Resveratrol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Resveratrol
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS [501-36-0]
PubChem 445154
SMILES Oc2ccc(C=Cc1cc(O)cc(O)c1)cc2
InChI 1/C14H12O3/c15-
12-5-3-10(4-6-12)
1-2-11-7-13(16)9-
14(17)8-11/h1-9,15-
17H/b2-1+
Sifat
Rumus kimia C14H12O3
Massa molar 228.24 g mol−1
Penampilan bubuk putih dengan sedikit warna kuning
Kelarutan dalam air 0.03 g/L
Kelarutan dalam DMSO 16 g/L
Kelarutan dalam ethanol 50 g/L
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Resveratrol adalah salah satu senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan dan dimanfaatkan dalam bidang medis.[1] Senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa fitoaleksin, yaitu senyawa yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap masuknya patogen atau penyakit.[2] Pada tahun 1940, resveratrol ditemukan pertama kali di akar tanaman ''Veratrum grandiflorum''.[2] Resveratrol banyak terdapat pada Polygonum cuspidatum, kacang, ekaliptus, lili, stroberi, anggur dan produk olahannya, seperti wine.[1]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Resveratrol dapat mencegah kanker, melindungi jantung, dan mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan umur, seperti diabetes, inflamasi, penyakit neurodegeneratif, dan penyakit kardiovaskular.[3] Dalam dosis yang rendah, resveratrol dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel, sedangkan dalam dosis yang tinggi, resveratrol akan meningkatkan kematian sel.[3] Oleh karena itu, penggunaan resveratrol dalam jumlah tinggi umumnya digunakan untuk pengobatan atau perawatan kanker.[3] Namun, konsumsi resveratrol juga diteliti dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti mencegah penyerapan metal dalam tubuh, menurunkan hemoglobin, dll.[2]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b (Inggris)Cesar G. Fraga (2009). Plant Phenolics and Human Health: Biochemistry, Nutrition and Pharmacology. Willey. ISBN 978-0-470-28721-7. Page.299-309
  2. ^ a b c (Inggris)"Resveratrol Benefits and Side Effects". Diakses 21 Mei 2010. 
  3. ^ a b c (Inggris)Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick (Juni 2009). "The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages". Alcoholism: Clinical and Experimental Research 33 (9): 1513 – 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x. Diakses 21 Mei 2010. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]



Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. Terima kasih.