STAIN Salatiga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
STAIN SALATIGA
JAWA TENGAH - INDONESIA

LOGO STAIN SALATIGA
JAWA TENGAH - INDONESIA
Moto Membangun Spiritualitas, Intelektualitas, dan Profesionalisme
Didirikan 1997
Jenis Perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia
Afiliasi keagamaan Islam
Ketua Dr Imam Sutomo MAg
Lokasi Jl. Tentara Pelajar No. 2 Salatiga 50721
Kota Salatiga, Jawa Tengah, Bendera Indonesia Indonesia
Situs web STAIN Salatiga

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga atau STAIN Salatiga adalah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Salatiga provinsi Jawa Tengah, Indonesia. STAIN Salatiga didirikan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan Tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H.

Daftar isi

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian[sunting | sunting sumber]

Pendirian STAIN Sejak berdirinya sampai saat ini, STAIN Salatiga telah melewati sejarah yang cukup panjang, dan mengalami beberapa kali perubahan kelembagaan. Pendirian lembaga ini, bermula dari cita-cita masyarakat Islam Salatiga untuk memiliki Perguruan Tinggi Islam. Oleh karena itu didirikanlah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) "Nahdlatul Ulama" di Salatiga. Lembaga ini menempati gedung milik Yayasan "Pesantren Luhur", yang berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 64 Salatiga. Lembaga ini berdiri berkat dukungan dari berbagai pihak, khususnya para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Dalam rentang waktu kurang setahun, lembaga ini diubah dari FIP IKIP menjadi Fakultas Tarbiyah. Maksud perubahan tersebut adalah agar lembaga ini dapat dinegerikan bersamaan dengan persiapan berdirinya IAIN Walisongo Jawa Tengah di Semarang. Guna memenuhi persyaratan formal, maka dibentuklah panitia pendiri yang diketuai oleh K.H. Zubair dan sekaligus diangkat sebagai Dekannya.

Dalam waktu yang bersamaan dengan proses pendirian IAIN Walisongo Jawa Tengah di Semarang, Fakultas Tarbiyah Salatiga diusulkan untuk dinegerikan sebagai cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah dilakukan peninjauan oleh Tim Peninjau yang dibentuk IAIN Sunan Kalijaga, akhirnya pembinaan dan pengawasan Fakultas Tarbiyah Salatiga diserahkan padanya. Keputusan ini didasarkan pada Surat Menteri Agama c.q. Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Nomor Dd/PTA/3/1364/69 tanggal 13 November 1969.

Ketika IAIN Walisongo Jawa Tengah di Semarang berdiri, Fakultas Tarbiyah Salatiga mendapatkan status negeri, dan menjadi cabang IAIN Walisongo. Penegerian Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo tersebut berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 30 Tahun 1970 tanggal 16 April 1970.

Bergabung dengan IAIN Walisongo[sunting | sunting sumber]

Meskipun telah berstatus negeri dan menjadi IAIN Walisongo, Fakultas Tarbiyah namun kondisinya tidak berubah dalam waktu singkat, sehingga sejajar dengan Perguruan Tinggi Negeri yang lain. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Sarana dan prasarana yang jauh dari memadai. Utamanya belum tersedia gedung milik sendiri;
  • Tenaga profesional baik edukatif maupun administrasi yang masih kurang; dan
  • Animo mahasiswa yang relatif masih kecil.

Keadaan tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif lama, sehingga kondisi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Di Salatiga, dapat dikatakan kurang layak untuk disebut sebagai perguruan tinggi, terutama dilihat dari sarana dan fasilitas yang dimiliki. Oleh Karena itu pernah berkembang isu untuk menutup lembaga ini.

Mengingat kendala utama bagi pengembangan lembaga tersebut belum tersedianya kampus milik sendiri, maka para pengelola fakultas mencurahkan perhatian dan usahanya untuk menjawab tantangan tersebut. Jalan satu-satunya yang mesti ditempuh adalah membeli areal tanah kampus, sebab mengharapkan wakaf dari masyarakat dan meminta kepada Pemerintah Daerah tidak memungkinkan.

Suatu kebetulan ada seorang warga Muhammadiyah (H. Asrori Arif) yang menaruh perhatian terhadap keberadaan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga. Ia menawarkan tanah pekarangannya seluas 0,75 ha lengkap dengan bangunannya yang letaknya cukup strategis untuk penyelenggaraan pendidikan.

Berkat perhatian Menteri Agama (H. Alamsyah Ratu Prawiranegara) terhadap perkembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga, maka beliau berkenan mengabulkan usulan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga Nomor 031/A-a/FT-WS/I/1979, tanggal 24 Januari 1979, tentang maksud pembelian tanah tersebut (pada waktu itu Dekan dijabat oleh Drs. Achmadi).

Berdasar pada surat Dirjen Binbaga Islam Nomor E/Dag/BI/2828. tanggal 10 Agustus 1982, maka dibelilah tanah sebagaimana ditawarkan di atas dengan menggunakan DIP Pusat (tahun anggaran 1980/1981 dan 1981/1982). Hal penting yang perlu dicatat adalah bahwa pembelian tanah tersebut tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, terutama Bapak Muhammad Natsir (selaku Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) yang juga telah lama menaruh perhatian terhadap kehidupan umat Islam di Salatiga.

Tercatat mulai tahun 1982 Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga hijrah dari kampus lama ke kampus baru milik sendiri, tepatnya dijalan Caranggito 2 (sekarang berubah menjadi jalan Tentara Pelajar 2). Kampus baru dinilai sebagai jawaban tepat yang bersifat fisik atas tantangan rencana rasionalisasi. Bahkan kampus baru tersebut dirasakan mampu membangkitkan kembali optimisme dan antusiasme seluruh civitas akademikanya.

Sedikit demi sedikit sarana dan prasarana pendidikan bertambah, antara lain gedung kuliah, perpustakaan dan kantor. Pemerintah Daerah pun juga tidak mau ketinggalan untuk memberikan bantuan tambahan tanah kampus seluas 3000 m2 yang waktunya bersamaan dengan pembangunan masjid kampus bantuan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila. Memang secara administratif masjid tersebut milik PEMDA, tetapi secara fungsional menjadi tanggungjawab Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga.

Seiring dengan semakin bertambahnya fasilitas akademik, bertambah pula tenaga kependidikan khususnya tenaga edukatif dan mahasiswanya. Jika pada masa dekade pertama Fakultas Tarbiyah Salatiga hanya memiliki 7 (tujuh) orang dosen tetap, pada dekade kedua menjadi 30 (tiga puluh) orang. Fenomena yang hampir sama terjadi pula pada perkembangan jumlah mahasiswa. Pada tahun 1987 tercatat 940 orang. Jika dibanding dengan jumlah mahasiswa tahun 1983, maka peningkatannya sudah lebih dari 300%.

