Sejarah Sastra Tionghoa
Sastra Cina atau Sastra Tiongkok telah berumur lebih dari 3400 tahun dimulai sejak peninggalan tertulis di Tiongkok ditemukan di zaman Dinasti Shang.
Namun sastra Tiongkok mengalami peningkatan pesat mulai pada zaman Dinasti Zhou tepatnya di Zaman Musim Semi dan Gugur. Di zaman ini, mulai banyak ditulis karya-karya sastra baik bertema filsafat maupun tema-tema lain berbentuk puisi atau esai.
Berikut ulasan singkat sejarah perkembangan sastra Tionghoa di masing-masing zaman di Tiongkok:
Daftar isi |
Sebelum Qin [sunting]
Dinasti Han [sunting]
Dinasti Wei [sunting]
Dinasti Jin [sunting]
Dinasti Utara-Selatan [sunting]
Dinasti Tang [sunting]
Dinasti Song [sunting]
Dinasti Yuan [sunting]
Dinasti Ming [sunting]
Pada saat Dinasti Ming, perkembangan sastra dalam bentuk Novel sangat cepat, pada saat itu ada 4 sastra yang dikenal dengan Empat Karya Sastra Termasyhur termasyur dinasti Ming yaitu; Kisah Tiga Negara (Hanzi tradisional: 三國演義; bahasa Tionghoa: 三国演义; Pinyin: Sānguó Yǎnyì, Bahasa Hokkien:Samkok,Bahasa Inggris: Romance of Three Kingdoms), Batas Air (Hanzi tradisional: 水滸傳; bahasa Tionghoa: 水浒传; Pinyin: shui hu zhuan, Bahasa Inggris: Water Margin) , kisah Perjalanan ke Barat (Hanzi tradisional: 西遊記; bahasa Tionghoa: 西游记; Pinyin: Xi You Ji, Bahasa Inggris:Journey to the West) , dan Jin Ping Mei(Chinese: )). Pada versi lain Empat Karya Sastra Termasyhur mengganti Jin Ping Mei dengan Impian Paviliun Merah (Hanzi tradisional: 紅樓夢; bahasa Tionghoa: 红楼梦; Pinyin: Hong Lou Meng, Bahasa Inggris: Dream of Red Chamber)

