Serawak, Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sarawak
Negara bagian
Bumi Kenyalang
Bendera Serawak
Bendera
Lambang Serawak
Lambang
Julukan: Bumi Kenyalang
Semboyan: "Bersatu, Berusaha, Berbakti"
Lagu: Ibu Pertiwiku
   Sarawak in    Malaysia
   Sarawak in    Malaysia
Ibukota Kuching
Bagian
Pemerintahan
 • Yang Di-Pertua Negeri Pehin Sri Abdul Taib Mahmud
 • Kepala Menteri Tan Sri Datuk Amar Adenan Satem (BN)
Area[1]
 • Total 124.450 km2 (48,050 mil²)
Populasi (2010)[2]
 • Total 2.420.009
 • Kepadatan Bad rounding here19/km2 (Bad rounding here50/sq mi)
Indeks Pembangunan Manusia
 • HDI (2010) 0.692 (high) (ke-11)
Kode pos 93xxx sampai 98xxx
Kode telepon 082 (Kuching), (Samarahan)
083 (Sri Aman), (Betong)
084 (Sibu), (Kapit), (Sarikei), (Mukah)
085 (Miri), (Limbang), (Marudi), (Lawas)
086 (Bintulu), (Belaga)
Plat kendaraan QA & QK (Kuching)
QB (Sri Aman)
QC (Kota Samarahan)
QL (Limbang)
QM (Miri)
QP (Kapit)
QR (Sarikei)
QS (Sibu)
QT (Bintulu)
QSG (Sarawak State Government)
Brunei Sultanate Abad ke-15[3]
Dinasti Brooke 1841
Pendudukan Jepang 1941–1945
Koloni Mahkota Britania 1946
Kemerdekaan 22 Juli 1963[4]
Aksesi dengan Federasi Malaya untuk membentuk Malaysia[5] 16 September 1963[6]
Situs web www.sarawak.gov.my

Sarawak (Jawi:سراوق) adalah salah satu negara bagian di Malaysia dan juga merupakan salah satu dari empat negara pendiri federasi Malaysia[7].

Sarawak terletak di barat-laut pulau Kalimantan. Sarawak adalah negara bagian terbesar di Malaysia, diikuti oleh negeri tetangganya, Sabah sebagai negara bagian terbesar kedua.

Ibukotanya ialah Kuching (populasi 458.300 jiwa) yang secara harafiah berarti pelabuhan (Cochin). Menurut sensus 2000, penduduk Sarawak berjumlah 2.809.000 jiwa. Pada 1963 tergabung dalam federasi Malaysia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sarawak dikuasai oleh Kesultanan Brunei pada awal abad ke-19. James Brooke diangkat menjadi gubernor Sarawak pada 24 September 1841 dan diberi gelar Rajah oleh Sultan Brunei pada 18 Ogos 1842. Brooke hanya menguasai wilayah Serawak yang paling barat, di sekitar Kuching. Ia berkuasa hingga kematiannya pada 1868. Pengganti James antara lain sepupunya, Charles Anthony Johnson Brooke, dan anak Anthoni, Charles Vyner Brooke. Wilayah yang dikuasai oleh keluarga Brooke semakin luas, dengan menguasai wilayah yang tadinya milik Brunei. Namun kenyataannya Brunei hanya menguasai sungai strategis dan benteng di kawasan pesisir, sehingga Brookes sebenarnya merampas tanah para pejuang Muslim dan suku lokal.

Dinasti Brooke memerintah Sarawak selama satu abad dan dijuluki "Rajah Putih", selaras dengan status Pangeran India di bawah Kekaisaran Britania. Prinsip keluarga Brooke adalah melindungi penduduk pribumi Sarawak dari kepunahan. Kaum Melayu dan Muslim setempat turut membantu pemerintahan Brookes, sedangkan Brookes mempekerjakan orang Iban dan Dayak sebagai pasukan Sarawak karena kekuatan mereka yang kuat. Mereka juga mendukung kedatangan para pedagang Tionghoa, orang Arab dan orang-orang dari India.

