Rhinoscleroma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Rhinoscleroma
Klasifikasi dan rujukan eksternal
Klise foto rhinoscleroma dari Wolkowitsch.
ICD-10 A48.8
ICD-9 040.1
DiseasesDB 31327
MedlinePlus 001256
eMedicine derm/831 
MeSH D012226

Rhinoscleroma, atau Scleroma adalah penyakit kronis granulomatosa, penyakit yang disebabkan bakteri dihidung yang terkadang dapat menginfeksi Sistem pernapasan atas.[1] Pada umunya mempengaruhi rongga hidung 95%-100% dari kasus, terkadang juga dapat mempengaruhi nasofaring, laring, batang tenggorok, dan bronchi (cabang tenggorok).

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella rhinoscleromatisSubspesies dari bakteri Klebsiella pneumoniae, bakteri ini masuk dalam kategori Gram-negatif berbentuk bungkus, nonmotile, bacillus berbentuk batang, anggota dari Enterobacteriaceae. Terkadang disebut "Frisch bacillus" diambil dari nama Anton von Frisch orang yang pertama kali mengidentifikasi bakteri tersebut.[2]

Notes[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Palmer & Reeder.
  2. ^ DiBartolomeo. Page 14.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • DiBartolomeo, Joseph R. (1976), Scleroma of the nose and pharynx. Journal: West. J. Med., vol. 124., pp. 13–17.
  • Frisch, Anton von (1882), Zur Aetiologie des Rhinoskleroms. Journal: Wiener Medizinische Wochenschrift; vol. 32, pp. 969–972.
  • Hebra, Hans von (1870), Ueber ein eigenthümliches Neugebilde an der Nase; Rhinosclerom; nebst histologischem Befunde vom Dr. M. Kohn. Journal: Wiener Medizinische Wochenschrift; vol. 20, pp. 1–5.
  • Morton, Leslie T. (1970), A medical bibliography (Fielding H. Garrison and Morton). Philadelphia & Toronto: J. B. Lippincott Company, p. 388.
  • Palmer, P. E. S. & Reeder, M. M. (2000), The imaging of tropical diseases. Heidelberg: Springer Verlach; vols. 1 & 2 (ISBN 3-540-66219-7).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]