Disimak dari sisi akademis, eksistensi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga juga semakin mantap, sebab mulai tahun akademik 1983/1984 sudah diberi kewenangan menyelenggarakan Program Pendidikan Strata Satu (S1) dengan sistem SKS. Sebelumnya Perguruan Tinggi ini hanya berhak menyelenggarakan Program Pendidikan Sarjana Muda. Disamping itu secara yuridis juga semakin kokoh dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1985 tentang Struktur Organisasi IAIN di mana Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga termasuk di dalamnya.

Tahun 1987 tampaknya relevan untuk dipahami sebagai awal pengembangan kinerja bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga. Serangkaian peristiwa bersejarah terjadi mengiringi perjalanan waktu ini.

Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 1987 tentang status IAIN/Fakultas merupakan justifikasi yuridis yang amat mengokohkan eksistensi lembaga pendidikan tinggi Islam ini. Pada Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga sendiri sebenarnya tengah terjadi pula proses penguatan institusional, baik berupa sarana fisik maupun sumber daya tenaga kependidikannya.

Di atas tanah bantuan PEMDA didirikan gedung kuliah, laboratorium bahasa, ruang micro teaching dan sarana komputer. Pada tahun 1991 dibangun pula sebuah gedung auditorium yang amat bermakna bagi proses pendidikan. Perkembangan selanjutnya dibangun sarana kegiatan mahasiswa seperti POSKO MENWA, Sekretariat RACANA, Sekretariat Teater dan kantor Koperasi Mahasiswa yang menyatu dengan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang diresmikan pada tahun 1995.

Di celah perkembangan sarana fisik tersebut ada kenyataan historis yang perlu diberi catatan khusus, yaitu peran Badan Koordinasi Orang Tua dan Alumni (BAKOAMI) yang dibentuk pada tahun 1988. Pada tahun 1992 diaktanotariskan dengan nama Yayasan Kerjasama Orang Tua dan Alumni (YAKOAMI) yang dipimpin oleh Bapak Jumadi, B.A.

Adapun peningkatan sumber daya insani tampak pada upaya serius lembaga ini dalam mendorong tenaga edukatif dan administrasi untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada awal tahun 1997 Fakultas Tarbiyah telah memiliki 44 orang dosen tetap. Dari jumlah itu 1 orang telah bergelar Doktor, 22 orang bergelar Magister, dan 10 orang sedang menyelesaikan program S.2 dalam berbagai bidang keilmuan. Di antara tenaga administrasi ada 2 orang yang sedang menyelesaikan studi program S.1.

Dengan menyimak pada proses perkembangan tersebut, maka Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga sebenarnya tampak semakin mapan secara akademik untuk memberdayakan mahasiswa yang berjumlah 1337 orang.

Adapun para personel yang pernah memimpin Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga yang didirikan pada tahun 1970 hingga beralih status menjadi STAIN adalah sebagai berikut: Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Di Salatiga

  • Drs. H. Machbub Masduqi(1971-1973, dan 1973-1976)
  • Drs. Cholid Narbuko(1976-1979)
  • Drs. H. Achmadi(1979-1982, 1985-1988, dan 1988-1992)
  • Drs. Imam Buwaity(1982-1983)
  • Drs. H.M. Banany(1983-1985)
  • Drs. H.A. Noerhadi Djamal (1992-1995, dan 1995-1997)[1]

Pembantu Dekan

  • Drs. Khomsun Taruno(1971-1973 dan 1973-1976)
  • Drs. Imam Buwaity (1971-1973 dan 1973-1976)
  • Drs. Achmadi (1976-1979)
  • Drs. H.A. Noerhadi Djamal(1985-1988 dan 1988-1992)
  • Drs. Chudhori, MA. (1985-1988)
  • Drs. H. M. Banany (1988-1992)
  • Drs. H. Anwar Kusnan Riyanto (1985-1988)
  • Drs. M. Zulfa (1996-1997)[2]

Alih Status Menjadi STAIN[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997, maka secara yuridis mulai tanggal 21 Maret 1997 Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. Sesuai dengan keputusan itu, STAIN tetap didudukkan sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Departemen Agama Republik Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam disiplin ilmu pengetahuan agama Islam. Sebagai salah satu bentuk satuan Pendidikan Tinggi, STAIN Salatiga masih tetap pula memiliki kedudukan dan fungsi yang sama dengan institut maupun universitas negeri lainnya.

Kantor Sekretariat STAIN Beralihnya status Fakultas Tarbiyah menjadi STAIN Salatiga telah membawa berbagai peningkatan, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Peningkatan fisik meliputi penambahan tanah dan gedung sekretariat. Pada tahun 1997 STAIN Salatiga telah menambah tanah seluas 12.500 meter persegi yang terletak tidak jauh dari kampus sekarang. Kemudian pada tahun 2001, STAIN Salatiga telah membangun gedung sekretariat berlantai tiga dengan luas bangunan seluruhnya 900 meter persegi, yang dibangun di atas tanah bekas KUA seluas 871 meter persegi.

Sedangkan peningkatan non fisik meliputi peningkatan jumlah dan pendidikan bagi dosen dan pegawai tetap STAIN Salatiga. Hingga tahun 2007, jumlah dosen tetap STAIN Salatiga sebanyak 94 orang. Dari jumlah tersebut 2 orang bergelar profesor, 5 orang bergelar Doktor, 70 orang bergelar Magister, dari 26 orang tersebut sedang studi S-3 sebanyak 10 orang, studi S.2 sebanyak 30 orang (termasuk calon dosen). Sedangkan jumlah pegawai tetap STAIN Salatiga hingga tahun 2007 mencapai 27 orang, 2 orang di antaranya sudah menyelesaikan S-2. jumlah mahasiswa reguler 1991 mhs

Adapun personalia yang pernah menjabat pimpinan STAIN Salatiga adalah sebagai berikut: Periode 1997-1998 (peralihan).

  • Ketua: Drs. H.A. Noerhadi Djamal
  • Pembantu Ketua I: Dr. Muh. Zuhri, MA
  • Pembantu Ketua II: Drs. H. Komari Alwan
  • Pembantu Ketua III: Drs. H.M. Zulfa Machasin

Periode 1998-2002

  • Ketua: Prof. Dr. H. Muh. Zuhri, MA
  • Pembantu Ketua I: Drs. H.M. Zulfa Machasin , M.Ag
  • Pembantu Ketua II: Drs. H. Sukari Tamsir, M.Pd
  • Pembantu Ketua III: Drs. Badwan, M.Ag

Periode 2002-2006

  • Ketua: Drs. Badwan, M.Ag.
  • Pembantu Ketua I: Drs. Imam Sutomo, M.Ag.
  • Pembantu Ketua II: Drs. Imam Baihaqi
  • Pembantu Ketua III : Drs. H. Nasafi

Periode 2006-2010

  • Ketua: Drs. Imam Sutomo, M.Ag.
  • Pembantu Ketua I: Dr. H. Muh Saerozi, M.Ag.
  • Pembantu Ketua II: Drs. Imam Baihaqi, M.Ag.
  • Pembantu Ketua III: Drs. Miftahuddin, M.Ag. [3]

Periode 2010-2014

  • Ketua: Drs. Imam Sutomo, M.Ag.
  • Pembantu Ketua I: Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.
  • Pembantu Ketua II: Drs. H. Miftahuddin, M.Ag.
  • Pembantu Ketua III: H. Agus Waluyo, M. Ag.

