SMA Negeri 45 Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
SMA Negeri 45 Jakarta
Informasi
Akreditasi Akreditasi A untuk tahun 2009-2014
Kepala Sekolah Dra. Yati Resmiati, MM
Jumlah kelas 8 kelas setiap tingkat (8 kelas X, 3 kelas XI IPA & XII IPA, 5 kelas XI IPS & XII IPS)
Program/jurusan/
peminatan
IPA dan IPS
Rentang kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa 1080 siswa (40 siswa per kelas)
Nilai masuk terendah 7.388 (2012)
Nilai masuk tertinggi 9.038 (2012)
Nilai masuk rata-rata 7.879 (2012)
Alamat
Lokasi Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Indonesia
Telp./Faks. (021)4527345/(021)45850445
Situs web sman45-jkt.sch.id
SMA Negeri 45 Jakarta terpilih menjadi juara 1 dalam lomba Sekolah Sehat Se-Jakarta Utara pada tahun 2011.

Sekolah Menengah Atas Negeri 45 Jakarta adalah Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1977 gedung SMA Negeri 45 Jakarta mulai digunakan sebagai tempat dengan status kelas jauh SMA Negeri 13 Jakarta, Kepala Sekolahnya pun merangkap yaitu Drs. Ilham. Awal dari berdirinya SMA Negeri 45 Jakarta dimulai dengan diperoleh nya tanah seluas 7315 m2 dari Pemda DKI Jakarta pada tahun 1975, kemudian pada tahun 1976 tanah tersebut dibangun secara bertahap mulai dari 4 ruang belajar, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang Tata Usaha, 1 uang gudang, 1 ruang Toilet, 1 rumah penjaga sekolah.

Satu tahun kemudian yaitu pada tahun 1978, sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah, yaitu Drs. Tarigan dan ruang belajar ditambah 5 ruangan. Selanjutnya pada tahun 1979 status kelas jauh berubah menjadi filial SMA Negeri 13 Jakarta, dengan kepala sekolah, Drs.Mora Tigor.. Ruangan belajar bertambah 2 ruangan, setelah berjalan kurang lebih 1,5 tahun filial SMA Negeri 13 Jakarta berubah menjadi SMA Negeri 45 Jakarta, dengan pimpinan tetap Drs.Mora Tigor, tepatnya diresmikan pada bulan Mei 1981.

Pada masa kepemimpinan Drs.Mora Tigor ruangan bertambah 10 ruangan dan keadaan sekolah digambarkan sebagai berikut :

  • Kekeluargaan guru, karyawan dan murid cukup erat
  • Disiplin guru, karyawan dan murid cukup baik.
  • Ekskul berkembang dengan pesar terutama dibidang olahraga (Volly ball, terlihat dengan banyaknya piala yang disumbang ke sekolah).
  • Output/ lulusan SMA Negeri 45 Jakarta mulai banyak yang diterima pada perguruan tinggi Negeri terutama yang melalui jalur PMDK (ITB, UGM, IPB)
  • HUT sekolah diperingati dengan perayaan yang cukup meriah dan menampilakan budaya daerah-daerah.
  • Guru difasilitasi untuk mendapatkan perumahan di walikota kelapa gading Jakarta Utara.
  • Guru/ karyawan diperjuangkan menjadi PNS (banyak yang berhasil).
  • Guru, karyawan dan siswa mengikuti paduan suara dibawah bimbingan bapak Pranajaya dan mengisi HUT PGRI tingkat nasional di Senayan.
  • Gedung SMA 45 Jakarta juga dipakai SMA PGRI pada siang hari setelah jam belajar SMA Negeri 45 Jakarta berakhir.

Pada tahun 1982 Drs. I Made Ranten menggantikan Drs. Morga Tigor dan ruangan bertambah 5 ruangan serta 1 rumah pesuruh, keadaan sekolah tetap berjalan.

Drs.Madjid Hasan pada tahun 1984 menggantikan Drs. I Made Ranten sebagai Kepala Sekolah pun mulai berkembang diantaranya :

  • Mulai dibuatkan 1 pagar sekeliling sekolah.
  • Dirintisnya koperasi guru dan karyawan.
  • Pada tahun 1990, terjadi 2 kali pergantian kepala sekolah yaitu Drs.Joko Soedibyo (kurang lebih 3 bulan )

D an Drs.Wasis Ekiyono, dimasa ini :

  • Pembinaan ekskul berkembang sangat pesat.Menjelang akhir tahun 1993 Drs.Wasis Ekiyono mutasi digantikan oleh Drs.Sudigdo Ms.
  • Pelajaran komputer mulai masuk kepada kegiatan intra kurikuler.
  • Terjadi perubahan kurikulum, dari kurikulum 84 menjadi kurikulum 94, dengan system semester menjadi caturwulan, jurusan A1, A2, A3, menjadi IPA, IPS, dan Bahasa.

Pada tahun 1997 sampai Mei 2002 pimpinan sekolah diganti oleh Drs. Sirun Pudjiwinoto, dengan kondisi sekolah sebagai berikut : Pembangunan SMA Negeri 45 Jakarta selesai.

  • Mesjid SMA Negeri 45 Jakarta mulai di bangun dengan swadana dan terus berkembang sampai saat ini.
  • Kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan cukup berkembang diantaranya perpustakaan sekolah komputer, OHP, TV, dll.
  • Penataan lingkungan sekolah berkembang.

Kurikulum[sunting | sunting sumber]

SMA Negeri 45 Jakarta menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kepada siswa-siswi yang bersekolah di SMA Negeri 45 Jakarta, sebagai pengganti atas Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  • Masjid
  • Ruang Kelas
  • Ruang Guru
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang Bidang Kurikulum
  • Ruang HUMAS
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Fisika
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Ruang Musik
  • Ruang Aula
  • Ruang OSIS
  • Toilet
  • Parkiran Motor dan Mobil
  • Taman Sekolah
  • Lapangan Basket
  • Lapangan Futsal
  • Lapangan Bola Volly
  • Lapangan Bulu Tangkis
  • Wall Climbing
  • Kantin
  • Kantin Mang Jangkung
  • Koperasi
  • Kantin Inang
  • UKS

Ekstrakurikuler[sunting | sunting sumber]

  • Basket
  • Sepak Bola
  • Futsal
  • Voli
  • Bulu Tangkis
  • Fotografi
  • Teater Kastel
  • Shuffle Dance
  • Modern Dance
  • Paduan Suara
  • Tari Tradisional & Saman
  • Pramuka
  • Paskibra
  • Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
  • Palang Merah Remaja (PMR)
  • Taekwondo
  • Pencak Silat
  • Merpati Putih
  • Rohani Islam (ROHIS)
  • Rohani Kristen (ROHKRIS)
  • Rohani Katolik (ROHKAT)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]