SMA Negeri 2 Purworejo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Sejarah Singkat[sunting | sunting sumber]

Sejarah SMA Negeri 2 Purworejo tidak lepas dari julukan sekaligus nama besar SMA NEGERI 1 KUTOARJO pada awal berdirinya. Sedang, khalayak tertentu lebih paham dan terkesan dengan nama SMUNDA atau SMANDA daripada SMA Negeri 2 Purworejo. SMA Negeri 2 Purworejo menempati bangunan dengan luas 2.717 m2 di atas lahan seluas 20.000 m2. Sekolah ini terletak di desa Bandung Kutoarjo dengan nama SMA Negeri 1 Kutoarjo. Didirikan pada tahun 1980 dengan SK Mendikbud RI No. 0206/0/1980 tanggal 1 Juli 1980, sekolah ini merupakan SMA Negeri ke dua di Kabupaten Purworejo. Tahun 1997, sekolah ini berganti nama menjadi SMU Negeri 1 Kutoarjo. Nama sekolah baru ini didasarkan pada SK Mendikbud RI No. 035/0/1997 tanggal 07 Maret 1997. Sesuai dengan masa otonomi daerah, regulasi Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo tahun 2001, nama sekolah ini kembali berubah menjadi SMU Negeri 2 Purworejo. Perubahan nama ini berdasarkan SK Bupati Purworejo No. 188.4/104/2001, tanggal 26 September 2001.

SMA Negeri 2 Purworejo[sunting | sunting sumber]

Nama SMA Negeri 2 Purworejo resmi dipakai mulai tahun 2004. Perubahan nama ini didasarkan pada SK. Ka.Dinas PdK Provinsi Jawa Tengah No. 425.3, tanggal 08 Januari 2004. Dengan nama baru ini masyarakat mengenalnya dengan SMANDA yang merupakan kependekan dari SMA Negeri 2 Purworejo.

Lokasi Sekolah[sunting | sunting sumber]

SMA Negeri 2 Purworejo terletak di sebelah selatan gunung Tugel tepatnya di desa Bandung. Alamat yang dipakai sekolah ini adalah Jalan May. Jend S. Parman Kutoarjo Purworejo Jawa Tengah. Sekolah ini memiliki lingkungan belajar yang nyaman dan jauh dari kebisingan lalu lintas jalan raya dikarenakan lokasinya tidak terletak di pinggir jalan raya, akan tetapi masuk jalan desa Bandung sejauh 100 meter. Walaupun tidak terletak langsung di pinggir jalan raya dan kelihatan oleh pengguna jalan raya, di sekitar SMA Negeri 2 terdapat 4 sekolah swasta dan beberapa SMP baik negeri maupun swasta, sehingga cukup ramai anak-anak sekolah di lingkungan SMA Negeri2 ini.

Siswa[sunting | sunting sumber]

Siswa sekolah ini pada umumnya didominasi anak-anak yang berasal dari wilayah barat kali Jali, sedang anak-anak yang berasal dari wilayah Purworejo bagian timur juga masih culup banyak belajar di SMANDA dikarenakan kemudahan akses transportasi dan hanya ada dua SMA Negeri di Purworejo waktu itu. Siswa SMA Negeri 2 Purworejo sampai dengan sekarang ini juga masih banyak yang berasal wilayah Kebumen bagian timur dan Wonosobo bagian selatan. Walaupun sampai dengan tahun 2010, di Kabupaten Purworejo sudah terdapat 11 SMA Negeri, SMA Negeri 2 Purworejo masih menjadi sekolah favorit sebagai tempat belajar dan menuntut ilmu.

Guru[sunting | sunting sumber]

Semua guru SMA Negeri 2 Purworejo berkualifikasi S1 dan sesuai dengan program studi sehingga menjadikan proses belajar mengajar layak dan sesuai standar kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang guru SMA. Kedewasaan guru-guru SMA Negeri 2 Purworejo memberikan suasana belajar siswa yang nyaman dan damai sehingga keterlibatan siswa dalam KBM lebih bisa terwujud. Bukti kedewasaan guru SMA Negeri 2 Purworejo adalah dengan jumlah ketua MGMP Kabupaten yang berasal dari SMA Negeri 2 menduduki urutan paling banyak.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Fasilitas yang dimiliki sekolah ini terbilang lengkap untuk ukuran sekolah di daerah. Ruang kelas cukup, laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa, 2 buah laboratorium TI, dan ruang multi media. Fasilitas olah raga cukup lengkap, mulai dari lapangan sepak bola yang multi fungsi, lapangan basket dan tennis, dan gedung serba guna Graha Wiyata Krida yang bisa dimanfaatkan untuk olah raga siswa sekaligus masyarakat. Fasilitas sumber belajar lengkap dengan perpustakaan yang siap melayani kebutuhan siswa dan guru. Dari semua fasilitas yang dimiliki, keamanan dan kedamaian merupakan faktor utama yang dibangun dan selalu dikondisikan sejak sekolah ini berdiri.

Ikon Sekolah[sunting | sunting sumber]

Kebanggan dan rasa cinta seseorang terhadap unit kerja seseorang biasanya dilambangkan dengan prasasti atau monumen dan dijadikan sebagai ikon. Ikon SMA Negeri 2 Purworejo adalah patung Guru dan Siswa yang diletakkan di tengah taman sekolah. Adalah sesuatu yang luar biasa, jika sekolah atau insntasi tertentu memiliki ikon biasannya hanya pesan atau berupa hadiah dari pecintannya, sedangkan ikon SMA Negeri 2 Purworejo berbeda adanya. Ikon sekolah yang berupa patung Guru dan Siswa dirancang dan dibuat oleh warga sekolah sendiri. Adalah Bapak Ludono perancang dan pencipta patung sebagai ikon sekolah. Makna philosofi dari patung Guru dan Siswa adalah SMA Negeri 2 Purworejo adalah membimbing, melatih, mendidik, mengajari, menunjukkan,jalan kebenaran meraih cita-cita peserta didik dengan kasih sayang yang tiada henti. Makna itu jelas tercermin dari patung Guru dan Siswa sebagai ikon sekolah.

Kepala sekolah[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1980 sampai dengan tahun 2010, SMA Negeri 2 Purworejo telah mengalami pergantian kepala sekolah sebanyak 7 kali. Bapak Istadie Atmo menjabat kepala sekolah mulai berdirinya sekolah ini, 1 Februari 1980 – 22 Desember 1987. Yang ke dua adalah Drs. A Manungku (almarhum), 22 Desember 1987 – 03 Maret 1989. Mulai dari tanggal 03 Maret 1989- 01 November 1991, kepala sekolah dijabat oleh St. Winoto (almarhum). Drs. JP. Sardjono, yang menjadikan computerized-based di sekolah ini menjabat kepala sekolah mulai 18 Januari 1993 – 31 Oktober 1995. Kepemimpinan sekolah selanjutnya dijabat oleh H. Soebandi Supardi Djasman, S.Pd mulai 1 Oktober 1993 – 27 September 3003. Drs. Munif Afianto merupakan kepala sekolah termuda dan terpendek mas bhaktinya yaitu mulai 27 September 2003- 27 September 2004. Dari tanggal 27 September 2004 –sekarang, kepala sekolah jabat oleh Drs. Mohamad Budiman.