Ruler of the Land

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Ruler of the Land (judul asli: 'Yul-Hyul-Kang-Ho') merupakan manhwa karya Jeon Keuk-Jin berdasarkan cerita yang dikarang oleh Yang Jae-Hyun, genre dari manhwa ini adalah silat klasik namun dibumbui dengan humor dan kekonyolan yang cukup kental. Pertama kali dipublikasikan di Korea oleh Daiwon C.I. Inc., pada tahun 2006. Di Indonesia telah diterbitkan oleh Elex Media Komputindo sejak 2008.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Manhwa ini berpusat pada jalan hidup seorang pemuda bengal mata keranjang bernama Han Bi Kwang yang pada awalnya sama sekali tidak mengerti ilmu silat tapi kemampuannya meringankan tubuh setara dengan jagoan kelas atas. Dia secara misterius diangkat sebagai murid termuda ketua aliran hitam sekaligus pendekar terkuat dunia persilatan saat itu, Cheon Ma Sin Gun, tapi dia tampak ogah-ogahan dan terkesan tidak peduli. Asal usulnya dikaitkan dengan seorang legenda masa lalu, yakni pimpinan terdahulu dari partai iblis yang dikabarkan telah musnah. Dia berpetualang tapi pada akhirnya jatuh cinta setengah mati dengan gadis cantik namun tomboy bernama Dam Hwarin, cucu terkasih salah satu tetua terkuat dari aliran putih, Kaisar Pedang.

Volume 01[sunting | sunting sumber]

Volume 02[sunting | sunting sumber]

Volume 03[sunting | sunting sumber]

Volume 04[sunting | sunting sumber]

Volume 05[sunting | sunting sumber]

Volume 06[sunting | sunting sumber]

Volume 07[sunting | sunting sumber]

Volume 08[sunting | sunting sumber]

Volume 09[sunting | sunting sumber]

Volume 10[sunting | sunting sumber]

Volume 11[sunting | sunting sumber]

Volume 12[sunting | sunting sumber]

Volume 13[sunting | sunting sumber]

Volume 14[sunting | sunting sumber]

Volume 15[sunting | sunting sumber]

Volume 16[sunting | sunting sumber]

Volume 17[sunting | sunting sumber]

Volume 18[sunting | sunting sumber]

Volume 19[sunting | sunting sumber]

Volume 20[sunting | sunting sumber]

Volume 21[sunting | sunting sumber]

Volume 22[sunting | sunting sumber]

Volume 23[sunting | sunting sumber]

Volume 24[sunting | sunting sumber]

Volume 25[sunting | sunting sumber]

Volume 26[sunting | sunting sumber]

Volume 27[sunting | sunting sumber]

Volume 28[sunting | sunting sumber]

Volume 29[sunting | sunting sumber]

Volume 30[sunting | sunting sumber]

Volume 31[sunting | sunting sumber]

Volume 32[sunting | sunting sumber]

Volume 33[sunting | sunting sumber]

Volume 34[sunting | sunting sumber]

Volume 35[sunting | sunting sumber]

Volume 36[sunting | sunting sumber]

Volume 37[sunting | sunting sumber]

Hyol Roe dan kelompoknya yang sedang mengepung Han Bi Kwang dan teman-temannya tiba-tiba pergi begitu saja sambil bilang dia harus mengikutinya jika menginginkan pedang Maryong milik Souw Lihwa. Tanpa pikir panjang Han Bi Kwang dan Jin Phewun segera mengejarnya. Ketua partai Yonbi yang datang diminta pedangnya oleh Souw Lihwa dan diserahkan kepada Dam Hwarin yang sudah sembuh, mereka berdua juga bergegas mengejar Han Bi Kwang dan Jin Phewun. Han Bi Kwang yang mengejar duluan berhasil menyusul Hyol Roe yang langsung menantangnya membuktikan bahwa dia pantas menjadi Dojon seperti dugaannya. Han Bi Kwang dibuat kalang kabut dengan serangan Hyol Roe yang memaksanya mengeluarkan kekuatan terkuatnya, tapi Han Bi Kwang justru mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya untuk lolos dari serangan. Dia bahkan berkali-kali melakukan tindakan yang justru membuat Hyol Roe semakin dongkol hingga memutuskan untuk menghabisinya. Dalam suatu serangan Han Bi Kwang terlempar justru ke tempat Jin Phewun bersembunyi, dia lalu memanas-manasi Jin Phewun sebagai pendekar kacangan karena berdiam diri melihat kenyataan di depannya. Meski dongkol, Jin Phewun dengan terpaksa ikut menghadapi Hyol Roe. Tapi meski mereka berdua bergabung tetap saja Hyol Roe lebih unggul dan bahkan membuat mereka berdua terluka lumayan parah. Saat Han Bi Kwang dalam keadaan kritis karena kakinya terjepit batang pohon yang roboh, Dan Hwarin muncul dan langsung menyerang Hyol Roe untuk menyelamatkan Han Bi Kwang.

