Ridwan Suwidi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Haji Muhammad Ridwan Suwidi
Bupati Paser
Masa jabatan
2005 – 2010 (periode 1)
Wakil Hatta Garit
Didahului oleh Adi Buhari
Petahana
Mulai menjabat
2010
Wakil H. M. Mardikansyah (periode 2)
Diangkat oleh rakyat (melalui pilkada)
Informasi pribadi
Lahir 21 April 1936 (umur 77)
Bendera Indonesia Tanah Grogot, Paser
Kebangsaan Indonesia
Partai politik PPP
Agama Islam

Haji Muhammad Ridwan Suwidi (lahir di Tanah Grogot, Paser, 21 April 1936; umur 77 tahun) adalah Bupati Paser yang berpasangan dengan wakil bupatinya, H.M. Hatta Garit dan memimpin selama 5 tahun (2005 - 2010). Kemudian, pada Pilkada Paser 2010, Ridwan Suwidi berpasangan dengan Mardikansyah mencalonkan kembali sebagai bupati Paser dan memperoleh 40,33% suara dan terpilih kembali menjadi Bupati Paser untuk masa jabatan 20102015.

Beliau adalah sosok seorang pemimpin sederhana yang memiliki pola pikir praktis dengan tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dalam visi Kabupaten setelah beliau terpilih yaitu Menuju Masyarakat yang Agamais, Sejahtera & Berbudaya. Beliau merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan status Daerah Paser dari Kawedanan menjadi Daerah Otonom Tingkat II/ Kabupaten di era tahun 1959. Tahun 1960-an, memulai karier politik sebagai pimpinan Pasukan Pandu Islam Indonesia Cabang Paser, kemudian sebagai Ketua Cabang Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Paser, pada tahun 1963 menjadi Ketua Perguruan Islam Yapsi, juga sebagai pendiri/pengasuh sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA).

Selanjutnya secara berurutan beliau menjabat sebagai :

  • Ketua Cabang Muhammadyah Kabupaten Paser;
  • Pengurus Majelis Ulama Kabupaten Paser;
  • Ketua DPW Persaudaran Muslimin Indonesia Kaltim;
  • Anggota DPRD-GR Daerah Tingkat II Paser (s/d th.1970);
  • Wakil Ketua DPRD/ Anggota Badan Pertimbangan Daerah Tingkat II Paser (1977-1982);
  • Anggota DPRD dan Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Tingkat II Paser (1982-1987) dan Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Paser (s/d thn.1985);
  • Wakil Ketua DPW-PPP Kalimantan Timur (1985-1990);
  • Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Pembangunan Indonesia Kaltim;
  • Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah PPP Kaltim (1995-1999);
  • Anggota DPRD Tingkat I Kaltim Periode tahun 1987-1992, s/d tahun 1999-2004 (4 periode).

Dengan prinsip penuh kehati-hatian, dalam menjalankan amanah sebagai Bupati, beliau selalu menekankan kepada jajaran staf untuk memiliki keberpihakan terhadap masyarakat dan bersikap santun & sangka baik terhadap siapapun, sebagaimana motto yang dicetuskan oleh beliau, yaitu Paser Buen Kesong (Paser Berhati Baik).[1]

Pada tahun 2010, Bupati Ridwan Suwidi terlibat kasus pemalsuan atas ijazah pendidikan miliknya. Hasil dari pemeriksaan ijazah-ijazah tersebut menunjukkan kronologis yang tidak tepat dan sekolah fiktif mengeluarkan ijazah tersebut. Namun hasil pemeriksaan tersebut tidak membuat KPU Kabupaten Paser melarang Bupati Ridwan Suwidi untuk menjadi calon bupati pada pemilu pemda tahun 2010. Aksi demo oleh masyarakat di kantor KPU Paser terjadi setelah Bupati Ridwan Suwidi terpilih kembali sebagai Bupati Paser periode 2010-2015.

Sampai pada tahun 2012, pelaku pembuat ijazah palsu telah tertangkap dan Bupati Ridwan Suwidi tetap menjadi tersangka atas kasus pemalsuan ijazah oleh Polda Sulawesi Selatan namun terlihat adanya upaya untuk mengubur kasus tersebut dari media masa dan pandangan masyarakat. Ridhawati Suryana, putri dari Bupati Ridwan Suwidi, menjadi anggota DPRD periode 2009-2014 sedangkan Iwan, putra Bupati Ridwan Suwidi, telah terkenal di kalangan masyarakat Paser sebagai pelaksana tindakan hitam dari keluarga Suwidi. Dengan bercabangnya keluarga Suwidi dalam kancah eksekutif, legislatif dan de facto Paser, Bupati Ridwan Suwidi dapat menguasai beberapa usaha dan menarik pungutan pribadi kepada pengusaha-pengusaha di kabupaten Paser.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
H. Adi Buhari, SE (Pj. Bupati)
Bupati Paser
2005-sekarang
Diteruskan oleh:
Masih Menjabat