Sistim Telepon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Telephone berasal dari Bahasa Yunani “tele” yang berarti jauh, dan “phone” yang berarti suara. Saat ini, pengertian telefoni (telephony), meliputi konversi sinyal-sinyal suara menjadi sinyal-sinyal listrik frekuensi-audio yang dapat dipancarkan melalui sebuah sistem transmisi listrik, dan dikonversikan kembali menjadi sinyal-sinyal tekanan suara pada ujung penerima. Definisi adalah penjelasan secara umum mengenai telepon. Selanjutnya akan dibahas mengenai sistem yang terdapat dalam sebuah telepon. Sistem inilah yang akan mendukung kinerja dari sebuah telepon.[1]

Dasar Telepon[sunting | sunting sumber]

Hal-hal dasar yang diperlukan untuk membentuk sebuah sistem telepon adalah penerima, bel, kumparan induksi, sebuah magnet untuk telepon magneto dan sebuah pemutar untuk telepon otomatis.[2]

  • Pengirim : Sebuah alat untuk mengubah gelombang suara dari pembicaraan menjadi arus listrik. Dengan kata lain, pengirim merupakan sebuah transducer atau yang biasa disebut dengan mikrofon (Bahasa Inggris : microphone). Mikrofon yang baik adalah yang mampu mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik dengan cacat suara seminim mungkin. Jenis mikrofon yang paling banyak digunakan untuk jaringan telepon adalah mikrofon karbon.
  • Penerima : Sebuah alat untuk memproduksi kembali gelombang suara dengan sebuah membrane getar, yang dioperasikan oleh arus bicara dan dikirim oleh pihak yang memanggil. Prinsip kerja penerima telepon adalah mengubah arus listrik menjadi suara yang dapat didengar oleh telinga manusia.
  • Bel Magnet : Bel magnet terdiri atas sebuah magnet permanen yang berbentuk U. Pada sistem telepon, bel magnet berfungsi untuk memberitahukan adanya sebuah panggilan.
  • Magnet : Magnet dalam sistem telepon berfungsi untuk membangkitkan arus sinyal bolak-balik. Prinsip kerja magnet sama dengan generator biasa. Arus gelombang sinus dibangkitkan dalam sebuah konduktor yang berputar dengan kecepatan tetap dalam medan magnet yang sama besarnya.
  • Alat pemutar (Dial) : Alat pemutar memutuskan arus saluran sesuai dengan ketentuan untuk memanggil orang pada pihak pesawat penerima.

Kategori Sistem Telepon[sunting | sunting sumber]

Sistem telepon dibagi sesuai dengan ragam transmisi yang digunakan. Salah satu yang paling sederhana ialah sistem suara tunggal yang menghubungkan sebuah pemancar tunggal ke pemancar tunggal yang lain. Namun , sistem satu arah ini sangat jarang didapati. Kebanyakan sistem menggunakan komunikasi dua arah.

Sistem Simpleks[sunting | sunting sumber]

Sistem simplex memungkinkan transmisi dalam satu arah saja untuk suatu waktu tertentu, namun dapat juga memberikan komunikasi dua arah secara bergantian atas dasar “tekan untuk bicara” (Bahasa Inggris : push to talk).

Sistem Dupleks[sunting | sunting sumber]

Sistem duplex memungkinkan transmisi dalam kedua arah secara serentak. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan dua rangkaian terpisah, dimana tiap rangkaian digunakan untuk masing-masing arah. Namun, cara ini dinilai tidak ekonomis karena semua fasilitas harus dibuat rangkap dua. Sistem dupleks pada kebanyakan sistem telepon berarti transmisi serentak melalui pasangan kawat yang sama tanpa peralihan (switching). Hal ini dikarenakan hampir semua sistem telepon saat ini menggunakan operasi duplex penuh.

Persyaratan Sistem Telepon[sunting | sunting sumber]

Persyaratan yang harus dimiliki oleh sebuah sistem telepon di antaranya, harus dapat memancarkan sinyal-sinyal suara pada kedua arah dan harus menyediakan suatu cara untuk memberi sinyal atau tanda dari masing-masing terminal ke terminal yang lain. Sinyal pada mulanya hanya memanggil orang pada pesawat penerima yang berada pada posisi yang jauh. Proses ini kemudian diganti dengan proses pemberian sinyal pada operator sentral yang menghubungkan pada saluran yang diminta dan memberi sinyal pada penerima di tempat yang jauh. Saluran sinyal yang sama juga digunakan pada sistem-sistem telepon otomatis untuk mengoperasikan alat penghubung saluran (line-switching) pada lokasi sentral, sehingga tidak diperlukan lagi seorang operator perantara.

Dasar Jaringan dan Teknik Switching[sunting | sunting sumber]

Dasar Jaringan Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Rangkaian/sirkuit komunikasi adalah hal yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi dua tempat. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan saluran langsung dari satu pelanggan ke pelanggan yang lain. Namun, rangkaian ini menjadi tidak ekonomis dan tidak menguntungkan ketika jumlah pelanggan mulai banyak. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menambah peralatan switching yang diletakkan di tengah-tengah atau di pusat dari sekumpulan pelanggan. Solusi ini dapat menghubungkan dua pelanggan hanya pada waktu yang diperlukan. Pada umumnya, sebuah jaringan komunikai terdiri dari sejumlah alat penghubung (switch) dan sirkuit-sirkuit pengontrol yang mengerjakan switch tersebut.

Sistem Switching[sunting | sunting sumber]

Sistem switching terbagi atas sistem switching manual dan sistem switching otomatis.

  • Sistem Switching Manual

Saluran-saluran komunikasi pada sistem switching manual berakhir pada papan sambung, dimana satu sama lain dapat terhubung oleh seorang operator secara manal. Papan sambung yang dapat digunakan pada sistem ini adalah Papan Sambung Magneto atau Battery Lokal (Local Battery, LB) dan Papan Sambung Battery Sentral (Common Battery, Central Battery, CB). Papan sambung LB dihubungkan melalui sirkuit langganan ke pesawat telepon pelanggan, dan dilengkapi denan primary cell untuk keperluan pembicaraan serta fenerator arus bel untuk kepentingan panggilan ke papan sambung. Papan sambung CB dilihat sebagai kemajuan dari papan sambung LB karena kemudahan pelayanan dan pemeliharaannya. Selain digunakan untuk melayani sirkuit pelanggan, papan sambung CB juga digunakan sebagai meja interlokal dan meja penerangan.

  • Sistem Switching Otomatis

Sistem Otomatis Step by step. Pada sistem ini, alat penyambung digerakkan oleh pulsa-pulsa yang dikirim oleh roda pilih pesawat telepon dan pemilihan dilakukan leh setiap angka yang dikirim secara berutun mulai dari angka pertama sampai angka terakhir. Sehingga, angka terakhir dapat memilih pihak yang ingin dipanggil. Switching otomatis common control. Pada sistem ini, bagian yang membentuk saluran hubungan pembicaraan terpisah satu sama lain serta bagian yang mengontrol saluran hubungan pembicaraan dipakai secara bersamaan (common).

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Roddy, Dennis & Kamal Idris. 1993. Komunikasi Elektronika. Jakarta : Erlangga
  2. ^ Sistem Telepon. http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/sistem-telepon/. Diakses 19 Juni 2011.