Volume 38[sunting | sunting sumber]

damhwarin dicekek sm hyoelroe

Volume 39[sunting | sunting sumber]

Volume 40[sunting | sunting sumber]

Volume 41[sunting | sunting sumber]

Bekli Hyang berusaha mencari Me Yujin yang berhasil dilukainya, tapi Han Bi Kwang keburu menyelamatkan gadis itu dan membawanya ke gua.

Volume 42[sunting | sunting sumber]

Volume 43[sunting | sunting sumber]

Setelah berhasil mengalahkan Me Yujin, Han Bikwang langsung menuju ke arah kakek Guege. Melihat Hwarin yang terluka bersama kakek Guege, Han Bikwang terbakar emosinya dan bertarung dengan Bekli Hyang. Perbedaan level membuat Han Bikwang kesulitan menghadapi Bekli Hyang. Kakek Guege yang berusaha kabur dengan menggendong Hwarin berhasil dikejar pasukan Sinji. nyawa kakek Guege pun diujung tanduk. Pada saat terdesak, panah Me Yujin menghabisi semua pasukan Sinji yang berusaha membunuh kakek Guege. mengetahui Han Bikwang sedang terdesak, Me Yujin pun membantunya melawan Bekli Hyang. Bekli Hyang, yang menggunakan pedang Maryong, mampu terdesak oleh serangan mereka. Tetapi Pedang Maryong mau membuka diri kepada Bekli Hyang. Pedang Maryong mengeluarkan kekuatannya kepada Bekli Hyang dan membuatnya kuat dan nampak seperti kakak Yu yang dirasuki Iblis Pedang.

Volume 44[sunting | sunting sumber]

Volume 45[sunting | sunting sumber]

Ketua Ma Yonggi dari partai Sonjin yang tiba-tiba meledak di suatu kedai akibat racun bayangan hitam menggemparkan gunung Jangbaek. Tetua Guege berhasil mewariskan jurus terhebatnya kepada Han Bi Kwang, namun itu membuat kemampuan serta penampilannya merosot dengan tajam. Dia semakin resah saat ditunjukkan mayat Ma Yonggi oleh Eun Seokwu, kepala pengawal gunung Jangbaek. Han Bi Kwang yang tahu itu juga kecut saat memberitahukan bahwa dirinya juga telah menelan racun yang sama. Mereka kemudian berunding bagaimana caranya untuk bisa masuk ke dalam wilayah Sinji, karena penawar dari racun itu hanya di sana. Di Jangbaek sendiri sedang banyak dikunjungi oleh pendekar yang ingin mengikuti ujian Engyol dikagetkan oleh kedatangan Han Bi Kwang, tetua Guege dan Me Yujin, apalagi setelah Dam Hwarin tiba-tiba memeluk Han Bi Kwang. Hingga akhirnya salah seorang dari peserta Engyol menyadari bahwa Han Bi Kwang adalah murid dari Cheon Ma Sin Gun dan berencana untuk membuka penyamarannya. Wangwun, salah satu pengurus Jangbaek mengabarkan kepada tetua Guege tentang kecurigaan salah satu peserta itu. Untuk mengelabuinya, Han Bi Kwang mengaku sebagai murid tetua Guege bernama Kwang Bihan. Namgung So yang nekat dengan pendiriannya melukai tetua Guege, akibatnya dia harus menerima pukulan tapak es putih dari Han Bi Kwang yang justru kelihatan seperti jurus tinju angin terang putih milik Guege. Berempat mereka kemudian memasuki gua gunung Jangbaek untuk mencari petunjuk keberadaan Sinji. Karena kondisi tubuhnya yang lemah, tetua Guege memilih menunggu di pintu masuk untuk menjaga keadaan. Ketiga anak muda itu kemudian bertemu dengan Kwan Junhyong, salah satu tetua partai Huanyong yang terusir namun diselamatkan oleh Kaisar Pedang. Kwan Junhyong memberitahu mereka bahayanya menuju tanah Sinji. Tetua Guege yang disusul oleh kelompok pengawal Jangbaek bernasib buruk setelah dibokong oleh Wangwun yang ternyata antek Sinji, Eun Seokwu yang tidak punya pilihan justru memilih untuk mengkhianati gurunya dan berniat menghabisi Dam Hwarin dan sekutunya.

