Rumah Sakit Umum Panti Rapih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Rumah Sakit Umum Panti Rapih

Logo Rumah Sakit Umum Panti Rapih
Koordinat

Peta lokasi Rumah Sakit Umum Panti Rapih
Yayasan {{{yayasan}}}
Didirikan 1929
Dasar hukum
Direktur utama {{{dirut}}}
Status
Tipe RS
Akreditasi
Kapasitas pasien {{{kapasitas}}}
Ruang operasi {{{r_operasi}}}
Pengunjung {{{pengunjung}}}
SDM
UGD
Alamat Jalan Cik Di Tiro
Provinsi Yogyakarta
Negara Indonesia
Telepon {{{telepon}}}
Faksimili {{{faksimili}}}
Affiliasi {{{affiliasi}}}

Web resmi: www.pantirapih.or.id

Rumah Sakit Panti Rapih adalah salah satu rumah sakit swasta terbesar di Yogyakarta dan dikelola oleh Yayasan Panti Rapih. Yayasan Panti Rapih didirikan oleh Ordo Katolik Carolus Borromeus.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 15 September 1928, Ordo Katolik Carolus Borromeus dengan dibantu Ir. Schmutzer van Rijckevorsel memulai pembangunan gedung RS Carolus Borromeus cabang Yogyakarta.

Bangunan rumah sakit dirancang serupa dengan biara utama ordo St. Carolus Borromeus di Maastricht, Belanda. Batu pertama RS ditanda-tangani oleh Ir. Schmutzer van Rijckevorsel.

Pada Januari 1929, 5 suster Katolik Belanda dari ordo Carolus Borromeus datang ke Yogyakarta untuk tugas pelayanan orang-orang sakit, sesuai dengan ajaran kitab suci agama Katolik.

Ke-5 suster tersebut adalah: Sr. Gaudentia Brand, Sr. Judith de Laat, Sr. Ignatia Lemmens, Sr. Simonia, and Sr. Ludolpha de Groot.

Gedung rumah sakit baru selesai dibangun secara keseluruhan tanggal 25 Agustus 1929. Hal ini ditandai dengan pemberkatan gedung oleh uskup Katolik Mgr. Van Velsen, S.J. Pada 14 September 1929, rumah sakit dibuka secara resmi oleh Sultan Hamengkubuwono VIII sebagai RS Onder de Bogen (di bawah lengkungan/gereja).

Beberapa tahun kemudian, Sultan Hamengkubuwono VIII memberikan hadiah sebuah mobil ambulans kepada RS.

Kebanyakan pasien yang dirawat adalah orang-orang Belanda dan pejabat/keluarga Kraton. Untuk menolong orang yang tidak mampu, didirikan klinik rawat jalan oleh ordo Brothers of Christian Instruction (FIC).

Tahun 1942, Jepang menguasai Indonesia dan banyak suster serta dokter warga negara Belanda yang bekerja di rumah sakit ini ditangkap dan ditawan di kamp konsentrasi.

Dinas kesehatan Tentara Jepang mengambil alih rumah sakit dan memaksa pengelola untuk mengganti nama rumah sakit dari bahasa Belanda menjadi bahasa Indonesia. Oleh Uskup Semarang Mgr. Soegijapranata, S.J., nama rumah sakit diganti menjadi RS Panti Rapih ("Pengobatan"). Suster Sponsaria dipilih sebagai ketua rumah sakit.

Tahun 1945, setelah Jepang menyerah, maka ordo Suster Carolus Borromeus kembali mengelola RS Panti Rapih. Pada saat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, RS Panti Rapih banyak merawat para pejuang yang terluka dalam pertempuran. Salah satu pasien yang dirawat pada tahun 1948 adalah Jendral Soedirman.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Jalan Cik Di Tiro, di depan pintu masuk utama Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]