Jurusan dan Program[sunting | sunting sumber]

Masjid Darul Amal Di Area Kampus Tarbiyah STAIN Salatiga

Jurusan Tarbiyah[sunting | sunting sumber]

Jurusan Tarbiyah[1] berfungsi untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional, yang tujuannya adalah membentuk Sarjana Pendidikan Islam, yang memiliki keahlian dalam bidang pendidikan dan pengajaran Islam dengan keahlian khusus dalam bidang studi pendidikan agama Islam, bahasa Arab, dan bahasa Inggris serta berkewenangan menjadi guru atau mengajar dalam bidang studinya. Adapun gelar sarjana yang diterimanya untuk alumni Strata satu adalah S.Pd.I.

Pendidikan Agama Islam (PAI)[sunting | sunting sumber]

Tujuan Progdi[sunting | sunting sumber]
  • Menghasilkan sarjana muslim yang mampu menjadi guru agama Islam yang profesional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
Kompetensi Lulusan[sunting | sunting sumber]
  1. Memahami wawasan pendidikan secara komprehensif.
  2. Menguasai ilmu-ilmu keislaman dan metodologi pembelajaran.
  3. Memiliki sikap demokratis.
  4. Memiliki profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
  5. Mencintai ilmu.
  6. Memiliki sikap responsif, inovatif dan kreatif.
  7. Memiliki sikap keteladanan dalam melaksanakan tugas.
  8. Terampil menerapkan teori-teori kependidikan dalam melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Pendidikan Bahasa Arab (PBA)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1987 diterbitkan Keputusan Presiden Nomor : 9 Tahun 1987 tentang status IAIN/Fakultas sebagai justifikasi yuridis yang menguatkan eksistensi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pada tahun 1990 didirikan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) untuk memenuhi tuntutan animo yang berkeinginan untuk memperdalam bahasa Arab dan pengajarannya. Hingga pada puncak pembenahan sarana prasarana, tenaga edukatif dan administrasi serta semakin meningkatnya animo masyarakat maka secara yuridis mulai tanggal 21 Maret 1997 dengan Keputusan Presiden RI Nomor : 11 Tahun 1997, Fakultas Tarbiyah beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga dengan Jurusan Tarbiyah dan Syariah, sedangkan Pendidikan Bahasa Arab beralih menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di bawah Jurusan Tarbiyah.

Tardis Bahasa Inggris (TBI)[sunting | sunting sumber]

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Menghasilkan sarjana muslim yang mampu menjadi guru Bahasa Inggris pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Kompetensi Lulusan[sunting | sunting sumber]
  1. Memahami wawasan pendidikan secara komprehensif.
  2. Menguasai substansi ilmu-ilmu Bahasa Inggris dan metodologi pembelajarannya.
  3. Memiliki sikap demokratis.
  4. Memiliki profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
  5. Mencintai ilmu pengetahuan.
  6. Memiliki sikap responsif, inovatif dan kreatif.
  7. Memiliki sikap keteladanan dalam melaksanakan tugas.
  8. Terampil menerapkan teori-teori kependidikan dalam melaksanakan pembelajaran Pendidikan Bahasa Inggris.
  9. Memiliki keterampilan berbahasa Inggris.

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)[sunting | sunting sumber]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah PGMI tak bisa dilepaskan dari sejarah institusional STAIN Salatiga yang awalnya adalah Fakultas Tarbiyah. Pilihan sebagai “tarbiyah” sejak awal berdiri menunjukkan keunikan lembaga ini dibandingkan dengan beberapa STAIN lain di Jawa Tengah. Berkait dengan Pendidikan Guru MI maka ada tiga periode sejarah yang dilewatinya. Pertama, periode awal berdiri tahun 1969 sampai tahun 1990, Fakultas Tarbiyah Salatiga adalah bagian dari IAIN Walisongo Semarang yang spesifik terfokus menyiapkan guru agama Islam di madrasah dan sekolah. Jenjang pendidikan yang ditempuh adalah Sarjana Muda dan Strata satu (S.1) Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Bahasa Arab saja. PGMI, belum menjadi pilihan sasaran program di masa itu.

Periode kedua merupakan akar kelahiran PGMI yang berawal ketika pada tahun 1990 mulai dibuka program Diploma II program penyiapan guru kelas untuk Madrasah Ibtidaiyah dan Program guru agama Islam untuk SD/MI. Kelahiran jenjang pendidikan diploma dua (D II) tersebut dimaksudkan sebagai jawaban atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Keberadaan PGKMI/SD di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga terus berlanjut hingga saat ada perubahan status Fakultas Tarbiyah menjadi STAIN Salatiga pada tahun 1997. Di saat itu, PGKMI/SD merupakan bagian progdi DII dari jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga.

Periode ketiga dimulai ketika tahun 2005 yang secara yuridis adalah masa peralihan dari benih yang telah disemai sejak bulan Juli tahun 2003, yaitu dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kehadiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan memberi sinyal kuat bagi semua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk mengubah sistem. Sinyal tersebut semakin kuat di penghujung tahun 2005 dengan kelahiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tentang Guru dan Dosen. Titik penting undang-undang ini adalah adanya keharusan semua guru adalah lulusan Strata 1. Imbasnya adalah adanya keputusan pemerintah untuk menghentikan pengadaan program Diploma II bidang kependidikan. STAIN Salatiga yang sejak awal berdiri commited terhadap persoalan keguruan tentu secara fitrah tergerak menjawab sinyal yuridis tersebut. Naskah akademik ini adalah representasi artikulasinya. Hal ini menjadikan pijakan untuk memulai kerja keras para pengelola dan senat STAIN Salatiga yang menghasilkan usulan pengajuan pendirian Program Studi PGMI Strata 1 pada tahun 2006. Dan akhirnya, turunlah surat izin penyelenggaraan Program Studi PGMI yang memulai aktifitasnya pada tahun 2007.

Tujuan Program Studi[sunting | sunting sumber]

Menyiapkan lulusan sebagai pendidik MI dengan ketrrampilan dan keahlian dalam hal pendidikan dasar keislaman dan kepribadian anak, serta mampu mengembangkan keahlian secara kreatif, produktif dan mandiri.