Volume 46[sunting | sunting sumber]

Volume 47[sunting | sunting sumber]

Saat kondisi Han Bi Kwang dan Dam Hwarin sudah terdesak, komandan Eun Seokwu yang sebenarnya berpura-pura membelot justru membebaskan Me Yujin yang tertawan, berdua dengan Han Bi Kwang dia kemudian menghancurkan formasi pembunuh kiriman Sinji yang dipimpin oleh Jang Moju. Han Bi Kwang yang pingsan setelah itu justru sembuh dengan tidak sengaja setelah Eun Seokwu yang mencoba menolongnya malah tersedot tenaganya. Sementara itu, Me Yujin dan Dam Hwarin mati-matian bertahan dari kepungan. Han Bi Kwang yang mencari keduanya malah menemukan kembali golok Naga Api Neraka yang justru meningkatkan kekuatannya secara drastis. Perkembangan ilmunya membuatnya dengan mudah menghabisi sisa dari kelompok pembunuh. Wangwun yang sedang diinterogasi oleh komandan Eun Seokwu akhirnya dihabisi oleh pembunuh Sinji untuk membuatnya tutup mulut. Mereka berempat kemudian mendatangi Kwan Junhyong di dalam gua untuk mengetahui lebih detail mengenai Sinji dan bagaimana cara untuk bisa masuk ke dalamnya. Sehari kemudian, Han Bi Kwang secara diam-diam memutuskan untuk pergi sendirian ke Sinji berbekal info yang diperolehnya dari Kwan Junhyong.

Volume 48[sunting | sunting sumber]

Satu lagi partai silat, Guiamun, dihancurkan oleh kelompok Angin Hitam karena dianggap berkhianat kepada Sinji. Meski ketua Guia Makgu dan beberapa anggotanya sempat menyelamatkan diri, namun tetap saja tewas di tangan Dowolchun, salah seorang murid Cheon Ma Sin Gun, yang sebenarnya berencana melenyapkan Han Bi Kwang melalui salah satu elit Sinji, guru Zong Li. Han Bi Kwang yang menyamar sampai ke kota Anmi dan secara tidak sengaja justru bertemu dengan kakak seperguruan Dam Hwarin, Yu Seha yang tampak tidak waras. Secara bersamaan, datang pula ke kota itu salah seorang dari Enam Dewa Naga, Ma Chun Hwi si Pedang Naga, pewaris partai Chong Kyong, untuk memenuhi undangan dari partai Yujin. Tanpa di sengaja, gara-gara seorang wanita bayaran cantik bernama Yuri yang menyukai Yu Seha, terjadi salah paham antara Han Bi Kwang dengan partai Yujin. Saat berusaha menghindar, dia justru dihadang oleh pasukan pembasmi Sinji pimpinan Wi Ji Hen yang berusaha membunuhnya memakai bom dengan membabi-buta, sehingga banyak penduduk kota yang menjadi korban. Mengetahui hal itu, Ma Chun Hwi yang tidak tahu identitas Han Bi Kwang justru menolongnya dan berdua mereka berusaha memberikan perlawanan terhadap kelompok pembunuh itu. Wi Ji Hen memperburuk suasana dengan memberitahukan identitas Han Bi Kwang kepada ketua partai Yujin.

Volume 49[sunting | sunting sumber]

Somunju, anak ketua partai Yujin, berusaha merebut Yuri dari Yu Seha, namun itu justru memancing sifat asli Yu Seha yang membuatnya mengamuk dan membuat orang-orang partai Yujin lari ketakutan. Han Bi Kwang dan Ma Chun Hwi masih mati-matian melawan kelompok pembunuh Sinji. Tapi dengan licik, Wi Ji Hen malah menyandera Yuri yang ditinggalkan oleh Yu Seha dan membongkar identitas Han Bi Kwang kepada Ma Chun Hwi untuk mengadu domba keduanya. Meski dengan pura-pura, keduanya tetap bertarung hebat dan membuat Wi Ji Hen terlena sehingga Han Bi Kwang berhasil membebaskan Yuri. Han Bi Kwang lalu secara terbuka menantang Wi Ji Hen untuk bertarung secara jantan. Di saat Wi Ji Hen terdesak, kembali anak buahnya melakukan kelicikan hingga membuat Han Bi Kwang terperangkap dan terancam terkena ledakan hebat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Tokoh-tokoh[sunting | sunting sumber]

Protagonis[sunting | sunting sumber]

