Rogomulyo, Kaliwungu, Semarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Rogomulyo
—  Desa  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Semarang
Kecamatan Kaliwungu
Kodepos 50229

Rogomulyo adalah merupakan sebuah desa di kecamatan Kaliwungu, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Desa Rogomulyo merupakan satuan wilayah pemerintahan yang berada di Kecamatan Kaliwungu Desa Rogomulyo. Berdasarkan struktur pemerintahannya merupakan Desa yang dipimpin oleh seorang kepala desa. Ada enam dusun yang merupakan pembagian wilayah administrasi. Dibawah dusun terbagi lagi dalam satuan wilayah administrasi RW dan RT yang jumlah keseluruhan dalam satu desa ada 13 RW dan 35 RT. Dalam sejarahnya Desa Rogomulyo adalah desa tertinggal, yang mana keadaan sosial ekonomi masyarakatnya sangat ketinggalan jauh dengan desa-desa di sekitarnya. Sejarah desa merupakan satu hal yang tidak dapat dipungkiri yang membentuk Desa Rogomulyo sebagaimana kondisi saat ini. Kondsi yang dialami Desa Rogomulyo telah mencapai perkembangan di berbagai sektor secara singkat dapat disebutkan:

  1. Sektor perekonomian
  2. Sektor keamanan
  3. Sektor sosial kebudayaan
  4. Sektor pemerintahan

Perkembangan diatas dapat dikatakan kekuatan/potensi desa untuk maju dan dukungan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi desa. Dalam setiap perkembangan pasti ada hambatan dan tantangan atau dampak dari perkembangan itu sendiri. Adapun masalah-masalah yang dihadapi desa saat ini adalah:

  1. Kemiskinan yang sampai sekarang masih banyak disandang oleh sebagian besar masyarakat Desa Rogomulyo
  2. Sumber daya manusia masih relatif rendah sehingga belum dapat memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal untuk peningkatan kesejahteraan


Asal-Usul atau Legenda Desa[sunting | sunting sumber]

Pada masa Kerajaan Mataram nama Rogomulyo belum ada, saat itu masih bernama Laweyan yang dipimpin oleh seorang penglawe (sekarang disebut kepala desa) yang masa kepemimpinannya seumur hidup, yaitu:

  1. Goboyo, Suruhan, dan Gegunung dengan pusat pemerintahan di Goboyo dipimpin oleh penglawe: Jogo Semito, digantikan Jogo Pawiro dengan sebutan Mbah Doro, digantikan Joyo Pawiro
  2. Gagadan (sekarang Dusun Gumuk) dan Jangkrikan dengan pusat pemerintahan di Gagadan
  3. Genting dengan pusat pemerintahan di Genting

Pada masa pemerintahan colonial Bekanda, Laweyan-laweyan tersebut digabung menjadi satu dengan nama Desa Rogomulyo, yang mempunyai makna:

  • ROGO berarti: Badan, Awak, Tubuh, Tempat
  • MULYO berarti: Senang, Serba Kecukupan, Bahagia, Makmur
  • ROGOMULYO berarti suatu tempat/desa yang masyarakatnya dalam keadaan bahagia dan tentram

Rogomulyo terdiri dari enam dusun yang masing-masing dikepalai/dipimpin oleh seorang bekel (sekarang kepala dusun), enam dusun tersebut adalah:

  1. Dusun Suruhan
  2. Dusun Gegunung
  3. Dusun Rogomulyo
  4. Dusun Gumuk
  5. Dusun Jangkrikan
  6. Dusun Genting


Sejarah Pemerintahan Desa[sunting | sunting sumber]

Dalam perjalanan sejarah pemerintahan Desa Rogomulyo sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda sampai sekarang telah mengalami berkali-kali pergantian kepemimpinan, yang mana Demang/ Kepala Desa tersebut dipilih langsung oleh warga masyarakat yang sudah berumur dewasa (berumur 17 tahun ke atas atau sudah pernah kawin. Pemimpin (Demang/Kepala Desa) Rogomulyo yaitu:

