SMA Negeri 1 Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
SMA Negeri 1 Kediri
Lgbaru sma1kediri.png
Informasi
Didirikan 9 September 1946
Akreditasi A
Nomor Statistik Sekolah 103105630101
Kepala Sekolah Drs. Dwi Rajab Januhadi, M.Pd.
Jumlah kelas 28 Kelas Reguler, 2 Kelas Akselerasi
Program/jurusan/
peminatan
IPA dan IPS
Rentang kelas X Reguler dan X Akselerasi
XI IPA, XI IPS, XI-XII Akselerasi
XII IPA dan XII IPS
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Status Negeri
Alamat
Lokasi Jalan Veteran no. 1, Kediri, Jawa Timur, Indonesia  Indonesia
Telp./Faks. (0354)771829
Koordinat 7°48′42″LS 112°00′10″BT / 7,8117586°LS 112,0028767°BT / -7.8117586; 112.0028767Koordinat: 7°48′42″LS 112°00′10″BT / 7,8117586°LS 112,0028767°BT / -7.8117586; 112.0028767
Situs web smastkediri.sch.id
Lain-lain
Lulusan PALMTURI (Paguyuban Alumni SMA Negeri 1 Kediri)

SMA Negeri 1 Kediri adalah salah satu sekolah menengah atas yang ada di Kota Kediri, Jawa Timur. Sekolah yang menerapkan sistem Full Day School ini merupakan sekolah tertua di Kota Kediri. Beralamatkan di Jalan Veteran No. 1 Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tahun 1924 – Maret 1942[sunting | sunting sumber]

Gedung sekolah jalan Klotok 1 Kediri ini memang sengaja dibangun untuk sekolah MULO pada tahun 1924. Meskipun dibangun pada tahun 1924 tetapi kelihatan sekali bahwa gedung ini memang dipersiapkan untuk wadah pendidikan jangka panjang. Bangunannya solid sekali, bahkan pada sekarang ini, kondisinya masih kukuh kuat, hanya perlu perbaikan minor. Bahkan gedung ini dilengkapi dengan ruangan laboratorium! Bandingkanlah dengan SMA zaman sekarang.

Pada sekitar tahun 1940 melihat perkembangan politik dunia terutama invasi Jepang, maka Pemerintah Hindia Belanda membentuk satu kesatuan Staatwacht (penjaga kota) semacam hansip, yang berfungsi untuk membantu angkatan perangnya menghadapi serbuan tentara Jepang. Pasukan Staatwacht ini juga berkantor di gedung MULO, dan terutama masuk sore dan malam hari.

Tahun 1942 – 1945[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1942, kota Kediri ikut jatuh ke tangan pasukan Jepang, dan mulailah babak Pemerintahan Militer Jepang. Sekolah MULO dibubarkan begitu saja. Dan bahkan gedung sekolah kemudian dipakai sebagai tempat tahanan serta markas tentara Jepang. Ini berlangsung terus selama masa pemerintahan penjajahan Jepang.

Periode 1945 – 1948[sunting | sunting sumber]

Setelah pasukan Jepang kalah perang, sebagian ditawan dan sebagian besar pulang ke negaranya, maka gedung jalan Klotok 1 ini diambil alih dan dipakai begitu saja sebagai markas Badan Keamanan Rakyat yang selanjutnya menjadi Tentara Keamanan Rakyat. Selanjutnya dengan reorganisasi TNI maka gedung sekolah ini dipakai sebagai Markas Divisi | Brawijaya. Ini berlangsung sejak tahun 1947 hingga masuknya tentara Belanda ke Kediri taggal 19 Desember 1948. Untuk menandai peristiwa tersebut pada tahun 1980-an di halaman depan sekolah didirikan tugu peringatan dengan tulisan: “Tempat Markas Divisi/Brawijaya Tahun 1947 – 1948″

Periode 1948 – 1950[sunting | sunting sumber]

Dengan bercokolnya pasukan Belanda di Kediri maka gedung jalan Klotok 1 ikut beralih fungsi. Dari semula Markas Divisi | Brawijaya dipakai menjadi Markas Tentara Belanda/KNIL. Situasi ini berlangsung hingga penyerahan kedaulatan (overdracht) pada awal tahun 1950, secara berangsur-angsur personel tentara Belanda tersebut pulang ke daerah asal masing-masing. Selanjutnya gedung dibiarkan kosong.

Periode 1951 – sekarang[sunting | sunting sumber]

Dengan surat keputusan Residen Kediri (Bapak Samadikun) pada tahun 1951, gedung sekolah ex. MULO jalan Klotok 1 Kediri ditetapkan sebagai gedung sekolah untuk SMA Negeri Kediri, dan terus dipakai sampai sekarang. Jalan klotok yang dulunya dipakai sebagai alamat SMA 1 sekarang berubah menjadi Jalan Veteran 1 Kediri dan menjadi alamat tetap. 60 tahun usia SMA Negeri Kediri yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kamajuan dunia pendidikan sekarang menjadi SMA Negeri 1 Kediri.

Arti lambang[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1951, pemerintah daerah provinsi Jawa Timur melaksanakan Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA) dilangsungkan di Surabaya. Tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh sekolah untuk memperkenalkan eksistensinya, dengan mengikuti event tersebut. Sebagai salah satu konsekuensinya sekolah harus mempunyai Logo sebagai identitas sekolah. Panji yang bergambarkan Logo ini akan mengawali prosesi barisan pada saat pembukaan POPDA nantinya.