Jepang menyerbu Sarawak pada 1941 dan menguasainya selama Perang Dunia II berlangsung hingga pasukan Australia menguasainya pada 1945. Rajah secara resmi menyerahkan Serawak kepada Britania pada 1946, di bawah tekanan istrinya dan kalangan lain. Namun Anthony tidak mengakui kedaulatan Serawak di bawah Britania. Kaum Melayu sangat menolak upaya kekuasaan Britania terutama dengan membunuh gubernur Britania pertama.

Sarawak menjadi lokasi utama bersama Sabah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat saat Konfrontasi berlangsung pada 1962 hingga 1966. Sarawak menjadi sebuah negara bagian berstatus otonomi di bawah federasi Malaysia pada 16 September 1963 walaupun sebelumnya sebagian penduduknya menolak rencana ini.[8][9] [10][11]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Dengan wilayah seluas 124.450 km², Sarawak mencakup 37,5% wilayah Malaysia.

Sarawak terdiri dari sebelas Divisi Administratif, yaitu Kuching,Samarahan, Sri Aman, Betong, Sarikei, Sibu, Mukah, Kapit, Bintulu, Miri dan Limbang.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa di Sarawak [12]
Suku Peratus
Iban
  
29%
Tionghoa-Malaysia
  
24%
Melayu
  
23%
Bidayuh
  
8%
Melanau
  
6%
Orang Ulu
  
5%
Lain-lain
  
5%

Suku Iban merupakan etnis terbesar di Sarawak. Suku-suku lainnya ialah Tionghoa yang tinggal di perkotaan, Melayu yang menjadi kaum terbesar kedua (tinggal di pesisir), suku Bidayuh, suku Melanau , suku Lun Bawang/Lun Dayeh dipedalaman, India (tinggal di perkotaan) dan suku pribumi lainnya yang terdiri atas berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus suku. Umumnya suku-suku pribumi mendiami Serawak bagian tengah disekitar sungai Rajang dan hutan-hutan dikota Belaga. Suku pendatang yang juga cukup banyak di Sarawak adalah Suku Bugis, Suku Banjar & Jawa yang mendiami sepanjang kawasan pesisir Serawak. Mereka datang dari Indonesia.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Sarawak mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Sumber penghasilan terbesar disumbangkan oleh gas alam, batubara dan minyak bumi yang ditambang di sekitar bandar raya Miri. Hutannya menghasilkan sekitar 9 hingga 10 juta m³ kayu setiap tahun dan diekspor. Sumber alam lain yaitu beragam jenis ikan seperti Arwana dan kelapa sawit serta tanaman seperti karet,kelapa dan vanili. Sarawak juga didukung oleh pariwisata yang berhasil.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Laporan Kiraan Permulaan 2010". Jabatan Perangkaan Malaysia. hlm. 27. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 December 2010. Diakses 24 January 2011. 
  2. ^ "Laporan Kiraan Permulaan 2010". Jabatan Perangkaan Malaysia. hlm. iv. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 December 2010. Diakses 24 January 2011. 
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama srwk
  4. ^ Frans Welman. Borneo Trilogy Sarawak: Volume 2. Booksmango. hlm. 134–. ISBN 978-616-245-089-1. Diakses 28 August 2013. 
  5. ^ Malaysia Act 1963. Retrieved on 12 August 2011.
  6. ^ Agreement relating to Malaysia between United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland, Federation of Malaya, North Borneo, Sarawak and Singapore
  7. ^ "No.10760: Agreement relating to Malaysia" (pdf). United Nations Treaty Collection. United Nations. July 1963. Diakses 2010-07-29. 
  8. ^ namun malaysia memaksakan kehedaknya untuk menjadikan tanah Sarawak bagian dari negaranya, sehingga munculah negara boneka Sarawak, walaupun sesungguhnya orang-orang di serawak tidak mau bergabung kedalam negara Malaysai tetapi dengan politiknya yang didukung Britania akhirnya Sarawak dan Sabah masuk kedalam negara Malaysia. United Nations Treaty No. 8029, Manila Accord between Philippnes, Federation of Malaya and Iindonesia (31 JULY 1963)
  9. ^ United Nations Treaty Series No. 8809, agreement relating to the implementation of the Manila Accord
  10. ^ United Nations list of Non-Self-Governing Territories, North Borneo and Sarawak
  11. ^ United Nations Member States
  12. ^ statistics.gov.my

Pranala luar[sunting | sunting sumber]