Sejarah Pemerintahan Desa
No Demang/ Kades ke- Nama Waktu Menjabat Keterangan
1 I Cepong tidak diketahui Bukan nama sebenarnya, disebut Cepong, karena kondisi fisiknya: mata cacat tidak dapat melihat sebelah (pece) dan gigi ompong
2 II Wongso Setiko tidak diketahui tidak diketahui
3 III Suto Diharjo tidak diketahui Putra Demang ke-2 Wongso Setiko
4 IV Jogo Prawiro Pirman s/d 1952 Adik Demang ke-3 Suto Diharjo
5 V Soemanto Diharjo 1952 s/d 1988 Putra Demang ke-3 Suto Diharjo, sebutan Demang tidak lagi digunakan, sudah menyebut kepala desa yang memimpin selama dua jaman, yaitu orde lama dan orde baru
6 VI Parno 1988 s/d 11-11-1988 Ymt. Kepala Desa (Pegawai Kec. Susukan, Perwakilan Kaliwungu)
7 VII Salib Suhardi 11-11-1988 s/d 1998 Putra Kepala Desa Soemanto Diharjo
8 VIII Herman Hendrarto, SH 1998 s/d 2000 Ymt. Kepala Desa (Pegawai Kecamatan Kaliwungu/ MPP)
9 IX Soerjadi Periode 2000 s/d 26-12-2006
Periode 2006 s/d 2012
Menjabat dalam dua periode jabatan Kepala Desa, dimana masing-masing periode selama 6 tahun

Sejarah Pembangunan Desa[sunting | sunting sumber]

No Tahun Kegiatan Pembangunan Keterangan
1 1977 Pembangunan SD Rogomulyo II INPRES
2 1978 Pemindahan pusat pemerintahan dari Dusun Rogomulyo ke Dusun Suruhan Swadaya Gotong Royong
3 1982 Pembangunan bendung dan saluran irigasi APBD Kab.
4 1984 Pembangunan padat karya (Makadam dari Genting s/d Suruhan) APBD Kab.
5 1992 Listrik masuk desa PLN
6 1993 Pembangunan rumah pertemuan P3A Dharma Tirta Bhina Tama Swadaya
7 1994 Pembangunan jalan aspal dari Genting s/d Suruhan APBD Kab.
8 1994 Pembangunan jalan aspal Dusun Gegunung Swadaya
9 1995 Pembangunan kantor dari balai desa Swadaya
10 1996 Pembangunan SD Rogomulyo III INPRES
11 1996 Pembangunan jembatan Wining (Rogomulyo) Swadaya
12 1997 Pembangunan jembatan Dusun Gumuk Swadaya dan DPD/K
13 1997 Pembangunan air bersih PABPL-MPR APBD Kab.
14 1998 Pembangunan jalan aspal Dusun Gumuk Swadaya dan APBD Kab.
15 1999 Pembangunan talut jalan Dusun Rogomulyo dan Gegunung P3DT
16 2003 Pembangunan jalan aspal Dusun Rogomulyo Swadaya
17 2004 Pembangunan bending Gegunung (Jaten) APBD Kab.
18 2005 Pembangunan talut irigasi Jaten Swadaya dan APBD Kab.
19 2006 Pembangunan betonisasi jalan Dusun DAD/K dan swadaya
20 2007 Pembangunan jalan aspal Dusun Genting Bhakti Praja Serasi
21 2007 Pembangunan jalan aspal Dusun Rogomulyo PNPM
22 2008 Pembangunan betonisasi jalan DAUD dan swadaya
23 2008 Pembangunan gedung TK Bhinneka Tunggal Ika PNPM
24 2008 Pembangunan betonisasi jalan Dusun Gegunung PNPM
25 2009 Pembangunan betonisasi jalan Dusun: Gumuk, Gegunung, Suruhan, dan Rogomulyo PNPM, DAUD, dan swadaya
26 2009 Pembangunan talut jalan Genting, Jangkrikan, dan Gumuk DAUD dan swadaya
27 2009 Pembangunan gudang LDPM dan Kantor Gapoktan APBD Kab (Katahanan Pangan) dan swadaya kelompok (Gapoktan)
28 2009 Pengadaan air bersih (pengeboran) APBD Kab (PAMSIMAS)
29 2010 Pembangunan betonisasi jalan Dusun: Suruhan, Gegunung, Rogomulyo, Gumuk, Genting, dan Jangkrikan DAUD dan swadaya
30 2010 Pembangunan talut jalan Dusun Genting PNPM
31 2010 Pembangunan Pos Kesehatan Desa (PKD) APBD Kab (Dinas Kesehatan)