  • Han Bi Kwang
    Pria ini sangat unik. Lucu, easy going, semaunya sendiri, sedikit porno, namun punya jiwa sosial yang tinggi. Meski asal usulnya tidak jelas, namun banyak yang meyakini dia adalah putra ketua partai iblis Sinji yang misterius. Mulanya tidak becus dengan segala kerumitan ilmu kanuragan, namun anehnya memiliki ginkang (ilmu meringankan tubuh) luar biasa dan jarang ada yang mampu mengejarnya. Dia juga diangkat menjadi murid termuda ketua aliran hitam yang paling disegani di dunia persilatan, Cheon Ma Sin Gun, dan diberi golok pusaka Naga Api, meski dianya sendiri terkesan ogah-ogahan. Dalam petualangannya, dia justru mendapatkan pengajaran dari beberapa tetua hebat dari berbagai aliran saat mengetahui bakat tersembunyinya. Tergila-gila dengan cucu kaisar pedang, Dam Hwarin.
  • Dam Hwarin
    Gadis ini terkesan tomboy karena sering menyamar menjadi laki-laki, tapi kecantikannya saat tampil sebagai perempuan mampu membuat Han Bi Kwang jatuh cinta setengah mati. Dia sebenarnya adalah cucu dari salah satu yang terhebat di dunia persilatan, Kaisar Pedang, dan mewarisi sebuah pedang pusaka Peri Penakluk Iblis. Meski awalnya sebal dengan Han Bi Kwang, dia akhirnya menyadari juga ketulusannya dan secara tidak sadar membalas cintanya.
  • Me Yujin
    Gadis cantik ini adalah putri di luar nikah dari ketua partai Dedo yang telah musnah. Kesengsaraan membuatnya menutupi matanya meski tidak buta. Berjodoh dengan senjata sakti busur panah meriam Hyon Mu. Meski sempat berniat membunuh Han Bi Kwang, tapi pada akhirnya dia justru jatuh hati pada pemuda bengal ini.
  • Guege
    Tetua ini selalu tampil dengan dandanan pengemis dan menjauh dari permasalahan, padahal sebelumnya dia adalah salah satu ketua perguruan besar dari aliran putih yang disegani. Dia adalah dari Bekli Hyang. Selalu tampak awet muda berkat ilmu uniknya sebelum akhirnya diwariskan kepada Han Bi Kwang. Meninggal dibokong oleh pengkhianat Sinji di partai Jangbaek.
  • Chon Wun Ak
    Rival Han Bi Kwang dari aliran putih, Salah satu "Enam Naga Baru" Aliran putih, cucu dari salah satu lima Pendekar Terkuat Aliran Putih Dewa Obat. Makhluk paling Narciss di Serial ini,Polos dan Konyol,Pernah mengadakan pertarungan terbuka dengan Han Bi Kwang namun berakhir begitu saja. Dengan segala "kelebihannya" dia tidak pernah beruntung dengan wanita.
  • Yu Won Chan
    Rival dan Sahabat Han Bi Kwang,Ketua partai terbesar Aliran Putih Song Mu Mun.Di awal cerita berkarakter culas dan menghalalkan segala cara,namun setelah dikalahkan oleh Han Bi Kwang dia menjadi sadar akan arti seorang Pendekar. Menempa Diri di Song Mu Mun dan menanti kesempatan mengalahkan Han Bi Kwang dalam Pertarungan terbuka. Melakukan Pertarungan Hidup Mati dengan Han Bi Kwang Saat Partai Angin Hitam Cheon Ma Sin Gun yang dipimpin Murid ke-3 Jin Fun Baek akan menghancurkan Song Mu Mun.

Antagonis[sunting | sunting sumber]

  • Bekli Hyang
    Pria ini merupakan salah satu pengawal elit dari Balai Nongnum, tapi identitas sejatinya adalah putra tetua Guege serta menjadi pewaris hirarki Partai Iblis yang sudah lumayan berumur. Dia berusaha untuk melenyapkan semua orang yang dianggapnya bisa menghalangi keinginannya menguasai ilmu terhebat partai Iblis dan kemudian mengangkangi dunia persilatan. Dia yang tahu bahwa Han Bi Kwang adalah calon rival terkuatnya, melakukan segala cara untuk melenyapkannya. Namun akhirnya tewas ditelan ilmu pamungkasnya saat berhadapan dengan ayahnya sendiri.
  • Hyol Roe
    Memegang senjata pusaka Golok Pembalik Langit. Salah satu jagoan Sinji. Secara khusus ditugaskan untuk melenyapkan Han Bi Kwang, namun gagal dan malah memancing kemampuan terbaik dari golok Naga Api hingga melukainya dengan parah.
  • Wi Ji Hen
    Pimpinan dari salah satu kelompok pembunuh Sinji yang mahir menggunakan panah dan bom. Pada dasarnya, dia sangat setia kawan dan ksatria, namun Sinji berhasil mendoktrinnya menjadi mesin pembunuh yang sadis dan tanpa ampun.


Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]