Sasaran Program Studi[sunting | sunting sumber]

Menghasilkan Sarjana Pendidikan Islam yang mampu menerapkan keilmuan dan keahliannya pada jenjang pendidikan dasar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai intelektualitas, profesionalitas, dan spiritualitas.

Pendidikan Guru Raudhatul Atfal (PGRA)[sunting | sunting sumber]

Jurusan Syariah[sunting | sunting sumber]

Kampus 2 (Syariah) STAIN Salatiga

Jurusan Syari’ah berfungsi untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional, yang bertujuan untuk membentuk Sarjana Hukum Islam, yang memiliki keahlian dalam bidang hukum Islam maupun hukum positif dengan keahlian khusus dalam bidang al-Ahwal al-Syakhshiyah (peradilan agama). Gelar kesarjanaan yang diperolehnya adalah S.HI. Program D-III dengan konsentrasi Keuangan dan Perbankan Islam menyelenggarakan pendidikan profesional bertujuan membentuk ahli madya yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen dan akuntansi keuangan baik di lembaga keuangan maupun perbankan. Gelar sarjana yang diperolehnya adalah A.Md.

Al-Ahwal Al-Syaksiyyah (Perdata Islam)[sunting | sunting sumber]

Tujuan Progdi[sunting | sunting sumber]

Menghasilkan sarjana muslim Ahli Hukum Islam dan mampu menjadi praktisi hukum di lingkungan peradilan.

Kompetensi Lulusan[sunting | sunting sumber]
  1. Memahami hukum Islam dan hukum positif di Indonesia.
  2. Menjadi tenaga peradilan dan ahli hisab yang objektif dan menjunjung tinggi keadilan.
  3. Memiliki profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
  4. Mencintai ilmu.
  5. Memiliki sikap responsif, inovatif dan kreatif.
  6. Memiliki ketrampilan dalam legitasi dan non legitasi.
  7. Terampil melakukan hisab dan rukyat.

Perbankan Syariah S1 (PS S1)[sunting | sunting sumber]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Program Studi Perbankan Syariah di STAIN Salatiga baru mulai menerima mahasiswa baru sejak tahun akademik 2010/2011. Program Studi ini resmi dibuka setelah mendapatkan SK Dirjen Diktis No. Dj.I/614/2009 tanggal 22 Oktober 2009 tentang Izin Pembukaan Program Studi S-1 pada PTAI tahun 2009.

Tujuan[sunting | sunting sumber]
  1. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu-ilmu manajemen keuangan syariah.
  2. Membentuk sarjana yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen dan keuangan syariah.
  3. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, teknologi dan ilmu manajemen keuangan.
  4. Menyiapkan calon enterpreneur yang memiliki semangat kewirausahaan Islami.
  5. Memelopori pengembangan studi manajemen keuangan syariah yang unggul.
  6. Menghasilkan riset di bidang manajemen keuangan syariah.
Kompetensi[sunting | sunting sumber]
  1. Mampu memahami dan mengaplikasikan manajemen kelembagaan umat.
  2. Mampu merintis dan mengelola lembaga keuangan/bisnis.
Indikator[sunting | sunting sumber]
  1. Mahasiswa mampu memahami dan mengaplikasikan manajemen syariah dalam bidang zakat, wakaf, dan asuransi.
  2. Mahasiswa mampu memahami pengertian, dalil, dan mengaplikasikan penghitungan asuransi syariah.
  3. Mampu memahami tehnik perencanaan dan penilaian kelayakan bisnis berdasarkan ajaran Islam.
  4. Mempraktikkan kemampuan teoritis dalam dunia usaha, bahkan mendirikan usaha bisnis mikro.
Kurikulum[sunting | sunting sumber]

Kurikulum Program Studi Perbankan Syraiah (PS) dirancang berbasis kompetensi. Pengembangan kurikulum melibatkan seluruh stake holder meliputi dosen, praktisi lembaga keuangan, lulusan perbankan syariah, dan pemuka masyarakat. Beban kredit 156 SKS yang harus ditempuh mahasiswa dengan target 8 semester. Sistem pembelajaran dirancang untuk mendukung penyelesaian kuliah tepat waktu dan berkualitas. Kompetensi mahasiswa progdi. PS dibangun dengan memberikan knowledge, skill dan attitude yang cukup. Tiga hal tersebut dimasukkan dalam segenap kegiatan pembelajaran baik perkuliahan di kelas, praktikum, perkuliahan luar kelas dan budaya akademis.

Perbankan Syariah (KPI DIII)[sunting | sunting sumber]

Tujuan Progdi[sunting | sunting sumber]

Menghasilkan praktisi di bidang keuangan dan perbankan yang profesional

Kompetensi Lulusan[sunting | sunting sumber]
  1. Memahami kaedah-kaedah mu’amalah dalam wilayah keuangan dan perbankan Islam.
  2. Memiliki sikap yang objektif dan adil.
  3. Memiliki sikap profesional.
  4. Mencintai ilmu pengetahuan.
  5. Memiliki sikap inovatif, kreatif dan advokatif.
  6. Memiliki keterampilan dalam menyusun kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi.

Hukum Ekonomi Syariah (HES)[sunting | sunting sumber]

Maaf.profil untuk halaman ini masih dalam pembuatan

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)[sunting | sunting sumber]

Maaf.dikarenakan ini merupakan program studi baru, maka profil untuk halaman ini masih dalam pembuatan.

Ilmu Al Quran dan Tafsir[sunting | sunting sumber]

Maaf.dikarenakan ini merupakan program studi baru, maka profil untuk halaman ini masih dalam pembuatan.

Komunikasi & Penyiaran Islam (KPI)[sunting | sunting sumber]

Maaf.dikarenakan ini merupakan program studi baru, maka profil untuk halaman ini masih dalam pembuatan.

Program Khusus Kelas Internasional[sunting | sunting sumber]

Website kki.stainsalatiga.ac.id

Program Pasca Sarjana[sunting | sunting sumber]

Program Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam[sunting | sunting sumber]

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Program Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga didirikan sebagai upaya untuk merespons perkembangan masyarakat yang semakin membutuhkan tenaga-tenaga terdidik yang berorientasi pada keilmuan dan profesional dalam bidang keislaman dan pengajarannya. Perkembangan masyarakat yang berada dalam proses globalisasi-informasi dan hubungan internasional Barat-Timur, menuntut peningkatan peran ilmu dan tenaga profesional dalam bidang ke islaman dan pengajarannya baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (PPs-STAIN) Salatiga dibuka berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: Dj.I/818/2010 tanggal 22 November 2010. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab STAIN Salatiga dalam rangka ikut serta meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan keagamaan Islam. Dengan komitmen ini, Program Pascasarjana STAIN Salatiga berusaha melahirkan Magister Pendidikan Agama Islam yang mampu menjadi dosen, guru, penilik dan pengawas, serta peneliti profesional.