Kondisi Geografis[sunting | sunting sumber]

  • Letak Wilayah
Nama Desa  : ROGOMULYO
Nama Kecamatan : KALIWUNGU
Nama Kabupaten : SEMARANG
Nama Propinsi : Jawa Tengah
Jarak ke Ibu Kota Kecamatan : 3,2 km
Jarak ke Ibu Kota Kabupaten : 54,8 km
Batas wilayah desa Utara: Kec. Susukan
Timur: Kab. Boyolali
Selatan: Dusun Kaliwungu dan Dusun Jetis
Barat: Kab. Boyolali dan Kec. Susukan


  • Luas Wilayah
Luas wilayah desa : 402 ha
Wilayah desa terbagi menjadi : 6 dusun dan 35 RT
Nama Dusun/ Kaling I : ROGOMULYO Jumlah RT: 10
Nama Dusun/ Kaling II : SURUHAN Jumlah RT: 10
Nama Dusun/ Kaling III : GUMUK Jumlah RT: 5
Nama Dusun/ Kaling IV : JANGKRIKAN Jumlah RT: 2
Nama Dusun/ Kaling V : GENTING Jumlah RT: 4
Nama Dusun/ Kaling VI : GEGUNUNG Jumlah RT: 4


  • Penggunaan Lahan

Tanah sawah : 212 ha

  • Irigasi : 150 ha
  • Irigasi ½ teknis : 62 ha
  • Tadah hujan : 0 ha

Tanah fasilitas umum : 0,7 ha

  • Kas desa : … ha
  • Lapangan : 1,25 ha
  • Perkantoran pemerintah: 0,07 ha

Lainnya  : 7,71 ha
Tanah perkebunan : … ha
Tanah kering : … ha
Tegal/ ladang : 45,969 ha
Permukiman : 135 ha

  • Topografis

Ketinggian tempat : 469 mdpl
Kondisi tanah : berbukit
Potensi tanah : sedang
Bentang wilayah : berbukit
Curah hujan/ jumlah bulan hujan: … mm/th … bulan
Suhu rata-rata harian : 240 C

  • Penggunaan Lahan Produktif dan Produksi Rata-Rata Pertahun

Pertanian : 212 … luasan/produksi  : 4 ton/ha
Peternakan : … luasan/populasi : 569
Perikanan : 250 m2 luasan/produksi : 1440 kg
Perkebunan : … luasan/produksi : …
Kehutanan : … luasan/produksi : …

Demografi/Kependudukan dan Sosial Budaya Desa[sunting | sunting sumber]

  • Jumlah Penduduk
Keterangan Jumlah
Jumlah total penduduk 3.932 orang
Jumlah laki-laki 1.924 orang
Jumlah perempuan 2.008 orang
Jumlah KK 1.060 orang


  • Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Kelompok Umur Jumlah
0 – 1 tahun 61 orang
1 – 5 tahun 200 orang
5 – 6 tahun 58 orang
6 – 15 tahun 554 orang
16 – 21 tahun 296 orang
22 – 59 tahun 2.355 orang
60 tahun keatas 381 orang


  • Agama dan Etnis Penduduk
Agama Jumlah
Islam 3.567 orang
Kristen 361 orang
Katolik 0 orang
Hindu 0 orang
Budha 0 orang


