STEI Tazkia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
STEI Tazkia
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia
Moto Tauhid
Amanah
Zero Defect and Quality Oriented
Knowledge-based and Competence
Innovation
Achievement through Teamwork
Didirikan 11 Maret 1999
Jenis Swasta
Afiliasi keagamaan Islam
Konselor Prof. KH. Ali Yafie
Ketua Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec
Lokasi Jl.Ir.H.Djuanda No.78 Sentul City, Bogor 16810Bogor, Indonesia
Situs web http://www.tazkia.ac.id/

STEI Tazkia atau Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Bogor, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lain sebagai salah satu instrumen penting dalam sistem ekonomi telah berkembang begitu pesat, bukan hanya di negara-negara berpenduduk Muslim, tapi juga di negara-negara non Muslim, seperti Amerika, Australia, Irlandia, Inggris, Luxemburg, Canada, Switzerland dan Virgin Island. Di Indonesia perkembangan perbankan dan lembaga keuangan syariah tidak kalah cepat dibandingkan dengan negara-negara Muslim lain, termasuk Malaysia, Pakistan, dan Sudan.

Pertumbuhan lembaga keuangan syariah tersebut jelas membutuhkan dukungan sumber daya insani (SDI) yang kompeten, yaitu SDI yang bukan saja memiliki kompetensi dalam bidang sains dan teknologi tapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek syariah. Kompetensi ini juga diimbangi dengan komitmennya untuk membangun sistem ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

Kiprah Tazkia dalam pengembangan ekonomi Islam diawali pada awal tahun 1998 ketika Bank Indonesia mulai memberikan perhatian yang lebih serius dalam pengembangan perbankan syariah, sebagai salah satu solusi untuk menyehatkan industri perbankan nasional yang runtuh diterjang krisis ekonomi yang dilanjutkan dengan krisis multidimensi. Pada saat itu Tazkia diberi kesempatan oleh Bank Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan perbankan syariah, baik bagi para pejabat di lingkungan Bank Indonesia maupun praktisi dari industri perbankan nasional. Dampak dari pelatihan-pelatihan serta upaya Bank Indonesia untuk mengembangkan bank syariah – yang ditandai dengan lahirnya UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU No.7 tahun 1992 - membuahkan hasil. Bank IFI memutuskan untuk mendirikan unit usaha syariah (UUS). Pemegang saham Bank Susila Bhakti (BSB) memutuskan untuk mengkonversi menjadi syariah, lalu lahirlah Bank Syariah Mandiri (BSM). Langkah Bank IFI dan BSM tersebut lalu diikuti oleh bank lain seperti Bank Jabar, Bank Bukopin, Bank Danamon, Bank Jateng, Bank SUMUT, Bank BRI, Bank BNI dan lain-lain.

Selama ini menjalankan pelatihan-pelatihan serta mendampingi beberapa bank untuk mendirikan syariah, Tazkia banyak berinteraksi para bankir, otoritas keuangan, para ulama dan akademisi. Dari berbagai diskusi dengan para pihak dan para tokoh diperoleh kesimpulan bahwa untuk memenuhi kebutuhan atas SDI yang kompeten, tidak cukup hanya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi para bankir dan praktisi keuangan, tatapi diperlukan pendidikan dalam berbagai jenjang, dari sekolah dasar sampai Perguruan Tinggi.

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan SDI yang sangat mendesak. Untuk melihat sejauhmana peran pendidikan tinggi dalam melahirkan SDI-SDI yang kompeten, Tazkia menyelenggarakan persiapan dengan menyelenggarakan Seminar & Lokakarya Pendidikan Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi. Forum ini menghadirkan para tokoh, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti: Dr. Umer Chapra (Konsultan Senior IDB), Prof. Dr. Satrio Sumantri Brojonegoro (Dirjen Dikti), Dr. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE (Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), Prof. Dr. Johan Syarif (Konsorsium Ilmu-ilmu Ekonomi), Prof. Dr. Halide (Guru Besar Universitas Hasanudin), Prof. Dr. H. M. Amin Suma, MA, SH, MM (Dekan Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, SE.MS.DEA (Guru Besar IPB) dan Drs. Dumairi, MA (Dosen pasca Sarjana UGM Yogyakarta).