Tujuan[sunting | sunting sumber]
  1. Menghasilkan Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I) yang memiliki integritas, keteladanan dalam beragama, keluasan ilmu, serta profesional dalam melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah;
  2. Menghasilkan Magister Pendidikan islam yang memiliki kemampuan metodologis dalam pengembangan keilmuan dan metode pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah/madrasah berbasis riset dan teknologi.
  3. Menghasilkan Magister Pendidikan islam yang memiliki kesadaran moral dan kepekaan sosial untuk mengembangkan model pendidikan Islam yg bermutu dan unggul serta responsif terhadap setiap peluang dan tantangan di masyarakat baik pada skala nasional, regional maupun internasional.

Unit-Unit[sunting | sunting sumber]

Jurnal STAIN Salatiga[sunting | sunting sumber]

Unit Kegiatan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Dewan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Dewan Mahasiswa sebelumnya bernama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) didirikan pada tahun 2003 hasil dari Kongres Mahasiswa I STAIN Salatigapada tanggal 20-21 Maret 2003, istilah BEM ini digunakan selama lima tahun sebelum nama BEM kemudian diubah menjadi DEMA. Dengan berbagai kondisi dan atas dasar surat edaran dari DIKTI yang mengatur tentang organisasi kemahasiswaan kemudian nama Badan Eksekutif Mahasiswa diubah namanya menjadi Dewan Mahasiswa pada bulan Mei 2008 dalam Kongres Mahasiswa di Pendopo Polres Kota Salatiga. Dari awal berdirinya BEM/DEMA STAIN Salatigasampai hari ini telah berganti kepengurusan sebanyak delapan kali, dan berikut adalah nama-nama Presiden Mahasiswa atau Ketua DEMA:

   Periode 2003/2004 Jakfar Sodik
   
   Periode 2004/2005 Abdul Azis
   Periode 2005/2006 M Choirul Huda
   Periode 2006/2007 Lukman Abdul Ghofur
   Periode 2007/2008 Khusni Mubarok
   Periode 2008/2009 Arif Maffaulhuda
   Periode 2009/2010 Fahrodin
   Periode 2010/2011 Arif Maslah
   Periode 2011/2012 Mahfud Asngari
   Periode 2012/2013 Samsul Arifin

Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ) Syariah[sunting | sunting sumber]

Secara de facto HMJ Syariah didikan pada 18 Februari 1999, secara de jure HMJ syariah terbentuk pada 15 Desember 1999. HMJ Syariah didirikan dengan tujuan untuk mencakup semua mahasiswa dalam satu wadah yang berfungsi sebagai organ penyalur aspirasi dari segala permasalahan akademik mahasiswa Jurusan Syariah STAIN Salatiga. Selain dari tujuan ini HMJ Syariah juga mempunyai amanat untuk membentuk pribadi mahasiswa yang berbudi luhur, berilmu dan cakap dalam bidangnya serta bertanggung jawab mengamalkan ilmunya..

Dalam rangkaian kegiatannya HMJ Syariah bertugas untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa syariah dalam bidang hukum,khususnya hukum perdata islam. Kegiatan yang dilaksanakan difokuskan pada permasalahan hukum, seperti pada bulan februari 2008 berhasil mengadakan kegiatan seminar nasional, Musyawarah Nasional FK-MASI, silaturahmi nasional (SILATNAS) Forum Mahasiswa Syariah Se-Indonesia (FORMASI) pada tanggal 16-18 Desember 2008 dan pelatihan advokasi pada bulan april. Kegiatan tersebut bertujuan membuka kran wacana keilmuan di bidang sosial-hukum-politik.

Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ) Tarbiyah[sunting | sunting sumber]

Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarbiyah ( HMJ Tarbiah ) didirikan pada tanggal 17 Januari 1998 .merupakan organisasi kedua di STAIN Salatiga. Melihat semakin derasnya arus globalisasi yang terjadi di dunia dewasa ini tentunya guna memenuhi peran mahasiswa yaitu sebagai agent of positive thingking maka setiap mahasiswa dituntut untuk dapat berproses diberbagai hal demi pengembangan intelektual, pendewasaan sekaligus untuk dapat beraktualisasi dalam untuk bersama-sama mencari ilmu dalam mengembangkan kapasitas building setiap individu agar dapat bersaing dalam dunia globalisasi. Maka HMJ Tarbiyah menjadi ruang atau media yang sangat relevan untuk beraktualisasi dan mengembangkan kemampuan diri guna membangun, mengembangkan intelektualitas dan dinamika ilmiah dilingkungan lembaga atau kampus STAIN Salatiga. Namun sebagai manusia yang penuh dengan berbagai persoalan diri ( self dilema ) yang kadang sangat jauh dari yang kita impikan. Sering juga kita tidak sadar, kita sering kali menyombongkan diri ditengah proses yang kita jalani. Bahkan ketidak sadaran untuk memikirkan bagaimana kedepannya pendidikan Indonesia.

Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarbiah ( HMJ Tarbiyah) merupakan salah satu organisasi intra kampus yang membawahi 4 progdi yaitu; PAI, TBI, PBA, PGMI yang bergerak dalam pengembangan intelektual. HMJ Tarbiyah juga menerima keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa. HMJ Tarbiyah akan berusaha memberikan kenyamanan para mahasiswa dalam perkuliahan, sehingga dalam perkuliahan akan terjadi simbiosis mutualisme antara dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dengan mahasiswa dengan yang lain.

Racana[sunting | sunting sumber]

Racana adalah salah satu organisasi kemahasiswaan, sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang kepramukaan, yang memiliki struktur pembinaan sampai tingkat nasional, yaitu Kwartir nasional dan untuk lingkup internationalnya World Organization of The Scout Movement (WOSM), Racana Kusuma Dilaga-Woro Srikandhi Salatigaberdiri pada tanggal 9 Maret 1988 dengan gugus depan XI-32 02.237 – 02.238 yang berpangkalan di STAIN Salatiga.

Racana Kusuma Dilaga – Woro Srikandhi sebagai wadah untuk berlatih dan berkarya baik dalam bidang kepramukaan maupun dalam bidang-bidang lain pada umumnya, yang dapat digunakan sebagai bekal hidup di masyarakat.

Racana Kusuma Dilaga Woro Srikandhi STAIN Salatigaaplikasinya menggunakan sistem Bina Diri, Bina Satuan dan Bina Masyarakat.

Bina Diri yaitu memberi kesempatan kepada anggota untuk mengembangkan dan belajar bersama, baik dibidang kepramukaan (materi kepramukaan, kursus komputer, internet, ketrampilan karya2 tangan, keputrian ) dan sebagainya.

Bina Satuan yaitu memberi kesempatan untuk membina di gugus depan SD, SMP, SLTA dan yang sederajat atau sebagai tenaga pelatih.

