Roma 1

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kisah Para Rasul 28       Roma 1       pasal 2
Papyrus 10, 316 M

Surat Roma 1:1-7 yang tertulis pada naskah Papirus 10, yang dibuat sekitar tahun 316 M.
Kitab: Surat Roma
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 6
Kategori: Surat-surat Paulus

Roma 1 (disingkat Rom 1) adalah bagian pertama Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Pengarangnya adalah Rasul Paulus, tapi dituliskan oleh Tertius, seorang Kristen yang saat itu mendampingi Paulus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal:

Ayat 16[sunting | sunting sumber]

Sebab aku (Paulus) mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.[3]

Sebenarnya "mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil" dalam bahasa aslinya lebih tepat diartikan: "tidak malu terhadap Injil" (bahasa Yunani: οὐ ἐπαισχύνομαι τὸ εὐαγγέλιον, ou epaiskhunomai to euangelion), yaitu Injil Kristus. Memang Paulus sadar bahwa orang percaya selalu tetap digoda untuk malu terhadap Injil Kristus. Dari segi pandangan manusia, Injil Kristus tidak membanggakan. Rajanya dibunuh dengan sebuah salib, suatu kematian yang amat hina. Paulus memberitakan kasih Allah, suatu berita yang mudah dicemoohkan.[4]

Ayat 17[sunting | sunting sumber]

Sebab di dalamnya (Injil itu) nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."[5]

Kalimat terakhir adalah kutipan dari Kitab Habakuk pasal 2 ayat 4:

"tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya"[6]

Kata "percaya" dalam Kitab Habakuk itu dalam bahasa aslinya adalah אָמַן [eman] yang artinya "percaya, iman".

Kalimat ini dikutip di bagian Alkitab lain dalam [[Perjanjian Baru]:

"Orang yang benar akan hidup oleh iman" (Galatia 3:11)
"orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman" (Ibrani 10:38).

Ayat 28-32[sunting | sunting sumber]

Sumber: Roma 1:28-32
Orang-orang yang merasa tidak perlu untuk mengakui Allah, diserahkan Allah kepada pikiran-pikiran yang "terkutuk" (dalam bahasa Yunani: ἀδόκιμον, adokimon, artinya "jelek", "tidak memenuhi syarat", "tidak ada harganya", "tidak tahan uji", "sesat"). Pikiran tanpa pegangan semacam ini hanya dapat menghasilkan hal-hal yang "tidak pantas" (bahasa Yunani: mē καθήκοντα , me kathekonta) atau hal-hal yang tidak cocok. Daftar dalam ayat 29-31 menunjukkan bahwa pikiran semacam itu berlawanan dengan dirinya sendiri dan dengan sesama manusia. Anarki dan kekacauan muncul dari pikiran yang tidak mau mengenal Allah. Pengumpat adalah orang yang suka gosip atau mengumpat dengan diam-diam. Pemfitnah adalah orang yang senang menghancurkan atau mencemarkan nama baik orang lain. Orang yang suka melakukan hal itu menjadikan dirinya sendiri dibenci orang lain. Perhatikan perpaduan tidak menyenangkan yang dikemukakan dalam ayat 31: tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. Ingatlah bahwa orang-orang yang dilukiskan di sini pernah memiliki kesempatan untuk mengenal tuntutan-tuntutan Allah. Selanjutnya, mereka mengetahui bahwa kematian merupakan hukuman atas perbuatan jahat. Sekalipun demikian mereka bukan hanya senang berbuat dosa, tetapi juga menyetujui orang lain yang berbuat dosa. Dosa mereka sudah mencapai taraf di mana mereka memperoleh kepuasan tersendiri di dalam perbuatan dosa orang lain.[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Rom 1:16
  4. ^ Hagelberg, Dave. Tafsiran Roma: dari bahasa Yunani. Jakarta: Yayasan Kalam Hidup. 2004.
  5. ^ Rom 1:17
  6. ^ Habakuk 2:4
  7. ^ Pfeiffer, Charles F.; Harrison, Everett F. Tafsiran Alkitab Wycliffe Vol. 3 (Perjanjian Baru). Malang: Gandum Mas. 2005.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]