Dekoder (televisi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Set-top box)
Langsung ke: navigasi, cari

Dekoder (bahasa Inggris: set-top box) adalah alat yang berisikan perangkat dekoder yang berguna untuk mengatur saluran televisi yang akan diterima, kemudian dipilih sesuai kebutuhan, dan juga dekoder akan memeriksa hak akses pengguna atas saluran tersebut, kemudian akan menghasilkan keluaran berupa gambar, suara, dan layanan lainnya.[1] Dilihat dari bagaimana cara kerja dekoder ini yang bekerja satu arah dan juga dapat bekerja tanpa campur tangan manusia, dekoder dapat dikatakan sebagai salah satu perangkat teknologi informasi.

Cara kerja dekoder[sunting | sunting sumber]

Perangkat keras[sunting | sunting sumber]

Prinsip kerja dekoder sebenarnya mirip dengan penerima sinyal televisi biasa yang sudah terdapat pada TV analog. Dekoder berguna juga untuk mengubah sinyal digital yang diterima dari satelit, kabel, ataupun internet ke dalam format analog agar dapat ditampilkan ke layar televisi analog atau perangkat layar analog lainnya. Dekoder biasanya digunakan di sistem tv kabel, tv satelit, ip-tv, maupun tv digital terestrial. Dalam penggunaannya biasanya dekoder memerlukan kartu akses dari penyedia layanan televisi digital yang bersangkutan, kartu ini berguna untuk menyaring saluran televisi yang diterima kemudian disesuaikan dengan tayangan yang penonton bayar. Untuk keberadaan saluran televisi yang ada, itu merupakan kebijakan dari penyedia layanan televisi berbayar, yang bisa saja berbeda antara satu dengan yang lain. Selain itu, dekoder juga memiliki prosesor mikro, memori RAM, MPEG-2 dekoder chip, serta chip-chip lain yang berguna dalam pemrosesan data audio maupun data visual.[2] Keluaran dari definisi standar dari dekoder dihubungkan dengan televisi biasanya menggunakan kabel video SCART atau dapat juga menggunakan koneksi s-video atau juga dapat digunakan sebagai UHF sinyal. Dan untuk keluaran yang berjenis definisi tinggi akan menggunakan satu kabel hdmi untuk suara sekaligus video. Namun jika televisi yang digunakan masih definisi standar, keluaran definisi tinggi dapat menggunakan kabel video SCART atau s-video namun hasil yg diterima televisi akan berformat definisi standar. Dilihat dari bagaimana cara kerja dekoder ini yang bekerja satu arah dari penyedia layanan televisi berbayar dan juga dapat bekerja tanpa campur tangan manusia, dekoder dapat dikatakan sebagai salah satu perangkat teknologi informasi.

Perangkat lunak[sunting | sunting sumber]

Di dalam dekoder juga berisikan perangkat lunak yang berperan dalam mengatur setelan, mulai dari bahasa, pengaturan penerimaan sinyal, pengaturan keluaran hasil gambar dan lain-lain.

Macam-macam dekoder di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Seiring berkembangnya teknologi televisi digital di masyarakat Indonesia serta munculnya kesadaran akan tayangan televisi luar negeri oleh masyarakat, maka hal ini mendorong masyarakat indonesia mulai menggunakan dekoder sebagai alat tambahan, guna mendapatkan saluran televisi digital maupun saluran luar negeri. Berikut beberapa jenis dekoder yang beredar di masyarakat Indonesia.

Dekoder satelit[sunting | sunting sumber]

Dekoder jenis satelit DVB-S

Dekoder ini cukup banyak digunakan di masyarakat indonesia, dikarenakan hanya membutuhkan parabola penerima sinyal yang langsung dihubungkan dengan dekoder. Dekoder ini menerima sinyal jenis Digital Video Broadcast-Satellite (DVB-S). Dekoder ini dapat menyalurkan saluran televisi dari yang definisi standar (SD) hingga definisi tinggi (HD) (Video definisi tinggi) dan juga dapat menyalurkan saluran televisi Siaran gratis, dan juga beberapa stasiun radio lokal maupun mancanegara. Cara kerja dekoder ini layaknya analog televisi biasa, hanya perbedaannya dibutuhkan parabola luar dan low noise block (LNB) yang dibutuhkan untuk menerima sinyal dan kemudian diubah menjadi frekuensi yang sesuai dengan dekoder. Di Indonesia sendiri, sekarang dekoder jenis ini banyak dipinjamkan oleh penyedia layanan Televisi berlangganan. Beberapa penyedia layanan Televisi berlangganan yang menggunakan dekoder jenis ini seperti, Indovision, Aora, Okevision, Top TV, Transvision, K-Vision, Viva+, BiG TV, dll.

