namun sampai saat ini, Stadion H. Agus Salim hanya memiliki kapasitas 10.000 tempat duduk, dan memiliki tribun tertutup di sektor barat.

Pada tanggal 30 September 2009, terjadi gempa yang mengguncang Kota Padang dan merusak hampir keseluruhan fasilitas stadion. Beberapa fasilitas penunjang pertandingan tak luput seperti gangguan koneksi pada penerangan, ruang ganti pemain yang rusak, dan lapangan yang retak dan gersang mengakibatkan stadion ini tak layak dipakai. Kemudian, PT Semen Padang dengan persetujuan pemerintah kota merenovasi stadion ini sehingga layak untuk menggelar laga Liga Super Indonesia. Perbaikan yang dilakukan diantaranya penanaman rumput, perbaikan drainase, perbaikan pagar, ruang ganti pemain, penambahan kamar mandi dan toilet, perbaikan ruangan wasit dan ruangan pers, lantainya dikeramik, hingga pemasangan lampu stadion.

Mulai musim kompetisi 2010-2011, Semen Padang bisa kembali lagi bermarkas di stadion, setelah sebelumnya selama lebih dari setahun mengungsi ke Stadion M. Yamin, Sijunjung.

Mulai tahun 2015 ini, status kepemilikan Stadion ini telah dialihkan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat ke Pemerintah Kota Padang dengan sistem Pinjam Pakai selama 5 tahun dan dapat diperpanjang. Dengan status ini, pengembangan Stadion lebih terbuka dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]