Bina Masyarakat yaitu Racana menerjunkan anggota-anggotanya ke TPA-TPA yang ada di Kota Salatigasebagai tenaga pengajar dan Racana memiliki desa binaan untuk memberikan pembinaan bidang rohani setiap minggu dan pada bulan Ramadhan Racana selama beberapa hari secara menetap.

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) DinamikA[sunting | sunting sumber]

LPM DinamikA berdiri pada tangggal 25 September 1991. LPM ini adalah salah satu UKM yang berkonsentrasi di bidang Pers mahasiswa. LPM ini mengajak kawan-kawan yang mempunyai hobi menulis dan kejurnalistikan untuk mengembangkan bakat dan minatnya di kampus tercinta ini. LPM adalah satu-satunya lembaga pers yang masih mempunyai idealisme murni untuk berteriak lantang melawan ketidakadilan dan ketertindasan baik lokal kampus maupun lokal daerah kita. LPM adalah lembaga pers yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain.

Organisasi ini bertujuan menumbuh kembangkan minat dan bakat mahasiswa di bidang pers mahasiswa, menumbuhkan rasa solidaritas antar pers mahasiswa dan menumbuhkan kepedulian terhadap realitas masyarakat kampus maupun masyarakat lokal.

Output LPM DinamikA menjadi:


* Wartawan
* Penulis
* Editor
* Desainer/layouter
* Fotografer
* Teknisi & Programmer Komputer
* Distributor

Lembaga Dakwah Kampus(LDK) Darul Amal[sunting | sunting sumber]

Berbicara tentang LDK, kita akan banyak berbicara pada tiga hal, yakni lembaga, dakwah, dan kampus. Lembaga adalah bentuk representatif dari sebuah kelompok yang bergerak bersama untuk sebuah tujuan. Dakwah adalah aktifitas yang dilakukan dan kampus adalah sasaran atau dari aktifitas yang dilakukan.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatigamerupakan aktualisasi para aktivis dakwah kampus (ADK) yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan kehidupan kampus yang Islami. Dengan menginternalisasikan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus dan masyarakat secara umum dengan dimensi-dimensi dakwah. Dimensi-dimensi itu yakni: dakwiy (syi’ar dan kaderisasi), khidamy (pelayanan), faniy (keprofesian), dan sya’bi (kemasyarakatan). Dengan LDK ini, para aktivis dakwah mencoba mensinergikan setiap dimensi ini dan mengemas dengan strategi serta merencanakan pengembangan keempat dimensi LDK tersebut dalam mewujudkan tegaknya kalimat Allah di dalam kampus. Senantiasa berusaha menebarkan syi’ar Islam untuk membangun kaulitas pribadi dan umat yang robbaniyah. Secara kelembagaan LDK Darul Amal berada dibawah koordinasi koordinasi Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kepala Unit Bidang Pembinaan Kemahasiswaan.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal telah bergulir selama delapan tahuan atau sewindu. Pada tanggal 28 April 2002 terbentuklah LDM (Lembaga Dakwah Mahasiswa), satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 31 Mei 2003 berdasarkan Musyawarah Akbar (Musyak) II LDM, maka ditetapkan dengan perubahan menjadi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAIN Salatigadengan nama “Darul Amal”.

Dasar Pemikiran

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang”

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang- orang yang beruntung “ (QS. Ali Imron : 104)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan seperti sebuah bangunan yang tersusun kokoh “ (Qs. Ash-Shof: 4)

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Akan tetapi jika kamu balas maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar sesungguhnya itulah yang terbaik bagi orang-orang yang bersabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan” (Q.S An-Nahl: 125-128)

Koperasi Mahasiswa(KOPMA) FATAWA[sunting | sunting sumber]

Koperasi Mahasiswa merupakan salah satu jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam bidang kewirausahaan yang ada dilingkungan STAIN Salatiga. Jadi setiap badan usaha yang akan berdiri di STAIN Salatigaharus melewati kopma fatawa untuk mendapatkan rekomendasi.

Kopma memiliki peran ganda yaitu sebagai berikut:

   Organisasi kemahasiswaan yang mempunyai misi.
   Pendidikan

Dengan melaksanakan pelatihan–pelatihan dari pendidikan dasar hingga lanjutan.

   Pelayanan

Dengan menyediakan usaha –usaha yang memang dibutuhkan masyarakat intern kampus.

   Pengembangan sumber daya anggota

dengan mengadakan seminar, kunjungan dan pengiriman delegasi, juga lainnya.

   Organisasi bisnis yang berbadan Hukum Koperasi

Diantara UKM–UKM di STAIN Salatigayang telah memiliki Badan Hukum Hanyalah KOPMA “FATAWA”.

KOPMA “FatawA” resmi memiliki Badan Hukum pada tanggal 30 April 1994 dengan nomor BH (Badan Hukum) : 12192/BH/VI oleh sejumlah Mahasiswa IAIN Walisongo Fakultas Tarbiyah Di Salatiga

“FATAWA”

Filosofi dari nama “FATAWA” adalah Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. Karena dalam mengganti nama tentunya perlu perubahan juga pada badan hukum, maka nama Fatawa masih juga budidayakan juga merupakan sebuah kenangan dari pendiri dan pelopor KOPMA.

MAPALA Mitapasa[sunting | sunting sumber]

Mahasiswa pecinta alam MITAPASA adalah organisasi pecinta alam yang bergelut pada bidang kepecintaalaman di mana bidang itu meliputi kepetualangan dan konservasi lingkungan hidup. Dari berbagai kegiatan kepetualangan yang telah dilalui terciptalah panjat tebing, penjelajahan hutan, pendakian gunung, penulusuran gua, arum jeram, dll. Dan dari konservasi lingkungan tercipta penelitian lingkungan, penghijauan, pelestarian alam, dan pengelompokan flora dan fauna.

Melihat banyaknya pengrusakan terhadap alam dan minimnya kesadaran manusia dalam pemanfaatan kekayaan alam yang ada di bangsa ini pada umumnya dan Salatigapada khususnya maka datang segelintir manusia yang sadar akan kelestarian alam mencoba membentuk organisasi mahasiswa pecinta alam MITAPASA pada tanggal 16 Juli 1994 di kampus STAIN SALATIGAatau saat itu masih IAIN Walisongo.dan Dengan berdirinya organisasi pecinta alam ini setidaknya mereka sadar akan tanggung jawab sebagai manusia untuk menjaga keutuhan bumi dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Dan sesungguhnya manusia dilahirkan di muka bumi ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan alam. Manusia sadar bahwa alam merupakan ciptaan tuhan yang harus senantiasa kita jaga dan ala mini diciptakan oleh tuhan agar manusia saling mencukupi kebutuhannya dan dalam pemanfaatannya harus dengan penuh kesadaran.

