SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Logo SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Informasi
Didirikan 5 September 1949
Jenis Swasta
Akreditasi 302046008016
Kepala Sekolah Tri Ismu Husnan Purwono, S.H.
Ketua Komite Ir. Kusnanto
Jumlah kelas 10 kelas setiap tingkat dan 2 kelas akselerasi
Program/jurusan/
peminatan
IPA dan IPS
Rentang kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
Alamat
Lokasi Jl. Gotong Royong II, Petinggen, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta, Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Indonesia
Telp./Faks. 0274-563739 / 519533
Situs web [2]

Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta atau yang biasa dikenal dengan nama SMA MUHI adalah salah satu sekolah swasta milik persyarikatan Muhammadiyah yang berada di Provinsi D.I. Yogyakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah berdirinya SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dilatar belakangi adanya desakan dari siswa-siswa SMP Muhammadiyah yang telah lulus ujian negara. Mereka ingin melanjutkan ke jenjang sekolah menengah yang berbasis Islam Muhammadiyah. Atas desakan tersebut guru-guru Muhammadiyah pimpinan H. AG. Dwidjosoeparto beserta R. Muhammad Mukam Hisjam, Ir. Sugiman, Moelono, Muhammad Aslam dan dibantu mahasiswa-mahasiswa UGM mendirikan SMA Muhammadiyah pada Oktober 1948 menempati Sekolah Rakyat VI Muhammadiyah Yogyakarta (sekarang SD Muhammadiyah Ngupasan) di jalan Bhayangkara 5 Yogyakarta.

Kegiatan belajar di SR. VI Muhammadiyah jalan Bhayangkara hanya berjalan beberapa bulan. Hal itu disebabkan pada 19 Desember 1948 Belanda melakukan Agresi Militer II kepada ibukota Republik Indonesia kala itu, Yogyakarta. Seperti halnya yang dilakukan anak muda maupun rakyat Indonesia yang lain, guru dan murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ikut perang gerilya melawan agresi militer Belanda tersebut.

Setelah Belanda menarik pasukan dari kota Yogyakarta untuk melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB serta hasil perjanjianRoem-Royen maka ibukota Republik Indonesi dikembalikan lagi ke Yogyakarta pada tangal 29 Juni 1949. Peristiwa itu dikenal dengan nama peristiwa "Yogya Kembali". Para tentara, gerilyawan kembali masuk kota setelah selesainya perang dan kota Yogyakarta kembali aman.

Para siswa kemudian kembali ke bangku sekolah SMA Muhammadiyah yang berlokasi di SR Muhammadiyah IV lagi. Tapi ternyata gedung sekolah tersebut dipakai pemerintah untuk Kantor Kementrian Keuangan RI sampai ibukota kembali ke Jakarta. Oleh karena itu HM. Mawardi yang waktu itu sebagai pengurus Muhammadiyah bidang pengajaran bersama Dwidjosoeparto mencarikan tempat untuk kegiatan belajar mengajar, yaitu dirumah H. Muhammad Sjarbini di Jalan Kauman 44 Yogyakarta.

Pada tanggal 5 September 1949 siswa SMAMUHI kembali belajar di jalan Kauman 44 Yogyakarta untuk kemudian tanggal tersebut yang dijadikan hari lahir SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Dalam perkembangannya jumlah siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta terus bertambah sehingga tempat belajar di Kauman tidak mampu menampung siswa lagi. Maka kemudian Muhammadiyah menawarkan PKO (Pusat Kesehatan Oemat) di Jl. Notoprajan untuk dijadikan tempat belajar mengajar. Kemudian berturut-turut menempati gedung di Jalan Gendingan sampai tahun 1963, dan selanjutnya menetap di Jalan Kapten Tendean 1B.

Sejak 1964 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menempati gedung di Jalan. Kapten Piere Tendean 1 B Yogyakarta. Kejadian yang sama terulang kembali. Gedung tersebut tak mampu menampung jumlah siswa yang kembali bertamah. Sehingga perlu tempat baru yang lebih luas untuk kegiatan belajar mengajar, maka SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kemudian membeli tanah di desa Petinggen, Karangwaru, Tegalrejo Yogyakarta pada masa kepemimpinan Bapak Soegiharso.

