SMA Negeri 10 Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
SMA Negeri 10 Jakarta
SMA 10 Jakarta.jpg
Informasi
Didirikan 1962
Jenis Negeri
Akreditasi A (Sangat Baik)
Kepala Sekolah Aidarus, M.Si
Jumlah kelas 5 kelas setiap tingkat
Program/jurusan/
peminatan
IPA, IPS dan IPB
Rentang kelas X IPA, X IPS, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
Kurikulum Kurikulum 2013
Jumlah siswa 540 siswa
Status Bangunan
Nilai masuk terendah 7.540 (2014)
Nilai masuk tertinggi 8.750 (2014)
Nilai masuk rata-rata 8.145 (2014)
Alamat
Lokasi Jl. Mangga Besar XIII Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
Telp./Faks. 021-6590192, Fax:6250717
Situs web www.sman10-dki.sch.id

Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Jakarta adalah Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di bilangan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Jakarta berdiri pada tanggal 16 Agustus 1962, berlokasi di SMP Negeri 17 Jakarta dengan Kepala Sekolah pertama T.B. Zakaria. Sebelumnya merupakan Filial dari SMA Negeri 2 Jakarta Barat. Pada tahun 1965 SMA Negeri 10 Jakarta membuka kelas jauh yang berlokasi di Pademangan Timur yang kemudian berkembang menjadi SMA Negeri 15 Jakarta. Pada tahun 1974 kembali membuka kelas jauh di Pademangan IV Jakarta Utara yang saat ini dikenal dengan nama SMA Negeri 40 Jakarta (berdasarkan informasi dari pelaku sejarah : H.Emed Sumardi, Mualik, Muchtar Buchori)

Gedung SMA Negeri 10 Jakarta sampai dengan akhir tahun 1999 kondisinya sudah tidak layak untuk KBM, karena merupakan bangunan lama. Setiap hujan, apalagi bila bersamaan dengan bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang, sekolah terpaksa diliburkan karena banjir yang melanda di beberapa lokasi ada yang mencapai hampir 1 meter. Kondisi tersebut biasanya terjadi sekitar 3 bulan yaitu Desember, Januari dan Februari dengan rata-rata libur karena banjir 4 sampai 5 hari.

Melalui proses dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta saat Kepala Sekolah dijabat oleh Dra. Hj. Sri Resmi yang di dampingi Staf Humas Dra. Tuti Sukarni, disetujui pembangunan secara bertahap. Pembangunan tahap pertama yaitu Gedung A dengan fasilitas 7 ruang kelas. Tahun 2000 gedung A sudah mulai dapat digunakan. Pembangunan berikutnya Gedung B dan Gedung C dilanjutkan pembangunannya hingga tahun 2002. Gedung yang baru dengan tiga lantai mengubah kondisi proses belajar mengajar menjadi lebih baik.

Di tahun 2004 SMA Negeri 10 Jakarta di bawah pimpinan Drs. Budiyanto, MM meningkatkan pelayanan di bidang keagamaan (Islam) dengan mulai perencanaan pembangunan masjid. Pada tahun 2005 dimulailah pembangunan mesjid yang hingga saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Untuk melaksanakan pendidikan berbasis ICT, sekolah telah membangun jaringan internet melalui program Internet Go To School (IG2S) bekerjasama dengan Dinas Dikmenti, Telkom dan dibiayai oleh Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Berbarengan dengan hal ini Drs. H. Widodo juga mendaftarkan sekolah untuk memiliki website sendiri agar sekolah dapat lebih dikenal secara mendunia dengan alamat : http://www.sman10jakarta.sch.id.

Kurikulum[sunting | sunting sumber]

Kurikulum yang digunakan dalam SMA Negeri 10 Jakarta adalah Kurikulum 2013 yang mulai diuji cobakan dan diterapkan sejak tahun 2013.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kesiswaan[sunting | sunting sumber]

Organisasi[sunting | sunting sumber]

Ekstrakurikuler[sunting | sunting sumber]

Rohis SMANPU adalah salah satu ekstrakurikuler keagamaan, yang aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Idul Adha, Isra Mi'raj, Maulid Nabi, Do'a bersama, Zakat Fitrah, Bakti Sosial, Pesantren Kilat, Kajian rutin Tahsin, dan Tafsir tiap hari Jumat.

Paskibra adalah sebuah ekstrakurikuler yang menjadi pemeran penting dalam setiap upacara yang dilaksanakan di SMAN 10 Jakarta, Paskibra SMAN 10 Jakarta sering mengikuti upacara yang diadakan di luar sekolah, dan pada tahun 2012 Paskibra SMAN 10 Jakarta berhasil mengirim salah satu anggotanya untuk mengibarkan bendera di Istana Negara.

Budaya[sunting | sunting sumber]

  • 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun)
  • Doa Pagi

Budaya yang dilakukan sebelum memulai aktivitas lainnya, yaitu dengan membaca Al-quran dipagi hari.

Acara[sunting | sunting sumber]

Getar adalah sebuah acara yang diadakan oleh SMAN 10 Jakarta berbasis lomba olahraga dan tari antar sekolah dengan peserta dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk olahraga, dan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk tari, acara ini yang ditujukan sebagai ajang promosi SMAN 10 Jakarta kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama, sekaligus menjalin tali silaturahmi antar Sekolah Menengah Atas lainnya.

  • CUPTEN

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]