Namun oleh para pimpinan sekolah yang berfikirkan panjang berpendapat bahwa penetapan Logo ini tidak hanya sekedar syarat untuk mengikuti POPDA saja tetapi dalam jangka panjang juga sebagai lambang identitas sekolah kita. Oleh sebab itu penciptaan Logo ini tidak boleh sekedar asal jadi saja, namun juga harus difikirkan penggunaannya secara berkelanjutan, bahkan kalau bisa harus dipakai terus selama sekolah ini masih ada/eksis. Untuk itu penciptaan Logo ini perlu disayembarakan secara terbuka!

Ternyata tantangan sayembara ini menggugah banyak peminat terutama di kalangan siswa. Mereka berlomba-lomba mengirimkan usulan kreasinya, bahkan tidak jarang seorang peserta mengikutsertakan 2 atau lebih hasil karyanya. Ketua juri adalah Bapak Goenawan Mahdi waktu itu guru menggambar di SMA Negeri Kediri. Sebagai hasilnya ditetapkan karya rekan Toni Swandito sebagai pemenang lomba penciptaan Logo sekolah SMA Negeri Kediri.

Demikianlah pada upacara pembukaan POPDA Jawa Timur tahun 1951 pasukan SMA Negeri Kediri berbaris dengan gagah mengikuti bendera bergambarkan Logo sekolah. Dan selanjutnya sejak itu pula Logo tersebut dipakai sebagai identitas sekolah.

Makna yang terkandung didalamnya[sunting | sunting sumber]

Mengingat tidak ada dokumen tertulis, maka penjelasan di sini hanya berdasarkan ingatan Ir. Toni Suwandito pada tahun 2005 saja, tanpa mengesampingkan faktor lupa, karena tenggang waktu 50 tahun lebih, inilah yang bisa diingat:

  • Warna dasar biru tua, artinya loyalitas;
  • Perisai, melambangkan pertahanan, kekokohan, dan tangguh;
  • Garis-garis gambar warna putih, berarti bersih dan suci;
  • Burung hantu, sebagai lambang ilmu pengetahuan;
  • Segitiga, melambangkan kekokohan yang tidak bisa diubah;
  • Buku yang terbuka, maknanya sebagai sumber ilmu;
  • Rantai melingkar atau tepung gelang, artinya hubungan atau ikatan yang erat antara guru dan murid serta keluarga besar sekolah.

Perubahan atau Modifikasi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1960 dengan terbentuknya sekolah SMA Negeri 2 Kediri, logo mengalami sedikit perubahan sebagai berikut:

  • Gambar burung hantu diubah, sebelumnya lebih kelihatan bentuk burung, sekarang cenderung figuratif dengan menonjolkan kepala burung.
  • Gambar buku yang terbuka, dihilangkan.
  • Sebagai ganti gambar buku berupa tulisan: NEGERI.
  • Di bawah tulisan SMA ditambah dengan angka 1 (satu).

Akreditasi[sunting | sunting sumber]

  • Nilai akreditasi: 95
  • Peringkat akreditasi: A
  • Tanggal penetapan: 19 November 2012[1]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kegiatan Ekstrakurikuler dan Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
  • MPK (Majelis Perwakilan Kelas)
  • SKI atau SKIs't (Sie Kerohanian Islam) Smas't
  • Banderas't (Barisan Pengibar Bendera Smas't)
  • OASE (Owl Association Salutary Education) Smas't
  • Pragusmas't (Pramuka Gugus Depan Smas't)
  • PMR atau Palmers't (Palang Merah Remaja Smas't)
  • Metafo (Media Berita dan Informasi)
  • Abas't (Arek Basket Smas't)
  • KS (Kera Sakti)
  • Tasmania (Taekwondo Smas't Mania)
  • Bola Voli
  • Bulu Tangkis
  • Ensambel
  • Ekstars't (Ekstra Tari Smas't)
  • Teve Satu (Teater Veteran Satu)
  • AOi (Anime Organization) Smas't
  • Karawitan

Alumni[sunting | sunting sumber]

SMA Negeri 1 Kediri telah mengolah dan mendidik para peserta didiknya dengan baik secara turun-temurun. Terbukti dari generasi alumni yang telah selesai mengenyam pendidikan di SMA ini. Berikut ini beberapa figur yang tercatatat sebagai alumni SMAN 1 Kediri.

  • Hadi Purnomo, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (2009-sekarang)
  • Luhur Budi Djatmiko, Direktur Umum PT. Pertamina Persero
  • Pramono Anung Wibowo, Wakil Ketua DPR Periode 2009-2014
  • Abdullah Abu Bakar, Wakil Walikota Kediri Periode 2009-2014

Kegiatan tahunan[sunting | sunting sumber]

  • Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB), yang merupakan pengenalan serta penyampaian orientasi siswa baru terhadap lingkungan sekolah, diadakan saat tahun ajaran baru tiba (pertengahan Juli).
  • Dies Natalies, yang merupakan peringatan hari ulang tahun sekolah. Diadakan setiap tanggal 09 September.
  • Kegiatan Tengah Semester (KTS), yang diadakan pada setiap pertengahan semester (Bulan Oktober dan April). Diisi dengan berbagai macam kegiatan yang mendidik dan menghibur.
  • Smas't League, yang merupakan pertandingan sepak bola antarkelas di SMAN 1 Kediri.
  • Study Tour, diikuti oleh siswa kelas XI.
  • Expo, merupakan ajang untuk menjual berbagai macam makanan maupun souvenir. Pesertanya adalah kelas X dan XI. Diadakan pada akhir semester 2.
  • MESO (Mathematics, English, and Science Olympiad), kompetisi bidang akademik untuk siswa SMP/MTs Se-Eks Karesidenan Kediri

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]