Dengan semangat baru, dengan jiwa dan generasi baru, kita sambut lingkungan yang lestari…..!!!!!

HAMEMAYU HAYUNING BHAWANA

STAIN Music Club[sunting | sunting sumber]

UKM SMC berdiri pada tahun 1994. Tepatnya pada bulan Juli pada waktu itu namanya belum SMC ( Stain Music Club). Nama SMC itu lahir bersamaan dengan berdirinya STAIN Salatigayaitu pada tahun 1997. UKM SMC merupakan suatu wadah di mana STAIN Salatigamemberikan tempat kepada mahasiswa yang berpotensi tinggi dalam berkreasi lewat kesenian musik.Tak bedanya dengan UKM lain, langkah atau target SMC yang bersasaran kepada mahasiswa yang cenderung memilih musik sebagai kegiatan positif dalam mengiringi masa-masa belajar di lingkungan kampus, musik bisa memberikan satu memori otak yang sedang dalam kekosongan serta memberi energi positif dalam setiap langkah yang dilakukan oleh setiap manusia pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya. Untuk itu SMC telah di beri fasilitas untuk mendukung kegiatan – kegiatan mahasiswa seperti;

  • Studio dan ruang kerja (kantor)
  • Guitar elektrik dan akustik.
  • Bass Guitar.
  • Keyboard.
  • Drum.
  • Sound Control.

SMC juga telah di libatkan dalam kegiatan –kegiatan kelembagaan semisal kegiatan grup rebana dan vocal group/Paduan Suara Mahasiswa dalam kegiatan usaha. Adapun kegiatan-kegiatan yang lainnya seperti; latihan rutin. Selain itu SMC juga mempunyai agenda-agenda seperti workshop, pendidikan dasar, parade dan festival band, festival rebana baik dalam lingkup se Salatigadan juga Jawa Tengah.

STAIN Sport Club[sunting | sunting sumber]

Seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang lainnya, STAIN Sport Club (SSC) merupakan UKM yang bernaung dibawah Pembantu Ketua (PUKET) III STAIN Salatiga.

SSC adalah UKM yang bergerak dalam bidang olahraga. SSC juga merupakan sarana atau wadah untuk mengembangkan bakat, minat, kepemimpinan dan sportifitas tentunnya dalam bidang olahraga. Melalui Organisasi ini diharapkan mahasiswa mampu untuk meningkatkan kemampuan di bidang olahraga sesuai dengan apa yang meraka gemari. Dan melaui kegemaran atau hobi yang sama, mereka mampu memupuk rasa solidaritas, sportifitas, serta loyalitas dalam berorganisasi.

STAIN Sport Club (SSC) mempunyai kantor sekretariat di gedung PKM I Lt. 2 STAIN Salatiga, dan membawahi berbagai macam cabang olahraga, antara lain:

«  Sapak bola

«  Bola voly

«  Badminton

«  Tennis meja

«  Catur

«  Wushu ( Beladiri)

Di mana setiap masing – masing cabang olahraga mamiliki agenda tersendiri dan bersaing secara sehat untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang olahraga mereka masing-masing.

Demikian profil singkat dari STAIN Sport Club (SSC), besar harapan kami kepada rekan-rekan mahasiswa yang mempunyai bakat di bidang olahraga untuk masuk dan ikut menjadi anggota STAIN Sport Club (SSC).

Resimen Mahasiswa Sat. 953 Kalimosodo[sunting | sunting sumber]

MENWA (Resimen Mahasiswa) adalah gerakan pemuda – pemudi Indonesia yang memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara. Mereka mengaktualisasikan diri ke dalam UKM Korps Mahasiswa Bela Negara (KMBN/MENWA). Mereka mengabdikan jiwa dan raga dalam rangka pembelaan negara di lingkup yang lebih kecil, menjaga kedaulatan universitas di mana mereka berada.

Sejarah MENWA

Gerakan Bela Negara ini adalah kelanjutan dari Tentara Pelajar Ex – Brigade XVII, di mana pelajar waktu itu ikut berjuamg dalam merebut Kemerdekaan Indonesia. Dan akhirnya pada tahun 1965 atas prakarsa Bapak A.H Nasution Tentara Pelajar diubah menjadi Resimen Mahasiswa.

Teater Getar[sunting | sunting sumber]

Komunitas seni Teater Getar adalah tempat kegiatan ekstra kurikuler yang ada di STAIN Salatiga. Seperti yang lainnya, Teater Getar adalah pusat pengembangan minat dan bakat mahasiswa stain Salatigabagi yang mau mengenal, menjadi pelaku, atau mencari pengalaman di bidang kesenian. Terutama di bidang teater.

Teater Getar adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang pertama kali berdiri di kampus IAIN Walisongo Salatiga(sekarang menjadi kampus STAIN Salatiga) yaitu 22 tahun yang lalu. Tepatnya pada tanggal 21 Ramadhan 1411/ 09 mei 1988.

Komunitas pekerja seni Teater Getar mempunyai beberapa program tahunan dan program insidental. Progam tahunan Teater Getar adalah Pentas Produksi. yang sampai saat ini sudah terlaksana 30 kali dan Dipentaskan di kota-kota di jawa. Seperti semarang, magelang, solo, surabaya, boyolali, purwokerto, wonosobo, pekalongan, dan lain sebagainya. Disamping di kota-kota, pentas produksi Teater Getar juga di pentaskan di beberapa perkampungan masyarakat di sekitar salatiga, kab. Semarang dan beberapa desa di Jawa Tengah. Lalu agenda tahunan yang lainya adalah Ramadhan In Campus. Ramadhan in campus adalah peringatan lahirnya Teater Getar yaitu pada malam 21 Ramadhan. Di samping ulang tahun pada tahun Hijriah, dalam tahun Masehi-pun dilaksanakan tasyakuran ulang tahun yang berisi pentas-pentas dari Teater Getar dan para pelaku kesenian di Jawa Tengah.

Untuk agenda insidental adalah agenda yang dijalankan pada hari- hari besar nasional ataupun internasional. Berupa Performance Art atau musik kreatif yang dipentaskan di kampus atau di luar kampus. Tergantung momentumnya.

Di Teater Getar tidak serta merta hanya belajar teater, tapi masih banyak yang dipelajari. Seperti sastra, tari, musik tradisional, musik kontemporer, dan kesenian lainnya.

Untuk sistem perekrutan Teater Getar dilaksanakan setiap tahun. Yang disebut kegiatan latihan dasar keteateran. Yang sampai saat ini sudah berjalan 21 kali. Dengan peserta dari berbagai kalangan. Yaitu siapapun yang ingin belajar bersama kami. Entah dari kalangan mahasiswa, pelajar atau masytarakat secara umum. Yang jelas siapapun yang mau belajar bersama kami silahkan. Teater Getar terbuka untuk setiap orang yang memang bersungguh-sungguh ingin belajar untuk mencari kebenaran atas diri masing-masing.

