Semanggi Suroboyo (lagu)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Lagu Semanggi Suroboyo merupakan sebuah lagu keroncong yang diciptakan oleh S. Padimin pada era 50-an.[1] Lagu ini merupakan salah satu lagu keroncong yang bercerita tentang makanan atau kuliner, sebuah tema jarang digunakan menjadi tema lagu keroncong. Tema yang sering digunakan untuk lagu keroncong adalah tempat-tempat wisata atau tempat-tempat yang layak dikunjungi,[2] misalnya Bengawan Solo (lagu).

Lirik lagu[sunting | sunting sumber]

Lirik lagu Semanggi Suroboyo:[3]

semanggi suroboyo, lontong balap wonokromo

di makan enak sekali, sayur semanggi krupuk puli
bung… beli…
harganya sangat murah, sayur semanggi suroboyo
didukung serta dijual, masuk kampung, keluar kampung
bung.. beli…
sedap benar bumbunya dan enak rasanya
kangkung turi cukulan dicampurnya
dan tak lupa tempenya
mari bung, mari beli, sepincuk hanya setali
tentu memuaskan hati

mari beli, sayur semanggi, bung… beli…

Penggambaran[sunting | sunting sumber]

Lirik lagu Semanggi Suroboyo cukup sederhana dengan pesan sangat jelas, yaitu memamerkan dan menjelaskan makanan yang bernama semanggi suroboyo, sedangkan makanan bernama lontong balap wonokromo hanya sebagai pelengkap syair. Yang menarik dari lirik lagu Semanggi Suroboyo adalah bahwa unsur makanan yang ditulis bukan merupakan makanan yang umum terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Misalnya daun semanggi, kerupuk puli, kecambah, tempe, dan bumbu yang terbuat dari kacang dan ubi jalar.[2]

Teks lagu "Semanggi Suroboyo" menggambarkan kota Surabaya sebelum menjadi megapolitan. Dulu, Surabaya adalah wilayah agraris dengan dominasi rawa-rawa dan pesawahan yang ditumbuhi semanggi dan tanaman kangkung, sementara di sisi pematang banyak ditemukan pohon turi.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Widodo Basuki (Pemerhati Budaya, Penyair Sastra Jawa). 5 Maret 2008. Menuju Surabaya Peduli Budaya. Sumber: Jawa Pos, Rabu, 28 Nov 2007.
  2. ^ a b Widarto. 2 Februari 2009. "Buletin Tjroeng", Semanggi Suroboyo, Mengajak wisata kuliner di kota pahlawan, Edisi 07.
  3. ^ Doni Irawan. 17 Maret 2009. Semanggi Suroboyo.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]