Untuk melihat kebutuhan industri lembaga keuangan syariah, Tazkia juga menyelenggarakan Seminar tentang Prospek Lembaga Keuangan Syariah dalam Perspektif Sumberdaya Insani (SDI) dan Pasar. Seminar ini membicarakan Tiga direktur lembaga kuangan syariah, yaitu: Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (Dr. Ahmad Riawan Amin, M.Sc); Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga (Ir. Agus Siswanto, AAAIJ), Direktur Utama Asuransi Takaful Umum (Shakti Agustono, SE) dan Kepala Biro Perbankan Syariah Bank Indonesia (Harisman, MA).

Berdasarkan berbagai masukan serta hasil forum-forum tersebut di atas, maka Tazkia mendirikan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia atau dikenal dengan STEI yang mendapatkan ijin operasional pada tahun 2002. STEI Tazkia beroperasi dibawah naungan Yayasan Tazkia Cendekia yang dibentuk berdasarkan Akta No. 5 Notaris Syarif Tanudjaja tanggal 11 Maret 1999.

KEUNGGULAN STEI TAZKIA[sunting | sunting sumber]

  • Diasramakan pada tahun pertama untuk penguatan aqidah, bahasa Arab dan Inggris serta ilmu alat. pada tahap akhir mahasiswa kembali keasrama untuk bimbingan skripsi dan bekal ke dunia kerja sehingga mahasiswa dapat lulus tepat waktu dan lebih siap menghadapi dunia kerja.
  • Perguruan Tinggi Islam pertama di Indonesia yang mendapat sertifikat ISO 9001/2008 untuk sistem manajemen dan pendidikan dengan predikat “Baik” dan “Sangat Baik” dari Kementrian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
  • Mengacu pada Kurikulum AL-Azhar University Cairo, dan International Islamic University Malaysia (IIUM).
  • Tim Dosen yang kompeten dalam bidang perbankan dan ekonomi Islam dibawah pimpinan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pakar ekonomi Islam terkemuka di Indonesia.
  • Sinergi dengan dunia Usaha, instansi pendidikan, pemerintah daerah dan Lembaga keuangan Syariah serta institusi Internasional.
  • Bekerjasama dalam standardisasi kurikulum dengan IIU Malaysia yang telah berhasil meluluskan ribuan alumni yang mampu mengintegrasikan ilmu sains dan Qurani.
  • Internship dan on the job tranimg di lembaga bisnis dan keuangan syariah.
  • Tersedia peluang beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
  • Integritas pengetahuan syariat Islam dengan ilmu ekonomi.
  • Laboratorium mini bank, pojok bursa efek sebagai sarana praktek mahasiswa.
  • Terbuka Program International Exchange dengan perguruan tinggi International.

Program Studi D3[sunting | sunting sumber]

  • Konsentrasi Manajemen Keuangan Mikro Syariah

Program Studi S1[sunting | sunting sumber]

  • Bisnis dan Manajemen Islam
    • Konsentrasi Perbankan dan Keuangan Islam
    • Konsentrasi Pemasaran dan Kewirausahaan Islam
    • Asuransi Islam
  • Akuntansi Islam
    • Konsentrasi Sistem Informasi
    • Konsentrasi Pengauditan
  • Ilmu Ekonomi Islam
    • Konsentrasi Ekonomi Pembangunan
    • Konsentrasi Keuangan dan Moneter Islam
  • Muamalat / Hukum Bisnis Islam

Program Studi S2[sunting | sunting sumber]

  • Megister Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah
    • Konsentrasi Bisnis dan Manajemen Syariah
    • Konsentrasi Manajemen Harta Islam
    • Konsentrasi Akuntansi Islam

Organisasi Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) [1]
  • Pelopor Gerakan Ekonomi Syariah (PROGRES) [2]
  • Lembaga Dakwah Kampus (LDK) [3]
  • T-Smart (Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam)
  • HIMMAH (Himpunan Mahasiswa Manajemen Syariah) [4]
  • HAMAS (Himpunan Mahasiswa Akuntasi Syariah) [5]
  • Haihata (Pecinta Alam)
  • Restart (Republik Seni & Teater Tazkia)
  • Madina-Press (Press Mahasiswa)
  • IT Tazkia (Komunitas Teknologi & Komunikasi Mahasiswa)
  • Tazkia English Club (TEC)
  • Komunitas Fotografi Tazkia (Kifez)

Event Tahunan[sunting | sunting sumber]

  • DINAR TAZKIA (Days of Islamic & Economics Revival) [6]
  • PESTA RAKYAT TAZKIA

Event Bulanan[sunting | sunting sumber]

Kajian SKB (Sukses Kaya Bahagia) oleh Dr. M. Syafi'i Antonio

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. web site resmi STEI Tazkia