Communicative English Club[sunting | sunting sumber]

CEC is a Student Activity Unit that works in extracurricular that have characteristic in wants, talent, leadership and skill in English.

The symbol of CEC is a red color globe that wears a black headphone and completed by red CEC letters. And the meanings are:

The Headphone of world surface: English is an international language that acceptable all over the world

Red color: The youth power as an iron of civilization

Black color: Professionalism, competency, and enthusiasm

CEC letters: An organization that encourage mastery in English

The Membership of CEC:

Full Member is all student of STAIN Salatigathat have joined with English friendship Tour (EFT) or English Friendship Camp (EFC) as the access to improve the capability in English

Special Member is a membership that automatically had by all student of STAIN Salatiga.

UKM Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI)[sunting | sunting sumber]

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga adalah merupakan suatu wadah bagi seluruh mahasiswa STAIN Salatiga untuk menampung seluruh daya kreatifitas mahasiswa didalam kajian ekonomi islam. UKM Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) didirikan pada tanggal 15 Maret 2003. UKM KSEI didirikan oleh prakarsa mahasiswa D III Perbankan Syariah yang dulu jurusan syariah hanya ada dua program studi yaitu DIII Perbankan Syariah dan Program studi perdata islam. Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) STAIN Salatiga sebagai media belajar tentang ekonomi islam dan mengkajinya lewat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STAIN Salatiga sehingga ilmu yang didapat dari bangku kuliah bisa diterapkan dengan adanya suatu wadah Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) STAIN Salatiga. Diharapkan dengan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STAIN Salatiga ini para mahasiswa ekonomi islam  dapat membaur dengan masyarakat setelah menyelesaikan pendidikannya di STAIN Salatiga sekaligus sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan agama yang handal dan profesional.

A.    TUJUAN

a.      Menjadiwadah interaksi komunikatif bagi para penggerak dan peminat ekonomi islam di STAIN Salatiga baik mahasiswa maupun civitas akademik STAIN Salatiga.

b.     Menjadi media studi keilmuan ekonomi islam baik secara teoritis maupun aplikatif bagi mahasiswa.

c.      Media aspirasi dan berbagi tentang wacana ekonomi islam bagi mahasiswa STAIN Salatiga.

d.     Mendidik jiwa yang bertanggung jawab kepada mahasiswa melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang ekonomi islam di STAIN Salatiga.

e.      Sebagai sarana belajar dalam melatih jiwa kepemimpinan terhadap mahasiswa agar mencetak mahasiswa yang handal dan profesional dibidang ekonomi, serta berguna bagi mahasiswa dan dapat mengaplikasikanya dengan masyarakat.

B.     VISI dan MISI KSEI STAIN SALATIGA

a.      Visi :

Membumikan ekonomi islam  dan mampu bersaing, dengan membawa nama baik STAIN Salatiga.

b.      Misi :

1.     Mencetak mahasiswa yang berwawasan luas,  berilmu dan menjadi teladan bagi mahasiswa pada umumnya dalam bidang ekonomi  islam.

2.     Menylenggarakan kajian  ekonomi islam baik di  lingkungan  kampus maupun ekstrnal kampus.

3.     Menyediakan fasilitas untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang ekonomi islam untuk berkarya, serta ikut berperan aktif dalam perkembangan ekonomi islam. 

UKM KSEI STAIN Salatiga juga tergabung dalam organisasi extra kampus yang mengkaji tentang ekonomi islam organisasi tersebut adalah Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), organisasi ini adalah kumpulan KSEI Se-Indonesia di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/S) dan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri/Swasta (PTAIN/S).

UKM KSEI STAIN Salatiga juga telah menjalin kerja sama dengan lembga-lembaga seperti: Bank Indonesia (BI), Pusat Ekonomi Syariah (PKES), Bursa Efek Indonesia (BEI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Ekonomi Nasional (KEN), Ka-FoSSEI, FoSSEI.

Pada awalnya bedirinya UKM KSEI periode awal 2003/2004 (abdul khafid), dibawah kepemimpinan abdul khafid kemudian dilanjutkan oleh 2004/2005 (......) 2005/2006 (......) 2006/2007 (.........), 2007/2008 (...) 2008/2009 ( Sofi) 2009/2010 ( Fahrizal), 2010/2011 (......) 2011/2012 (...... ), 2013 ( Aswad Addu Ali. H.A ) hingga sekarang dilanjutkan oleh Muhammad Asroi periode 2014.

Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz(JQH)[sunting | sunting sumber]

Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz disingkat (JQH) adalah lembaga khusus dari STAIN Salatiga yang membidangi ilmu dan seni baca tulis Al-Qur’an. Organisasi ini berdiri pada tanggal 1 juni 2007 yang dirintis oleh Kamaludin Ahmad Samingan, S.Pd.I., beserta teman-temannya. Awal berdirinya Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz (JQH) karena melihat keprihatinan dari mahasiswa STAIN Salatiga yang belum memiliki wadah dalam menumbuh-kembangkan bakatnya dalam bidang Al-Qur’an.

Sebagai organisasi yang paling muda di antara UKM lain (baru 3 Tahun), beridrinya Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz (JQH) di STAIN Salatiga mulai menggerakkan sayap-sayapnya sehingga mampu menembus kejuaraan tingkat Nasional. Pada awalnya bedirinya JQH( periode 2007/2008) dibawah kepemimpinan Hisbullah Syarif kemudian dilanjutkan oleh Muhamad Zulfa periode 2008/2009 hingga sekarang dilanjutkan oleh M. Muhyidin Anwar peiode 2009/2010. JQH ini merupakan wadah mahasiswa yang mana sejalan dengan Visi dan Misi STAIN Salatiga itu sendiri. Oleh karena itu JQH ini boleh di bilang “Jantugnya STAIN”.

Tujuan

Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz (JQH) dibentuk dengan tujuan agar mahasiswa dapat menyalurkan bakatnya dalam bidang ilmu dan seni baca tulis Al-Qur’an di STAIN Salatiga.

Ittihadu Ath-Tholabah Litarqiyyah Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah(ITTAQO)[sunting | sunting sumber]

ITTAQO ( Ittihadu Ath-Tholabah Litarqiyyah Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah) adalah salah satu lembaga khusus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga yang bergerak dibawah naungan pembantu Ketua (Puket) III bidang Kemahasiswaan. ITTAQO adalah wahana pengembangan setiap mahasiswa yang bergerak dalam tarbiyyah kebahasaan khususnya bahasa arab. ITTAQO tidak hanya diselenggarakan oleh mahasiswa program studi bahasa saja. Akan tetapi untuk semua kalangan mahasiswa yang ingin dan memiliki niat yang sungguh untuk mengembangkan kemampuan berbahasa arabnya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


  1. ^ [4]