  • Pendidikan
Status Jumlah
Belum sekolah 133 orang
Tidak pernah sekolah 134 orang
Tidak tamat SD 802 orang
Tamat SD 1.094 orang
Tamat SLTP 819 orang
Tamat SLTA 212 orang
Tamat D1 5 orang
Tamat D2 0 orang
Tamat D3 42 orang
Tamat S1 45 orang
Tamat S2 0 orang
Tamat S3 0 orang


  • Jumlah Penduduk Cacat
Keterangan Jumlah
Cacat fisik bawaan 3 orang
Cacat kecelakaan 2 orang
Cacat mental 4 orang


  • Angkatan Kerja dan Pengangguran
Keterangan Jumlah
Jumlah angkatan kerja (penduduk usia 15-55 tahun) 2.302
Jumlah penduduk usia 15 - 55 tahun yang masih sekolah 296
Jumlah penduduk usia 15 - 55 tahun yang menjadi ibu rumah tangga 908
Jumlah penduduk usia 15 - 55 tahun yang belum bekerja 31
Jumlah penduduk usia 15 - 55 tahun yang bekerja tidak tentu 123
Pengangguran = 2+3+4+5 1.196
Bekerja = 1- 6 944


  • Mata Pencaharian/Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah
PNS 73 orang
Polri / TNI 1 orang
Dokter 0 orang
Buruh / Swasta 97 orang
Pengusaha 0 orang
Pedagang 118 orang
Petani 677 orang
Peternak 16 orang
Buruh Tani/Ternak 151 orang
Tukang 110 orang
Lain-lain 2.569 orang
Pengangguran 128 orang

Penguasaan Aset Ekonomi Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Keterangan Jumlah
Memiliki Rumah 1000 orang
Memiliki Sawah / Tegalan 808 orang
Memiliki ternak 361 orang
Memiliki alat transportasi 5 orang
Mesin Pertanian 6 orang
Mesin Industri 4 orang


Kelembagaan Ekonomi Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Keterangan Jumlah Unit Jumlah Orang
Perbankan 0 unit 0 orang
Koperasi / BPR / LKD 1 unit 50 orang
Industri Pakaian 0 unit 0 orang
Industri Makanan 0 unit 0 orang
Industri Alat RT / Mebel 12 unit 12 orang
Industri Pertanian 3 unit 3 orang
Industri Kerajinan 666 unit 1998 orang
Toko Bahan Bangunan 1 unit 4 orang
Pengepul / Tengkulak 15 unit 15 orang
Angkutan 4 unit 4 orang
Toko / Swalayan 0 unit 0 orang
Pasar 0 unit 0 orang
Warung / Klontong 17 unit 17 orang
Sarang Burung Walet / Sriti 0 unit 0 orang


Penggunaan Lahan Produktif dan Produksi Rata-rata Pertahun[sunting | sunting sumber]

Keterangan Luasan/Produksi Jumlah
Pertanian 212 4 ton/Ha
Peternakan tidak ada data 569
Perikanan tidak ada data 1440 kg
Perkebunan tidak ada data tidak ada data
Kehutanan tidak ada data tidak ada data


Kelembagaan Sosial[sunting | sunting sumber]

Nama Organisasi Perempuan : PKK Nama Organisasi Pemuda : Karang Taruna  : Remaja Masjid (Remas) Nama Organisasi Bapak : GAPOKTAN RUKUN TANI  : Kelompok Tani Mulyo I  : Kelompok Tani Mulyo II  : Kelompok Tani Mulyo III  : Kelompok Tani Mulyo IV : Kelompok Tani Mulyo V  : Kelompok Tani Mulyo VI  : Kelompok Tani Mulyo Laras  : Kelompok Tani M Sido Sari  : Kelompok Tani Rujun Tani  : Kelompok Ternak Mulyo Laras  : Kelompok Budi Daya Ikan Mulyo Laras Nama Organisasi Profesi : Puspito Kawedhar (Campur Sari, Karawitan, Wayang Kulit, Rebana Kalimo Sodo)