Dekoder TV kabel[sunting | sunting sumber]

Dekoder jenis TV kabel DVB-C

Dekoder ini mulai populer dikarenakan sifatnya yang lebih stabil dari gangguan cuaca karena menggunakan kabel fiber optik yang ditanam di dalam tanah. Namun, hal ini juga yang menyebabkan penggunanya lebih sedikit daripada pengguna dekoder Satellite, karena saluran kabel untuk dekoder jenis ini belum banyak tersedia di wilayah Indonesia. Dekoder ini menggunakan sistem Digital Video Broadcast-Cable (DVB-C). Dekoder jenis ini dapat menerima saluran televisi yang sama dengan dekoder satelit, namun karena dekoder ini menggunakan kanal saluran yang sangat cepat, tersedia juga pilihan tayangan 3-Dimensi (3D). Penyedia layanan Televisi berlangganan yang menggunakan dekoder jenis ini di Indonesia contohnya adalah HomeCable dari First Media.

Dekoder Internet[sunting | sunting sumber]

Dekoder ini mengandalkan saluran internet dalam menayangkan siaran televisinya. Dekoder ini menggunakan sistem saluran televisi digital Digital Video Broadcast-Internet Protocol Television (DVB-IPTV). Dekoder jenis ini dapat memberikan tayangan yang lebih kaya dibanding dekoder sebelumnya, karena dekoder jenis ini memungkinkan adanya interaksi dalam menonton televisi, seperti adanya fitur Video on demand yang memungkinkan penonton dapat memilih tayangan yang ingin dilihat, dan dapat melihat tayangan yang sudah berlalu.[3] Teknologi ini cenderung baru di indonesia dan hanya ada satu yang menggunakan teknologi ini, yaitu Groovia TV dari Telkom Indonesia.

Dekoder terestrial[sunting | sunting sumber]

Dekoder Jenis Terestrial DVB-T

Dekoder ini bisa dibilang masih lebih muda dibanding dekoder yang lain. Dekoder ini menggunakan sistem Digital Video Broadcast-Terestrial (DVB-T) atau dengan kata lain, dekoder ini tidak memerlukan parabola khusus dalam menerima sinyal digital. Dekoder ini cukup menggunakan antena televisi UHF-VHF. Penyedia layanan Televisi berlangganan yang menggunakan dekoder jenis ini adalah nexmedia. Jenis dekoder ini juga digunakan sebagai standar TV Digital yang berlaku di Indonesia, karena pemerintah memutuskan untuk menggunakan teknologi DVB-T2 sebagai mana yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 09 tahun 2014 yang merupakan pengembangan dari standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2007. Salah satu jenis dekoder ini adalah dekoder DVB-T2 Akari ADS-168.

Integrated Digital Television[sunting | sunting sumber]

Selain dekoder yang berada di luar televisi, ada juga dekoder yang sudah sebagai perangkat keras di dalam televisi, atau lebih dikenal sebagai televisi digital yang terintegrasi (Integrated Digital Television / iDTV).[4] Layaknya jenis dekoder Terestrial, dekoder ini menerima langsung sinyal televisi digital dari antena televisi. Perbedaan dari dekoder Terestrial adalah Televisi digital terintegrasi memiliki dekoder langsung di bagian televisinya, dan membuatnya lebih seperti televisi analog karena tidak dibutuhkan dekoder di luar bagian televisi.

Pengaturan dalam dekoder[sunting | sunting sumber]

Halaman pengaturan LNB pada dekoder satelit
Halaman pemilihan transponder pada dekoder satelit
Halaman keterangan sinyal pada dekoder satelit
Halaman diagnostik pada dekoder satelit

Pengaturan bahasa[sunting | sunting sumber]

Dalam pengaturan ini, pengguna dapat memilih bahasa tatap muka apa yang digunakan, bahasa dalam suara acara, dan bahasa dalam subjudul.

Pengaturan keluaran video[sunting | sunting sumber]

Video yang akan dikeluarkan oleh dekoder dapat diatur agar sesuai dengan rasio televisi kita. Sebagai contoh jika kita menggunakan televisi dengan rasio 16:9 namun kita menerima siaran 4:3 dari dekoder kita, kita dapat mengatur agar siaran 4:3 tadi menjadi seolah-olah 16:9 dengan pengaturan Pillar box maupun dipotong sesuai rasio atau sebaliknya dari siaran berrasio 16:9 menjadi berrasio 4:3 dengan pengaturan Letter box ataupun dengan pengaturan Pan Scan

Pengaturan penerimaan satelit pada dekoder satelit[sunting | sunting sumber]

Dengan pengaturan ini, pengguna dapat mengatur pengaturan LNB dan juga berapa frekuensi yang dapat diterima oleh LNB.