Pada tahun 1981, Gedung baru di Petinggen telah dibangun 1 unit. Sehingga proses belajar mengajar dilakukan di dua tempat berbeda. Sebagian di kampus baru di desa Petinggen, dan sebagian lainnya menempati kampus lama di JL. Pierre Tendean 1B sampa tahun 1988. Mulai Tahun Ajaran 1988/1989 semua kegiatan belajar- mengajar telah dipindahkan ke kampus baru di Petinggen.

Pada tahun 2002, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta membuka program akselerasi atau program percepatan belajar. Total jumlah yang dibuka adalah 30 kelas. Dengan jumlah peserta didik pertingkatnya sekitar 350 orang. Kemudian pada tahun 2006 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali membuka program layanan pendidikan baru berbasis Teknologi Informasi dengan nama kelas ICT-MSN (Information Communication Technologi - Model School Network). Program layanan ini disertai dengan kerja sama negera- negara APEC. Kala itu SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menjalin kerja sama sister school dengan Boonpo Middle School di Korea Selatan.

Padat tahun 2008 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menjadi salah satu sekolah RSMA-BI (Rintisan Sekolah Menengah Atas-Bertaraf Internasional) di Kota Yogyakarta. Dalam perjalanan menuju Sekolah Bertaraf Internasional, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerapkan pengembangan penggunaan Teknologi Informasi dalam proses belajar mengajar. Bentuk lainnya adalah dengan menerapkan manajemen mutu yang berbasiskan ISO 9001:2008 yang telah resmi disandang SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Kepala Sekolah[sunting | sunting sumber]

  1. H. Anton Timur Djaelani 1949 - 1951
  2. MR. Werdono Suwardi 1951 - 1959
  3. Moelono 1959 1970
  4. Soegiharsono 1970-1990
  5. Muhammad Kamil Syahri 1990-1991
  6. H.M. Kastolani 1991-1998
  7. Drs. Balok Haryadi 1998-2004
  8. Drs. Abu Sho’im Nur 2004-2006
  9. Drs. Adi Waluyo M.Pd 2006- 2011
  10. Tri Ismu Husnan Purwono, SH. 2011 - sekarang

Sertifikasi[sunting | sunting sumber]

  1. Akreditasi A dengan nilai akreditasi 92,28 oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M)[1]
  2. ISO 9001:2008 TUV Rheinland dengan nomer sertifikat 9105059454

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  1. Bangunan dengan 30 ruang kelas dilengkapi layanan hotspot
  2. Laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi
  3. Laboratorium Bahasa Inggris dan Bahasa Arab
  4. Laboratorium Komputer
  5. Laboratorium Agama Islam
  6. Laboratorium IPS dilengkapi Mini Bioskop
  7. Perpustakaan dengan jumlah koleksi 9000 buku
  8. Ruang Pelayanan Kesehatan (UKS)
  9. Ruang Kegiatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah atau OSIS
  10. Ruang Konseling dan Bimbingan Kelanjutan Studi
  11. Aula dan Panggung dengan kapasitas 500 kursi
  12. Masjid luas dengan kapasitas 600 jama'ah dan mushola putri yang menampung 400 siswa
  13. Ruang Pelayanan Administrasi
  14. Kantin
  15. Koperasi Siswa dan Koperasi Guru-Karyawan
  16. Area Parkir Sepeda Motor dengan kapasitas 500 motor siswa
  17. Asrama Putra dengan 50 kamar
  18. Lapangan basket
  19. Studio radio
  20. Studio musik
  21. Green House sebagai sarana praktik mata pelajaran Biologi
  22. Gazebo sebagai sarana multifungsi dan tempat bersantai serta menenangkan pikiran
  23. Kolam ikan untuk terapi ikan
  24. Tempat pembiakan ikan
  25. Botanical garden ( Tumbuhan Obat"an )

Alumni[sunting | sunting sumber]

Beberapa alumni dan orang yang pernah bersekolah di SMA Muhammadiyah Yogyakarta yang dikenal masyarakat luas:

  1. Eross Candra (Gitaris Sheila On 7)
  2. Ebiet G. Ade (Musisi)
  3. Budiman Sudjatmiko (Anggota DPR RI periode 2004-2009, Politisi PDI-P)
  4. Lincolin Arsyad (Direktur Program MM UGM)
  5. Hanung Bramantyo (Sutradara Film)

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

  1. Daftar sekolah menengah atas berstatus RSBI
  2. Daftar sekolah menengah atas swasta di Indonesia

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

  1. Situs Resmi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1]