Organisasi Politik[sunting | sunting sumber]

Nama Partai Politik : Partai Golkar  : Partai Demokrasi Perjuangan (PDI P)  : Partai Amanat Nasional (PAN)  : PKB  : PKS


Deskripsi dan Statistik Prasarana dan Sarana[sunting | sunting sumber]

Aspek Kondisi Baik (km/unit) Kondisi Rusak (km/unit)
Transportasi
Jalan
*Aspal / Rabat Beton 5000 m 350
*Makadam 560 m 275 *Tanah ... m 1600
Jembatan
*Beton 4 unit 0
*Besi 0 unit 0 *Kayu 2 unit 0
Terminal/Stasiun
Komunikasi
Kantor Pos ada tidak ada
Telepon / Wartel / Warnet ada tidak ada
Stasiun Radio / TV ada tidak ada
Kesehatan
Rumah Sakit ada tidak ada
Puskesmas/ Pembantu ada tidak ada
Polindes/ BKD 1 unit tidak ada
Apotek/ Toko Obat ada tidak ada
Praktek Dokter ada tidak ada
Bidan 1 orang tidak ada
Pendidikan
SLTA / Sederajat ada tidak ada
SLTP / Sederajat ada tidak ada
SD / Sederajat 2 unit tidak ada
TK 1 unit tidak ada
TPA ada tidak ada
PAUD 1 unit tidak ada
Peribadatan
Masjid 6 unit tidak ada
Mushola / Surau / Langgar 7 unit tidak ada
Gereja Kristen 5 unit tidak ada
Gereja Katholik 0 unit tidak ada
Wihara / Pura ada tidak ada
Pariwisata
Wisata alam 1 unit tidak ada
Wisata budaya 0 unit tidak ada
Wisata religi 1 unit tidak ada
Wisata agro bisnis 0 unit tidak ada
Lainnya ada tidak ada
Olahraga
Lapangan olah raga 1 unit tidak ada
Stadion 0 unit tidak ada
Gedung olahraga / GOR 0 unit tidak ada
Kolam Renang 0 unit tidak ada
Lainnya ada tidak ada

Potensi dan Permasalahan Desa[sunting | sunting sumber]

No Bidang Masalah
1 Sumber Daya Manusia SDM yang ada belum mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara maksimal
2 Sumber Daya Alam Sumber daya alam belum dikelola/ dimanfaatkan secara maksimal untuk mencukupi kebutuhan hidup
3 Sarana-prasarana Kesadaran masyarakat untuk berswadaya kurang, Pemeliharaan hasil pembangunan kurang maksimal, dan Sarana prasarana pemerintahan belum memenuhi standar
4 Bidang ekonomi SDM belum mampu mengolah sumber daya alam yang ada secara maksimal, Sumber daya alam belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, Belum ada pengusaha/investor yang masuk ke Desa Rogomulyo untuk membuka usahanya, Masih minimnya modal usaha bagi masyarakat, dan Masyarakat belum mampu melaksanakan manajemen usahanya
5 Bidang kesehatan Masyarakat belum sepenuhnya menyadari arti pentingnya kesehatan, Pola makan masyarakat belum memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna, dan Banyak KK yang belum memiliki jamban keluarga
6 Bidang pendidikan Tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah, dan Kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pendidikan relatif kurang
7 Bidang kelembagaan Anggota lembaga desa kurang aktif
8 Bidang sosial budaya Seni budaya yang ada belum dikembangkan dan Kondisi sosial masyarakat masih rendah
9 Bidang ketertiban dan keamanan Sarana prasarana pos kamling tidak lengkap serta Pelaksanaan siskamling tidak rutin
10 Lain-lain Kerja sama dengan pihak investor belum ada, Transportasi kurang lancar, Belum ada sarana/trayek angkutan umum pedesaan, Banyak angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, serta Lapangan pekerjaan yang ada di desa tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang diperoleh generasi muda