Pengaturan Entry Point satelit pada dekoder satelit[sunting | sunting sumber]

Dengan pengaturan ini, pengguna dapat memilih transponder mana yang dipilih untuk menerima sinyal. Atau bahkan pengguna dapat mengatur sendiri pengaturan frekuensi, polarisasi, dari transponder

Pengunci sinyal[sunting | sunting sumber]

Untuk Dekoder jenis satelit dan terestrial yang masih mengandalkan sinyal dari satelit, dapat melihat seberapa kuat sinyal maupun sebagus apa kualitas dari sinyal yang diterima LNB.

Pengaturan alamat IP pada dekoder Internet[sunting | sunting sumber]

Karena fiturnya yang menggunakan koneksi internet sebagai saluran penerimaan siaran, pada dekoder Internet anda dapat mengatur alamat IP .

Diagnosa[sunting | sunting sumber]

Halaman ini dibuat khusus untuk memberikan informasi mengenai no. ID kartu akses, versi perangkat lunak yang digunakan, model, no. ID perangkat dekoder, dan informasi lainnya mengenai perangkat dekoder.

Fitur Umum dekoder[sunting | sunting sumber]

Penggunaan dekoder dalam penerimaan sinyal siaran televisi memberikan beberapa fitur tambahan ke televisi kita, seperti:

Panduan Program Elektronik[sunting | sunting sumber]

Panduan Program Elektronik bahasa Inggris: Electronic Program Guide (EPG)) adalah sebuah jadwal siaran interaktif yang diterima oleh dekoder, yang menampilkan jadwal siaran televisi secara realtime untuk beberapa jangka waktu tertentu. Di Electronic Program Guide ini jadwal ditampilakan secara jelas, mulai dari waktu kapan suatu acara dimulai atau diakhiri, penjelasan singkat mengenai acara yang berlangsung, hingga jadwal-jadwal acara untuk beberapa hari ke depan.[5]

Sinopsis acara[sunting | sunting sumber]

Fitur ini memberikan penjelasan mengenai acara yang sedang ditampilkan, ataupun yang akan ditayangkan

Saluran favorit[sunting | sunting sumber]

Fitur ini berguna untuk memberi tanda ke beberapa saluran-saluran televisi yang kita gemari atau kita sering tonton, agar memudahkan kita saat berganti saluran.

Multi bahasa[sunting | sunting sumber]

Fitur ini memberikan keleluasaan dalam pemilihan bahasa pengantar dari suatu acara.

Tombol kontrol[sunting | sunting sumber]

Beberapa dekoder memiliki tombol kontrol langsung di bagian badannya. Ada juga yang menyertakan remote kontrol dalam paket penjualannya.

Kunci parental[sunting | sunting sumber]

Fitur ini memungkinkan kepada para orang tua untuk membatasi tayangan apa saja yang dapat ditonton oleh anak-anak dengan memberikan kunci kode.

Pesan acara[sunting | sunting sumber]

Dengan dekoder, anda dapat memesan acara yang akan datang, dengan ini anda akan diingatkan saat acara yang anda ingin lihat akan mulai.

Subjudul[sunting | sunting sumber]

Dengan menggunakan dekoder, layaknya fitur multi bahasa, fitur ini memungkinkan pengguna menampilkan subjudul (bahasa Inggris: subtitle) yang sudah disediakan oleh stasiun televisi terkait.

BMail[sunting | sunting sumber]

BMail, adalah sarana komunikasi satu arah dari penyedia layanan televisi berbayar untuk memberikan informasi mengenai promo, pemberitahuan, maupun tagihan pelanggan.

Lampu Indikator[sunting | sunting sumber]

Lampu ini berada di bagian muka dari dekoder yang berguna untuk memberikan informasi keadaan dekoder dalam keadaan mati atau tidak. Dan juga memberikan notifikasi jika kita mendapat pesan BMail dari penyedia layanan televisi berbayar kita.

Notifikasi dan pengaturan On-Screen[sunting | sunting sumber]

Fitur ini memberikan notifikasi kepada pengguna dekoder melalui gambar notifikasi di layar televisi. Notifikasi ini dapat mengenai BMail, peringatan acara televisi yang dipesan, maupun pengaturan lain yang dapat diketahui dengan mudah, seperti volume suara, jenis acara, dan juga bahasa yang digunakan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ K.F. Ibrahim. (2007). Newnes guide to Television & Video Technology. United States: Newnes
  2. ^ Cara kerja dekoder
  3. ^ Berita Perilisan Groovia TV
  4. ^ Ibrahim, K. (2007). The Digital Television Reception. In K. Ibrahim, Newnes guide to Television & Video Technology (1st ed., p. 339). New York, United States: Newnes.
  5. ^ Electronic Program Guide

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Ibrahim, K.F . (2007). Newnes guide to Television & Video Technology. New York: Newnes

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]