Sambirejo, Gabus, Pati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sambirejo
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Pati
Kecamatan Gabus
Kodepos 59173
Luas 120 ha
Jumlah penduduk 2100 jiwa
Kepadatan 2100 jiwa per km²
Gapuro Desa Sambirejo

Sambirejo adalah desa di kecamatan Gabus, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.

GEOGRAFI[sunting | sunting sumber]

Sebelah Timur  : Desa Sugihrejo

Sebelah Tenggara  : Desa Mojolawaran

Sebelah Selatan  : Desa Bogotanjung

Sebelah Barat Daya : Desa Tlogoayu

Sebelah Barat  : Desa Pantirejo

Sebelah Utara  : Desa Gebang

Sejarah Kepemimpinan Desa[sunting | sunting sumber]

Di era orde baru, desa Sambirejo dipimpin oleh Mbah Syukur dan kemudian pada awal 90-an dilanjutkan oleh mbah Suparman hingga tahun 2000 an. Selepas kepemimpinan mbah Parman (awal tahun 2000 an), Sambirejo dipimpin oleh kades perempuan pertama yaitu Ibu Soekarmi "Mamik".

Tokoh Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Desa Sambirejo

Tokoh masyarakat yang terkenal yang berasal adalah KH. Abdurrohman. KH. Abdurrohman hidup pada masa penjajahan Belanda dan Jepang merupakan Ulama (Nahdlatul Ulama) yang sangat disegani dengan pemikirannya yg anti terhadap kolonialisme. KH. Abdurrohman adalah tokoh yg memprakarsai berdirinya Masjid desa pertama kali (Dulu Di depan Rumah Bapak Solikin Asiyah), tapi karena ada proyek pelebaran sungai, Masjid dipindah ke barat sungai. Selepas mbah Abdurrohman, tokoh-tokoh yang melanjutkan cita-cita beliau antara lain mbah Mursyid alm(Ayah Mbah Syamsuddin alm), mbah Mul alm (bapak dari istri KH Muslim), mbah kyai Sahri, mbah Sahlan (skrang masih hidup), Mbah Zuhri (putra KH. Abdurrohman), Mbah Mat Soeb (menantu dari Mbah Zuhri) yang melawan penjajahan melawan penindasan dari bangsanya sendiri. Mbah Mul alm, Zuhri alm,Mat Soeb alm, dan Mbah Sahlan pernah dipenjara akibat terlalu vokal membela rakyat yg diperas. Beliau berempat akhirnya dibebaskan atas jaminan dari salah satu tokoh Nahdlatul Ulama dari Rembang.

Sekarang terdapat juga tokoh masyakat yg mashur dan disegani seperti KH Sahri Alm (pendiri ponpes toriqot Sokolangu), K. Kharis Qohar (pendiri pesantren Manbaul Huda), KH Muslim, Mbah Pawi (pengobatan alternatif), dan Mbah Abdulrokim (Ahli metafisika)

DEMOGRAFI[sunting | sunting sumber]

Kegiatan perekonomian masyarakat terbagi dalam kelompok umur dan jenis pekerjaan. Mayoritas mereka yg berusia lebih dari 30 tahun, bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Sedangkan golongan dibawah 30 tahun memilih untuk merantau dengan pekerjaan yg beragam seperti pedagang, buruh serabutan, dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Ada juga jutawan-jutawan baru yang sukses dengan usaha kasurnya seperti Juragan Sarkono, Juragan Bendol, Juragan Baidlowi, Juragan Kasim, yg mempunyai puluhan tenaga kerja produksi dan sales kasur.